MEMBACA FUND FACT SHEET REKSADANA – SUPER MUDAH

Bagi investor reksadana, membaca fund fact sheet reksadana adalah sebuah kewajiban. Karena fund fact sheet merupakan secarik kertas suci berisikan jeroan dari reksadana yang akan kita incar.


Dengan mengintip sekilas pada lembaran fund fact sheet, kita mendapatkan gambaran besar tentang reksadana yang kita incar.

TERTARIK UNTUK INVESTASI REKSADANA?

Dari sifatnya sendiri, reksadana adalah investasi yang tergabung dari banyak instrumen keuangan, sehingga komponennya banyak dan kompleks. Kita nggak akan sanggup mencerna sampai habis seluruh isi reksadana incaran kita tersebut.

Nah, di sinilah fund fact sheet mengambil tempat untuk menyederhanakan informasi yang ada. Jadi, komponen-komponen, kumpulan informasi, serta analisis yang super rumit itu dituangkan dalam format yang mudah dibaca dan valid bagi kita untuk membuat keputusan.

 

Format fund fact sheet

MEMBACA FUND FACT SHEET REKSADANA

 

Dimana mendapatkan fund fact sheet?

Fund fact sheet reksadana dapat kita peroleh melalui :

1. Agen penjual reksadana

Setiap agen pasti memiliki fund fact sheet dari reksadana yang dijualnya, sama seperti agen properti yang punya brosur dari semua properti yang diperjualbelikannya.

Fungsinya adalah mempermudah mereka jualan dan mempermudah kita sebagai konsumen untuk membuat keputusan.

Oleh agen penjual reksadana, biasa kita juga diberikan prospektus reksadana. Berbeda dengan fund fact sheet yang isinya ringkas saja, isi prospektus biasa lebih berat dan kompleks.

Agen penjual reksadana :

  • Bank
  • Perusahaan Sekuritas
  • Marketplace online

2. Website resmi perusahaan manajer investasi

Di setiap website perusahaan pengelola reksadana akan tersedia fund fact sheet yang mudah di-download. Biasa tersedia dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

 

Sumber informasi tambahan

Bagi yang masih pemula dalam reksadana, juga disarankan bagi kita untuk selalu memantau harga melalui kedua situs yang akan disebutkan di bawah ini.

Tujuannya adalah agar mendapatkan gambaran harga berupa tren naik turunnya harga reksadana yang sudah kita incar.

1. Bloomberg

Bloomberg merupakan situs berita berbasis di New York. Untuk menghemat waktu, cukup ketik nama reksadana incaran ditambahkan dengan kata Bloomberg di search engine.

Jujur saja, ini adalah situs favorit saya.  Karena informasi yang dia sajikan begitu sederhana. Harga, tren naik-turun, return per tahun dan profile reksadana secara sekilas. Kita juga diberi opsi untuk melihat chart harga selama 1 bulan, 1 tahun atau 5 tahun terakhir

2. Infovesta

Situs lokal yang menawarkan informasi tentang harga reksadana. Nilai lebih dari infovesta adalah adanya informasi perihal rating investasi untuk reksadana yang kita incar.

Sistem scoring dilakukan dengan membandingkan tingkat risiko dan return serta aspek-aspek lainnya yang sangat teknikal. Hasilnya dalam bentuk bintang, dimana makin tinggi bintangnya makin bagus.

MEMBACA FUND FACT SHEET REKSADANA

 

Komponen untuk membaca fund fact sheet reksadana :

Setelah mengerti beberapa hal di atas, kini saatnya kita mulai membaca fund fact sheet. Untuk mempermudah, dari contoh fund fact sheet yang ada, dipecah dalam 9 bagian sebagai berikut :

 

1.  Mengenai Reksadana / Manajer Investasi

Bagian ini menjelaskan latar belakang perusahaan yang menaungi manajer investasi. Poin yang mau di-screening :

  • Beroperasi di berapa Negara? Negara apa saja?
  • Masuk di Indonesia sejak kapan? Semakin lama semakin baik
  • Sudah dapat ijin dari Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal)?
  • Jumlah aset kelolaan oleh grup? Semakin besar semakin baik

 

2.  Tujuan Investasi

Tujuan investasi menentukan jenis reksadana kita.

  • Apakah berinvestasi di pasar saham? Menjadi reksadana saham.
  • Apakah berinvestasi di pasar obligasi? Menjadi reksadana obligasi.
  • Demikian seterusnya.

Setiap reksadana yang tujuan investasinya jangka panjang, pasti bermain dalam porsi besar di pasar saham.

Saham-saham bagus merupakan instrumen investasi incaran, karena harga mereka cenderung naik dengan cepat dan tinggi. Namun karena adanya risiko penurunan harga yang sama tingginya, maka diperkirakan hasil investasi baru maksimal kalo sudah lewat 3-5 tahun.

 

3.  Hasil Kumulatif (MESTI  HITUNG ANGKA per TAHUN)

Ini adalah bagian favorit yang biasa dilihat pertama sekali. Bagian ini menjelaskan mengenai data return reksadana secara historis.

Return reksadana hanya timbul saat terjadi transaksi jual-beli. Jadi sebelum jual beli, kita nggak akan rasakan keuntungannya.

  • 1, 3 & 6 bulan, artinya return selama 1,3 & 6 bulan terakhir.
  • YTD – year to date artinya angka return dari awal tahun hingga posisi bulan fund fact sheet ini diterbitkan.
  • 1, 3 & 5 tahun artinya return selama 1 tahun, selama 3 tahun dan selama 5 tahun.

Note : Untuk angka return 3 tahun, kita mesti bagi 3 agar tahu rata-rata return tahunannya berapa. Hal yang sama berlaku untuk angka 5 tahun, kita mesti bagi 5.

  • Sejak insepsi artinya angka return sejak reksadana diluncurkan.

Angka return vs bunga deposito

Wajib hukumnya beli reksadana yang angkanya jauh di atas suku bunga deposito. Jangan beli yang cuman selisih 1 atau 2 % dari suku bunga deposito. Nggak worth it.

Karena reksadana punya risiko, sementara deposito hampir bisa dikatakan bebas risiko. Buat apa makan risiko harga turun hanya demi untung LEBIH 1 atau 2 %?

Angka return yang tersedia di fund fact sheet mesti kita hitung per tahunnya berapa % agar dapat dibandingkan dengan angka rata-rata suku bunga deposito.

 

4. Komposisi Portofolio

Bagian ini menunjukkan berapa porsi dana yang dibelanjakan dalam produk saham, produk pasar uang atau instrumen keuangan lainnya.

Biasa juga turut dicantumkan alokasi anggaran belanja yang terbesar, pada perusahaan dengan kelas seberapa besar.

 

5. Investasi Terbesar

Di bagian ini disebutkan 5 portofolio terbesar reksadana ini dan sektor industrinya.

Kalo reksadana incaran kita ini punya return yang bagus dan kita punya kelebihan dana buat investasi, kita bias berinvestasi secara langsung dengan membeli salah satu saham di 5 portofolio terbesar mereka.

Dengan adanya informasi 5 portofolio terbesar ini, kita diberitahu seberapa aman reksadana pilihan kita. Biasanya 5 portofolio terbesar adalah di saham-saham yang bagus yang dikenal dengan istilah bluechip.

Misalnya di dalam 5 portofolio terbesarnya adalah saham yang nggak umum, gimana dong? Kita patut was-was dan cari tahu lebih lanjut.

 

6.  Informasi Umum (MESTI BACA BIAYA-BIAYANYA)

– Minimal pembelian awal –> untuk tahu berapa angka minimal investasi

– Minimal pembelian selanjutnya –> untuk tahu pembelian kedua, ketiga dan seterusnya di angka berapa

– Minimal penjualan kembali –> untuk tahu berapa Rupiah nilai minimal setiap kali penjualan

– Biaya pembelian –> untuk tahu di awal akuisisi berapa % potongannya

– Biaya penjualan kembali –> usahakan yang setelah satu tahun sudah 0 %.

– Biaya pengalihan –> untuk tahu berapa persen biaya pengalihan kalo kita mau pindahkan reksadana ke jenis lainnya.

– Biaya jasa MI dan bank custodian –> untuk tahu berapa persen biaya tambahan sebagai jasa MI yang mengelola dana kita.

Setiap investasi pasti membawa biaya-biaya tambahan yang menyertainya.

Maka kembali ke poin ke-3 mengenai return, kalo selisih 1-2 % untungnya nggak akan worth it dibandingkan dengan risikonya. Karena beli reksadana ini juga dengan biaya.

 

7. Alokasi Aset

Mirip dengan poin ke-4. Tapi lebih lengkap dengan hitungan % dan jenis instrumennya.

 

8.  Penghargaan

Ini adalah poin positifnya. Lihat apa saja penghargaan yang sudah diterima. Saran tambahan sekalian verifikasi kebenarannya dengan mengecek di search engine.

 

9. Kinerja Reksadana vs IHSG

IHSG adalah Indeks Harga Saham Gabungan yang merupakan kumpulan dari semua saham yang diperjualkan di pasar saham Indonesia (Bursa Efek Indonesia). Istilah sederhananya adalah angka rata-rata nilai saham di Indonesia.

Dalam membuat keputusan investasi, pergerakan kinerja IHSG sering dijadikan acuan, karena IHSG merupakan nilai pasaran saham-saham Indonesia.

Membandingkan kinerja reksadana dengan IHSG bertujuan untuk melihat apakah reksadana yang kita pilih ini kerjanya sudah lebih baik dari ‘tren di pasar’?

  • Kalo kinerja reksadana lebih baik dari IHSG maka pilihan kita tepat karena MI mampu mencetak lebih banyak peningkatan dari pasar secara umum.
  • Kalo kinerja reksadana lebih buruk dari IHSG maka kita patut menghitung ulang. Masa kita mau investasi sesuatu yang di bawah pasaran?

 

Disclaimer :

1. Reksadana itu investasi yang punya risiko. Sebagus apapun angka return yang tersaji, diikuti dengan tingkat risiko yang sama tingginya.

2. Membaca dan memahami fund fact sheet bukan garansi investasi akan untung.

3. Nggak ada investasi modal coba-coba, kecuali mau judi. Jadi wajib paham dahulu sebelum on.

4. Selalu realistis, bahkan jika return-nya 50-an % per tahun, kalo investasi kita cuman Rp 100 ribu per bulan kemungkinan kaya juga kecil bangettt.

5. Reksadana merupakan investasi yang butuh biaya.

 

Selamat berinvestasi dengan bijak!

Pekanbaru, 11 Juli 2018

PS : #girlsliftothergirlsup

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *