Bagaimana Cara Melunasi Hutang Yang Menumpuk?

Sedihnya, hutang selalu jadi pembahasan yang tabu. Sehingga kita nggak akan nyari teman atau saudara untuk mengeluh dan bertanya : gimana cara melunasi hutang?

Padahal sebisa mungkin kita haruslah bebas dari hutang-hutang yang nggak produktif. Tapi… Artikel ini akan cover :

  • Cara bedain hutang produktif dan hutang konsumtif.
  • Mengapa perlu melunasi hutang secepat mungkin.
  • Cara melunasi hutang secepat kilat.
  • Cara jaga komitmen diri sendiri.

Yok, let’s dive in.

 

Hutang Produktif VS Hutang Konsumtif

Ingat bahwa : berhutang nggak sepenuhnya buruk.

Banyak orang kaya di luar sana ngutang jutaan kali lipat dari angka hutang kita. Dan mereka nyantai banget.

Selama hutang itu kita pake untuk sesuatu yang tepat, maka berhutang itu nggak salah. 

Tapiii, seringnya kita ngutang untuk hal-hal yang sebenarnya masih bisa dihindari.

Sehingga penting untuk memahami bahwa hutang itu ada yang sifatnya produktif dan sifatnya konsumtif.

Hutang produktif -> hutang yang akan menambah nilai aset dan bermanfaat dalam hidup kita.

Hutang konsumtif -> hutang yang akan mengurangi nilai aset. Contoh :

  • KPR rumah tinggal adalah hutang produktif, karna rumah tersebut kita tinggali dan harga properti ke depannya akan naik.
  • Cicilan smartphone adalah hutang konsumtif, karna setelah cicilan lunas harga smartphone kita akan terjun bebas.
  • Cicilan mobil bisa jadi produktif, jika kita gunakan untuk kegiatan sehari-hari.
  • Tapi cicilan mobil bisa jadi konsumtif apabila mobil baru umur satu tahun tapi kepengen upgrade.
  • Cicilan kartu kredit untuk jalan-jalan adalah hutang konsumtif, karna sifatnya setelah travelling habis.

Di atas adalah gambaran kasarnya. Tapi cara pikirnya akan kembali ke diri kita masing-masing.

Kalo merasa memang hal itu konsumtif tapi membahagiakan kita, ya go on. Asalkan kita juga tahu diri dan siap untuk hemat pengeluaran lainnya. Yang paling parah sih adalah saat kita mau semuanya. Sementara uang kita terbatas banget. Sehingga kita mesti milih mana satu budget yang paling worth it untuk dikeluarin.

Pokoknya selama belum ada budget, please jangan bayar pake hutang.

 

Mengapa Hutang Mesti Lunas?

Setelah bicarain soal hutang produktif dan hutang konsumtif, maka kita akan sampai pada kesimpulan bahwa :

yang perlu kita lunasi secepat mungkin adalah hutang konsumtif. 

Kenapa?

Karna hutang konsumtif itu nggak menambah apa-apa dalam hidup kita. Jadi lebih cepat selesai, lebih ringan beban kita.

Idealnya, kita nggak ngutang untuk hal-hal konsumtif. Tapi kalo sudah terjadi, mending kita menerima keberadaan hutang tersebut serta ikhlas untuk menyelesaikannya.

Bisa jadi hutang itu juga karna salah mengatur keuangan atau kebutuhan yang super mendesak atau beban finansial yang menumpuk.

Mengapa perlu melunasi hutang lebih cepat?

  • Hutang adalah beban dalam hidup kita, semakin cepat lunas beban akan berkurang.
  • Hutang bikin masa depan terbatas, karna penghasilan nggak bisa kita nikmati full.
  • Hutang yang kena bunga = kerja buat orang lain.

 

Cara Melunasi Hutang

Keep scrolling, kita akan bahas 6 langkah mudah membabat habis hutang.

Langkah-langkah ini sebenarnya sesuai logika saja.

Kalo kamu punya cara yang tepat dan bisa diterapkan, silahkan gunakan cara itu. Dan please share apa sih tipsnya biar tetap komit hingga akhir.

Sementara kalo kamu bingung mau mulai dari mana, artikel ini untukmu.

 

1. Nggak Menambah Hutang

Langkah awal yang benar adalah berhenti nambah hutang.

Karna logikanya : nambah satu hutang = nambah kewajiban.

Semakin bertambah kewajiban semakin mengecil manfaat dari penghasilan kita.

Sehingga semakin kecil pula kemampuan kita untuk melunasi hutang-hutang yang sudah ada.

Familiar dengan istilah gali lobang tutup lobang?

Ngutang dari bank buat bayar hutang ke teman. Kemudian ngutang ke famili buat bayar ke bank. Kemudian ngutang lagi ke teman buat bayar ke famili.

Sehingga apapun yang terjadi, seberapa sulit kondisi yang ada di depan mata hingga seberapa baik sebuah peluang bisnis nggak bisa jadi alasan kuat untuk kembali berhutang.

Karena ngutang itu mesti dibayar. Karena ngutang itu artinya merampok diri masa depan kita.

Saya ngerti kok, nggak akan semudah ketikan saya di artikel ini. Dan bisa jadi keadaan sama sekali nggak mendukung kita untuk berhenti berhutang.

Tetapi jika ada kondisi yang memang bisa kita akali, berupaya deh untuk mencari jalan keluar tanpa ngutang.

Setidaknya kita mulai membangun sedikit kesadaran untuk memilih sesuatu yang nggak akan nyusahin di kemudian hari.

Baca Juga : Menyelamatkan Diri Dari Hutang Kartu Kredit

 

2. Melunasi Dari Hutang Terkecil

Jangan biarin hutang-hutang kecil itu bertebaran dimana-mana.

Cukup bintang yang bertaburan di langit yang tinggi, hutang kita nggak usah ikut bertaburan.

Karena semakin banyak kreditur-nya, akan semakin bingung kita dalam menentukan :

  • siapa yang harus dibayar dahulu,
  • berapa yang mau dibayar ke si anu.
  • atau mengatur caranya bayar dengan teratur.

Pikiran kita akan lebih tenang karena fokusnya nanti hanya pada hutang dengan nominal besar yang tunggal.

Plus kalo hutang kita sudah terpusat, setiap kali membayar hutang tanpa menambahnya, angka hutang itu menurun.

Dan kita lebih semangat karena sudah mendekat pada titik bebas hutang yang kita idam-idamkan.

  • Jadi tenangkan pikiran dan mulai tulisin jumlah hutang serta krediturnya. Jangan kuatir mikir kalo jumlahnya terlalu mengerikan atau di luar kemampuan kita.
  • Buang jauh-jauh rasa cemas dan was-was tersebut dan kembali mengurutkan jumlah hutang tadi. Urutkan dari yang paling kecil ke besar.
  • Setidaknya kita akan tahu prioritas pembayarannya seperti apa. Dan kita bisa membaginya dengan uang yang kita terima setiap bulannya.
  • Kalopun nantinya uang kita nggak cukup, maka kita susun lagi prioritas tersebut berdasarkan langkah ketiga di bawah ini.

 

3. Melunasi Dari Yang Berbunga Dahulu

Ada beberapa hutang yang dikenakan bunga dari kreditur. Sementara ada juga hutang yang nggak dikenakan bunga.

Hutang yang dikenakan bunga itu contohnya hutang bank, hutang leasing atau hutang ke pembiayaan peer to peer.

Sementara hutang ke teman atau keluarga atau beberapa pinjaman lunak dari kantor, masuk ke kategori tanpa bunga.Terutama kalo hutang kita sudah berbentuk cicilan yang angka kewajibannya sudah tetap setiap bulan.

Hal ini agar kita nggak terlambat bayar dan nggak kena denda keterlambatan.

Denda keterlambatan disebut momok karna nambahnya cepet banget. Kayak amuba membelah diri. 

Denda keterlambatan itu sangat besar.

Biasanya kisaran 3-5 % kalo ngutangnya di bank. Yang artinya 36 – 50 % per tahun.

Bisa jadi di leasing atau peer to peer lebih besar lagi.

Misalnya nih hutang tersebut sudah sampai di tahap nunggak dan dikenakan denda, maka hutang tersebut yang harus kita fokusin untuk lunas terlebih dahulu.

 

4. Konversi Biaya Hidup Gak Penting

Gimanapun ceritanya, hidup itu butuh keseimbangan. Terutama keseimbangan keuangan.

Jadi misalnya kita baru mampu menghasilkan uang 1 juta per bulan, maka sadar dirilah bahwa pengeluaran kita itu maksimal 1 juta per bulan.

1 masuk = 1 keluar

Artinya kita mesti memaksa diri sendiri untuk hidup susah dengan budget yang kita mampu.

Jadi dengan modal terbatas, kita wajib nutupi A-B-C hingga Z dengan modal gaji doang.

Tapi enaknya kita punya nalar untuk menentukan gaya hidup susah yang rela kita jalani.Contoh :

Saya nggak doyan fashion tapi doyan makan. Jadi kalo saya mesti hemat, saya nggak akan beli baju setahun penuh agar uangnya bisa dipake buat beli makanan.

Kamu bisa pilih sendiri : mau hemat dimana tapi tetap bisa enjoy apa yang kamu suka. 

Sisanya mah tinggal di-google. Voucher, cashback hingga informasi promosi bersesakan di hasil search engine. Pilih saja!

Plus ada banyak pengeluaran kecil yang nggak kita sadari tapi kalo dihilangkan juga nggak masalah. Terutama yang terkait dengan hobi.

Pertanyaannya, kuatkah kita rela menghilangkannya sementara waktu dari pengeluaran kita?

 

5. Menyisihkan Dana Darurat

Penting sekali untuk menyisihkan dana darurat sembari membayar hutang.

Jadi jangan semua uang yang tersisa kita bayarkan untuk menutupi hutang. Karena kita akan selalu ketemu dengan PENGELUARAN TAK TERDUGA.

sumber : memegenerator.net

Inilah jenis pengeluaran yang paling berbahaya sekaligus paling doyan datang sewaktu masalah lagi rame-rame nyariin kita.

Bener nggak?

Setiap kali kita ketimpa masalah, masalah baru datang lagi. Eh, belum selesai juga kedua masalah itu, datang lagi nih si pengeluaran tak terduga.

Biasalah, masalah dan pengeluaran tak terduga itu datangnya mesti keroyokan. 

Makanya penting bagi kita untuk siap-siap. Sisihkan sedikit deh.

Semisal 100 ribu per bulan. Atau 50 ribu per bulan juga nggak masalah. Asalkan teratur kita sisihkan, 50 ribu itu bisa jadi 600 ribu yang sangat membantu di kemudian hari.

Tapi, kalo nggak mulai disisihkan ya nggak akan ada. Dan sewaktu kita ketimpa pengeluaran tak terduga, kita akan kembali melarikan diri pada hutang. Kesana kemari nambahin hutang yang telah susah payah kita lunasi.

Akhirnya lingkaran setan ini nggak terputus-putus.

 

6. Upaya Ekstra Untuk Nambah Penghasilan

Nambah penghasilan adalah hal yang memusingkan.

  • Kita bingung ilmu yang ada saat ini bisa dipake kemana?
  • Kita juga nggak tahu apa tren kerja sampingan di pasaran?
  • Atau pekerjaan yang tepat dan membantu secara finansial?

Tapi tanpa usaha untuk nyari tahu gimana cara menambah penghasilan, kita nggak akan temuin peluang apapun. 

Saya ngerti kok, nyari uang itu susah-susah gampang.

Kalo nggak ketemu ritmenya, emang susah banget. Lebih mudah nemuin uang koin di jalan daripada nyari kerjaan dengan upah yang layak.

Tapi kalo kita udah ketemu ritmenya, kadang nyari uang nggak sesusah yang kita pikirkan.

Share ya :Poinnya : Kerjaan itu ada di sebuah tempat, asalkan kita emang mau mengerjakannya.

Beberapa orang yang punya skill khusus seperti jago desain atau jago bahasa asing akan mudah nemuin kerjaan sampingan yang tepat.

Sementara buat beberapa yang nggak punya skill, upaya emang lebih keras tapi pasti ada kerjaan offline dengan bayaran layak di luar sana.

Baca Juga : Cara Mudah Nambah Penghasilan

 

Cara Menjaga Komitmen

Percayalah : komitmen yang akan bedain kita dari orang-orang lainnya.

  • Orang yang komit pada dietnya yang akan punya tubuh paling kece setahun kemudian.
  • Orang yang komit pada karirnya yang akan punya jenjang karir paling cerah lima tahun kemudian.
  • Orang yang komit pada mimpinya yang akan melihat mimpi itu jadi nyata.
  • Orang yang komit pada pernikahannya yang akan ngerayain ultah emas pernikahan mereka.

Dan saat kita komit untuk bayarin hutang hingga lunas, kitalah yang akan melihat semua hutang itu ludes nggak bersisa. 

Percayalah : nggak mudah modal ngomong dan mau doang.

Sehingga dibutuhkan komitmen.

Ini adalah tips cara menjaga komitmen :

  • Tuliskan di kertas atau notes
  • Seminggu sekali baca kertas atau notes itu
  • Gaul dengan teman yang tepat dan mengerti bahwa kita harus cepet melunasi hutang tersebut.
  • Jangan nyerah apalagi berpikir negatif.
  • Ingat bahwa kadang nasib emang kejam. Tapi bukan berarti kita harus ngalah.

Saya doain hutang kita cepet lunas ya.

 

BACA JUGA :

LINK DI WARTADANA :

  • Instagram wartadanablog => sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.
  • Twitter wartadanacom => sharing artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.
  • Sitemap wartadana =>melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com

Pekanbaru, 9 Januari 2019

REFERENSI FINANSIAL KAUM MILLENNIALS

Ada cara melunasi hutang yang paten? Feel free untuk berbagi di sini.

Summary
Article Name
CARA MELUNASI HUTANG (6 Langkah Tepat Sasaran Hutang Cepat Lunas)
Description
Muak berkubang utang? Muak kerja keras cuman buat bayar ke orang lain? Klik CARA MELUNASI HUTANG (6 Langkah Tepat Sasaran - Hutang Ludes)
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

4 Comments

  1. Mau tanya mba dalam kapasitas sebagai praktisi perbankan … apakah seseorang yang berhutang ke bank dalam jangka waktu tertentu kemudian pailit bisa melakukan negosiasi ke pihak bank untuk menunda sementara pembayaran angsuran hutangnya sampai kondisi keuangan kembali stabil? Atau bahkan memutihkan hutangnya? Saya yakin jawaban mba akan bermanfaat buat banyak orang yang sedang terkendala membayar angsuran hutang nya di bank. Terima kasih.

    1. Hi Pak Sumaryanto.
      Negosiasi untuk menunda pembayaran dapat dilakukan, tetapi kembali pada kebijakan dan kondisi bank tersebut.
      Saya pernah menemukan beberapa bank swasta yang nasabah macetnya masih bisa menghuni jaminannya (bank belum melakukan penyitaan aset atau permintaan pengosongan aset). Padahal sudah bertahun-tahun tidak melakukan pembayaran kewajibannya terhadap bank.
      Secara SOP-nya begitu nasabahnya memasuki tahap batuk-batuk, bank dapat memberikan opsi retrukturisasi kredit.
      Restrukturisasi kredit inilah proses untuk menunda pembayaran pokok dengan catatan bunga tetap harus dibayarkan (grace period).
      Jika nasabah akhirnya tidak mampu lagi, maka status kreditnya akan turun menjadi macet.
      Kategori Kolektabilitas Kredit
      Untuk nasabah yang sudah macet, pemutihan akan kembali pada SOP bank tersebut.
      Ada beberapa bank yang mengambil alih jaminan kredit (AYDA) atau ada juga yang menghapusbukukan kredit (write off). Tetapi apapun tindakan bank, selama kredit tersebut belum dibayarkan kembali (penjualan aset atau penyetoran oleh Debitur), maka status SLIK OJK / BI Checkingnya akan tetap kolek 5 (macet). Dan Debitur tersebut tidak akan bisa meminjam ke bank manapun.
      Demikian Pak Sumaryanto, semoga menjawab pertanyaannya.
      Jika ada yang hendak didiskusikan kembali, silahkan Pak.
      Terima kasih.

  2. Artikel yang bermanfaat. Ingin bertanya. Tadi tertulis bahwa membayar hutang yang terkecil terlebih dahulu. Bagaimana kasus nya kalau berhutang dengan bank dalam perihal kartu kredit misalnya.
    Kartu Kredit Bank A 17 jt
    Kartu Kredit Bank B 8 jt
    Kartu Kredit Bank C 6 jt
    Kartu Kredit Bank D 4 jt

    Apakah bisa di lakukan fokus pelunasan pada Kartu Kredit Bank D terlebih dahulu karena ini merupakan yang terkecil?
    Sedangkan kalau kita melihat dari jumlah yang ada kalau di bayar minimum pun relatif cukup memberatkan karena efek dari pandemik corona ini. (Pendapatan menurun drastis) Nyaris bangkrut.

    Dalam hal ini apa yang mesti kita lakukan? Mengunjungi bank penerbit kartu kredit satu per satu? Dan meminta kelonggaran waktu?
    Ada tips2 yang bisa di lakukan dengna kasus seperti itu? Jadi kita bisa fokus menyelesaikan hutangnya satu per satu. sampai habis total.

    1. Hi Mas Teddy, terima kasih.
      Karna ngutang ke bank saran saya adalah hubungi bank penerbit kartu kredit terlebih dahulu.
      Sehubungan dengan pandemic, bank punya kebijakan terkait penundaan pembayaran.
      Tapi mekanisme-nya pasti berbeda tergantung kebijakan bank masing-masing. Secara umum, per awal Mei bunga kartu kredit sudah turun dan batas minimal payment pun ikut turun jadi 5 %.
      Yang penting Mas Teddy ajukan terlebih dahulu permohonan restrukturisasi pinjaman ke bank tersebut (bisa melalui call center saja nggak harus ke bank).
      Perihal pembayaran, ada opsi restrukturisasi yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi keuangan kita.
      Dan gimanapun dalam kondisi begini, bertahan hidup lebih penting.
      Nantinya rencana pembayaran bisa disesuaikan dengan opsi restrukturisasi yang disetujui oleh bank.
      Terkait misalnya sudah restrukturisasi dan kewajiban masih tertunda, nanti juga masih bisa dikomunikasikan kembali dengan pihak bank.
      Semoga membantu. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *