RDPT VS OBLIGASI RITEL – Pilih Yang Mana?

RDPT vs Obligasi Ritel?

Mau pilih yang mana, antara RDPT vs Obligasi Ritel?

Keep scrolling karna wartadana akan bandingin secara komprehensif antara Obligasi Ritel vs RDPT.

Ps : baca juga Deposito vs RDPU

Yok!

1. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap disebut juga reksadana obligasi, merupakan jenis investasi reksadana yang komposisi investasinya mayoritas di instrumen obligasi / surat utang.

Investasi ini dikelola oleh pihak ketiga yang bernama Manajer Investasi / Perusahaan Aset Manajemen.

Kamu bisa membeli reksadana pendapatan tetap / RDPT melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).


Cari tahu :


2. Obligasi Ritel

Obligasi ritel adalah jenis surat utang yang dikeluarkan oleh negara untuk investor ritel.

Ciri khas yang bikin obligasi ritel mudah teridentifikasi adalah nominal pembelian minimal Rp 1 juta per pembelian.

Sayangnya kamu nggak bisa beli obligasi ritel kapan saja.

Karna harus menunggu masa launching oleh Kemenkeu.


Cari tahu :


3. Kenapa RDPT vs Obligasi Ritel?

Kenapa membandingkan antara Reksadana Pendapatan Tetap dengan Obligasi Ritel?

Karna secara prinsip, RDPT dan obligasi ritel adalah investasi yang memberikan eksposure / paparan terhadap Surat Utang / Bonds dengan modal kecil.

Sehingga obligasi ritel dan RDPT ini barangnya sejenis.

Perbandingannya almost apple to apple.

4. Perbandingan RDPT vs Obligasi Ritel

Yok, saatnya kamu cari tahu tentang beda antara RDPT vs Obligasi Ritel.

Serta mana di antara reksadana pendapatan tetap dan bonds ritel, yang ngasih cuan lebih oke?

perbandingan rdpt

a. Modal Investasi

RDPT bisa kamu beli mulai dari Rp 10k.

Tapi idealnya belilah dari nominal Rp 100k atau Rp 1 juta.

Karna Rp 10k ini kurang signifikan, dibanding dengan upaya yang harus kamu keluarin.

Obligasi ritel minimal kamu beli senilai Rp 1 juta.

b. Return aka Cuan

Cuan RDPT bisa kamu dapatin dari kenaikan harga unit.

Biasanya dalam fund fact sheet akan tertera gambaran return secara historikal, yang bisa kamu jadiin perbandingan.

Tapi ingat bahwa tanpa menjual reksadana yang kamu miliki, kamu nggak akan menikmati cuan tersebut.

return reksadana

Cuan Obligasi Ritel adalah kupon obligasi yang dibayarkan bulanan ke rekening kamu.

Sehingga tanpa perlu melakukan apapun, tiap bulan kamu bakal dapat gaji rutin dari negara melalui kupon investasi obligasi ritel tersebut.

Nice nggak?

Kupon obligasi ritel diumumkan sewaktu masa launching sebuah seri obligasi ritel.

Sifatnya tetap alias nggak akan berubah selama masa investasi (kecuali yang pake floor rate ya).

c. Pajak

Investor reksadana nggak akan kena pajak.

Hal ini karna pajak sudah kena pada Manajer Investasi yang mengelola reksadana tersebut.

Sehingga investor menerima cuan yang sifatnya net, tanpa kena pajak lagi.

return bebas pajak

Sementara sebagai investor obligasi ritel, kamu akan kena pajak sebesar 15 % dari kupon obligasi.

Ingat ya, hanya dari cuan alias kuponnya saja.

Pokok investasi obligasi ritel nggak akan kena pajak.

d. Biaya Investasi

Untuk membeli RDPT, kamu mungkin kena biaya sebagai berikut :

  1. Fee beli & jual (kalo kamu beli lewat APERD yang mengenakan biaya),
  2. Biaya transfer (kalo pembayaran kamu via transfer Bank),
  3. Biaya top up e-money (kalo bayarnya pake e-money),
  4. Potongan transfer saat penjualan (kalo rekening Bank Kustodian beda dengan rekening kamu).

Sementara untuk berinvestasi di obligasi ritel, kamu hanya kena biaya administrasi oleh agen penjual (kalo ada).

Dan angkanya juga nggak signifikan, sekitar Rp 2.500 per bulan.

Ps : untuk biaya investasi reksadana pendapatan tetap saya bold bagian mungkin, karna kamu bisa kok investasi RDPT tanpa kena biaya tersebut.

Caranya ?

  1. Beli reksadana lewat aplikasi yang bebas biaya beli & jual, contoh Bibit,
  2. Pake rekening yang ngasih gratis biaya transfer dan top-up e-money, contoh TMRW UOB,
  3. Pilih reksadana yang rekening Bank Kustodiannya, sama dengan rekening yang kamu punya.

Tapi, it’s easier said than done ya.

Jadi pastiin kamu udah paham bener tentang Reksadana Pendapatan Tetap dan baca habis-habisan artikel FAQ RDPT, sebelum kamu take action. Deal?

e. Tenor Investasi

Saat investasi RDPT, kamu sendiri yang tentukan mau ditahan sampai kapan atau dalam momen apa kamu mau jualin RDPT tersebut.

Artinya fleksibilitasnya ada 100 % pada kamu.

Tapi ingat bahwa RDPT tetaplah investasi yang bisa naik dan mungkin turun.

Sehingga saat harga RDPT turun, tentu kamu nggak bisa bikin keputusan menjual secara yakin, karna kamu sedang rugi.

Untuk itulah, tetap penting belajar investasi (walopun kulit-kulit doang).

tenor investasi

Sementara untuk obligasi ritel nggak ada fleksibilitas tersebut.

Yang artinya kamu nggak bisa menebus pembelian obligasi ritel itu kapan saja.

Tenor obligasi ritel antara 2 atau 3 tahun.

Jadi sekali beli obligasi ritel, kamu harus bertahan sampai jatuh tempo.

Kecuali seri obligasi ritel yang bisa dijual di pasar sekunder (sehingga bisa kamu likuidasi saat butuh uang) atau seri yang nggak bisa dijual di pasar sekunder (sehingga kamu harus tunggu waktu early redemption-nya).

f. Risiko

RDPT punya risiko yang kompleks, karna komposisinya berupa surat utang.

Sehingga ada kemungkinan Manajer Investasi yang kamu pilih membeli banyak obligasi korporasi yang punya risiko gagal bayar yang mayan tinggi (menurut saya).

Kalo hal ini terjadi, return RDPT pilihanmu akan ikut terjun bebas dan bikin kamu merugi parah.

Jadi, pastiin kamu paham tentang RDPT sebelum kamu mutusin investasi.

risiko investasi

Beda ceritanya dengan obligasi ritel yang menurut saya hampir bebas risiko.

Karna risiko terbesarnya adalah risiko gagal bayar oleh pemerintah.

Bayangin aja kalo pemerintah sempat gagal bayar obligasi alias bangkrut, sudah jadi apa Bank atau institusi finansial lainnya?

Jadi dengan membeli obligasi ritel, kamu nggak perlu takut nilai investasimu akan berkurang.

Karna pemerintah menjamin pengembalian pokok investasi 100 %.

g. Cara Investasi

Untuk bisa membeli reksadana obligasi, kamu harus punya akun di aplikasi penjual reksadana online atau rekening tabungan di Bank yang menjual reksadana.

Kalo kamu belum tahu mau pake apa, feel free untuk lihat review Bibit dan kode referral Bibit = charlina ✅ (saat kamu tertarik untuk gunain aplikasi Bibit).

Menurut saya Bibit cukup dedicated untuk investor reksadana, sehingga akan sangat membantu saat kamu belum familiar dengan investasi mutual fund ini.

Untuk bisa beli obligasi ritel, kamu harus punya akun atau rekening di Agen Penjual Obligasi Ritel.

Untuk mengeceknya, kamu perhatiin mitra penjualan setiap kali Kemenkeu melakukan launching seri obligasi ritel.


Disclaimer :

Saya percaya bahwa setiap investasi itu baik.

Masing-masing punya positif poin dan negatif poinnya.

Jadi saat kamu bandingin investasi yang satu dengan investasi lainnya, nggak akan ada jawaban yang absolut, pasti 100 %.

Karna untuk menjawab pertanyaan soal investasi, kamu harus paham banget akan dirimu, selera kamu, kapasitas keuanganmu hingga rencana investasimu.

Sehingga kamu bisa bikin keputusan investasi yang paling tepat, sesuai dengan dirimu.


5. Uang 1 Juta, Beli Apa?

Let’s say kamu punya kelebihan uang sebesar Rp 1 juta.

Dalam kondisi seperti ini, kamu bagusnya beli apa?

Well, saya nggak bakal sugar coat di sini.

I'M NOT A BAKERY
sumber : someecards.com

Tapi saat tabunganmu baru Rp 1 juta, coba pikirin dulu soal dana darurat.

Apa dampaknya saat kamu beli RDPT dan nggak bisa cair karna harganya lagi turun, sementara kamu kepepet pake uang?

Atau kalo kamu sempat apes dan butuh uang, sementara uangnya terbenam di obligasi ritel yang belum bisa kamu cairkan sebelum early redemption atau jatuh tempo?

just saying

Beda ceritanya saat kamu sudah punya settingan keuangan yang oke dan emang punya kelebihan Rp 1 juta yang sifatnya uang dingin (di luar dana darurat atau anything emergency).

Kalo kondisimu seperti skenario terakhir ini, tanyain satu pertanyaan berikut :

Sanggup menerima kerugian nggak?

  • Kamu nggak sanggup ngeliatin portomu minus -> pilihlah obligasi ritel.
  • Kalo sanggup, pilihlah RDPT (karna potensi cuannya lebih gede).

6. Uang 10 Juta, Beli Apa?

Yuhu, saya kembali pertegas bagian di atas tentang dana darurat.

Pastiin kamu sudah cover dana darurat sebelum kamu berinvestasi.

Itu sebabnya orang suka bilang investasi pake uang dingin.

Please, make sure bahwa kamu nggak akan melarat / hidup susah atau kelimpungan saat sesuatu yang buruk terjadi.

Kalopun kamu pengen menginvestasikan dana daruratmu, pilih selalu Reksadana Pasar Uang, dibanding RDPT atau Obligasi Ritel.

Karna RDPU itu jarang ada yang merugi, sehingga uangmu bakalan terjaga sekaligus dapatin return yang lebih baik dari bunga deposito.

Deal?

just saying

Sekarang mari bahas saat kamu punya uang dingin 10 juta, akan kamu tempatkan dimana?

RDPT atau obligasi ritel?

Saat punya 10 juta, saya saranin kamu untuk bagi dua uang tersebut untuk diinvestasikan ke RDPT sebagian dan ke obligasi ritel sebagian.

Hal ini agar kamu dapatin gambaran tentang investasi RDPT dan investasi obligasi ritel, dan menemukan mana yang sesuai dengan seleramu.

Tapi kalo kamu ragu, silahkan jawab kembali pertanyaan ini :

Sanggup menerima kerugian nggak?

  • Kamu nggak sanggup ngeliatin portomu minus -> pilihlah obligasi ritel.
  • Kalo sanggup, pilihlah RDPT (karna potensi cuannya lebih gede).

That’s it! Sampai di sini dulu membahas soal Reksadana pendapatan tetap dan obligasi ritel.

See you on the next article!

Baca Juga :

Link Wartadana :

Terima kasih sudah main ke wartadana.com/

Punya pendapat lain tentang RDPT vs Obligasi? Don’t be shy, tell us here!

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *