Similar Posts

4 Comments

  1. Mau tanya mba dalam kapasitas sebagai praktisi perbankan … apakah seseorang yang berhutang ke bank dalam jangka waktu tertentu kemudian pailit bisa melakukan negosiasi ke pihak bank untuk menunda sementara pembayaran angsuran hutangnya sampai kondisi keuangan kembali stabil? Atau bahkan memutihkan hutangnya? Saya yakin jawaban mba akan bermanfaat buat banyak orang yang sedang terkendala membayar angsuran hutang nya di bank. Terima kasih.

    1. Hi Pak Sumaryanto.
      Negosiasi untuk menunda pembayaran dapat dilakukan, tetapi kembali pada kebijakan dan kondisi bank tersebut.
      Saya pernah menemukan beberapa bank swasta yang nasabah macetnya masih bisa menghuni jaminannya (bank belum melakukan penyitaan aset atau permintaan pengosongan aset). Padahal sudah bertahun-tahun tidak melakukan pembayaran kewajibannya terhadap bank.
      Secara SOP-nya begitu nasabahnya memasuki tahap batuk-batuk, bank dapat memberikan opsi retrukturisasi kredit.
      Restrukturisasi kredit inilah proses untuk menunda pembayaran pokok dengan catatan bunga tetap harus dibayarkan (grace period).
      Jika nasabah akhirnya tidak mampu lagi, maka status kreditnya akan turun menjadi macet.
      Kategori Kolektabilitas Kredit
      Untuk nasabah yang sudah macet, pemutihan akan kembali pada SOP bank tersebut.
      Ada beberapa bank yang mengambil alih jaminan kredit (AYDA) atau ada juga yang menghapusbukukan kredit (write off). Tetapi apapun tindakan bank, selama kredit tersebut belum dibayarkan kembali (penjualan aset atau penyetoran oleh Debitur), maka status SLIK OJK / BI Checkingnya akan tetap kolek 5 (macet). Dan Debitur tersebut tidak akan bisa meminjam ke bank manapun.
      Demikian Pak Sumaryanto, semoga menjawab pertanyaannya.
      Jika ada yang hendak didiskusikan kembali, silahkan Pak.
      Terima kasih.

  2. Artikel yang bermanfaat. Ingin bertanya. Tadi tertulis bahwa membayar hutang yang terkecil terlebih dahulu. Bagaimana kasus nya kalau berhutang dengan bank dalam perihal kartu kredit misalnya.
    Kartu Kredit Bank A 17 jt
    Kartu Kredit Bank B 8 jt
    Kartu Kredit Bank C 6 jt
    Kartu Kredit Bank D 4 jt

    Apakah bisa di lakukan fokus pelunasan pada Kartu Kredit Bank D terlebih dahulu karena ini merupakan yang terkecil?
    Sedangkan kalau kita melihat dari jumlah yang ada kalau di bayar minimum pun relatif cukup memberatkan karena efek dari pandemik corona ini. (Pendapatan menurun drastis) Nyaris bangkrut.

    Dalam hal ini apa yang mesti kita lakukan? Mengunjungi bank penerbit kartu kredit satu per satu? Dan meminta kelonggaran waktu?
    Ada tips2 yang bisa di lakukan dengna kasus seperti itu? Jadi kita bisa fokus menyelesaikan hutangnya satu per satu. sampai habis total.

    1. Hi Mas Teddy, terima kasih.
      Karna ngutang ke bank saran saya adalah hubungi bank penerbit kartu kredit terlebih dahulu.
      Sehubungan dengan pandemic, bank punya kebijakan terkait penundaan pembayaran.
      Tapi mekanisme-nya pasti berbeda tergantung kebijakan bank masing-masing. Secara umum, per awal Mei bunga kartu kredit sudah turun dan batas minimal payment pun ikut turun jadi 5 %.
      Yang penting Mas Teddy ajukan terlebih dahulu permohonan restrukturisasi pinjaman ke bank tersebut (bisa melalui call center saja nggak harus ke bank).
      Perihal pembayaran, ada opsi restrukturisasi yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi keuangan kita.
      Dan gimanapun dalam kondisi begini, bertahan hidup lebih penting.
      Nantinya rencana pembayaran bisa disesuaikan dengan opsi restrukturisasi yang disetujui oleh bank.
      Terkait misalnya sudah restrukturisasi dan kewajiban masih tertunda, nanti juga masih bisa dikomunikasikan kembali dengan pihak bank.
      Semoga membantu. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *