Smart Goal Finansial

Yok belajar merencanakan keuangan dengan Smart Goal Finansial. 

Saya tahu pas dibaca terasa ribet banget.

Tapi saya janji, artikel ini akan singkat dan ringkas.

Keep reading yah!

 

Mengapa Rencana Keuangan?

Menurut saya cuman 2 alasan penting kenapa kita mesti mengatur keuangan secepat mungkin.

1. Karena kita masih muda.

Sebagai anak muda, banyak sekali keinginan yang kita punya.

Dan saat kita nggak belajar untuk mengatur keinginan tersebut, keinginan tersebutlah yang akan mengatur kita.

Dan diatur oleh keinginan sama saja dengan dituntun oleh insting primitif.

2. Hidup nggak harus bermanfaat, tapi mesti bermakna.

Saya ngerti kok dengan perasaan ‘Ih, orang sudah ngelakuin apa dan gua masih jalan di tempat’.

Tapi nih, kalo kita emang nggak terlahir untuk itu, ya legowolah menerima bahwa hidup kita emang begini.

Ketimbang punya keinginan besar untuk melakukan sesuatu bagi komunitas atau menciptakan start up triliunan Rupiah, mending fokus untuk membuat hidup kita terasa lebih bermakna.

Caranya?

Adalah dengan menikmatinya penuh.

Makanya kita mesti bersikap bijak dalam memilih antara momen-momen bermakna yang mengisi hidup vs momen-momen belanja implusif yang fana.

Dan masih banyak alasan-alasan kecil lainnya yang biasa diocehkan oleh orang tua atau keluarga kita :

  • Emang nggak mau punya rumah sendiri? Nabung dong!
  • Emang nggak mau nikahannya meriah? Nabung dong!
  • Emang mau nanti anak kamu susah kayak kamu dulu? Nabung dong!

Dan banyak lagi. Tapi intinya sama.

Ada sebuah tujuan yang mesti didahulukan di atas keinginan kita saat ini.

Baca Juga : 10 Alasan Pentingnya Perencanaan Keuangan Sejak Muda

 

Aplikasi SMART GOAL Finansial

SMART adalah konsep goal yang menurut saya realistis.

Nggak cuman buat tujuan hidup, Smart Goal juga bisa diterapkan secara finansial.

Kenapa harus menggunakan konsep SMART?

Jawabannya nggak harus, jika kamu paham bener apa keinginanmu dan MENGERTI waktu yang kamu tetapkan untuk mencapai semua itu.

Tetapi jika kamu masih kesulitan untuk mengatur keuangan dan kebanyakan tik-tok, maka konsep SMART boleh dicoba.

Agar tujuan finansial kita jadi terang, nggak blur akibat drama-drama.

Yok, keep scrolling kita akan cari tahu apa sih komponen Smart Goal Finansial?

 

1. SPECIFIC – RINCI

Tujuan finansial yang ingin kita capai sebisa mungkin kita buat spesifik. Artinya setiap keinginan kita mestilah jelas dan detil.

Coba bayangin tujuan ngambang seperti ini :

  • Saya mau beli rumah.
  • Atau saya mau kaya.

Tanpa mengerti lebih lanjut seperti apa rumah yang kita inginkan? Tanpa memahami level kaya yang ingin kita capai?

Rumah di daerah pinggiran dengan tipe RSS juga rumah, tapi apa itu goal kita?

Dan ternyata kaya itu ada levelnya loh. Dan kaya itu adalah persepsi.

sumber : imgflip.com

Dengan membuat rinci tujuan kita, maka akan semakin fokus tujuan tersebut dan hasilnya akan lebih indah.

Contoh goal finansial yang spesifik : Saya mau beli rumah tipe 120 di Jl. bla-bla-bla.

Saya tahu, bullsh*t! Tapi cobalah.

 

2. MEASURABLE – TERUKUR

Goal finansial kita haruslah dapat diukur. Yang artinya ada batasan angka atau titik yang bisa ngasih tau bahwa goal tersebut sudah tercapai atau belum.

Contoh : Nggak cukup ingin punya rumah tipe 120, kita juga mesti mengerti berapa harga rumah tersebut.

Misalnya rumah tipe 120 seharga Rp 500 juta. (misall)

Tujuan mengetahuinya adalah untuk menetapkan angka jumlah uang yang hendak kita tabung.

Sehingga angka tersebut dapat kita bagi dalam tujuan tahunan hingga tujuan bulanan.

Dan dengan mengetahui angka tersebut, mudah bagi kita untuk melakukan penilaian.

Apakah kita telah berjalan di jalan yang tepat dengan menabung di angka yang tepat?

Atau kita telah tersesat dengan drama-drama sehingga angka tabungan bergeser jauh?

 

3. ACHIEVABLE – DAPAT DICAPAI

Jadi ngelanjutin cerita di atas kan kepengen beli rumah tipe 120 di tengah kota dengan harga Rp 500 juta per unit.

Keren!

Bandingin lagi nih tujuan tersebut dengan kondisi keuangan kita saat ini.

Apakah mampu mencapai angka tersebut dengan penghasilan dan biaya hidup kita?

Kalo gaji bulanan kita sekitar 10 jutaan dengan biaya hidup hanya 2 jutaan, sah dong kepengen setel goal yang tinggi.

Namun jika gaji bulanan kita hanya 5 jutaan dengan biaya hidup 2 jutaan, apakah kita mampu mencapainya?

Tujuan yang nggak tercapai membuat kita mundur dan nggak kepengen usaha.

Buat apa gua usaha capek-capek, hasilnya enol juga.

Ya nggak?

Sehingga tujuan finansial kita juga perlu disetel dalam rentang yang bisa dicapai. Nggak sekedar tujuan doang.

 

4. REALISTIC – REALISTIS

Tujuan yang hendak dicapai mestilah realistis setelah kita mengukur mampu atau tidaknya kita untuk mencapai tujuan tersebut.

Jadi gini. Tadi kan kita sudah tahu tujuan finansial kita dan menghitung bahwa tujuan tersebut mampu kita capai.

Sekarang perkecil lagi cara kita dalam mencapai tujuan tersebut. Sehingga kita yang mesti realistis.

Gimana cara membeli rumah tipe 120 seharga 500 juta. Apakah mampu saya beli secara cash? Berapa lama saya mesti nabung untuk 500 juta tersebut?

Atau saya memilih opsi kredit? Dimana saya hanya perlu bergegas mengumpulkan DP dan membayarkan cicilan kredit ke bank?

Tapi saya nggak berani kredit dan nggak doyan berurusan dengan bank, jadi saya memilih opsi cash saja deh.

Nah, di sinilah diminta untuk realistis. Apakah mungkin kita menabung hingga uang segitu? Berapa lama ditabung?

Jadi berapa harga rumah saat tabungan kita bisa mencapai angka itu?

Jika cara cash nggak tepat, realistislah untuk menggunakan cara kredit alias KPR.

Yang masuk akal.

 

5. TIME – BATASAN WAKTU

Ada batasan waktu untukmencapai tujuan tersebut. Sederhananya, tujuan kita nggak mengambang dalam jangka waktu panjang yang nggak ditentukan.

Ya kan?

Masa tahun ini goal-nya mau beli rumah tipe 120 seharga Rp 500 juta. Tahun depan goal-nya itu lagi.

Hingga tibalah kita di 10 tahun ke depan, dimana goal kita masih ini juga.

Kan lucu banget?

Makanya kita perlu batasan waktu alias target waktunya. Kapan kepengen dicapai?

sumber : memegenerator.net

Nah, kembali lagi ke goal finansial kita.

Setelah mengukur dan bersikap realistis tentang cara mencapainya, barulah kita dapat menentukan kurun waktu yang tepat.

Yang benar adalah : saya ingin membeli rumah tipe 120 seharga Rp 500 juta 3 tahun lagi dengan cara kredit di bank. DP saya adalah 20 % sebesar 100 juta.

Sehingga tabungan yang saya perlukan untuk angka 100 juta tersebut adalah Rp 2,8 juta per bulan.

Selalu ingat untuk ngasih tenggat waktu bagi setiap tujuan kita. Karena waktu membingkai dengan tepat dan mudah untuk kita ukur.

Sama kayak hasil foto, lebih enakan ngeliat foto kita yang fokus dan terang dengan latar yang blur, ketimbang muka kita yang blur tapi latarnya jelas.

 

Tujuan Finansial Yang Blur

Iyah, cita-citaku jadi orang kaya kayak financial advisor di youtube dengan modal Rp 100 ribu per bulan.

Ehemm, ehmmm!

Potong sedikit sambil curcol ya : Saya sering pantengin youtube dan ngeliatin channel bertema finansial, dimana banyak yang share perihal kaya dari saham dan bla-bla-bla.

Apakah kamu tahu bahwa dari ratusan nasabah kaya yang saya jumpai, nggak ada yang menjadi kaya karna saham?

Mereka menjadi kaya dari bisnis yang mereka usahakan.

Lalu memutuskan untuk mendiversifikasikan hasil usahanya untuk dapetin tambahan melalui saham dan obligasi.

Poinnya adalah nggak mungkin jadi kaya dengan modal 100 ribu per bulan. It’s bullshit!

Jadi sekedar ngingetin saja : jika dengan modal nonton video youtube, kamu berpikir untuk dapetin gain besar dari investasi mending tidur siang deh.

 

Nggak Semua Tujuan Kita Akan Terwujud

Satu hari nanti kita akan ketemu dengan rintangan yang bikin tujuan kita nggak jadi-jadi.

Suatu hari nanti kita mungkin sadar bahwa tujuan finansial kita nggak terlalu bagus dan perlu direvisi.

Sehingga kita juga perlu menyadari bahwa nggak semua tujuan finansial kita akan tercapai.

Kebanyakan nih, keinginan kita nggak nyampai 50 % yang terjadi.

Tapi, menurut saya nggak masalah mau tercapai 50 % atau hanya dapat 10 % aja.

Inti dari memiliki tujuan alias goal finansial adalah agar kita tahu mau apa yang kita mau dan bisa berjuang.

Jadi menurut saya poinnya adalah untuk bisa berjuang demi diri kita sendiri.

Dunia ini terlalu besar untuk jadi masuk akal di logika kita. Jadi kalo nanti kita nggak bisa dapatin apa yang kita mau, nggak semuanya perlu penjelasan yang masuk akal.

Kadang nggak rejeki, ya nggak rejeki. Jadi jangan berkecil hati. 

Yang penting kita harus sanggup bangun and fight another day!

***

Demikian share kali ini perihal aplikasi SMART goal dalam aspek finansial.

Silahkan komen jika ada hal yang ingin dibantah. Dan bantu share artikel ini jika dirasa bermanfaat.

 

Baca Juga :

Link Wartadana :

Terima kasih sudah main ke wartadana.com

REFERENSI FINANSIAL KAUM MILLENNIALS

Ada pendapat lain soal Smart Goal Finansial? Please komen di bawah.

Summary
Article Name
5 LANGKAH APLIKASI SMART GOAL FINANSIAL
Description
Mengerti 5 langkah aplikasi smart goal secara finansial untuk resolusi keuangan kita dengan mudah dan nggak ribet. Wajib baca!
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *