Pentingkah Dana Pensiun Dalam Perencanaan Keuangan?

Pentingkah Dana Pensiun?

Seberapa pentingkah dana pensiun dalam perencanaan keuangan? Pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam pikiran beberapa bulan terakhir.

Pertanyaan sepele yang akan dijawab “penting dong!” oleh semua financial advisor kawakan.

Tetapi di sisi lain, jika memanglah penting mengapa edukasi tentang dana pensiun jarang ditemukan di luar sana?

Dan tulisan kali ini adalah ikhtiar dari segala kegalauan sekaligus menegaskan beberapa hal yang sebenarnya masih abu-abu dalam pikiran.

Bagi yang doyan artikel yang sifatnya perenungan silahkan baca lebih lanjut. Tapi bagi yang doyan artikel hitungan seperti tulisan saya lainnya, I’m sorry. I’ll make one later ya. Skip aja yang ini!

Beneran saya serius, skip aja!

percakapan serius tentang dana pensiun

sumber : memegeerator.net

 

PNS dan Pensiun

Seorang kawan pernah berkata bahwa alasannya mengapa mengejar status sebagai PNS tanpa putus asa adalah karena sewaktu tua PNS akan menerima uang pensiun.

Jadi yang bersangkutan nggak pernah sekalipun lelah untuk mengikuti tes CPNS yang selama ini nggak pernah jebol. Nope.

jangan ngetawain konsep dana pensiun

sumber : memegenerator.net

Menurutnya uang pensiun PNS berbeda dengan mayoritas karyawan swasta yang rencana pensiunnya masih abu-abu serta nggak sebaik uang pensiun bulanan PNS (katanya).

Alasannya masih terngiang di pikiran, memberi pertanyaan baru untuk dijawab.

Mengapa seseorang membuat pilihan karirnya berdasarkan jatah uang pensiun untuk puluhan tahun ke depan? Sedemikian pentingkah uang pensiun?

Atau kalimat di atas hanyalah alasan yang dibuat-buat sebagai justifikasi agar nggak malu ngomong kalo PNS kan kerjanya nyantai sekali, terutama jika di daerah.

Dan siapa sih yang nggak mau diberi penghasilan layak untuk pekerjaan yang santai?

Case closed, mari biarkan pertanyaan ini tidak terjawab di artikel kali ini. Dan marilah fokus pada apa sebenarnya dana pensiun dan seberapa penting fungsinya dalam rencana keuangan kita.

 

Uang Pensiun Bulanan

Bagi kamu yang punya keluarga atau kenalan yang merupakan pensiunan pegawai negeri atau aparatur negara, pasti nggak asing dengan proses mengutip dana pensiun bulanan.

Baik si pensiunan maupun keluarga yang ditinggalkan akan menerima sejumlah uang bulanan, yang fungsinya sebagai biaya hidup mereka sewaktu berada di usia non produktif.

Terutama kamu yang sering ke kantor pos setiap awal bulan, pastinya familiar dengan antrian kakek dan nenek yang sedang mengambil jatah uang pensiunnya.UANG PENSIUN BULANAN

Mereka mengambil antrian dan menunggu dengan sabar. Berjalan pelan-pelan karna usia ataupun dengan bantuan tongkat atau anak cucunya, kala antriannya dipanggil.

Padahal secara nalar, uang pensiun yang diambil pun sebenarnya belum memadai untuk biaya hidup. Mengapa?

Setahu saya angka uang pensiun bahkan lebih kecil dari UMR. Coba cek artikel ini dan bandingin angka uang pensiun bulanannya dengan UMR di kotamu.

Jawabannya cukup kamu dan saya tahu saja.

Karna kita nggak di sini untuk membahas kecil atau besarnya angka uang pensiun bulanan tersebut. Kamu dan saya ada di sini untuk membahas fungsinya dalam kehidupan para warga senior.

 

Usia Pensiun

Per tahun 2019 ini usia pensiun adalah 57 tahun.

Yang artinya setiap penduduk dengan usia 17 – 57 tahun masih diakui sebagai penduduk yang produkif oleh negara.

Yang artinya perusahaan masih dapat mempekerjakan mereka yang berusia hingga 57 tahun.

Berdasarkan aturan Undang-Undang, angka usia pensiun tersebut akan disesuaikan setiap 3 tahun sekali. Hingga finalnya usia pensiun yang ditetapkan oleh negara adalah 65 tahun.usia pensiun

WOW!

Saya masih termenung di depan keyboard, membayangkan seorang senior di kantor yang berkata :

“Ih, nggak mau pensiun waktu jadi nenek-nenek. Nggak lucu! Masa masih arsip file pas jadi nenek-nenek.”

Hahaha. No, nggak akan menjadi separah itu.

Saya yakinnya sih, bagi kamu dan saya aka millennials, dengan kemajuan teknologi dan demikian banyaknya gempuran skincare dan produk kolagen, kita bakalan terlihat muda di umur 65 tahun.

So, no need to worry about working at that age. Jangan khawatirkan perihal bekerja di usia senja.

Sebab yang mengkhawatirkan adalah kehilangan sumber penghasilan bahkan sebelum usia pensiun.

Karena tanpa uang ataupun hidup dengan uang yang minim, hari-hari bakalan jauh lebih berat dan kita bakalan lebih cepat menua.

 

Fungsi Dana Pensiun

Untuk melindungi kehidupan setelah masa produktif berakhir, alias kala kamu dan saya memasuki masa pensiun dan nggak lagi mampu memproduksi uang-uang baru setiap bulannya, maka di sinilah dana pensiun mengambil alih peran gaji bulanan. .

Sesuai dengan peraturan pemerintah terbaru dana pensiun nggak bisa dicairkan 100 % pada pekerja.

Melainkan wajib dibelikan anuitas yang sifatnya akan memberi para pensiunan sejumlah tertentu setiap bulannya hingga ia tutup usia.

Mekanisme yang baik sekali. Sehingga para pekerja di bidang swasta seperti kita gini bisa menikmati plan pensiun dari BPJS dan DPLK kantor yang sifatnya sama kayak pensiunan PNS.

Menurut pendapat saya pribadi, lebih baik sistem seperti ini ketimbang ngasih pensiunan uang 100 % di awal masa pensiunnya.

Karena dalam praktiknya sering saya lihat orang-orang tua yang merupakan pensiunan dari perusahaan kenamaan, yang menanamkan uangnya sebagai modal berusaha.

Man! Bro! Sis! Saya bakalan jujur walopun sinis.

jujur soal dana pensiun

sumber : someecards.com

Jika 30-40 tahun hidup ini dihabisin sebagai pekerja yang ngerjain target dan kerjaan sesuai arahan manajemen, darimana kita punya mindset business people yang sangat penting dalam bisnis?

Apakah kamu dan saya rela, membuang uang pensiun kita untuk dibelikan percobaan untuk memulai bisnis baru?

Hmmm? Di usia yang nggak lagi muda. Di masa dimana kita harusnya nyantai dan menikmati waktu yang terbatas ini?

Di sini juga, saya bakalan share tentang seorang senior aka pejabat teras di kantor cabang yang baru saja pensiun.

Setiap kali orang bertanya kepadanya, tentang apa yang hendak dikerjakan setelah pensiun, jawabannya adalah senyum lebar dan dua patah kata ‘tidak ada.’

Jawaban jujur yang menurut saya tepat. Sebab setelah 30-40 tahun kita habisin untuk stres, tertekan, pusing dan terbebani, mengapa menghabiskan sisa umur kita untuk stres perihal lainnya?

Kecuali nih, kamu dan saya di masa depan punya passion yang hendak dikejar (kamu tahu betapa besar saya mengidolakan kata passion kan?).

Well, kalo begitu kasusnya, silahkan maju! Kejar dan gapai!

Tetapi, kalo pensiun hanya untuk mencari uang kembali, saya pikir ada yang salah dengan cara pikir kita sebagai individu. Uang ada untuk memberi kenyamanan, bukan sebagai alat untuk kompetisi.

Walopun hidup dalam dunia kapitalis mengajari kita demikian, bahwa uang adalah bentuk kompetisi paling modern dalam sejarah.

BACA JUGA : FOKUS, INGAT TUJUANMU BEKERJA

 

Hidup Nyaman

Suatu artikel dari Business Insider ini menceritakan seorang pensiunan yang berkata bahwa jika bisa dia ingin memulai lebih cepat perencanaan pensiunnya.

Artikel diakhiri dengan pengakuannya sebagai berikut :

“I’m not wealthy,” he says, “but I am comfortable.”

Aku nggak kaya. Tapi hidupku saat ini nyaman.

Tetapi jika bisa kuulang, aku ingin memulainya lebih cepat.

Seorang kenalan yang saya tahu hidupnya terjamin secara finansial pernah berkata. “Yep, sekarang hidup gua nyaman. Mau apa dan butuh apa bisa dipenuhi. Nyaman.”

Well man! I like those word.

Saya suka banget dengan cara kedua contoh ini berkata nyaman. Dan seperti biasa, setiap hal yag saya sukai akan melahirkan obsesi baru bagi pikiran yang freak ini .

Ada mimpi kecil yang ingin saya dapat berkata demikian dengan lantang juga. “Well, gua nggak kaya, tapi gua nyaman.”

I am addicted to this ‘comfortable’ condition.

Karena saya percaya begitu seseorang berani bicara bahwa dia nyaman, pastinya bukan sekedar mampu memenuhi kebutuhan dasarnya saja.

nyaman soal dana pensiun

sumber : meme.xyz

 

Saya pun ingin hidup nyaman waktu pensiun

Terutamanya sih saya ingin dapat berkata nyaman secepat mungkin. Tapi yah realistis juga lah.

Sebagai semut pekerja (istilah favorit saya), gaji dan kebutuhan dan gaya hidup dan masa depan berhimpitan satu sama lain.

Jadi untuk mencapai titik nyaman juga nggak semudah mengetik di atas keyboard, bukan?

Tetapi kembali pada fokus awal kita yaitu pensiun.

Sebisa mungkin dan saya doakan kita-kamu-saya bisa mencapai usia pensiun dan hidup dengan nyaman.

Nggak mesti pensiun sebagai orang kaya, karna itu bullshit. Biarin beberapa orang yang emang punya determinasi dan kuasa dan modal yang melakukan hal itu. Pensiun sebagai orang kaya.pensiun dalam kondisi nyaman

Bagi kita-kita yang start-nya dari enol begini, pensiun dalam kondisi nyaman pastilah cukup.

Dan saya nggak bicarain apa yang akan terjadi dari usia sekarang hingga kita pensiun, yang mana penuh dengan drama kehidupan termasuk berkeluarga dan membesarkan anak.

Atau memilih hidup seorang sendiri.

Yang ada di tengah-tengah perjalanan ini, biar kamu dan saya yang tentukan.

Tapi mari kita samain persepsi untuk akhir nanti, untuk usia 65+ yang akan kita jalani dengan nyaman.

memasuki masa pensiun

sumber : memegenerator.net

 

Pentingkah dana pensiun?

Kalo mau hidup nyaman, pentingkah dana pensiun?

Ha Ha!

Absolut jawabannya. PEN-TING SE-KA-LI!

Gimana mungkin tanpa merencanakannya dengan baik, kita bisa pensiun dengan baik pula.

Okehlah, beberapa orang berkata bahwa plan pensiun di kantornya baik, atau uang pensiunan dari pemerintah memadai. Tetapi, yah realistis juga.

Dengan merencanakan sendiri, kamu bisa pilih angka dan kategori nyaman yang hendak kamu nikmati.

Buat apa memberikan hak pada perusahaan yang bikin kamu ngedumel sehari-hari, untuk menentukan rencana pensiun yang akan kamu jalani ke depannya?

Apa sedemikian nggak pedulinya kita? Apa sedemikian rendah literasi keuangan kita?

Sehingga kita biarin, sehingga kamu dan saya membiarkan pemerintah mengaturkan angka layak hidup di usia senja kita?

I don’t know about you. Tapi, saya selalu nggak cocok dengan angka hitungan pemerintah.

Logika di depan mata, uang pensiun anggota DPR saja nggak memadai di tahun 2019 ini.

Gimana bisa kita yakin 30 tahun ke depan, pemerintah akan membuka hati dan memberi kita kesempatan hidup layak di usia senja?angka pensiun layak

Mungkin akan terjadi, karena pemerintah pasti care pada warganya. Mungkin pemerintah akhirnya menganut paham sosialis dan membelanjakan APBN untuk kesejahteraan rakyatnya. Mungkinnnn.

Tapi kembali pada kata realistis deh. Lebih mungkin terjadi : pemerintah tidak berubah. Lebih mungkin terjadi : pemerintah nggak mampu untuk membelanjakan APBNnya bagi kesejahteraan rakyat.

Dan lebih mungkin kita nggak bisa pensiun layak dengan mengandalkan rencana pemerintah.

Lebih besar kemungkinan hidup layak dengan upaya kita sendiri. Lebih besar kemungkinan pensiun dengan layak dengan kalkulasi kita sendiri.

 

Action plan-nya?

Mengutip kata favorit pada pejabat teras di kantor. Apa dong action plan-nya?

Tapi sebelum membahas action plan, saya akan share satu kejadian lucu. Pertanyaan ini saya lontarkan pada seorang teman yang bekerja di bidang investasi. Pentingkah dana pensiun?

Jawabnya : Ya ampun! Kawin ajah belum, masa udah mau mikirin pensiun?

HaHaHa!

Di sini saya mau mencekoki kamu dengan cara pandang saya yang terkontaminasi artikel-artikel luar sana.

Nikah nggak nikah, kawin nggak kawin, punya anak atau nggak punya anak, bagi sebagian besar dari kita, pensiun akan datang.

Boleh jadi kamu nggak mempersiapkannya. Tetapi untuk apa menyesal di waktu senjamu nanti karena nggak peduli di saat ini?

Boleh jadi kamu mikir mau bergantung pada pasangan, pada plan dari kantor atau pada plan dari pemerintah.

Tapi untuk apa menyesal karena nggak nyoba untuk merencanakannya lebih awal?

Percaya deh! Nasib kamu akan lebih jelas jika kamu yang atur. Nunggu orang lain mah, buram! KArena orang lain pasti nyetel punya dia orang duluan.

 

Jadi apa action plan untuk dana pensiun?

Jawabannya hanya satu dan dari tadi sudah saya kasih hint berulang-ulang.

Action plan-nya adalah dengan mulai memikirkan dan mempersiapkan dana pensiun kita lebih cepat.

Hari ini belum terlambat untuk memulai. Besok juga  belum terlambat. Tapi tahun depan mungkin agak terlambat. 5 tahun lagi mungkin cukup telat. Dan 10 tahun lagi sudah buyar!

Saya lampirin di bawah hitungan kasar dengan nyimpan Rp 100 ribu setiap bulannya selama 30 tahun.

kalkulator investasi dana pensiun

sumber : site-nya BCA.

Dapatnya Rp 230 juta. Kalo nyimpan Rp 1 juta jadi Rp 2,3 milyar. Kalo nyimpan Rp 10 juta jadi R[ 23 milyar.

Dan dengan angka segitu berapa bulanan yang kamu terima?

Dengan hitungan bunga 6 % net Rp 230 juta = Rp 1,15 juta per bulan.

Kalo Rp 2,3 milyar 11,5 juta.

Kalo Rp 23 milyar = 115 juta.

 

Kamu berhak milih kok!

Mau pensiun melarat, mau pensiun pas-pasan, mau pensiun bergantung pada anak atau mau pensiun nyaman.

Pilihan ada pada dirimu.

Kalkulator di atas hanyalah ilustrasi bodoh.

Yang paling pintar dalam hidupmu adalah kamu. Karena kamu yang paling paham apa yang benar dan salah dalam hidupmu. Dan kamu paling mengerti apa yang kamu mau. 

Jadi, saran saya adalah coba pertimbangkan kali ini. Baca ulang artikel ini sekali lagi. Dan mulailah berkhayal akan dana pensiunmu.

Percaya deh! Rencana saja sudah sering meleset, apalagi kalo pensiun tanpa rencana.

Cukup segini renungan pendek yang menjadi panjang tentang tingkat penting dana pensiun buat kita-kita begini. mikirin uang pensiun

Anyway,  jangan lupa checkout page Instagram wartadanablog yang sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.

Juga kunjungi laman twitter wartadanacom dimana saya sering share artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.

Serta jika kamu baru pertama kali sampai di wartadana, silahkan klik sitemap wartadana untuk melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com 

Pekanbaru, 05 Oktober 2019

Seberapa pentingkah dana pensiun bagimu setelah membaca artikel ini? Komen dong di bawah. 

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Summary
Pentingkah Dana Pensiun Dalam Perencanaan Keuangan?
Article Name
Pentingkah Dana Pensiun Dalam Perencanaan Keuangan?
Description
Mengheningkan cipta sejenak dan mengkaji seberapa pentingkah dana pensiun dalam menyusun rencana keuangan kita ke depannya.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *