Mengenal Dana Pensiun? Emang Penting?

Jawabannya tentu saja penting untuk mengenal dana pensiun dan mulai merencanakan dana pensiun sedari muda.

Karna selalu ingat : masa depanmu bakalan cerah kalo kamu sendiri yang ngatur. 

Jadi kali ini wartadana akan bagikan :

  • Pengertian Dana Pensiun
  • Jenis & Manfaat Dana Pensiun
  • Usia Pensiun vs Usia Harapan Hidup (penting banget)

Yok scrolling ke bawah.

 

1. Pengertian Dana Pensiun

Dana pensiun adalah sejumlah uang yang membuat kita bisa punya penghasilan bulanan di masa pensiun.

Apapun formatnya, yang penting adalah kamu punya sejumlah uang atau aset produktif yang bisa ngasih kamu return bulanan sebagai pengganti penghasilan rutin.

Jadi ngomongin dana pensiun, nggak harus ngomongin saldo em-em-an di program dana pensiun.

Hal sederhana kayak punya kontrakan yang terisi penuh dan ngasih sewa bulanan pun merupakan rencana dana pensiun yang menarik.

Disclaimer :

Konsep dana pensiun adalah mastiin bahwa setelah kamu nggak produktif lagi, kamu tetap punya uang untuk menjalani hidup dalam kondisi layak.

Se-simpel itu.

Gimana caranya?

Well, sabarr. Sebelum masuk soal itung-itungan, kita perlu mastiin bahwa konsepnya sudah benar.

Karna salah konsep = salah aplikasi = buntung.

 

Nah kembali ke dana pensiun, di Indonesia masih banyak yang menyebut Dana Pensiun sebagai institusi keuangan yang ngurusin program pensiun.

Nggak salah juga, karna secara Undang-Undang Tahun 92 masih disebutin kayak gitu.

Tapi antara kamu dan saya, agar kita sepaham :

Dana pensiun adalah rencana keuangan yang bikin kamu punya penghasilan rutin di masa pensiun.

Deal?

 

2. Manfaat Dana Pensiun

Manfaat dana pensiun adalah agar setiap orang punya kesempatan hidup layak di masa pensiunnya.

Sederhana banget.

Selanjutnya kamu perlu tahu bahwa usia pensiun di tahun 2020 adalah 55/56 tahun.

Pemerintah berencana naikin usia pensiun secara bertahap (3 tahun sekali) sampai akhirnya usia pensiun menjadi 65 tahun.

Jadi saat ngomongin manfaat dana pensiun, idealnya kita ngomongin penghasilan bulanan sejak usia 65 ke atas.

 

a. Pensiun Dini

Kadang dalam keseharian kita bisa menemukan kondisi-kondisi tertentu yang bikin pensiun terjadi lebih cepat dari periode normalnya.

Salah satunya adalah fenomena retire early alias pensiun dini yang sempat populer pre-covid.

Di luaran sana, ada sekelompok orang yang fokus agar bisa pensiun di usia muda dengan cara :

  • mengurangi pengeluaran bulanan (hemat luar biasa) / frugal life, 
  • menyisihkan porsi besar dari penghasilan untuk berinvestasi.

Gerakan ini adalah gerakan FIRE / Financial Independence Retire Early.

Jika kamu adalah penganut FIRE, rencana pensiun dini-mu tentu akan berbeda dengan rencana pensiun yang akan dijelasin selanjutnya.

 

b. Manfaat Pensiun Sesuai Undang-Undang

Menurut Undang-Undang Tahun 92 ini, berikut adalah manfaat pensiun :

  1. Normal, dimana seseorang menerima santunan pensiun setelah memasuki usia pensiun secara normal.
  2. Dipercepat, dimana masa pensiun menjadi lebih cepat dari normal. Biasa terjadi karna efisiensi di tempat bekerja.
  3. Manfaat Pensiun Cacat, dimana masa pensiun terjadi mendadak karna kondisi cacat, yang bisa disebabkan oleh kecelakaan / sakit.

Jika seseorang mengalami pensiun dipercepat atau pensiun cacat, manfaat pensiunnya bisa langsung diterima bahkan sebelum usia pensiun.

 

3. Jenis-Jenis Dana Pensiun

Sesuai dengan pihak yang mengelolanya, dana pensiun terbagi atas :

  1. Dana Pensiun Pemberi Kerja 
  2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan

Khusus artikel wartadana, saya kepengen nambahin dua lagi yaitu Dana Pensiun BPJSTK & Dana Pensiun Kelola Sendiri.

a. Dana Pensiun Pemberi Kerja

Dana pensiun pemberi kerja / DPPK adalah program dana pensiun yang dijalankan oleh perusahaan yang mempekerjakan karyawan.

Skemanya adalah perusahaan membentuk wadah yang menampung iuran bulanan dari pekerja + iuran tambahan dari porsi pemberi kerja.

Kemudian iuran ini dibelikan produk keuangan yang diharapkan ngasih potensi return baik di masa depan.

Harapannya adalah setelah mencapai usia pensiun, pekerja bisa menerima manfaat dari iuran yang selama ini dia setorkan beserta dengan hasil pengembangannya.

Biasanya DPPK dicairkan dengan skema lumpsum, artinya dicairkan 100 % kepada karyawan saat memasuki masa pensiun.

Psst : program DPPK biasa ada di perusahaan multinasional raksasa.

Jarang ada perusahaan yang punya progam DPPK, sehingga karyawanlah yang harus proaktif untuk masuk ke DPLK / mengelola rencana pensiunnya sendiri. 

 

b. Dana Pensiun Lembaga Keuangan

Dana pensiun lembaga keuangan / DPLK adalah program dana pensiun yang dijalankan oleh perusahaan lembaga keuangan.

Contoh : DPLK AIA / DPLK BRI / DPLK BNI / DPLK Asuransi dan banyak lagi.

Sebagai lembaga keuangan, pengurus DPLK akan menerima setoran rutin dari karyawan.

Kemudian membelanjakan uang itu untuk produk keuangan yang dipilih karyawan.

Ada beberapa perusahaan yang sudah memasukkan karyawan dalam program DPLK yang bekerjasama dengan mereka.

Sehingga setiap bulannya, karyawan dan perusahaan (sesuai porsi masing-masing), membayarkan iuran.

Tapi ada banyak juga perusahaan yang nggak kerjasama dengan DPLK, sehingga karyawan yang harus proaktif mendaftarkan secara mandiri.

Aturan manfaat DPLK adalah dibayarkan 20 % secara tunai dan sisanya untuk dibelikan program anuitas / program yang bikin penerima manfaat bisa dapatin santunan bulanan selama sisa usianya.

 

c. Dana Pensiun BPJSTK

Pernah mengecek slip gaji dan menemukan potongan Iuran Pensiun?

Nah, Iuran Pensiun atau biasa disebut IP adalah skema dana pensiun yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Dana pensiun BPJS ketenagakerjaan adalah program dana pensiun yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Karna dikelola pemerintah, perusahaan wajib mendaftarkan karyawannya dan ikut membayar porsi iuran bulanan.

Dalam hal ini, BPJSTK punya 2 program yaitu :

  1. Jaminan Hari Tua, adalah program iuran bulanan yang dibayarkan saat seseorang mencapai masa pensiun. Dibayarkan lumpsum / sekaligus.
  2. Iuran Pensiun, adalah manfaat pensiun bulanan yang nanti akan dibayarkan saat pensiun.

Psst : coba cek, saat ini berapa saldo BPJSTK-mu.

 

d. Dana Pensiun Kelola Sendiri (favorit!)

Masih ingat dengan bagian kontrakan di atas?

Selain aset berupa dana yang dikelola oleh pihak lain (DPPK / DPLK / BPSJTK), kamu juga bisa membangun rencana pensiunmu dan mengelolanya dengan mudah.

Sebenarnya hal ini sudah banyak dilakukan orang-orang di luar sana. Mereka menabung dan berinvestasi sejak usia produktif.

Kemudian setelah mencapai usia pensiun, mereka mulai mengandalkan hasil investasinya sebagai modal hidup sehari-hari.

Contoh yang mainstream : punya rumah kontrakan / kos-kosan.

Karna asetnya berbentuk / tangible, mengelolanya lebih mudah. Misalnya bocor, pemilik rumah tinggal menyewa tukang dan menambal yang bocor. Atau melakukan pengecatan ulang.

Contoh lain yang lagi heboh : investor saham / instrumen keuangan lainnya.

Seperti Pak Lo Kheng Hong yang kerjanya cuman tidur dan beli saham doang. (saya ngutip artikel berita loh).

Saya akan jujur banget :

Untuk bisa mengelola dana pensiun secara mandiri, kamu butuh komitmen luar biasa.

Mulai dari komitmen menyisihkan tabungan bulanan untuk dijadikan modal investasi hingga komitmen mempelajari cara investasi itu sendiri.

Jadi walopun opsi mengelola dana pensiun sendiri adalah opsi favorit, nggak semua orang bisa melakukannya.

Marilah jujur pada diri sendiri.

Nggak masalah program dana pensiun seperti apa yang kamu ambil nantinya.

Yang penting kamu jujur pada diri sendiri dan memilih program yang paling memudahkan hidupmu.

Jangan nambah ribet dan pusing diri sendiri.

Deal?

 

4. Usia Pensiun vs Usia Harapan Hidup

Setelah memahami jenis dana pensiun, selanjutnya kita akan bahas soal angka usia harapan hidup.

Seperti pernah disinggung sebelumnya di artikel Memutus Sandwich Generation ini, kita perlu memahami usia pensiun vs usia harapan hidup.

Kenapa?

  1. Di masa pensiun, seseorang nggak punya penghasilan rutin.
  2. Memasuki masa tua, tubuh seseorang akan lebih renta dan butuh perawatan lebih.

Dengan memahami kedua hal ini, kita bisa simpulkan bahwa di masa pensiun kamu akan ngeluarin uang untuk hidup.

Jadi tugasmu selanjutnya adalah mastiin kamu punya cukup uang untuk dikeluarin.

Cara awalnya adalah dengan meramal berapa usia harapan hidup masing-masing.

Dari tabel di atas keliatan bahwa setiap tahunnya terjadi penambahan angka usia harapan hidup.

Usia harapan hidup adalah gambaran rata-rata usia penduduk di suatu negara. Dalam hal ini sesuai tabel, rata-rata orang Indonesia bisa hidup sampai usia 71-an di tahun 2018.

Saya pribadi mematok angka usia harapan hidup rata-rata sebesar 80-an.

Kamu boleh punya pandangan sendiri atau ngikutin rata-rata 71-an atau ikutin angka 80-an.

Yang jelas setelah tahu usia harapan hidup, kamu bisa hitung berapa lama waktunya kamu hidup ngandalin dana pensiun.

Contoh : pensiun 65 tahun. Masa dana pensiun harus cukup untuk 80-65 tahun = 15 tahun.

Angka tahun ini akan jadi dasar untuk mulai menghitung berapa estimasi dana pensiun yang kamu butuhkan dan rencana untuk mengumpulkannya.

 

5. Pentingnya Merencanakan Dana Pensiun

Penting banget untuk merencanakan dana pensiun sedini mungkin.

Karna dengan punya rencana, tugas kamu menjadi lebih ringan. Cukup eksekusi doang.

Trust me, rencana adalah bagian awal yang paling menentukan sukses atau nggaknya sebuah proyek.

Btw, saya akan namain dana pensiun sebagai proyek dana pensiun. Biar kerasa seriusnya.

Kembali ke proyek dana pensiun. Kamu akan fokus menyisihkan dana pensiun saat kamu tahu goal akhirnya.

Karna di sinilah banyak orang kepeleset.

Saya pernah ketemu beberapa orang yang setelah pensiun kepikiran untuk bangun usaha dan menjadi sukses.

Ada juga beberapa orang yang sibuk kepengen menghasilkan lebih banyak dari dana pensiunnya dan nyobain banyak “investasi yang meragukan“.

Hal kayak gitu bisa terjadi karna orang tersebut kepengen pensiun dalam kondisi kaya atau berlebihan.

Padahal di masa pensiun, sukses bukanlah indikator penting. Kaya juga bukanlah indikator penting.

Selama bisa hidup layak dan berkecukupan di masa pensiun, that’s it.

Dengan merencanakannya sedari awal, kamu bisa kurangi kemungkinan untuk kepeleset. Karna sedari awal udah tahu apa tujuan akhirnya dan fokus ke goal tersebut.

Jadi nggak ngikutin distraksi / pengalihan.

***

Whohoo, setelah mengerti mekanisme dana pensiun dan manfaat finansialnya bagi masa depanmu, mari lanjut ke artikel selanjutnya.

And I promise you, artikel selanjutnya bakalan lebih menarik karna udah pake hitungan dan ngasih cara-cara untuk mulai nyiapin dana pensiunmu sedini mungkin.

So, come on!

Klik judul-judul di bawah ini.

Thanks sudah berkunjung ke wartadana.

REFERENSI PERENCANAAN KEUANGAN PRIBADI MILENIAL

Baca Juga :

Link Wartadana :

Punya pendapat lain tentang artikel mengenal dana pensiun ini, silahkan komen di bawah.

Summary
Article Name
MENGENAL DANA PENSIUN (+ Manfaatnya Bagi Masa Depanmu)
Description
(wajib baca!) artikel ini untuk mengenal dana pensiun + jenis dana pensiun dan manfaat finansialnya bagi masa depanmu.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *