Dana Pensiun Lembaga Keuangan / DPLK 101

Kepengen cari tahu tentang DPLK? Kamu klik link yang tepat, karna kita akan bahas Dana Pensiun Lembaga Keuangan secara komprehensif.

Ohya, artikel ini merupakan seri Dana Pensiun yang bisa mulai kamu baca dari :

  1. Pentingkah Dana Pensiun?
  2. Mengenal Dana Pensiun & Manfaatnya
  3. Menghitung Dana Pensiun + Kalkulator Dana Pensiun
  4. Mempersiapkan Dana Pensiun Bebas Ribet

Yok, mari mulai!

 

1. Pengertian DPLK

Pengertian Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah lembaga keuangan / non keuangan yang melakukan kegiatan mengumpulkan dana bulanan dari pekerja aktif untuk diinvestasikan secara kolektif dalam jangka panjang.

Tujuan adanya DPLK adalah untuk menjamin agar pekerja aktif bisa memiliki penghasilan rutin bahkan setelah mereka memasuki masa pensiun.

Konsepnya seperti kamu menabung rutin ke sebuah instansi yang bisa menginvestasikan tabunganmu.

Dalam hal ini instansi tersebut adalah lembaga DPLK, yang akan menginvestasikan setoran dari peserta untuk menghasilkan cuan yang lebih besar daripada tingkat inflasi tahunan.

Tujuannya adalah agar saat kamu mencapai usia pensiun, maka dana yang telah terkumpul dapat kamu tarik dan gunakan untuk membiayai masa pensiunmu.

Sebagai catatan penting di sini : pemerintah bikin opsi agar uang pensiun tersebut nggak bisa langsung kamu tarik seluruhnya.

Melainkan jika uang pensiunmu di atas atau sama dengan 500 juta, maka 80 % dari uang pensiun yang kamu dapatin wajib dibelikan asuransi anuitas.

Pengertian Anuitas

Anuitas adalah suatu rangkaian sistem cara penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu.

Anuitas sederhananya merupakan proses yang mastiin dana pensiun milikmu dapat return pasti, sehingga return-nya bisa kamu ambil sebagai penghasilan bulanan di masa pensiunmu.

Contoh sederhananya jika kamu punya deposito 10 milyar.

Dengan suku bunga pasti sebesar 6 % net, maka tiap tahunnya kamu dapatin bunga sebesar 600 juta, yang artinya 50 juta per bulan.

Dalam konsep anuitas, kamu akan menerima 50 juta per bulan sampai kamu meninggal (tanpa perlu menarik pokok depositomu).

Balik lagi soal 80 % dari uang pensiun yang kamu terima, dimana uang ini wajib dibelikan asuransi anuitas di lembaga asuransi.

Sehingga setiap bulannya lembaga asuransi itulah yang akan ngirimin kamu uang pensiun berkala selama kamu hidup.

Dalam prakteknya, perusahaan asuransi menjual beberapa tipe anuitas yang :

  • dibayarkan selama hidup nasabah (pensiunan), atau
  • diterima selama pasangan pensiunan masih hidup, atau
  • menanggung sampai 3 anak pensiunan hingga berumur 21 tahun.

Cari tahu lebih banyak di Mengenal Asuransi Anuitas.

 

2. Mekanisme DPLK

Mekanisme DPLK sebenarnya sederhana, sama seperti menabung pada umumnya.

Tapi karna fungsi tabungan ini adalah sebagai dana pensiun, maka akan ada syarat dan kondisi tambahan.

Untuk itu, kamu perlu paham beberapa istilah berikut sebelum kita bahas DPLK lebih lanjut.

 

a. Jenis DPLK

Dana Pensiun Lembaga Keuangan – DPLK mengelola simpanan pensiun dalam 2 kategori besar yaitu dari nasabah Indidvidu dan nasabah Kolektif.

  • DPLK Individu, adalah DPLK yang melayani nasabah perseorangan yang bukan kelompok atau bagian dari perusahaan tertentu. Misalnya kamu seorang diri mendaftar ke lembaga DPLK.
  • DPLK Kolektif, adalah DPLK yang melayani nasabah kelompok. Dalam hal ini kelompok bisa berupa kamu dan teman-temanmu atau grup perusahaan tempat kamu bekerja.

Jika nantinya kamu mutusin untuk masuk DPLK, maka jenis DPLK yang kamu ambil adalah DPLK Individu. Karna mau masuk sendiri secara mandiri ke DPLK tersebut.

 

b. Program Pensiun Iuran Pasti

Program pensiun iuran pasti adalah program dana pensiun dimana nasabah menyetor sejumlah uang secara rutin sebagai iuran dana pensiunnya.

Alasan disebut iuran pasti adalah jumlah iuran ini sesuai dengan nominal yang dipilih oleh nasabah di awal.

Contoh : kamu masuk program DPLK XXX dengan setoran Rp 200 ribu per bulan.

Maka selama masa produktif, katakanlah 30 tahun, setiap bulannya lembaga DPLK akan mendebet 200 ribu dari tabunganmu.

Jika di tahun ke-5, kamu punya rejeki lebih, maka iuran bulanan dapat dinaikin menjadi Rp 500 ribu per bulan. Sehingga selanjutnya jumlah yang didebet adalah 300 ribu / bulan.

Biasanya aturan DPLK adalah setoran awal minimal Rp 250.000 dengan setoran bulanan minimal Rp 50.000

 

c. Manfaat Pensiun

Manfaat pensiun adalah jumlah uang yang akan kamu terima begitu memasuki masa pensiunmu.

Dalam hal ini manfaat pensiun dibagi dalam 4 kategori berdasarkan kapan dan bagaimana kondisi pensiunmu :

  1. Manfaat Pensiun Normal, jika pensiun sesuai dengan masa normal.
  2. Manfaat Pensiun Dipercepat, kalo kamu pensiun lebih cepat baik karna keinginan kamu atau keinginan perusahaan atau force majeur.
  3. Manfaat Pensiun Meninggal.
  4. Manfaat Pensiun Cacat, apabila terjadi kecelakaan / kejadian yang menyebabkan seseorang menjadi cacat dan nggak bisa bekerja seperti biasa.

Di beberapa perusahaan DPLK, dipatok usia pensiun normal mulai dari 40 tahun. Sementara usia pensiun dipercepat adalah 10 tahun lebih cepat dari usia pensiun normal.

 

d. Syarat dan Ketentuan DPLK

Syarat dan ketentuan DPLK adalah kondisi yang membedakan DPLK dari tabungan atau instrumen investasi seperti reksadana.

Jadi perlu diketahui bahwa meskipun cara kerjanya adalah menabung combo investasi, DPLK nggak se-fleksibel tabungan / instrumen investasi lainnya.

Hal ini karna DPLK dikelola oleh lembaga DPLK yang memberikan manfaat maksimal bahwa untuk setoran minimal.

Sehingga syarat dan kondisinya pasti ngikutin aturan di lembaga DPLK.

Secara umum, syarat dan ketentuan DPLK adalah :

  1. Iuran DPLK nggak dikenakan pajak, karna sistem DPLK bisa menangguhkan pajak selama masa pembayaran. Nantinya pajak akan dikenakan pada saat pencairan dana pensiun. Jadi, perlu diketahui bahwa dana pensiun yang kamu terima nanti nggak 100 %, melainkan dikurangi pajak pencairan DPLK sebesar 5 %.
  2. Masa kepersertaan DPLK bisa berakhir, jika kamu nggak menyetorkan iuran pensiun selama beberapa bulan berturut-turut. Untuk menghindari hal ini, baiknya pilih cara pembayaran melalui auto debet rekening.
  3. Jika dana pensiunmu mencapai 500 juta, maka kamu wajib membeli asuransi anuitas sebesar 80 %. Hanya 20 % dari dana pensiun yang boleh kamu ambil tunai.
  4. DPLK akan dikenakan biaya pengelolaan dana sesuai dengan aturan si perusahaan DPLK.
  5. Tingkat return DPLK terhitung moderate alias nggak agresif banget. Dari beberapa ilustrasi yang saya dapatin, rate DPLK sekitar 8-9 % per tahun.

 

e. Cara Kerja DPLK

Sewaktu memutuskan untuk masuk program DPLK, kamu mendapatkan pilihan untuk penempatan dana sesuai dengan program dari DPLK tersebut.

Misalnya :

  • penempatan investasi secara konvensional atau syariah,
  • instrumen investasi pasar uang atau campuran.

Kamu juga bisa mengatur %-tase dalam program Fund yang ditawarkan oleh DPLK.

Secara umum, jenis instrumen investasi yang kamu pilih akan menentukan rate returnmu.

Tapi karna DPLK ini adalah skema investasi jangka panjang (biasanya puluhan tahun), maka return mereka cenderung nggak seagresif instrumen lainnya.

Sehingga masuk DPLK mindset-nya bukan dengan tujuan pensiun kaya, tapi bisa pensiun dengan layak dan dapat tunjangan pensiun yang cukup pake. 

Kalo mau pensiun kaya, jelas banget DPLK bukan caranya.

 

f. Pembayaran Manfaat Pensiun

Pembayaran manfaat pensiun hanya bisa dilakukan jika kamu sudah memenuhi kriteria untuk memasuki usia pensiun, either pensiun normal / dipercepat / cacat.

Perlu diingat bahwa pembayaran manfaat pensiun / pencairan dana pensiun artinya sekaligus menutup kepesertaan dana pensiunmu.

Sehingga ada baiknya nasabah memperpanjang masa pencairannya.

Misalnya : kamu rencana pensiun dini umur 40 tahun. Secara aturan DPLK, kamu sudah bisa melakukan pencairan dana pensiun normal.

Tapi jika kamu punya sumber penghasilan lain, ada baiknya DPLK dibiarkan berjalan hingga memasuki usia pensiun normal 65 tahun.

Karna dana tersebut akan diinvestasikan oleh institusi yang kompeten, sehingga efek compounding dari tambahan 25 tahun (selisih 65 – 40) akan menguntungkanmu.

 

g.  Mempersiapkan DPLK

Dalam mengelola dana pensiun, kamu perlu sadar akan 3 tahapan berikut yaitu :

  • masa produkfit, sewaktu kamu masih bekerja dan menghasilkan uang seperti biasa. Dalam masa produktif, tugasmu adalah mastiin simpanan dana pensiun secara rutin dan diinvestasikan dengan cerdas dan cuan.
  • masa pra pensiun, memasuki usia menjelang pensiun dan mempersiapkan kondisi pensiun. Tugas penting di masa ini adalah memilih perusahaan anuitas terpercaya.
  • masa pensiun, memastikan bahwa tunjangan pensiunmu mencukupi biaya hidup serta yang paling penting adalah menikmati hidup lebih santai.

Di setiap tahapan, tugasmu sebagai pemilik uang berbeda-beda.

Tapi tujuan akhirnya adalah memastikan bahwa kamu punya uang bulanan yang cukup untuk digunakan selama masa pensiun.

 

3. Perusahaan DPLK di Indonesia

Kini saatnya membahas siapa saja pemain DPLK di Indonesia, agar kamu dapat memilih perusahaan DPLK terbaik demi masa depan finansialmu.

Secara umum adalah 2 kategori pemain DPLK di Indonesia, yaitu DPLK Bank & DPLK Asuransi. Hal ini sesuai dengan aturan dimana pendirian DPLK hanya bisa melalui perbankan atau asuransi.

Per Desember 2020, terdapat 24 lembaga DPLK yang beroperasi dimana hanya ada 1 DPLK Syariah yaitu DPLK Bank Muamalat.

 

a. DPLK Bank

DPLK Bank adalah lembaga DPLK yang pendiriannya melalui Bank. Biasanya DPLK Bank merupakan anak usaha dari sebuah Bank.

Daftar DPLK Bank per Desember 2020 :

  1. BNI Simponi yang dikelola oleh DPLK BNI.
  2. DPLK BRI
  3. DPLK AXA Mandiri
  4. DPLK BPD Jawa Barat & Banten
  5. DPLK BPD Jawa Tengah
  6. DPLK Bank Muamalat -> syariah

 

b. DPLK Asuransi

DPLK Asuransi adalah lembaga DPLK yang merupakan anak usaha dari perusahaan asuransi.

Contoh :

  1. DPLK Manulife
  2. DPLK Jiwasraya
  3. DPLK Allianz Indonesia
  4. DPLK Tokio Marine

***

Demikian pengenalan tentang Dana Pensiun Lembaga Keuangan, selanjutnya wartadana akan bahas cara memilih DPLK serta beberapa rekomendasi DPLK terbaik berdasarkan opini penulis.

Silahkan klik artikel Cara Memilih DPLK terbaik ini.

Artikel DPLK ini merupakan seri Dana Pensiun yang terdiri atas :

Thanks sudah berkunjung ke wartadana.

REFERENSI PERENCANAAN KEUANGAN PRIBADI MILENIAL

Baca Juga :

Link Wartadana :

Ada yang membingungkan tentang Dana Pensiun Lembaga Keuangan? Silahkan komen di bawah.

Summary
Article Name
DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN - DPLK
Description
Semua hal yang kamu perlu tahu tentang Dana Pensiun Lembaga Keuangan, syarat dan ketentuan DPLK hingga skema dana pensiun di Indonesia (update 2021).
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *