Pentingnya menjaga privasi kehidupan finansial

Banyak hal terkait literasi finansial yang nggak pernah diajarkan secara gamblang, termasuk salah satunya tentang menjaga privasi kehidupan finansial.

Padahal hal ini sangat penting, terutama untuk anak muda di  usia 20-an yang masih terbiasa untuk open akan segala hal dalam hidupnya.

 

Saya akan saranin kamu agar mulailah dari sekarang untuk menjaga privasi kehidupan finansial kamu.

Kenapa?

Well, wartadana akan kasih 10 alasan untuk menjaga privasi kehidupan finansial kamu.

Yok, mari baca!

 

1. Nunjukin Kematangan Emosi Kamu

Orang yang privat nunjukin betapa tinggi tingkat kematangan emosinya.

Karna orang yang bisa jaga rahasia keuangannya, sudah nggak perlu mengandalkan orang lain ataupun validasi dari orang lain.

Saat keuangannya lagi berdarah-darah, orang yang privat tetap mampu menjaga agar orang lain nggak perlu tahu.

Yang artinya dia percaya akan kemampuannya untuk menyelesaikan masalah keuangan tersebut.

Hal yang sama berlaku kebalikannya

Saat kamu lagi sukses dan finansialmu oke, dengan menjadikannya private hal ini kamu nunjukin bahwa kamu sudah matang secara emosional.

Kamu nggak perlu brag atau dapatin pujian untuk memvalidasi dirimu sendiri.

In the end, kamu hidup di planetmu sendiri sementara orang lain itu hidup di planet lain.

Jadi kamu cukup tahu tentang planetmu sendiri dan orang lain cukup tahu tentang planetnya sendiri.

 

2. Nggak Semua Orang Yang Tahu, Peduli

Nggak semua orang yang tahu sesuatu tentang kamu, peduli padamu.

Sadly, that’s the truth!

Semua orang ngerasa sebagai pusat alam semesta.

Padahal balik lagi, kamu dan dia dan saya hidup di planet yang berbeda. Sehingga wajarlah kalo kita masing-masing hanya peduli sama hidup sendiri.

Jadi peduli pada dirimu sendiri adalah dengan mulai menjaga privasi keuanganmu.

Lagi susah ya kamu nikmati sendriri. Kesusahanmu kamu tanggung sendiri.

Apa mau cerita kesusahan finansialmu tersebar satu kecamatan dan jadi bahan untuk dinikmati orang lain?

Hal yang sama juga saat kamu lagi banjir rejeki.

Ya nikmati sendiri atau dengan orang yang kamu sayangi.

Ngapain share kemana-mana dan bikin orang yang tadinya nggak ada di dekatmu waktu kamu susah, mendekat saat tahu kamu lagi banyak uang?

 

3. Banyak Orang Susah Nutup Mulut

Suatu kali saya punya temen yang lumayan mapan secara finansial.

Orangnya lumayan tertutup dan kadang saya sampai bingung.

Why? Kenapa semuanya harus dirahasiakan?

Kenapa semuanya harus pake tag off the record ya!

Sampai suatu kali dia cerita ke saya.

 

Bukan gua nggak mau share atau berteman. Tapi gua susah bedain orang yang bisa tutup mulutnya sama orang yang suka ngomong.

Beberapa kali gua sempat share hal privat ke orang yang salah.

Ujung-ujungnya, cerita gua malah nyampai kemana-mana.

Dan gua yang harus beresin kekacauannya.

Sejak saat itu gua udah picky banget soal sharing-sharing hidup pribadi.

 

Di momen itulah saya baru ngerti kenapa beberapa orang emang tertutup banget dan nggak mau share apa-apa.

Mereka hanya sedang menjaga diri mereka sendiri.

Tapi saya nggak ngajakin kamu untuk merahasiakan hidupmu dari banyak orang, seakan seantero nusantara ini kepo banget sama kita. Nggak lah!

Orang-orang biasa kayak kita mah bebas mau ngapain, nggak perlu terlalu private. Asal tetap bijak dalam share apa yang orang boleh tau vs orang nggak perlu tahu. 

Tapi satu hal yang wajib kamu rahasiain dari siapa saja, yaitu aspek finansialmu.

Jangan share apapun soal keuanganmu termasuk punya tabungan berapa juta, berapa puluh jeti atau berapa em.

Karna kamu nggak tahu siapapun yang lagi dengerin omonganmu, bisa nutup mulutnya atau nggak.

Well, kalopun dia jago nutup mulut ingat kalimat ini : pacar / pasangan / keluarga sahabatmu tahu banyak soal hidup kamu!

Trust me on this one!

Jadi mending keuanganmu kamu keep private!

 

4. Rejeki Tiap Orang Beda

Kalo kamu selalu bagiin cara kamu menabung atau cara kamu berhemat, mungkin nggak akan berdampak besar dalam hidupmu.

Tapi saat kamu mulai bagiin hal-hal yang sifatnya cari cuan atau hasil investasi, hal ini akan bikin perbedaan besar pada keuanganmu.

Karna rejeki tiap orang beda-beda.

Termasuk rejeki kamu vs rejeki keluargamu vs rejeki kawanmu.

Apa yang bikin kamu cuan, belum tentu kasih cuan ke temanmu.

Karna saya percaya masalah rejeki itu juga cocok-cocokan.

That’s why ada beberapa orang yang cocok investasi peer to peer, sementara beberapa lainnya benci banget dengan investasi P2P tersebut.

Atau ada yang kaya raya dari bitcoin sementara ada yang jatuh miskin karna bitcoin.

Jadi kalo kamu share keuanganmu pada orang yang rejekinya nggak cocok dengan kamu, bisa jadi kalian malah jatuh barengan.

Makanya keep private setiap keputusan finansialmu dan nikmati hasilnya, entah itu untung atau rugi.

 

5. Siapapun Bisa Khilaf

Siapapun bisa khilaf dan melakukan hal-hal yang nggak kamu inginkan.

Apalagi kalo kamu share hal-hal seperti password atau informasi kartu kredit yang begitu mudah untuk disalahgunakan.

Saya nggak ngajakin kamu untuk curiga dan mikir jelek tentang orang-orang terkasih dalam hidupmu.

Kadang kalo seseorang sudah berkeluarga, wajar kalo pasangannya tahu banyak soal aspek finansial masing-masing.

Tapii tetap saja, saya lebih setuju kalo ada beberapa hal yang cukup jadi konsumsi kamu saja.

Karna semua orang punya sisi hitam aka darker side. Dan kamu nggak tahu kapan sesuatu akan memicu darker side itu.

Jika kamu open kayak buku berjalan, kamu ngasih kesempatan pada orang-orang untuk khilaf dan menyalahgunakan kepercayaan yang kamu berikan.

 

Note : kita sering banget percaya akan kemampuan kita dalam menilai orang lain. Gua yakin dia jujur. Gua percaya dia nggak macam-macam. Padahal nggak ada yang bisa menilai dengan tepat karakter manusia.

 

Kita semua changing, berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Jadi, bisa jadi hari ini saya hidup jujur.

Tapi saat besok kena masalah, saya harus cari solusi bahkan dengan cara kotor sekalipun.

Siapa yang bisa jamin saya nggak akan kena masalah dan bisa tetap hidup bersih seumur hidup saya?

Maka lebih baik kamu jaga dirimu sendiri dengan merahasiakan infomasi keuanganmu agar nggak ada celah untuk disalahgunakan oleh orang lain.

 

6. Agar Kamu Lebih Baik Hari Ini

Salah satu alasan untuk merahasiakan kehidupan finansialmu adalah agar kamu compete dengan dirimu sendiri.

Artinya kamu yang hari ini mencoba lebih baik dari kamu yang kemarin.

Bukan kamu mencoba jadi lebih baik dari orang lain.

Dengan ngasih tau hal-hal finansial dalam hidupmu, kamu membuka ruang kepada orang untuk share hal-hal finansial mereka.

 

Contoh saya curhat tabungan gua 10 juta bulan ini.

Kemudian teman saya ngomong : Ohya, mantap! Gua beruntung bulan ini dapat 11 juta.

Apa yang terjadi dengan pikiran saya?

Galao luar biasa!

Padahal nabung 10 juta juga bukan hal mudah.

Tapi karna teman saya mampu lebih besar, saya nggak menghargai effort 10 juta tersebut.

 

Akhirnya saya berlomba untuk menjadi lebih baik dari teman saya.

Padahal balik lagi soal planet. Saya di planet hari ini harus lebih baik dari saya di planet kemarin.

Kamu hari ini semoga lebih baik dari kamu di kemarin hari.

Berkompetisi dengan diri sendiri, bukan dengan orang lain. 

That’s the point!

 

7. Jauhi Orang Yang Manfaatin Kamu

Orang yang lagi butuh sesuatu biasanya manis banget.

Antara sikapnya yang sweet banget atau tutur katanya yang bikin kamu meleleh.

Semakin banyak orang tahu betapa mapannya kamu, akan semakin banyak orang yang datang dengan masalahnya ke kamu.

Selalu ingat bahwa kamu bukanlah pahlawan di kisah Avenger!

Kamu nggak bisa nolong satu planet.

Kamu cuman orang biasa yang punya masalah dan punya mimpi. Sehingga hidupmu haruslah difokusin untuk keinginan kamu.

Jangan nambah masalah orang lain ke hidupmu, dengan biarin orang-orang yang mau manfaatin kamu untuk dekatin kamu.

Percaya deh, human nature setiap orang adalah egois.

Nggak banyak orang yang bisa bersikap tulus.

Sehingga lebih baik nggak menarik orang-orang yang mau manfaatin kamu ke dalam hidupmu.

Salah satu caranya adalah dengan merahasiakan keuanganmu.

 

8. Menghindari Tukang Jualan

Ada orang yang mau manfaatin kamu dan ada juga si tukang jualan.

Saya percaya siapapun berhak jualan. Dan siapapun berhak menolak membeli.

Tapi ada aja orang yang nggak ngerti batasan aka boundary.

Dan kadang orang-orang seperti ini sulit untuk dihindari.

Karna mereka jualan tapi dengan cara maksa / ngotot.

Sehingga ketimbang dongkol sendiri dan nambah energi negatif yang nggak penting, mending hindari orang-orang seperti ini.

Caranya adalah dengan membuat private kehidupan keuanganmu.

Jadi orang yang nggak mau jualan nggak tahu kamu mampu beli atau nggak. Saat kamu jawab nggak, mereka akan cari customer lainnya.

Tapi saat tukang jualan tahu bahwa kamu mampu beli, congratz! Mereka akan kejar sampai dapat!

Sehingga energimu bakalan habis untuk menolak jualan saja.

 

9. Menyeleksi Orang Yang Tulus Padamu

Dengan merahasiakan informasi keuanganmu, kamu bisa menyeleksi teman dan kenalanmu.

Orang yang berteman dengan tujuan nggak tulus akan mencari orang yang emang bisa dimanfaatin.

Sehingga saat mereka nggak ngeliat kamu sebagai objek yang bisa dimanfaatkan, kamu nggak perlu ngabisin waktu untuk menghindari mereka.

Dan kamu bisa keep teman terdekatmu yang emang tulus berteman dengan kamu.

Mungkin kamu sering denger kalimat ini tapi saya tetap pengen ulang sekali lagi.

Temen itu akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kamu.

Nggak bisa dihindari.

Karna hidup akan menyeleksi teman-teman yang ada dalam hidupmu sampai nyisain orang yang emang benar-benar tulus dan bisa berteman dengan kamu.

 

10. Agar Nggak Capek Dihutangin

Alasan paling klasik kenapa orang kaya suka hidup biasa-biasa saja.

Karna selalu ada aja orang yang perlu uang dan pengen minjam.

Sehingga kalo kamu sudah mapan dan kepengen stress free, jangan terlalu banyak kasih hint kalo hidupmu baik-baik saja.

Percaya deh, beberapa orang emang nggak mau usaha dan suka nyari orang-orang baik hati untuk dihutangin.

Dan even as corny as it sounds, kamu dan saya pastinya pengen jadi orang baik sehingga menolak orang lain itu susah banget untuk dilakukan.

***

Demikian 10 alasan untuk tetap menjaga privasi kehidupan finansial kamu.

Beberapa emang agak aneh kayak poin 4 atau poin 6. Tapi itulah yang saya pernah alami dan ternyata nggak banget.

Jika kamu punya pendapat lain atau saat ini punya pengalaman karna ke-10 hal-hal di atas, feel free untuk share di bawah.

Agar anak-anak muda lainnya bisa baca dan belajar.

Kadang buat belajar itu nggak harus ngalamin secara langsung hal-hal buruk.

Membaca atau dengerin cerita yang inspiring pun termasuk cara belajar.

Anyway, wartadana punya beberapa produk rekomendasi yang kalo kamu beli menggunakan link / kode referral saya, akan bikin saya dapatin sedikit uang / bonus saldo.

Jika kamu mau bantu support wartadana, bantu gunakan produk rekomendasi tersebut dengan kode saya. Terimakasih.

 

Kode Referral Bibit – Aplikasi Investasi Reksadana – charlina

Buka Rekening Tabungan TMRW UOB

Kode Referral Pintu – Aplikasi Investasi Bitcoin – charl016

 

Atau just share this post!

Thanks sudah berkunjung ke wartadana.

REFERENSI PERENCANAAN KEUANGAN PRIBADI KAUM MUDA

Baca Juga :

Link Wartadana :

  • Pinterest wartadana
  • Jika kamu adalah pengguna Pocket, connect dengan saya di sini.

Yok mulai keep privasi kehidupan finansial kamu!

Summary
Article Name
10 ALASAN HARUS JAGA PRIVASI KEHIDUPAN FINANSIAL KAMU!
Description
10 alasan untuk mulai menjaga privasi kehidupan finansial kamu sedari muda. Lakukan sejak dini agar kamu bebas dari drama orang lain.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *