Uang 100 Ribu Masuk Celengan Saja.

Di artikel kali ini saya akan kasih hitungan kalkulator cabe mengapa uang 100 ribu masuk celengan saja.

Dan akan ada :

  • Hitungan uang 100 ribu bisa apa ?
  • Hitungan kalo uang 100 ribu ditabung di rekening bank ;
  • Hitungan kalo uang 100 ribu beli emas di market place ;
  • Hitungan kalo uang 100 ribu beli reksadana.

Jika kamu sedang kepikiran untuk masuk ke salah satu opsi di atas, kamu akan suka sekali hitungan kalkulator cabe di artikel kali ini.

Keep scrolling. 

Uang 100 Ribu Bisa Apa?

Ini pertanyaan siapa saja. Emang dengan uang 100 ribu kamu bisa ngapain? Kamu bisa beli apa?

Banyak orang punya pendapat kalo uang 100 ribu itu kecil. Nominalnya sangat sedikit dan nggak memadai untuk modal melakukan apapun.

Untuk makan sehari saja nggak cukup. Dengan asumsi sarapan pagi, ngopi, makan siang, ngopi dan makan malam.

Iyah benerrr, nggak bakalan cukup kalo seleranya yang enak dan mahal.

Tapiii hari ini tulisan ini bukan diperuntukkan bagi mereka yang punya gaya hidup mentereng.

Tulisan ini khusus untuk kita-kita, kamu dan saya, yang masih struggle dan bertanya-tanya benarkah nilai 100 ribu sekecil itu?

Karena ternyata masih banyak sekali orang yang menjalani hidup dengan modal bahkan nggak sampai 100 ribu per hari.

Hitungan bodohnya gini :

Data BPS posisi 2016 mencatatkan Rp 1,9 juta sebagai upah minimal rata-rata di Indonesia.

sumber : bps.go.id

Setelah 3 tahun berlalu, dengan hitungan kece UMR naik 10 % setiap tahunnya maka mari berasumsi bahwa UMR rata-rata tahun 2019 akan menjadi Rp 2,6 juta.

Bagi Rp 2,6 juta ini dengan 30 hari, yang artinya masih banyak dari kita yang hidup dengan biaya nggak sampai Rp 100 ribu per hari.

Sehingga jika di titik ini kamu hanya mampu nabung 100 ribu per bulan, maka nggak usah berkecil hati.

Apalagi berpikir kalo 100 ribu tersebut nggak akan jadi apa-apa sehingga lebih baik nggak ditabung.

Percaya deh, nggak ada orang yang nyesal punya tabungan.

Dan uang Rp 100 ribu masih memadai banget di tahun 2019 ini.

PS : update per 20/02/2020 : uang 100 ribu bahkan lebih memadai di tahun 2020 ini.

 

Uang 100 Ribu Nabung di Rekening

Membuka rekening bank untuk menampung uang Rp 100 ribu tabungan tersebut.

Ingat selalu : berapapun angka yang mampu kamu sisihkan dengan rutin setiap bulan saat ini adalah komitmen yang kamu penuhi pada dirimu sendiri.

10 tahun yang lalu biaya administrasi bank biru hanya 10 ribu Rupiah per bulannya (kalo nggak salah ingat ya).

Setiap bulan dengan menyetorkan Rp 100 ribu, saya hanya menambah uang Rp 90 ribu (karena potong biaya administrasi Rp 10 ribu).

Dalam setahun tabungan yang saya harepin bisa jadi Rp 1,2 juta ternyata hanya nambah Rp 1,08 juta.

Tanpa saya sadari biaya nabungnya 10 % per bulan.

Dan ternyata opsi ini jelek sekali. Saya nggak sarankan siapapun untuk ambil opsi ini, kecuali kamu memang nyaman menabung di bank.

Tipsnya adalah :

  • Membuka rekening yang bebas biaya administrasi (banyakk bangett kok. Semua bank BUKU 3 punya produk ini, yang nggak bayar biaya administrasi bulanan).
  • Membuka rekening yang dekat dengan rumah atau kantor. Jadi kamu bisa langsung setorin uang ke bank tanpa kena biaya admin transfer.

 

Uang 100 Ribu Beli Emas di Market Place

Jujur, opsi ini bukan selera saya, tapi marilah kita hitung sama-sama!

Kamu beli emas di marketplace yang barangnya nggak ada dalam genggamanmu. Hanya tampak dalam bentuk saldo di aplikasi.

Di sana sudah ada harga beli dan harga jual yang ditetapkan. Sama kayak nukar uang ke bank atau ke money changer.

Harga jual akan lebih rendah dari harga beli. Sudah ada angka margin yang merupakan untung bagi si market place.

Saya ambil contoh dari salah satu site penjual emas :

sumber : indogold.com

Keliatan kan ada selisih antara harga beli dan jual? Selisih Rp 24 ribuan atau sekitar 4 %.

Cara bacanya :

Saat kamu beli emas hari ini dengan harga per gram Rp 633 ribu maka dapat kamu jual dengan harga 608 ribu per gram.

Yang artinya untuk akuisisi emas ini, sudah ada biaya 4 %.

Sadarkah wahai para investor yang coba main-main beli emas dengan modal 5 ribu Rupiah itu?

Okelah nanti kalo harga naik, tinggal jual emas dan untungg dehh! Yeayy!

Yok ngeliatin chart :

Grafik Harga Emas Harian Mar 2018-Mar 2019
sumber : Indogold.com

Kamu akan untung kalo beli emas di harga 550 k dan menjualnya di harga 650 k.

Logikanya dengan membeli di harga 550 k maka modal kamu adalah 550 k.

Asumsi ada perbedaan 4 % dari harga jual dan beli, maka di harga beli 650 k harga jual kamu adalah 624 k.

Voila, benerr kamu untung segede gaban. Selisihnya 75 ribuan per gram alias 13 % (624-550). Lumayan bangett.

Tapi realistis aja ya.

Kalo baru mampu menyisihkan Rp 100 ribu, besar kemungkinan kamu bahkan nggak tahu gimana cara baca chart.

Secara human nature kamu dan saya baru belajar sesuatu saat hal tersebut menguntungkan secara langsung.

Dengan uang nominal 100 ribu, kamu dan saya tahu belajar chart itu di luar batas dan nggak dapat digunakan di saat itu juga.

Yang sering terjadi justru kamu belanja emas di harga 625 k. Yang artinya nunggu bertahun-tahun baru bisa untung.

Secara selama setahun terakhir ajah nggak pernah harganya lewat dari 650 k, dan kamu belum untung di angka segitu.

Update :

Di tahun 2019-an akhir, harga emas sempat naik gila-gilaan. Bahkan hingga 20/02/2020 ini menyentuh 750 k, mematahkan argumen di atas.

Tetapi ingatlah, bahwa harga naik karena momentum :

  • momen trade war oleh si Bapak Trump, 
  • desas desus resesi kemana-mana,
  • virus corona melumpuhkan perekonomian. 

Kembali lagi, kalo kamu selera ya silahkan dibeli. Tapi, ingat hitungan di atas. Bukan belanja pas harga tinggi loh ya. 

 

Uang 100 Ribu Beli Reksadana

Opsi yang sering banget ditawarin oleh market place.

Dengan iming-iming untung yang besar dan ngasih diri kamu reward instant dengan memanggilmu investor karena sudah beli reksadana 100 ribu-an.

Well, sorry to break the news. Tapi belanja produk investasi di market place itu susah untungnya.

Karena di awal belanja kamu sudah kena biaya :

  • Untuk membayar lewat bank atau ATM, yang notabene kena biaya transfer atau top up.
  • Untuk membayar lewat Indomaret atau Alfamart juga kena biaya admin.
  • Kena biaya fee pembelian di awal.
  • Pas mau jual, ada pula aturan maksimal penjualan dan minimal sisa unit.

Ada yang sadar dengan ketentuan seperti ini kah?

Ada pula pertanyaan dasar berupa :

Pembelaannya : kan kamu beli unit. Kalo IHSG turun kamu beli, kalo IHSG naik kamu jual.

Sejago apa sih kamu dan saya membaca chart IHSG atau mantengin pergerakannya? Dan kalopun jago, uang 100 ribu bisa untung berapa?

Kinerja IHSG 5 tahun terakhir
Sumber : google.com

Dari grafik di atas, dengan belanja 5 tahun lalu di angka 5.000 maka kamu bisa jual 6.500 saat ini.

Untungnya berapa? 30 % selama 5 tahun = 6 % setahun.

Anggaplah, kamu mau pake hitungan asumsi untung 10 % per tahun, coba pertimbangkan :

  • Kena biaya admin transferan di awal setor 5 ribu.
  • Kemudian sewaktu menjual reksadana 100 ribu akan kena biaya transfer 5 ribu kembali.
  • Dan ada ketentuan minimal dana mengendap sewaktu melakukan penjualan reksadana.

Yang ada balik modal doang.

Itupun dengan catatan ada kenaikan harga 10 %.

Ya, tapi orang beli IHSG dulu di tahun 2008 waktu IHSG masih 2 ribuan. 10 tahun kemudian sudah 6 ribuan dengan untung 200 % yang artinya 20 % per tahun.

Ini sama kayak orang ngomong yang beli rupiah di harga 10 ribu dulunya.

Mungkin dulu mah bisa terjadi atau ke depannya akan terjadi tapi nggak dapat waktu dekat.

Realistis dehh! Selama 5 tahun terakhir cuman cuan rata-rata 6 % per tahun.

Psst : per 20/02/2020 ada yang sudah lihat angka IHSG ? Rp 5.942 (lagi turun)

 

Uang 100 Ribu Masuk Celengan

Ini yang bener dan secara hitungan nggak merugikan.

Uang Rp 100 ribu lebih baik ditabung di celengan. Setidaknya yang jelas disimpan 12 bulan juga jadi Rp 1,2 juta.

Ntar kalo sudah jadi Rp 1 juta, dibawain ke bank dan disimpan di sana.

Banyak bank yang produk rekeningnya dengan saldo di atas Rp 1 juta sudah gratis biaya administrasi bulanan.

Tahun depan semoga rejeki lancar dan nominal tabungan bisa ditambah.

Tapi ingat selalu untuk pegang komitmenmu sendiri.

Intinya begitu dimasukin ke celengan, nggak boleh keluar sebelum 1 jutaan dan hanya boleh disetorkan ke bank. 

BACA JUGA :

Link Wartadana :

  • Instagram wartadanablog => sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.
  • Twitter wartadanacom => sharing artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.
  • Pinterest wartadana => pin banyak quotes finansial.
  • Jika kamu adalah pengguna Pocket, connect dengan saya di sini.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com

REFERENSI FINANSIAL KAUM MILLENNIALS

Pekanbaru, 26 Maret 2019

UANG 100 RIBU MASUK CELENGAN SAJA, SETUJU ?

Summary
Article Name
UANG 100 RIBU MASUK CELENGAN SAJA
Description
Bahas tuntas mengapa uang 100 ribu lebih baik masuk celengan saja dibanding beli emas di market place atau investasi reksadana ala-ala millennials.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *