Reksadana

CARA INVESTASI REKSADANA UNTUK PEMULA (Guideline Komprehensif)

Ingin Tahu Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula?

Kali ini wartadana akan share guideline komprehensif tentang cara investasi reksadana untuk pemula.

Artikel ini juga akan jelasin tentang :

  • Pengertian Investasi Reksadana
  • Cara Kerja Investasi Reksadana
  • Cara Dapatin Untung dari Reksadana
  • Potensi Risiko Reksadana
  • Biaya Transaksi Reksadana
  • Positif Poin Investasi Reksadana Bagi Investor
  • Negatif Poin Investasi Reksadana Bagi Investor
  • Jenis-Jenis Reksadana
  • Strategi Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula
  • FAQ Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula

Dan tanpa membuang waktumu, mari kita bahas satu persatu.Guideline investasi reksadana untuk pemula

 

PENGERTIAN INVESTASI REKSADANA

Sebelum bahas terlalu jauh marilah samain persepsi dasar terlebih dahulu, dimana :

Berinvestasi Artinya Membeli Instrumen Investasi

  • Saat kamu berinvestasi di reksadana, kamu membeli unit reksadana. 
  • Saat kamu berinvestasi di saham, kamu membeli unit saham. 
  • Saat kamu berinvestasi di obligasi, kamu membeli unit obligasi. 

Sebagai analoginya, membeli reksadana sering diibaratkan seperti membeli rujak.

Sementara membeli saham / obligasi diibaratkan seperti membeli buah.RUJAK VS BUAH SEBAGAI ANALOGI BERINVESTASIDimana risiko membeli buah adalah bisa jadi buahnya manis, bisa jadi buahnya asam atau bisa jadi buahnya pahit.

Selain itu, kalo budget-mu pas-pasan kamu hanya bisa membeli buah dalam jumlah terbatas.

Artinya saat kamu cuman punya budget 10 ribu untuk beli buah, nggak mungkin bisa bawa pulang buah segambreng.belanja investasi sesuai modalmuDengan uang segitu paling banter dapetin pisang satu sisir.

Sebaliknya membeli reksadana dianalogikan seperti membeli rujak.

Dimana kamu membeli dari tukang rujak yang jago meracik bumbu rujak dan mencampur banyak jenis buah-buahan dalam satu porsi rujak.

  • Mungkin saja buah nanas yang dimasukkannya asam.
  • Mungkin saja buah jambunya terasa hambar.
  • Tapi dengan racikan bumbu rujak yang tepat, semua buah itu terasa nikmat saling melengkapi saat dimakan bersamaan.

cara investasi reksadana untuk pemula yang sedapKesimpulan yang bisa ditarik dari analogi di atas  : reksadana adalah investasi yang berbentuk campuran dari beberapa jenis objek investasi sama halnya seperti rujak.

Dalam bahasa yang lebih formal :

Reksadana adalah investasi yang mana dikelola oleh Manajer Investasi untuk membeli instrumen investasi dasar dari dana yang dikumpulkannya.

Instrumen investasi dasar di sini bisa berupa :

  • Saham
  • Obligasi
  • Atau campuran

Selanjutnya menurut Undang Undang No. 8 Tahun 1995, reksadana adalah :

pengertian reksadana menurut Undang-Undang
sumber : OJK.go.id

 

Sejarah Reksadana di Indonesia

Reksadana atau biasa disebut sebagai mutual fund bermula di tahun 1774 di Belanda.

Mengutip laman Wikipedia :

Seorang pebisnis asal Amsterdam yang bernama Abraham (or Adriaan) van Ketwich membentuk lembaga yang bernama Eendragt Maakt Magt yang berarti :persatuan menciptakan kekuatanTujuan dibentuknya lembaga ini adalah untuk menciptakan peluang-peluang bagi investor berskala kecil untuk men-diversifikasi portofolionya.

Sementara di Indonesia, reksadana pertama kali dikenalkan di tahun 1976 saat pemerintah mulai menerbitkan PP No. 25 Tahun 1976 dan mendirikan PT Danareksa.

sejarah reksdana di Indonesia
sumber : reksadanacommunity.com

Dalam keseharian, reksadana merupakan instrumen investasi favorit yang banyak peminatnya.

Contoh saja platform market place atau e-money yang berlomba untuk jualan reksadana, yang nunjukin bahwa masyarakat Indonesia merupakan pasar potensial investasi reksadana.

 

CARA KERJA INVESTASI REKSADANA

Setelah paham apa pengertian reksadana, mari belajar untuk mengerti cara kerja reksadana.

Dan untuk mengerti cara kerja reksadana, kamu perlu memahami bahwa reksadana punya 3 komponen sebagai berikut :

  1. Merupakan kumpulan dana dari banyak investor.
  2. Dana tersebut diinvestasikan pada instrumen investasi dasar seperti : obligasi / saham / dll.
  3. Dikelola oleh Manajer Investasi.

Nah, kembali pada pengertian Reksadana menurut Undang-Undang, dimana disebutkan adanya :portofolio efek

Maka kita akan bahas terlebih dahulu keempat komponen ini, untuk tahu mekanisme kerja reksadana.

  • Portofolio Efek

Portofolio Efek adalah kumpulan dari surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek ; yang dimiliki oleh orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang terorganisasi.

  • Manajer Investasi

Siapakah Manajer Investasi?

pengertian manajer investasi menurut undang-undang
sumber : ojk.go.id

Bersumber dari situs OJK, saat ini ada sekitar 98 Manajer Investasi yang aktif beroperasi di Indonesia.

  • Kontrak Investasi Kolektif

Kontrak investasi kolektif adalah kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit Penyertaan di mana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan Penitipan Kolektif.

  • Bank Kustodian

Bank Kustodian adalah bank yang menyimpan seluruh aset Reksa Dana.

Kewajiban penyimpanan kekayaan Reksa Dana pada Bank Kustodian dimaksudkan untuk mengamankan kekayaan Reksa Dana.

Oleh karena itu, perlu adanya pemisahan fungsi penyimpanan yang dilakukan oleh Bank Kustodian dan fungsi pengelolaan yang dilakukan oleh Manajer Investasi.

Sederhananya mekanisme investasi reksadana adalah sbb :

  • Kamu belanja reksadana A.
  • Danamu wajib ditransfer ke Rekening Bank Kustodian atas nama Manajer Investasi dari Reksadana A tersebut.
  • Setelah transfer, maka proses pembelian akan dijalankan.
  • 2-5 hari kerja, unit reksadana A akan masuk ke portofolio atas nama kamu. 

Makanya saat kamu membeli reksadana dari satu Manajer Investasi, kamu juga akan menerima email dari Bank Kustodiannya.

Kesimpulannya berikut adalah cara kerja investasi reksadana :

1. Manajer Investasi Menghimpun Dana Dari Masyarakat

Proses menghimpun dana dapat dilakukan oleh Manajer Investasi dengan cara jualan secara langsung.

Sehingga di beberapa situs Perusahaan Reksadana kamu akan temuin link untuk belanja Reksadana mereka secara manual.

Atau Manajer Investasi bisa juga menghimpun dana melalui pihak ketiga.

Dalam hal ini pihak ketiga yang paling sering kita temui adalah bank atau perusahaan supermarket reksadana seperti Bareksa atau Indo Premier.

2. Dana Yang Terkumpul Dibelikan Instrumen Investasi

Dana yang sudah dikumpulin akan dibelikan instrumen investasi, sesuai dengan jenis reksadananya.

  • Misalnya reksadana saham, tentu akan dibelikan saham.
  • Misalnya reksadana pasar uang tentu akan dibelikan produk pasar uang lainnya.

Tetapi nggak semua dana yang terkumpul akan dibelanjakan habis  oleh Manajer Investasi.

Hal ini untuk menjaga likuiditas perusahaan, untuk jaga-jaga saat ada Investor yang mau mencairkan dana investasinya.

Jadi Manajer Investasi harus punya cadangan dana yang disimpan dalam bentuk cash.

Nggak semua uangnya boleh dibelikan instrumen investasi.

3. Keuntungan Dibukukan Dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Karena sejatinya Manajer Investasi adalah pedagang instrumen investasi, mereka adalah trader.

Maka mereka membeli dan menjual untuk mencetak untung  dari selisih harga beli jual tersebut.

Tapi mereka juga nggak bisa sembarangan jual beli.

Mereka wajib punya hitungan dan kajiannya sendiri.

Yang memungkinkan mereka belanja saat harga murah dan menahan barang hingga harga naik untuk dijual kembali.

Keuntungan / kerugian dari proses jual beli tersebut akan dibukukan untuk menambah atau mengurangi Nilai Aktiva Bersih.

 

Pengertian Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Nilai Aktiva Bersih adalah total nilai pasar dari seluruh portofolio reksadana.

Atau sering juga disebut dengan Net Asset Value (NAV). Kedua barang ini sama.

Contoh : Manajer Investasi (MI) A berhasil mengumpulkan uang 100 juta. Dan berikut adalah transaksi yang dilakuin oleh Manajer Investasi A.

Manajer Investasi Belanja

  • Kemudian mereka memutuskan untuk belanja saham XXXX hari ini sebesar Rp 30 juta.
  • Maka Nilai Aktiva Bersih masih tetap Rp 100 juta (berupa cash 70 juta dan nilai saham 30 juta).

Manajer Investasi Gak Ada Transaksi

  • Besoknya tgl 11, saham yang dibeli di tanggal 10 naik 10 % sehingga nilai saham menjadi Rp 33 juta.
  • Maka Nilai Aktiva Bersih adalah 103 juta (berupa 70 juta kas yang belum dibelanjakan + Rp 33 juta nilai saham).

Manajer Investasi Masih Gak Ada Transaksi

  • Lusa, tgl 12, market turun dan saham yang dibeli kemarin menjadi turun 15 % sehingga nilai saham menjadi Rp 28,5 juta.
  • Maka Nilai Aktiva Bersih di lusa adalah Rp 98,5 juta berupa kas 70 juta dan nilai saham 28,5 juta.

Manajer Investasi Jualan

  • Misalnya di tgl 11 saat harga naik 10 %, Manajer Investasi sempat jualan maka Nilai Aktiva Bersih menjadi Rp 103 juta dalam bentuk kas.
  • Sehingga di tgl 12 saat market turun, Nilai Aktiva Bersih tetap Rp 103 juta.
  • Hal ini karena untung dari kenaikan harga saham sudah direalisasikan di tanggal 11.

Dari ilustrasi di atas, kelihatan bahwa apapun tindakan yang diambil oleh Manajer Investasi bisa membuat posisi NAB-nya berubah, baik naik atau turun.

Sehingga penting untuk memilih Manajer Investasi yang prudent (bijaksana). Dan :

Intinya kalo ngomongin cuan di pasar modal adalah ngomongin kondisi saat kamu sudah realisasi profit. Kalo masih profit di atas kertas, belum sah ! 

 

Pengertian NAB / Unit

Bagi kamu dan saya sebagai Investor, yang perlu kita ketahui adalah Nilai Unit.

Karena Nilai Aktiva Bersih adalah urusan yang kompleks, nggak hanya terkait kas dan instrumen investasi saja.

Ada juga biaya-biaya pengelolaan, biaya administrasi dan komisi Manajer Investasi.

Dan ada juga helaian rambut yang copot dari kepala si Manajer Investasi untuk bikin investasi tetap cuan.

Jadi daripada ribet sendiri, mending nikmati hasil kerja cerdas Manajer Investasinya, yang bikin kamu dan saya cukup fokus pada nilai unit reksadana.

Sebagai pengingat :

  • Reksadana adalah investasi berupa kumpulan uang dari orang banyak yang dibelikan instrumen investasi dasar.
  • Nilai pasar dari portofolio instrumen investasi disebut Nilai Aktiva Bersih.

Sehingga pertanyaan selanjutnya adalah gimana cara kamu sebagai investor bisa tahu berapa jatahmu dalam portofolio si Manajer Investasi?

Untuk menjawab hal ini, muncul istilah Nilai Aktiva Bersih / Unit atau akan kita sebut sebagai nilai unit reksadana.

 

NAB / Unit Adalah Nilai Portofolio / Unit Yang Beredar

Jadi sewaktu launching, Manajer Investasi sudah membagi portofolionya ke dalam sejumlah unit.

Sehingga saat kamu belanja reksadana artinya kamu membeli unit alias porsi kecil dari portofolionya.

Harga belimu adalah NAB /UNIT.

Biasanya saat pertama kali launching, NAB / unit adalah Rp 1.000 yang kemudian akan naik atau turun tergantung kepiawaian si Manajer Investasi.

Kalo reksadana pilihanmu sudah beroperasi bertahun-tahun ada kemungkinan harganya mencapai puluhan ribu per unitnya.

Tetapi nggak perlu khawatir dengan berpikir : kalo saya beli reksadana yang nilai unitnya sudah puluhan ribu, kan cuman dapat beberapa unit saja. Gimana bisa untung?

 

Keuntungan Reksadana Dihitung Dalam Satuan Persen

Jadi mau nilai unitnya besar atau kecil, persentase keuntungannya balik ke kinerja si Manajer Investasi.

Contohnya gini:

Reksadana A harganya 10 ribu per unit.  Return historikal 10 %

Reksadana B harganya 1 ribu per unit. Return historikal 10 %

Kamu punya budget 100 ribu untuk belanja, gimana skenarionya?

Kalo belanja reksadana A kamu akan dapat 10 unit. Semisal return tetap 10 % maka di akhir tahun kamu akan dapat untung 10 % dari 100 ribu yaitu : 10 ribu.

Kalo belanja reksadana B kamu akan dapat 100 unit. Semisal return tetap 10 % maka di akhir tahun keuntunganmu juga akan sama dengan reksadana A, yaitu 10 %.

Jadi, indikatornya bukan di tinggi atau rendahnya nilai unit, melainkan di tingkat return reksadana tersebut.

 

Memilih Reksadana Sesuai Profil Risiko

Sebagai investor, peran kamu dan saya adalah untuk memilih Instrumen Reksadana sesuai dengan profil risiko kita.

Setelah itu kamu dan saya tinggal membiarkan Manajer Investasi bekerja sesuai dengan profil risiko mereka.

Kunci : High Risk High Return

Semakin tinggi potensi untungmu, akan semakin besar potensi rugimu.

Makanya kamu harus paham dulu seperti apa karaktermu sebagai investor, agar bisa memilih reksadana dengan bijaksana.

Dan kalo bingung mau memilih seperti apa, stay tune! Karena nanti akan ada tips cara investasi reksadana untuk pemula.

 

Sumber Keuntungan Reksadana

Ada 3 sumber keuntungan reksadana, yaitu :

1. Deviden / Kupon

Di reksadana saham, Manajer Investasi akan membeli saham-saham sesuai dengan risk appetite-nya mereka.

Di reksadana obligasi, Manajer Investasi akan membeli obligasi sesuai dengan risk appetite mereka.DEVIDEN ATAU KUPONDan dari saham setiap tahunnya akan didapat deviden. sementara dari obligasi akan didapat kupon.

Deviden dan kupon ini akan dibukukan sebagai tambahan Nilai Aktiva Bersih Reksadana.

2. Keuntungan Jual-Beli

Saat membeli saham / obligasi juga akan muncul potensi selisih harga jual dan harga beli.SELISIH JUAL BELISehingga saat Manajer Investasi sudah merealisasikan keuntungannya, maka kenaikan harga tersebut sudah menjadi penambahan Nilai Aktiva Bersih.

Atau saat Manajer Investasi melihat bahwa instrumennya mengalami penurunan drastis dan melakukan cut loss yang artinya membuat nilai penurunan Nilai Aktiva Bersih

3. Kenaikan Nilai Investasi

Konsep kenaikan Nilai Investasi hampir sama dengan konsep kenaikan di poin 2, dimana terdapat kenaikan harga dari saham / obligasi.cara investasi reksadana untuk pemula : naiknya nilai asetBedanya adalah di poin 2 Manajer Investasi memutuskan untuk merealisasikan profit tersebut.

Sementara di poin 3, Manajer Investasi masih ngeliat kalo portofolionya masih potensial. Sehingga mereka memilih menahan instrumen tersebut.

Nah, keuntungan yang belum tercetak inilah yang akan menambah Nilai Aktiva Bersih reksadana.

Kesimpulannya :

Bagi kamu dan saya sebagai investor reksadana yang perlu kita tahu adalah NILAI AKTIVA BERSIH / UNIT.

Apapun yang terjadi, saat NAB /Unit > dari harga belanja artinya kamu dan saya untung.

Apapun yang terjadi, saat NAB / Unit < dari harga belanja artinya kamu dan saya rugi.

 

CARA DAPETIN UNTUNG DARI REKSADANA

Bagi Investor, bagian ini adalah yang paling penting.

Karena percuma berinvestasi kalo nggak dapat cuan. Setuju?

Mending kamu dan saya tidur siang ketimbang ngabisin waktu bacain artikel panjang begini. *wink*

Satu-satunya cara untuk dapetin untung dari reksadana adalah beli pas harga unit reksadana lagi turun dan jual pas harga unit reksadana lagi naik.

Gitu doang.

Tapiii, dalam kenyataannya kamu dan saya seringnya nggak tahu kapan harga lagi turun atau naik.

Malah seringnya setelah kita entry, harganya malah rontokkk.

Sehingga cara investasi reksadana untuk pemula yang disarankan adalah belajar dan riset terlebih dahulu.

Jangan sesekali belanja tanpa tahu apa sebenarnya yang kamu beli atau apa tujuan kamu membeli barang tersebut.

 

Pengalaman Investasi Reksadana Waktu Pemula:

5 tahun silam, saya kepengen banget investasi reksadana.

Saya siyok ngeliatin kalkulator investasi dengan catatan return 15 %. Hasilnya luar biasa ajaib.

Dan saya kepengen ngerasain return gede begitu.

Jreng-jreng, nggak pake mikir panjang saya pun pergi ke bank untuk buka rekening dengan tujuan untuk investasi reksadana.

Saya dengerin mentah-mentah omongan marketingnya yang bilang kalo xxxx lagi naik daun sekarang. Mending beli itu.

Saya cek bagian return-nya dan merasa bahwa angka tersebut masuk akal dan layak saya dapetin.

Saya pun beli dengan skema auto invest dimana setiap bulan saya nyicil belanja.

3 tahun setelahnya kamu tahu apa yang terjadi?VOILA CARA INVESTASI REKSADANA UNTUK PEMULAUntung pun nggak, boro-boro.

Saya hanya ngeliatin nilain investasi yag stuck dan sesekali untung dikit banget.

Kalo saya hitung dengan cermat, ditambahin biaya administrasi selama 3 tahun, ditambahin biaya transfer dana selama 3 tahun setiap bulannya, jujur yang ada saya malah buntungg.

Nggak worth it lah!

 

Lebih Mending Nabung 100 Ribu di Celengan

Percayalah hal yang sama menimpa banyak orang di luar sana.

Karena seringnya kita ini mau yang instan.

Dibanding nyari tahu lebih banyak, langsung terjun lebih baik.

Pusing kan kalo kebanyakan riset. Toh uang kamu dan saya nggak seberapa jumlahnya.

Tapi jangan salah, justru mindset gini akan bikin kamu dan saya nggak pernah bisa untung.CARA INVESTASI REKSADANA UNTUK PEMULA WAJIB PROAKTIFPercaya deh, di luar sana ada banyak orang yang kepengen kamu investasi kecil-kecilan lalu merugi dan cut loss.

Coba bayangin ada 260 juta penduduk Indonesia.

Coba bayangin kalo ada 1 % aja yang main 100 ribu dan saat rugi mutusin ya sudah lah. Legowo atas kerugiannya. Karena uangnya kecil doang.

Akan ada 260 milyar di luar sana yang didapetin oleh oknum-oknum tertentu.

Jadi iyahh, kamu dan saya mesti proaktif. Dan kita akan belajar gimana caranya di bawah.

Stay tune!

 

Realisasi Profit / Cut Loss

Mengutip kalimat bahwa kamu akan untung saat beli di harga murah dan jual saat harga naik maka :

Kamu barulah membukukan keuntungan saat kamu sudah jualan.

Jadiii, apapun yang terjadi. Sebelum kamu jual, nilai reksadanamu masih bersifat nilai buku.

Konsep ini berlaku sebaliknya.

  1. Nilai reksadana naik dan kamu jual = kamu cuan.
  2. Nilai reksadana turun dan kamu jual = kamu rugi.
  3. Nilai reksadana naik dan kamu tahan = nilai buku asetmu naik.
  4. Nilai reksadana turun dan kamu tahan = nilai buku asetmu turun.

Jadi saat kamu baca fund fact sheet dan melihat angka return historikal sebesar 15 %, jangan berpikir bahwa dengan masukin dana kamu akan dapetin return 15 % selama 1 tahun.

 

Cara Kerja Investasi Reksadana Beda Dari Deposito

Jika kamu deposito benar caranya demikian.

Saat bunganya 5 % dan kamu masukin dana selama 1 tahun, maka kamu akan dapetin bunga 5 % tersebut – dikurangi pajak. cara investasi reksadana untuk pemulaIngat kalimat di atas, bahwa berinvestasi artinya membeli instrumen investasi. Artinya kamu belanja unit investasi.

Dan yang namanya belanja artinya akan muncul transaksi beli dan jual. Sehingga

  • Angka historikal nggak bisa nentuin apapun di masa depan.
  • Angka historikal hanyalah gambaran kalo selama beberapa tahun terakhir, si Manajer Investasi mampu bikin reksadananya naik sekian persen.

Ke depannya nggak ada yang tahu. Bisa lebih tinggi, Dan bisa lebih rendah.

Makanya disebut investasi reksadana. Karena ada potensi untung dan risiko ruginya.

Ohya, sebagai catatan tambahan : jual beli reksadana nggak dikenakan pajak.

Karena sewaktu Manajer Investasi belanja instrumen investasi dasar sudah dikenakan pajak.

Jadi saat kamu dan saya sebagai investor ritel melakukan jual beli, kita nggak nggak akan dikenakan pajak lagi.

NILAI PENYERTAAN REKSADANA SUDAH NET. Which is another positive point.

 

 Trading / Investasi Reksadana

Ada 2 pendekatan untuk investasi reksadana yaitu :

1. Trading

Artinya jual beli reksadana.

Ini adalah investor yang jadiin reksadana sebagai sumber jajan tambahan.

  • Trader akan membeli di harga murah dan menjual saat harga naik.
  • Trader langsung realisasi profit. Sehingga menyimpan reksadana untuk jangka pendek saja.
  • Trader biasa belanja sekali atau belanja bertahap / akumulasi.

2. Investasi

Artinya beli reksadana untuk jangka panjang.

Biasanya ini digunakan bagi orang yang nyusun rencana masa depan dan kepengen nabung untuk sebuah tujuan finansial.

 

Auto Invest / Akumulasi

Ada 2 skema belanja reksadana yaitu :

1. Auto Invest Investasi Reksadana

Dimana kamu belanja berkala setiap bulannya.

Jadi kamu set budget belanjamu dan setiap tanggal tertentu transaksi belanja akan dijalanin otomatis.CARA INVESTAS REKSADANA UNTUK PEMULAHal ini bagus untuk jangka panjang, karena dengan cara begini effort-mu terhadap investasi nggak terlalu besar.

Tapi untuk jangka pendek nggak terlalu menguntungkan.

Karena belanjanya secara sistem, yang mana kalo harga naikmu pun dia akan belanja. Jadi kalo mau jual dalam waktu dekat, cuannya kurang memuaskan.

2. Akumulasi Investasi Reksadana

Dengan cara ini kamu belanja secara manual setiap kali terjadi koreksi /  harga turun.

Minusnya adalah effort-mu akan luar biasa untuk jagain indeks dan belajar investasi,

Plusnya adalah kamu akan belanja saat harga turun. Jadi harga modalmu akan ciamikk banget.

Apalagi sesuai dengan prinsipnya dimana momen paling menguntungkan untuk beli reksadana adalah saat harga lagi koreksi / turun. 

 

POTENSI RISIKO INVESTASI REKSADANA

Setelah kamu tahu cara dapetin untung dari reksadana, kamu juga harus tahu bahwa sebagaimana investasi lainnya, investasi reksadana juga punya risiko.

Nah, di sub-bab ini kita akan ngomongin perihal risiko dalam berinvestasi reksadana.

Nggak perlu khawatir dengan bacaan di fund fact sheet yang nyebut :

  • Risiko berkurangnya nilai tukar mata uang asing ;
  • Risiko politik dan ekonomi ;
  • Risiko perubahan peraturan dan perpajakan ;
  • Atau risiko kredit. 

Intinya dalam investasi reksadana ada 3 kondisi risiko yang patut kamu waspadai yaitu :

1. Risiko Penurunan Nilai Aktiva Bersih

Pernah melihat kondisi beberapa reksadana yang minus 60 % di awal tahun 2020 ini?

Hal seperti itu mungkin terjadi.

Kamu dan saya mungkin merasakan rugi 60 % tersebut jika memilih instrumen reksadana yang salah.

Makanya, kembali ke kalimat di atas.

Riset dahulu sebelum belanja. Proaktif karena yang kamu belanjain itu adalah uang hasil kerja kerasmu sendiri.

2. Risiko Likuiditas Manajer Investasi

Setelah NAB turun hingga 60 %, besar kemungkinan semua investor ketakutan setenagh mati.

Dan orang yang takut akan lari tunggang langgang, sejauhh dan secepat mungkin.

Tapi sebelum lari, tentu mereka akan menarik apapun yang tersisa dari portofolionya.

Ditarikin 40 % lagi juga lumayan, bukan? Ketimbang dibiarin rugi sampai habis.

Dan saat semua orang berbondong-bondong cair, saat itulah si Manajer Investasi akan kehabisan cash.

Kondisi ini disebut juga rush money.

Sehingga risiko likuiditas yang tadinya ada di atas kertas menjadi nyata.

3. Risiko Wan Prestasi

Ini bisa terjadi kalo Manajer Investasi bangkrut karena satu dan lain hal.

Saat mereka nggak mengelola investasi kita dengan bener dan wan prestasi, saat itu juga sia-sia banget kerja keras kita dalam menyisihkan uang untuk diinvestasikan.

 

Memilih Gaya Investasi Reksadana

Karena adanya ketiga risiko di atas, saya pribadi lebih freak ke Manajer Investasi dibanding ke jeroan reksadana tersebut.

Kalo saya percaya sama satu Manajer Investasi dan cara dia mengelola portofolionya, maka saya akan ngikutin produk reksadana dari MI itu saja.

Ini adalah style atau gaya investasi saya.

  • Kamu harus riset dan belanja untuk pertama kali untuk memahami seperti apa gaya investasimu.
  • Kemudian riset dan belanja kedua kalinya untuk menilai gimana cocok nggaknya gaya investasimu.

Tujuannya adalah untuk menemukan gaya investasi yang paling cocok dengan dirimu.

  • Mungkin ada saham yang kamu sukai dan hanya satu atau dua Manajer Investasi yang belanja saham itu. Sehingga kamu akan memilih reksadana dari Manajer Investasi tersebut.
  • Mungkin ada beberapa yang return reksadananya gede dan kamu beli reksadana tersebut tanpa peduli siapa Manajer Investasi-nya.
  • Atau mungkin kamu seperti saya yang fanatik sama Manajer Investasi tertentu.

Apapun itu sah.selera itu autentikDan kamu nggak bisa paksain dirimu investasi sesuatu yang nggak sesuai dengan seleramu. Biasanya pasti rugi sih.

Apalagi investasi tanpa riset dan hanya bermodalkan omongan orang doang. Uhmmm.

Itu adalah resep rahasia menuju investasi buntung. Percaya deh.

Baca artikel kesalahan finansial di masa muda ini, dimana saya share pengalaman pertama saya beli bitcoin. Ugh la la….

 

BIAYA TRANSAKSI REKSADANA

Nah, sekarang kita akan ngomongin soal biaya transaksi reksadana.

Sama halnya kayak kamu belanja saham.

  • Saat beli akan kena fee dan pajak.
  • Saat jual akan kena fee jual dan pajak.

Bedanya di reksadana nggak ada tambahan biaya pajaknya, karena sudah dikenakan ke Manajer Investasi.

Nah ada 3 biaya transaksi reksadana :

1. Fee Beli Reksadana

Proses pembelian reksadana disebut juga subscription. Sehingga fee pembelian reksadana disebut juga subscription fee.

  • Fee pembelian biasanya 0,5 hingga 2 % dari pembelian.
  • Manajer Investasi juga mengatur minimal pembelian pertama, biasanya Rp 500.000
  • Manajer Investasi juga mengatur minimal pembelian selanjutnya, biasanya Rp 100.000 (top up minimal)

Fee beli reksadana akan dikenakan di saat belanja. Yang bisa kamu lihat di bukti transaksi dari Manajer Investasi dan konfirmasi dari Bank Kustodian.

 

2. Fee Switching Reksadana

Fee switching bisa 0 hingga 2 %.

Ada beberapa Manajer Investasi yang ngasih switching gratis sebanyak 5 kali per tahun.

Jadi kalo lewat dari 5 kali, kamu akan kena biaya switching.

Scroll terus ke bawah, karena kita akan bahas mengenai switching lebih mendalam.

 

3. Fee Jual Reksadana

Fee jual reksadana disebut juga redemption fee.

  • Fee penjualan biasanya 0,5 hingga 2 %.
  • Banyak juga Manajer Investasi yang gratisin biaya jual kalo kamu sudah investasi minimal 1 tahun.
  • Manajer Investasi juga mengatur angka minimal penjualan.
  • Manajer Investasi juga mengatur saldo minimal yang tersisa setelah penjualan.
  • Kalo rekening pencairan berbeda dari rekening bank Kustodian, juga akan dikenakan biaya transfer. 

Tapi semua ini akan kembali pada kebijakan dari Manajer Investasi yang kamu pilih.

Terkait fee jual beli ini, saya akan share 1 aplikasi belanja reksadana yang sudah saya coba dan gratis biaya jual beli. Yaitu BIBIT.

 

Switching Reksadana

Switching adalah perpindahan / pengalihan unit.

Biasanya Manajer Investasi yang kamu pilih reksadananya, nggak akan menjual satu produk reksadana saja.

Mereka akan menjual :

  • Reksadana saham
  • Reksadana obligasi
  • Reksadana pasar uang
  • Reksadana campuran
  • Atau reksadana shariah

Dan setiap reksadana akan punya jeroan yang berbeda, sesuai dengan jenisnya.

Semisal pas pertama belanja kamu milih reksadana saham. Namun kondisi berubah dan ternyata kamu lebih nyaman dengan reksadana pasar uang yang konservatif tapi nggak pernah rugi.

Maka kamu bisa memindahkan unit reksadana sahammu ke reksadana pasar uang di Manajer Investasi tersebut.

Untungnya switching adalah :

  • nggak perlu setor-setor uang untuk beli unit.
  • nggak perlu nunggu waktu penjualan (biasanya 2-7 hari kerja).

Jadi perpindahan dilakukan di pencatatan Manajer Investasi tersebut tanpa melibatkan pihak lain (bank untuk transfer atau merepotkan kamu untuk transfer-transfer uang).

 

POSITIF POIN INVESTASI REKSADANA BAGI INVESTOR

Apa sih keunggulan investasi reksadana dibanding investasi lainnya?

1. Terjangkau Dan Banyak Pilihan

Mengutip analogi rujak di atas, dengan uang sedikit kamu bisa beli banyak buah-buahan dalam satu porsi.

Maka dengan membeli reksadana saham, kamu bisa beli sepersekian dari nilai saham-saham tersebut.

Selain itu dengan berinvestasi di reksadana kamu bisa mulai berinvestasi dalam jumlah kecil.

Di beberapa aplikasi, kamu bahkan bisa start dari Rp 10.000 saja

Tapi, saya pribadi nggak sarankan kamu untuk mulai dari Rp 10.000 karena sifatnya kalo naik syukur, kalo turun ya sudahlah. 

Saya sudah dengar pengakuan dari adik saya yang ngaku beli reksadana di aplikasi e-money dan sekarang saldo 10.000 nya udah turun menjadi 3.000 saja.

2. Diversifikasi

Artinya kamu nggak hanya belanja 1 saham saja. Dengan beli reksadana kamu belanja banyak saham sesuai dengan portofolio si reksadana tersebut.

Warren Buffet pernah bilang : diversifikasi adalah untuk orang yang nggak tahu apa  yang sedang dilakukannya.

Dan saya setuju.

Tapi bukan berarti diversifikasi adalah jelek ya. Bagi orang-orang kayak kamu dan saya dengan sumber daya terbatas, diversifikasi membantu menyeimbangkan portofolio.

Kasarnya kita juga nggak ngerti-ngerti banget mekanisme pasar modal dan gimana cara milih barang yang PASTI UNTUNG.

Jadi biarkanlah Manajer Investasi yang diversifikasi sehingga saat harga satu barang turun kita masih bisa bergantung pada instrumen lain yang lagi naik. Begitu juga sebaliknya.

3. Mudah Transaksi

Terutama kalo kamu belanja lewat aplikasi.

Saya bukan penggemar belanja lewat bank. Karena pasti akan kena biaya.

Tapi kalo kamu kenal petugasnya, mau bantuin mereka atau kepengen belanja barang dagangan mereka, go on.

Yang jelas, lewat manapun belanja reksadana itu lebih mudah karena sistemnya sudah berjalan. Kamu akan dapetin butki transfer dari Bank Kustodian hingga bukti settlement unit dari pihak Manajer Investasi.

Pencatatannya jelas banget. 

Mau jual juga tinggal request jual di aplikasi atau request kepada officernya.

4. Lebih Likuid

Karena sifatnya kolektif, alias kumpulan, maka naik turunnya reksadana nggak akan sekencang naik turunnya saham.

Jadi saat turun sedikit dan kamu nggak nyaman, kamu bisa langsung request jual dan dananya akan langsung masuk ke rekeningmu begitu prosesnya selesai.

Paling banter nungguin 2-5 hari.

Beda ceritanya saat kamu deposito 1 tahun dan kepengen cair di tengah jalan.

  • Mungkin ada penalty menanti di depan mata.
  • Mungkin bunga depositomu yang sudah berjalan nggak bisa dibayarkan lagi.

Ugh.

5. Ada Yang Bantu Jagain

Kayak lagi ngepet. Ada yang bantu jagain lilinnya.

Haha! I was kidding.

Menimbang kamu dan saya pasti punya aktifikas utama yang ngasih penghasilan utama buat buat kita, akan sulit untuk mantengin investasi sepanjang waktu.

Dengan belanja reksadana, kamu dapetin jasa pantau investasi dari si Manajer Investasi.

Biar mereka yang kerja nyari barang dan nyari untung.

Tugasmu cukup cari uang buat belanja. Cakepp?

 

NEGATIF POIN INVESTASI REKSADANA BAGI INVESTOR

Nah, setelah tahu keunggulan reksadana, apa sih minusnya dibanding instrumen investasi lainnya?

1. Biayanya Mahal

Saya kasih contoh kalo kamu beli saham.

Setiap kali membeli saham, kamu akan kena biaya :

  • Fee beli saham dan pajak,
  • Fee jual saham dan pajak.

That’s it.

Kalo belanja reksadana, walopun nggak tercantum bulat-bulat, sudah ada tambahan fee buat Manajer Investasi. Dan biaya maintenance lainnya.

Bagi beberapa orang hal ini mahal.

Tapi kalo kamu belum punya kualifikasi buat main secara langsung, saya rasa kemahalan ini akan jadi biaya belajar yang worth it.

2. Terlalu Bergantung Pada Manajer Investasi

Saat kamu belanja sendiri, kamu bisa nentuin angka yang kamu mau.

  • Sudah cuan 10 % dan jualan? Why not?!
  • Rugi 1 % dan cut loss? Why not?!

Kalo beli reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi, kamu nggak akan punya hak istimewa seperti itu.

Manajer Investasi yang ngurusin. Manajer Investasi yang punya hitungan.

Dan sedihnya kadang Manajer Investasi yang main-main.

Makanya penting untuk cari Manajer Investasi yang bonafide dan punya kredibilitas baik.

Nggak cuman modal jago nyetak return doang.

Karena di pasar modal itu ada istilah gorengan. Kamu dan saya nggak akan tahu isi dapur si Manajer Investasi secara gamblang.

Sehingga kamu dan saya nggak akan tahu dia lagi ngegoreng atau nggak.

Makanya pilih yang kredibel. Jadi nggak perlu khawatir mereka nge-goreng sesuatu di belakang layar. 

 

JENIS-JENIS REKSADANA

Secara umum ada 3 jenis reksadana :

  • Reksadana saham
  • Rekssadana pendapatan tetap / obligasi
  • Reksadana pasar uang

Sisanya adalah penggabungan dari komponen-komponen ini. Silahkan cek artikel ini untuk tahu jenis-jenis reksadana yang ada di pasaran.

Beda masing-masing reksadana terletak pada jeroannya.

  • Reksadana saham akan belanja saham.
  • Reksadana pendapatan tetap atau obligasi akan belanja obligasi alias surat hutang.
  • Dan reksadana pasar uang akan belanja deposito atau produk pasar uang lainnya.

Pertanyaan penting setelah kamu tahu jenis-jenis reksadana adalah mau pilih yang mana?

 

Kamu Pilih Reksadana Apa?

Saya ingin agar kamu simak baik-baik penjelasan di bawah ini.

1. Reksadana Saham

Saham dari jaman batu disebut sebagai instrumen investasi yang paling potensial. Bisa naik tinggi banget dan bisa turun dalam banget.

Hal yang paling tepat untuk gambarin reksadana saham adalah volatile, alias naik turunnya kayak roller coaster.

Aslinya hanya reksadana saham yang bisa ngasih return sampai 20 % per tahun.

Tapi karena returnnya paling potensial, potensi risikonya juga gede.HIGH RISK HIGH RETURNReksadana saham bisa turun sampai % yang nggak kamu sangka. Sehingga pertanyaan yang harus kamu jawab adalah : sudah siapkah kamu saat dia turun dalam?

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Atau reksadana obligasi.

Katakanlah kamu kepengen dapat jajan bulanan. Maka obligasi yang membagi kupon secara teratur adalah pilihanmu.

Jadi kamu dapat potensi untung dari kupon bulanan dan potensi naik turunnya harga.

Dalam kondisi paling oke, kamu mungkin bisa dapat 15 % per tahun.

Bisa naik turun juga, tapi biasanya nggak sampai 30-an %.

3. Reksadana Pasar Uang

Adalah reksadana yang nggak pernah rugi. Kamu akan selalu untung.

Karena bunga depositomu akan dibayarkan setiap periode dan menambah nilai aset bersihmu.

Biasanya RDPU mungkin ngasih kamu 7 % paling kecee per tahun. Tapi kamu nggak perlu khawatir dia bakalan turun harga.

RDPU sering digunain untuk menampung uang hasil penjualan investasi. Jadi setelah realisasi cuan, investor pasti kepengen belanja lagi biar cuan lagi.

Nah sebelum nemuin barang yang bisa dibeli, RDPU bisa jadi wadah untuk menampung uang tersebut.

Ketimbang diletakin di bank yang angka bunganya rendah banget, mending dapetin cuan dari RDPU yang lumayan. 

 

Jadi dari ketiga ini, mana yang risikonya mampu kamu tanggung dan return-nya paling kamu inginkan?

 

Profil Risiko Investor Reksadana

Biar gampang untuk memilih portofolio reksadanamu, kamu harus tahu seperti apa profil risikomu.

Dalam dunia investasi, ada 3 profil risiko  sebagai berikut :

1. Investor Agresif

Investor tipe ini adalah investor yang panas.

  • Rela dapat rugi sampai habis, asalkan bisa dapat untung besar.
  • Tipe high ini cocok main di reksadana saham yang  akan ngasih angka return yang tinggi.
  • Sebagai imbal dari return yang tinggi itu, investor juga terpapar risiko yang tinggi.
  • Setiap ada potensi untung besar, ada juga risiko rugi yang bahkan lebih besar. 

2. Investor Moderat

Ini tipe investor yang bijak.

  • Rela hilang uang hingga paling banter berapa % dengan catatan return-nya cukup bagus.
  • Biasanya investor ini berinvestasi untuk keperluan jangka menengah, sehingga nggak siap merugi dalam jangka pendek.
  • Tipe reksadana yang cocok bisa reksadana pasar uang atau reksadana campuran atau beberapa reksadana pendapatan tetap.

3. Investor Konservatif

Ini tipe investor nanggung.

  • Nggak masalah untung rendah asal nggak ada potensi rugi.
  • Investor tipe ini mainnya reksadana terproteksi atau reksadana pasar uang.
  • Tujuan investasinya jangka pendek doang.

Sebelum kamu belanja, kamu akan disodori kuesioner yang wajib kamu isi dengan jujur.

Kuesioner ini fungsinya adalah untuk memahami tipe investor seperti apa dirimu sesungguhnya.

Silahkan klik link ini untuk cari tahu profil investor-mu.

 

STRATEGI CARA INVESTASI REKSADANA BAGI PEMULA

Saya paham, judul sub ini terdengar berat banget.

Aslinya, nggak sama sekali. Trust me.

Tujuannya adalah untuk ngasih tau bahwa siapapun kamu, sebagai calon investor adalah haram hukumnya untuk investasi tanpa strategi apalagi tujuan.

Sehingga balik lagi ke poin mengenai tujuan investasi.

Apa sih yang kamu harapin sewaktu kamu mulai berinvestasi?cara investasi reksadana untuk pemulaDan hanya ada satu jawaban itu yang bikin kamu mau membaca artikel cara investasi reksadana untuk pemula ini.

Semua orang investasi buat mencetak untung.

Pertanyaannya adalah syarat dan kondisi macam apa yang siap kamu terima demi keuntungan ini?

Nah, untuk mempermudah proses kamu mikir, saya buatin 3 alur di bawah ini.

1. Tentukan Mau Investasi Berapa Lama

Kalo investasimu untuk jangka pendek, lebih bijak memilih reksadana yang tingkat risikonya lebih rendah.

Kalo investasimu untuk jangka menengah atau jangka panjang, barulah kamu bisa campurin antara reksadana saham dengan reksadana pendapatan tetap.

2. Tentukan Profil Risikomu

Agar kamu nggak panikan saat hasil investasimu nggak berjalan sesuai rencana.

Trust me!

Masalah bakalan datang nyariin kita. Jadi nggak usah nambah potensi masalah dengan belanja di luar profilmu sendiri.

3. Beli Majalah Reksadana

Sayangnya saya nggak lakuin ini lebih awal. Salah banget.

Karena belanja majalah reksadana ngasih kita gambaran tentang barang apa saja yang ada di luar sana.

Modal blog dan bacaan di internet nggaklah cukup. Plus dengan memegang majalah di tanganmu sendiri, keinginanmu untuk membaca lebih gede dibandingkan baca di ponsel.

Percaya deh. Notifikasi muncul sepanjang jam. Dan selalu ada yang lebih menarik dibanding memilih reksadana.

Membaca majalah reksadana, memetakan dengan jelas produk reksadana yang ada di pasaran. Dan setelah melihat barang yang menarik minatmu, kamu bisa fokus riset ke barang itu saja.

Jadi informasinya nggak overload.

 

Cara Belanja Reksadana

Idealnya kamu sudah tahu reksadana yag hendak kamu beli.

Sehingga kamu tinggal cari tahu hal lain sebagai berikut :

1. Baca Fund Fact Sheet

Fund fact sheet adalah kertas prospektus dari Manajer Investasi.

Bacalah prospektus sebelum kamu belanja. Karena di dalam prospektus ada :

  • angka return historikal 
  • komponen jeroannya si reksadana
  • biaya-biaya dan syarat penjualan

Klik link ini untuk belajar cara mudah baca prospektus reksadana. 

 

2. Buka Data Indeks

Misalnya kamu milih belanja reksadana saham, maka kamu perlu tahu harga indeks hari itu. Klik saja IHSG hari ini.

Kalo indeks turun, kamu boleh belanja. Kalo indeks naik, tahan dulu.

Selalu sabar dan tunggu koreksi, barulah masuk belanja.

  • Tipsnya, kalo di siang hari IHSG sudah turun maka kamu harus belanja sebelum jam 1 siang untuk dapetin harga yang turun itu. 
  • Hal yang sama berlaku saat kamu kepengen jual reksadanamu. Saat IHSG sudah naik, maka kamu harus jualan sebelum jam 1 siang. 

Harga reksadana itu nggak real time hari ini.

Karena merupakan kumpulan, jadi harganya baru update keesokan harinya.

Sehingga untuk belanja di hari yang sama, kamu harus beli / jual secepat mungkin.  Kalo sudah lewat dari jamnya, harga akan mengikuti harga esok hari.

 

3. Atur Portofoliomu

Artinya nggak semua budget investasimu perlu dibelanjakan sampai habis.

Karena selalu ada potensi koreksi harga.

Jadi saya belanja dengan porsi 30-30-20-20.

  • Beli dengan budget 30 % dulu.
  • Kemudian lihat pergerakan harga. Koreksi I belanja 30 % lagi.
  • Koreksi II belanjar 20 % lagi.
  • Kalo nggak ada koreksi atau harga masih tetap boleh belanja tapi jangan sampai habis. 

Harapannya dengan bagi-bagiin begini adalah supaya saat koreksi saya masih punya uang buat belanja.

Jadi harga rata-rata bisa lebih rendah. Proses ini juga disebut averaging down.

Membuat harga rata-rata menjadi lebih kecil dengan cara belanja saat terjadi koreksi. 

 

FAQ CARA INVESTASI REKSADANA UNTUK PEMULA

1. Gimana cara investasi reksadana untuk pemula?

Cara investasi reksadana adalah belanja reksadana pilihanmu saat harga lagi murah dan jual saat harganya naik.

Atau kamu bisa belanja setiap bulan untuk diakumulasi dalam jangka panjang.

2. Gimana caranya dapetin untung dari reksadana?

Untung reksadana baru dapat direalisasikan saat kamu sudah menjual unit reksadanamu.

Selama unit belum dijual, akan ada potensi penurunan harga atau kenaikan harga.

Yang artinya ada kemungkinan harga akan turun dan kamu akan rugi.

Jadi sebelum kamu menjual unitmu, kamu belum membukukan untung dari reksadana.

3. Apakah investasi reksadana bisa rugi?

Sejatinya investasi itu pasti bisa rugi. Makanya disebut investasi karena ada potensi untung dan ada risiko rugi.

Jika kamu adalah tipe investor yang konservatif dan nggak mau kehilangan uang sepeserpun, Reksadana Pasar Uang bisa jadi pilihan.

Karena dengan belanja Reksadana Pasar Uang, walopun untungmu nggak besar tetapi risiko rugi itu kecill bangettt.

Jika kamu memilih tipe reksadana lain seperti Reksadana Saham atau Reksadana Pendapatan Tetap, kemungkinan rugi selalu ada.

4. Apakah investasi reksadana aman?

Sadly kalo ngomongin soal uang, nggak ada satupun instrumen yang super aman.

Menyimpan uang di bank saja masih bisa kena risiko dimana bank tersebut likuidasi dan kamu harus berurusan panjang dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Investasi nggak ada yang aman sayangg! Kamu harus nerima risikonya, baru bisa belanja.

Kalo kamu belum siap dengan risiko penurunan harga atau kehilangan pokok investasimu, jangan belanja.

5. Apa yang akan saya dapetin saat berinvestasi reksadana?

Kamu akan dapetin :

  • Laporan transaksi dari Bank Kustodian
  • Laporan unit dari Manajer Investasi
  • Laporan rutin bulanan dari Manajer Investasi

6. Bolehkah membeli reksadana secara online?

Boleh banget.

Membeli reksadana di tempat yang berijin sama amannya dengan membeli melalui bank atau langsung ke Manajer Investasi.

Jadi pastiiin kamu belanja di tempat yang tepat dengan cara memastikan bahwa tempat itu sudah berijin dari Otoritas Jasa Keuangan.

7. Bagaimana cara investasi reksadana secara online?

  • Memilih platform yang akan kamu gunakan. Saran saya untuk pemula adalah Bareksa dan Bibit.
  • Membuka akun investor atas nama kamu. Proses ini biasanya online dan nggak ribet.
  • Menyetorkan uang. Senengnya saat ini banyak platform yang kerjasama dengan e-money. Jadi kamu tinggal top up e-money dan ready untuk belanja.
  • Pilih dan beli reksadana pilihanmu.

8. Mana yang lebih baik tabungan berjangka atau reksadana?

Tabungan berjangka sifatnya adalah untuk melatih agar kamu dan saya bisa disiplin dalam menabung.

Sehingga harus dipahami kalo konsep menabung vs konsep investasi adalah dua hal yang sangat berbeda.

Investasi melalui reksadana adalah langkah selanjutnya apabila kamu sudah on track menabung.

Kalo kamu masih bertanya mana yang lebih baik antara tabungan berjangka vs reksadana, maka saran saya adalah kamu membuka tabungan berjangka dulu.

Untuk melatih kedisiplinan dalam menabung.

Setelah jago dan disiplin nabung, barulah tepat jika kamu mulai berinvestasi.

9. Gimana cara investasi reksadana untuk pemula yang benar?

Nggak ada cara yang benar atau salah.

Di sini saya mau memperjelas : bahwa selama kamu datang dengan mindset yang baik dan melakukan riset, cara investasimu sudah pasti benar.

Tapi kalo kamu hanya modal denger teman atau baca artikel dan kepengen kaya mendadak, maka cara investasimu adalah salah besar.

***

Sampai di sini dulu guideline komprehensif cara investasi reksadana untuk pemula.

Congrats, kamu sudah belajar banyak banget hari ini. Dan get ready untuk cari cuan-mu sendiri di pasar reksadana. 

LINK DI WARTADANA :

  • Instagram wartadanablog => sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.
  • Twitter wartadanacom=> sharing artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.
  • Sitemap wartadana=> melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.
  • Terima kasih sudah main ke wartadana.com

REFERENSI PERSONAL FINANCE KAUM MILLENNIALS

Sumber :

LINK UNTUK BELAJAR LEBIH TENTANG REKSADANA :

Pekanbaru, 09 April 2020

Jangan ragu untuk komen perihal cara investasi reksadana untuk pemula, jika ada yang membuatmu bingung.

Summary
CARA INVESTASI REKSADANA UNTUK PEMULA (Guideline Komprehensif)
Article Name
CARA INVESTASI REKSADANA UNTUK PEMULA (Guideline Komprehensif)
Description
Don't miss this one! Guideline komprehensif dari A sampai Z tentang cara investasi reksadana untuk pemula dalam bahasa yang mudah dipahami.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: maaf, no copy paste.