5 LANGKAH APLIKASI SMART GOAL SECARA FINANSIAL

Mumpung masih dalam suasana tahun baru, yuk buat perubahan. Yang paling dasar adalah dengan merencanakan keuangan pribadi bagi kita para perempuan muda.


Masih ingatkah dengan 5 kriteria cerdas resolusi tahun baru 2019 kita? Yang salah satunya berisikan tentang aspek finansial?

Kali ini wartadana akan membahas gimana cara mengaplikasikan konsep SMART GOAL dalam merencanakan keuangan pribadi kita.

I know, pas dibaca terasa ribet banget. Tapi saya janji, artikel ini akan singkat dan ringkas.

Keep reading yah!

 

Mengapa penting untuk merencanakan keuangan pribadi?

1.   Kita adalah perempuan muda.

Sebagai perempuan muda, banyak sekali keinginan yang terbit di pikiran.

Kalo kita nggak ngaturin keinginan tersebut, keinginan tersebutlah yang akan mengatur kita.

Dan diatur oleh keinginan sama saja dengan dituntun oleh insting primitif yang buta.

2.  Hidup nggak harus bermanfaat, tapi mesti bermakna.

Saya ngerti kok dengan perasaan ‘Ih, orang sudah ngelakuin apa dan gua masih jalan di tempat’.

Tapi nih, kalo kita emang nggak terlahir untuk itu, ya legowo lah menerima bahwa hidup ini biasa-biasa saja.

Ketimbang punya keinginan besar untuk melakukan sesuatu bagi komunitas atau menciptakan start up triliunan Rupiah, mending fokus untuk membuat hidup kita terasa lebih bermakna.

Caranya?

Adalah dengan menikmatinya penuh. Memulainya dengan memberi kesempatan untuk menikmati banyak hal.

Makanya kita mesti bersikap bijak dalam memilih antara momen-momen bermakna yang mengisi hidup vs momen-momen belanja implusif yang fana.

APLIKASI SMART GOAL SECARA FINANSIAL

sumber : imgflip.com

Dan masih banyak alasan-alasan kecil lainnya yang biasa didengungkan oleh orang tua atau keluarga kita :

–    Emang nggak mau punya rumah sendiri? Nabung dong!

–    Emang nggak mau nikahannya meriah? Nabung dong!

–    Emang mau nanti anak kamu susah kayak kamu dulu? Nabung dong!

Dan banyak lagi. Tapi intinya sama.

Ada sebuah tujuan yang mesti didahulukan di atas keinginan kita saat ini.

 

Aplikasi SMART GOAL Secara Finansial

SMART adalah konsep yang menarik untuk membingkai setiap keinginan kita.

BACA JUGA : KONSEP SMART GOAL

Kebayang kan konsep yang detil ini diterapkan untuk aspek finansial kita.

Harapannya adalah hasilnya BOOM! WOW!

Kenapa harus menggunakan konsep SMART?

Jawabannya nggak harus, jika kamu paham bener apa keinginanmu dan MENGERTI waktu yang kamu tetapkan untuk mencapai semua itu.

Tetapi jika kamu masih kesulitan untuk mengatur keuangan dan kebanyakan tik-tok, maka konsep SMART mesti diterapkan.

Agar fokusnya terang, nggak blur akibat drama-drama.

Jadi apa saja komponen dari SMART Goal? Check this out yah!

 

SPECIFIC – RINCI

Tujuan finansial yang ingin kita capai sebisa mungkin kita buat spesifik. Artinya setiap keinginan kita mestilah jelas dan detil.

Masa sih kita hanya mampu berdegung seperti lebah :

Saya mau beli rumah.

Atau saya mau kaya.

Tanpa mengerti lebih lanjut seperti apa rumah yang kita inginkan? Tanpa memahami level kaya yang ingin kita capai.

Sis, rumah di daerah pinggiran dengan tipe RSS juga rumah, tapi apa itu goal kita?

Dan ternyata kaya itu ada levelnya loh.

APLIKASI SMART GOAL SECARA FINANSIAL

sumber : imgflip.com

Buat rincilah tujuan kita, karena semakin fokus tujuan tersebut hasilnya akan lebih indah.

Contoh goal finansial yang spesifik : Saya mau beli rumah tipe 120 di Jl. bla-bla-bla.

 

MEASURABLE – TERUKUR

Goal finansial kita haruslah dapat diukur. Yang artinya ada batasan angka atau titik yang bisa ngasih tau bahwa goal tersebut sudah tercapai atau belum.

Contoh : Kita nggak hanya kepingin punya rumah tipe 120, kita juga mesti mengerti berapa harga rumah tersebut, semisal di angka Rp 500 juta.

Tujuan mengetahuinya adalah untuk menetapkan angka jumlah uang yang hendak kita tabung. Dan angka tersebut dapat kita bagi dalam tujuan tahunan hingga tujuan bulanan.

Dan dengan mengetahui angka tersebut, mudah bagi kita untuk melakukan penilaian.

Apakah kita telah berjalan di jalan kebenaran dengan menabung angka yang tepat?

Atau kita telah tersesat dengan drama-drama sehingga angka tabungan bergeser jauh?

 

ACHIEVABLE – DAPAT DICAPAI

Jadi ngelanjutin cerita di atas kan kepengen beli rumah tipe 120 di tengah kota dengan harga Rp 500 juta per unit.

Keren!

Bandingin lagi nih tujuan tersebut dengan kondisi keuangan kita saat ini. Apakah mampu mencapai angka tersebut dengan penghasilan dan biaya hidup kita?

Kalo gaji bulanan kita sekitar 10 jutaan dengan biaya hidup hanya 2 jutaan, sah dong kepengen setel goal yang tinggi.

Namun jika gaji bulanan kita hanya 5 jutaan dengan biaya hidup 2 jutaan, apakah kita mampu mencapainya?

Tujuan yang nggak tercapai membuat kita mundur dan nggak kepengen usaha. Buat apa gua usaha capek-capek, hasilnya enol juga.

Ya nggak?

 

REALISTIC – REALISTIS

Tujuan yang hendak dicapai mestilah realistis setelah kita mengukur mampu atau tidaknya kita untuk mencapai tujuan tersebut.

Jadi gini. Tadi kan sudah tahu tujuan finansial kita dan menghitung bahwa tujuan tersebut mampu kita capai.

Sekarang perkecil lagi cara kita dalam mencapai tujuan tersebut. Dibutuhkan pola pikir realistis di titik ini.

Gimana cara membeli rumah tipe 120 seharga 500 juta. Apakah mampu saya beli secara cash? Berapa lama saya mesti nabung untuk 500 juta tersebut?

Atau saya memilih opsi kredit? Dimana saya hanya perlu bergegas mengumpulkan DP dan membayarkan cicilan kredit ke bank?

Tapi saya nggak berani kredit dan nggak doyan berurusan dengan bank, jadi saya memilih opsi cash saja deh.

Tabokin lagi kepala kita dengan pertanyaan ‘Nabung berapa lama uangnya baru terkumpul 500 juta? Dan sudah naik menjadi berapa harga rumah tersebut?’

Realistis! Yang masuk akal deh!

 

TIME – BATASAN WAKTU

Ada batasan waktu dalam mencapai tujuan tersebut. Sederhananya, tujuan kita nggak mengambang dalam jangka waktu panjang yang nggak ditentukan.

Ya kan?

Masa tahun ini goal-nya mau beli rumah tipe 120 seharga Rp 500 juta. Tahun depan goal-nya itu lagi.

Hingga tibalah kita di 10 tahun ke depan, dimana goal kita masih ini juga.

Kan lucu banget?

sumber : memegenerator.net

Nah, kembali lagi ke goal finansial kita. Setelah mengukur dan bersikap realistis tentang cara mencapainya, barulah kita dapat menentukan kurun waktu yang tepat.

Yang benar adalah : saya ingin membeli rumah tipe 120 seharga Rp 500 juta 3 tahun lagi dengan cara kredit di bank. DP saya adalah 20 % sebesar 100 juta.

Sehingga tabungan yang saya perlukan untuk angka 100 juta tersebut adalah Rp 2,8 juta per bulan.

Selalu ingat untuk ngasih tenggat waktu bagi setiap tujuan kita. Karena waktu membingkai dengan tepat dan mudah untuk kita ukur.

Sama kayak hasil foto, lebih enakan ngeliat foto kita yang fokus dan terang dengan latar yang blur, ketimbang muka kita yang blur tapi latarnya jelas.

Karena bumi kan berputar mengelilingi kita sebagai pusat alam semesta. Masa mau jadi blur?

 

Tujuan Finansial yang Blur

Iyah, cita-citaku jadi orang kaya kayak financial advisor di youtube dengan modal Rp 100 ribu per bulan.

Ehemm, ehmmm!

Potong sedikit sambil curcol ya : Saya sering pantengin youtube dan ngeliatin channel bertema finansial, dimana banyak yang share perihal kaya dari saham dan bla-bla-bla.

Apakah kamu tahu bahwa dari ratusan nasabah kaya yang saya jumpai, nggak ada yang menjadi kaya karna saham?

Mereka menjadi kaya dari bisnis yang mereka usahakan. Lalu memutuskan untuk mendiversifikasikan hasil usahanya untuk dapetin tambahan melalui saham dan obligasi.

Poinnya adalah nggak mungkin jadi kaya dengan modal 100 ribu per bulan. It’s bullshit!

Jadi sekedar ngingetin saja : jika dengan modal nonton video youtube, kamu berpikir untuk dapetin gain besar dari reksadana atau saham atau obligasi mending tidur siang deh.

 

Demikian share kali ini perihal aplikasi SMART goal dalam aspek finansial. Silahkan komen jika ada hal yang ingin dibantah. Dan bantu share artikel ini jika dirasa bermanfaat.

Terima kasih telah datang ke wartadana hari ini.

Pekanbaru, 5 Januari 2019

#girlsliftothergirlsup #2019GANTIKONDISIKEUANGAN


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

5 LANGK…

oleh Charlina waktu membaca : 5 min
0
%d blogger menyukai ini: