Perlukah Ngelakuin Review Akhir Tahun?

Pertanyaan perlu atau nggaknya ngelakuin review akhir tahun, balik lagi ke diri kamu.

Perlu nggak sih tahu sudah seberapa jauh kamu ngabisin waktu 2020 ini untuk tujuanmu?

Well, jika jawabanmu perlu, yok kita devour abis-abisan review akhir tahun yang membangun.

Agar kamu bisa bikin resolusi tahun baru yang bermakna.

Tapi jika jawabanmu adalah let it go with the flow, maka let it go!

 

1. Pentingkah Review Akhir Tahun ?

Sebagai type A people, sesuatu yang terencana adalah poin penting bagi saya.

Hopefully, kamu yang ngebaca artikel juga merupakan type a personality. Toss! Jadi artikel ini bakalan masuk akal bagimu.

Tapi jika kamu bukan type A, it’s okay.

Kita akan bahas review akhir tahun terkait keuangan pribadi dengan super santaii! I promise you!

Btw jika kamu serius mau lakukan review keuangan akhir tahun, silahkan download template Review Akhir Tahun tahun 2020 ini.

 

2. Cara Review Akhir Tahun

Cara review akhir tahun paling mudah adalah dengan bandingin antara resolusi tahun baru dengan hasil yang sudah kamu capai dalam 1 tahun ini.

Namun seringnya kita nggak bikin resolusi tahun baru sehingga nggak ngerti mau ngapain di tahun ini.

Makanya hidup jalan begitu saja dan tanpa sadar, ketika sudah mau akhir tahun barulah kita nanya.

What the f*ck am i doing with my life? Apa yang gua lakuin dengan hidup gua selama ini?

Untuk menghindari perasaan kayak gini di akhir tahun depan, yok mari review tahun ini dengan jujur dan set resolusi tahun baru yang kece di tahun 2021.

Agar di akhir 2021, kamu bisa senyum bangga dengan pencapaian-pencapaianmu.

Yess! Btw download dulu template Review Akhir Tahun ini, biar gampang dikerjain! Atau cukup ambil kertas dan pena buat ditulisin.

 

a. Apa Pencapaianmu?

Tulis apa pencapaian atau sesuatu yang bikin kamu bangga secara finansial di tahun 2020 ini.

Contoh :

  1. Bisa menabung lebih karna mengurangi take out atau goFood.
  2. Alokasikan budget liburan untuk belajar / ambil kursus online.
  3. Naik gaji karna performance 2019-mu cakep abis.
  4. Hemat checkout Shopee / Toped karna harbolnas tiap bulan.

Apapun itu, tulisin aja! Bahkan sereceh poin nomor 4.

 

b. Tulis Rencana Jangka Panjang

Rencana atau goal jangka panjang adalah hal yang benar-benar kamu inginkan. Tulisin aja.

Contoh :

  1. Kepengen beli rumah sendiri, jadi nggak perlu nyewa setiap tahun.
  2. Mau nonton konser Coldplay yang terkenal kaya pengalaman itu.
  3. Apapun yang kamu mau!

Saat nulisin hal-hal ini, jujur deh sama diri sendiri.

Rencana atau keinginan yang receh? Gak masalah!

Goal yang super nggak realistis? Tulisin aja. So what?

 

c. Catat Jumlah Aset & Hutang

Bikin catatan tahunan tentang jumlah aset yang kamu miliki dan hutangmu pada pihak lain adalah langkah ketiga dalam tahap review keuangan pribadi tahunan.

Tujuannya adalah agar kamu tahu apa saja yang sudah kamu punya dan berapa nilai kekayaan bersihmu.

Caranya pun sederhana.

 

1) Tulis Jumlah Aset

Kamu cukup tulis apa saja aset yang kamu miliki, mulai dari tabungan, reksadana, emas, rumah atau apapun itu.

Yang jelas bukan aset seperti anak (dan biaya membesarkan anak).

Nah jika asetmu adalah aset yang nilainya bisa naik / turun, kamu bisa catat nilai saat ini atau harga belimu.

Mana yang kamu mau.

Contohnya kayak emas atau saham atau rumah.

Mau catat harga beli yang komplit termasuk pajak & biaya lainnya, silahkan! Ditulisin harga belinya juga silahkan!

Yang penting ditulisin dengan lengkap dan benar.

Sedikit out of topic.

Saya pernah ketemu seseorang yang dengan bangga ngomong bahwa investasi terbesar dalam hidupnya adalah anak-anaknya.

Uhm, anak itu bukan investasi.

Karna saat seseorang melabel anaknya sebagai investasi, dia pasti pengen anaknya ngasih sesuatu balik di kemudian hari.

Antara jago cari uang atau kepengen anaknya jadi juara umum.

Dan cara pikir begini salah besar dan bikin sandwich generation bakalan terus ada.

Coba deh baca tulisan Kahlil Gibran, anakmu bukanlah milikmu. (just saying!).

 

2) Catat Jumlah Hutang

Kamu bisa tulisin jumlah hutang termasuk bunganya, atau hanya pokok hutang saja.

Cara manapun yang mudah bagimu.

Contoh :

  1. Cicilan kartu kredit Rp 1 juta per bulan, masih sisa 3 kali lagi. Maka Rp 3 juta.
  2. Hutang KPR cicilan Rp 5 juta per bulan, sisa 80 bulan lagi. Totalnya Rp 400 juta.
  3. Minjam uang ke orangtua sebesar Rp 4 juta, bayarnya pas lagi ada uang saja.

Untuk catat pokok pinjaman saja, kamu bisa WA marketing yang ngurusin KPR-mu dan minta angka sisa pokok pinjaman / outstanding pinjaman.

Yang penting dicatat dengan detil dan apa adanya.

 

d. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan adalah proteksi terhadap kesehatan pribadimu.

Tapi nggak cuman mikirin asuransi kesehatan, biasanya ada 2 aspek yang sama pentingnya dan sering kali nggak dipikirin yaitu :

  • Uang pertanggungan saat terkena sakit kritis,
  • UP jika cacat tetap dan nggak bisa beraktivitas seperti biasa.

Maka mumpung di momen review, mari tulisin sekalian berapa jumlah uang pertanggungan jiwa atau plan asuransi kesehatan yang kamu miliki.

Contoh :

  1. UP meninggal dunia sebesar Rp 500 juta
  2. Sakit kritis sebesar Rp 300 juta (bisa cair berapa % jika kamu terkena penyakit kritis stadium awal?)
  3. Cacat tetap total sebesar Rp 400 juta
  4. Plan kamar asuransi kesehatan Rp 500 ribu per malam
  5. Budget operasi Rp 100 juta per kali masuk rumah sakit
  6. BPJS kesehatan kelas 2.

Catat aja sesuai kondisi asuransi jiwa & kesehatan yang saat ini kamu miliki.

 

e. Investasi Cuan / Buntung ?

Apapun instrumen investasi yang kamu pilih, baik itu reksadana / peer to peer / saham pastilah bisa cuan / jadi rugi.

Pentingnya mencatat investasi adalah untuk tahu posisimu sudah sampai mana.

Bisa jadi kamu termasuk orang yang beruntung dan terus berinvestasi bahkan di masa awal pandemik, sehingga portofoliomu semoga sudah ijo semua.

Atau bisa jadi kamu termasuk yang lelah hati karna cuan udah tergerus parah dan menutup mata berbulan-bulan lamanya.

Well, inilah saatnya untuk menghadapi kenyataan dan mulai nulisin hasil investasimu dalam setahun ini.

 

3. Review Akhir Tahun Keuangan Pribadi

Setelah kamu nulisin hal-hal di atas dalam secarik kertas, sekarang saatnya kita review setiap poin di atas.

a. Hal Yang Mampu Kamu Capai

Percaya atau nggak, kamu punya kemampuan untuk melakukan apapun yang kamu mau.

Buktinya?

Lihat sendiri daftar pencapaian yang kamu tulis!

Apa sih yang bikin kamu paling bangga? Atau ngerasa puas banget saat sadar bahwa kamu berhasil melakukannya?

Contoh : Bagi saya pencapaian paling memuaskan di 2020 ini adalah belajar berinvestasi saham dengan layak.

Jadi saya berusaha investasi dengan cerdas dan mengambil profit di range yang cerdas juga.

Bukan kayak dulu yang kalo sudah gain 5 % saja, sudah langsung taking profit dengan perasaan seneng luar biasa pula!

Saya baru tahu ternyata dengan belajar secara tepat, mindset bisa diubah. Dan puas banget ngerasain cuan yang gemuk-gemuk.

Kamu? Apa pencapaian paling membanggakan di 2020 ini?

Setelah mengakui bahwa kamu bisa mencapai beberapa hal, sekarang mari mengganti pola pikir.

Jika tanpa fokus banget, kamu bisa capai hal-hal di atas, menurutmu apa yang bisa kamu capai saat kamu mutusin untuk fokus?

 

b. Keinginan-Keinginanmu

Tahu nggak satu rahasia penting?

Dengan nulisin keinginanmu, kemungkinan tercapainya akan lebih besar. Daripada cuman mikirin di kepala.

Dan kamu sudah selangkah lebih dekat, karna di tahap sebelumnya kamu sudah nulisin keinginan-keinginanmu.

Sekarang adalah waktunya untuk ngasih konteks pada keinginan tersebut dengan metode SMART Goal. (nggak ribet sama sekali, trust me!)

Contoh :

  1. Kepengen beli rumah sendiri, jadi nggak perlu nyewa setiap tahun. -> Kepengen punya rumah sendiri sebelum usia 40 / bisa kumpulin DP dan KPR rumah paling lambat 5 tahun ke depan. Targetnya harga rumah kira-kira Rp 500 juta.
  2. Mau nonton konser Coldplay yang terkenal kaya pengalaman itu. -> Cari tahu harga tiket dan lokasi & jadwal konser selanjutnya (kalo sudah ada). Tambahin biaya akomodasi dan budget travelling. 

Dengan ngasih konteks waktu & nominal, kamu bisa bagi tujuan tersebut dalam action plan yang mudah dilakukan.

Dari contoh pertama soal beli rumah sebelum usia 40 tahun. Jika usia saya saat ini adalah 30 tahun maka akan ada 10 tahun ke depan.

  • Saya harus pikirin inflasi, sudah berapa harga rumah 10 tahun ke depan.
  • Atau mikirin berapa jumlah yang harus saya sisihkan per bulannya untuk ngumpulin uang tersebut.

Jika goal beli rumah secara cash nggak terlalu realistis, gimana kalo saya ambil cara lain? Beli dengan KPR.

  • Berapa lama ngumpulin DP dan biaya KPR-nya?
  • Harga rumah plus inflasi selama periode tahun saya ngumpulin DP.
Tujuan kita adalah bikin goal yang realistis alias bisa dicapai.
Boleh kok bermimpi tinggi.
Tapi bermimpi yang realistis dan masih dalam kemampuanmu jauh lebih baik lagi.

Jadi silahkan ngasih konteks pada tujuanmu.

  1. Kasih batas uang yang dibutuhkan.
  2. Tulis jangka waktu untuk mencapainya.
  3. Cantumkan alasan mengapa kamu menginginkan tujuan tersebut.
  4. Pastikan goal tersebut realistis & bisa kamu wujudkan.

 

c. Angka Kekayaan Bersih

Angka kekayaaan bersih pribadi adalah nilai asetmu setelah dikurangi hutang.

Idealnya nilai net worth pribadi adalah surplus, yang artinya asetmu lebih besar daripada hutang.

Sehingga coba lihat lagi hasilnya, apakah total aset – (kurang) hutang sudah positif?

Atau hasilnya malah negatif?

Orang cenderung mikir bahwa hal-hal yang negatif adalah buruk.
Padahal kalo di-reframe, yang buruk justru adalah ketidaktahuan.

Jadi lebih baik saya sadar bahwa nilai kekayaan bersih saya negatif, dibanding saya bahkan nggak tahu apa posisi keuangan saya.

Dengan tahu bahwa nilainya minus :

  • Saya jadi tahu bahwa ternyata cara ngelola keuangan selama ini salah, sampai terjadi minus.
  • Kemudian bikin saya mikir, gimana sih cara supaya minus ini ketutup dulu?
  • Nantinya setelah itu barulah saya improve agar jadi surplus.

Bandingin dengan kondisi saya yang nggak tahu apa-apa dan jalan aja terus!

Padahal lampu merah sudah nyala (karna keuangan minus parah), tapi karna saya nggak tahu akhirnya jalan terus.

Syukur-syukur jalan sepi bebas masalah, jadi masih bisalah sampai di tujuan.

Kalo pas lagi apesnya malah tabrakan banteng dengan masalah lain? Yah, saya gepenglah di tengah-tengah masalah itu.

Nah, apa solusinya jika saat ini angka net worth kamu minus?

  1. Bikin prioritas dalam melunasi hutang, agar tepat sasaran.
  2. Mulailah cari cara untuk mengatur gaji bulanan dengan tepat, agar kamu bisa sisihkan uang untuk melunasi hutang-hutang lebih cepat.
  3. Belajar naikin penghasilan agar ada kelebihan uang sehingga kamu bisa bayar utang lebih cepat.
  4. Stay positive! 

Ingat kembali hal yang kamu simpulkan di awal bahwa :

Kamu bisa capai apapun yang kamu mau!

 

d. Perlindungan Masa Depan

Saya seneng nyebut asuransi sebagai perlindungan atau proteksi. Walopun ini bahasa agen asuransi banget!

Dengan membeli polis asuransi yang benar, kamu bisa melindungi masa depanmu dan keluarga.

Tujuannya sesederhana ini.

Tapi dalam praktiknya, beli asuransi saja nggak cukup. Kamu juga perlu lakukan upgrade asuransi.

Hal ini karna polis asuransi yang kamu beli tahun ini pastinya nggak sesuai untuk dipakai 5 tahun ke depan.

Contoh : pas awal kerja beli asuransi kesehatan (plan rawat inap) dengan harga kamar Rp 250 ribu per malam.

Mungkin saat ini kamu bisa dapatin kamar rumah sakit harga Rp 250 ribu.

Gimana dengan 5 tahun mendatang? Gimana dengan 10 tahun selanjutnya?

Untuk itulah perlunya review asuransi kesehatan juga!

Contoh 1 

Saya pernah dengar cerita seorang temen yang beli asuransi kesehatan sekitar 8 tahun yang lalu. Di tahun ini dia kena sakit yang gawat dan mewajibkan operasi.

Pede dong ke rumah sakit, karna sudah punya asuransi kesehatan. Bayar rutin pula selama 8 tahun.

Pas sampai di rumah sakit dan ngurus administrasi, barulah ybs sadar bahwa polis asuransi kesehatannya ini sudah ketinggalan jaman.

Angka biaya yang ditanggung asuransi jauh banget dari biaya yang harus dia bayarkan.

Sehingga mesti nombok banyak dan nggak nikmati fasilitas asuransi padahal bayar premi bulanannya nggak pernah absen.

Jadi coba cek kembali nilai pertanggungan dan plan asuransi kesehatan milikmu.

Jika angkanya nggak memadai, silahkan :

  • Cek plan asuransi kesehatan dari kantor, apakah bisa melengkapi? Kalo bisa, maka untuk sementara waktu nggak perlu upgrade polis asuransi kesehatan.
  • Cari tahu rumah sakit yang bisa menggunakan layanan BPJS kesehatan combo asuransi kesehatanmu. Agar bisa manfaatin layanan BPJS dahulu sebelum upgrade polis.
  • Diskusi dengan agen asuransimu untuk dapatin plan asuransi yang lebih update & layak, jika kamu membutuhkannya.

Contoh 2 : 

Saya pernah lakukan switch produk asuransi critical illness (CI) sewaktu perusahaan asuransi yang saya pilih ngeluarin produk baru.

Jadi di produk lama nilai CI-nya nggak bisa jadi uang pertanggungan (UP) jiwa. Misalnya saya meninggal tanpa klaim CI, maka yang dibayarkan hanyalah uang pertanggungan jiwa tok.

Tapi dengan upgrade, produk CI tersebut bisa jadi UP. Sehingga jika saya meninggal sebelum klaim CI, maka nilai CI tersebut akan menambah UP.

Lumayan banget!

Jadi coba diskusi dengan agen asuransimu, pastiin kamu tahu apa kebutuhanmu sehingga bisa upgrade pertanggungan asuransimu dengan tepat.

 

e. Hasil Berinvestasi

Saat mutusin berinvestasi, apapun tujuan keuanganmu, pastinya kamu mau cuan.

Kalo nggak buat apa beli instrumen investasi yang berisiko?

Tapi dalam praktiknya, investasi selalu punya potensi profit dan potensi rugi.

Makanya kamu perlu review hasil investasi tahunan.

Tujuannya sederhana, agar tahu potensi dari instrumen investasi yang kamu pilih.

  • Apakah masih bisa cuan nih?
  • Atau ternyata sudah ditinggalin investor dan nunggu karam?

Apapun investasimu, kamu perlu pastiin modalnya terjaga dahulu.

Wajar mikirin mau untung, tapi yang harus dikelola pertama kali adalah % kerugiannya.

Boleh saja kamu kepengen untung 100 %, tapi jika ada potensi rugi sampai 100 % apakah kamu siap?

Contoh :

Saya kenal seseorang yang belanja saham di harga tinggi demi dapatin deviden tahunan.

Jadi di tahun 2018 ybs nunjukin ke saya portofolionya yang lumayan dan cuan yang sama lumayannya.

Di tahun 2019, saham pilihannya meluncur jatuh.

Di tahun 2020, saham tersebut babak belur.

Saya kemudian ajakin ybs untuk averaging down! Karna untuk cut loss sudah nggak mungkin (terlalu dalam) dan saham ini masih punya potensi.

Tapi ybs memilih untuk nggak ngapa-ngapain dengan alasan malaslah, udah muak!

Kamu mungkin punya pengalaman yang sama. Atau mungkin pernah ketemu dengan orang seperti ini.

Sehingga kamu bertanya-tanya apa yang harus dilakuin?

Dan berikut adalah 3 tips menghadapi investasi boncos ala wartadana :

  1. Menghadapi kenyataan bahwa berinvestasi secara ceroboh adalah pengalaman hidup semua orang. Sehingga dibanding kesel dan muak, mending hadapi kenyataan. Emang saya sudah salah pilih.
  2. Cut loss jika kamu nggak menemukan potensi investasi tersebut. Lebih baik cut loss dan dapatin kedamaian di hati. Ketimbang kamu mutusin tetap di investasi tersebut dan ngikut dia terjun bebas. Hatimu bakalan lebih sakit lagi & kacau banget!
  3. Averaging down kalo kamu percaya dia bisa naik. Hanya boleh nambah modal dengan belanja saat harga turun, jika kamu yakin dia bisa naik. Hal ini untuk bikin modalmu turun dan lebih cepat balik modal.

Apapun cara yang kamu pilih untuk mengatasi kerugian investasimu, show up! Mau investasinya rugi sampai 90-an %, tetaplah show up!

Sayang banget jika kamu memilih untuk meng-hibernasi sebuah instrumen investasi hanya karna ruginya udah nggak ketolong.

Mending show up! Akui kesalahan!

Kemudian move on, baik dengan cara cut loss atau averaging down atau pilih instrumen investasi lainnya.

***

Pesan Sponsor

Wohoo! Nggak kerasa akhirnya kamu sudah selesai mereview keuangan akhir tahunmu.

Jika hasil reviewmu positif, well selamat!

Silahkan bikin goal baru atau upgrade tujuan finansialmu. Karna ternyata kamu mampu mencapai apapun yang kamu tetapin.

Jika review keuanganmu nggak terasa positif, well congratz anyway! Kamu sudah tahu salahnya dimana, kurangnya di bagian apa!

Tugasmu selanjutnya adalah memperbaikinya perlahan.

Ingat : mengelola keuangan pribadi bukan kerjaan satu malam kayak bangun candi!

Mengatur keuangan butuh waktu tahunan dengan perbaikan mindset berkala. Jadi bookmark mengelola keuangan ala wartadana ini agar bisa kamu baca kapanpun butuh.

Yok, mari lanjut merevisi keuangan pribadimu! Kamu sudah ada di jalur yang tepat!

Dannn, mari bicarain tentang resolusi tahun baru!

 

E-book Mini Artikel Wartadana

Note : Kepengen download artikel ini untuk dibaca kapanpun?

Wartadana punya toko e-book di Shopee yang menjual versi ebook mini dari setiap artikel di wartadana dengan harga super miring.

Kenapa ada artikel yang dijual sebagai e-book mini?

  1. Agar kamu bisa simpan dan print dalam format yang enak dibaca. Well, you can copas tapi saya sudah bikin versi ebook yang nyaman dibaca, dibanding versi copas!
  2. Supaya kamu nggak harus kelimpungan nyariin materi yang sudah cocok bagimu. Pss : selalu keep artikel favoritmu agar mudah diakses kembali. Poin dari membaca sesuatu berulang-ulang adalah untuk dapatin insight setiap kali kamu merasa butuh arahan.
  3. Bantu saya untuk bisa bangun wartadana menjadi tempat yang lebih baik lagi, tanpa mengurangi nilainya atau menjadi terlalu komersial.

Jadi silahkan liat-liat koleksi e-book yang menarik & membantu kamu dalam belajar mengelola keuangan.

Thanks sudah berkunjung ke wartadana.

REFERENSI PERENCANAAN KEUANGAN PRIBADI MILENIAL

Baca Juga :

Link Wartadana :

Punya pertanyaan lain soal review akhir tahun keuangan pribadi? Feel free untuk komen di bawah.

Summary
Article Name
REVIEW AKHIR TAHUN KEUANGAN PRIBADI (+ Template)
Description
Perlu nggak melakukan review akhir tahun keuangan pribadi? Gimana cara review akhir tahun yang konstruktif secara finansial? Klik di sini!
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *