8 KONSEP MENGATUR BUDGET KEUANGAN PRIBADI (khusus perempuan single bekerja)

Ngelihatin rekening yang uangnya ditarik melulu.


Tabungan nggak juga nambah. Hutang nggak juga kurang. Gaji nggak juga cukup.

Saya percaya kita semua pernah berada di titik tersebut dalam hidup kita, entah memang lagi banyak pengeluaran atau sedang nggak ada tambahan pemasukan.

Sehingga mengatur budget keuangan pribadi menjadi proses yang sangat tricky.

Salah-salah ngatur, bukannya uang nambah, malah hutang yang kita tambah. Dan tentu saja itu bukanlah opsi yang kita mau.

Saya dan kamu, sama-sama mau uang nambah setiap bulan, gimanapun caranya.

Untuk itu kita belajar nge-budget-in uang kita. Supaya bisa nemuin celah untuk nabung, walopun mulai dari angka kecil-kecil.

Di bawah saya akan share 8 konsep mengatur budget keuangan pribadi untuk perempuan single bekerja.

Konsep-konsep ini sudah saya praktekkan sendiri dan mudah digunakan. Nggak rumit, hanya mesti ngubah sedikit aja cara pandang kita.

Konsep dasar ilmu ekonomi

Berdasarkan buku teks, ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan yang nggak terbatas dari sumber daya yang terbatas.

Dua hal yang kontradiktif, tapi harus ketemu di satu titik.

Artinya, gimanapun banyaknya keinginan saya, tetap harus ada satu yang ngalah, entah saya kerja keras buat memenuhi semuanya.

Atau saya kerja keras untuk berhemat dan mencukupkan yang ada.

Contoh saja, saya butuh uang 1 juta per bulan untuk kebutuhan saya.

Kalo saya punya gaji 1 juta, tentunya nggak ada masalah, karena kebutuhan saya tercukupi / terpenuhi.

Tapi, kalo saya punya gaji di bawah itu, barulah ‘negara api datang menyerang’. Karena pake rumus matematika dasar saja sudah pasti uang saya minus setiap bulannya.

Dan girls, minus keuangan bukan sesuatu yang boleh kita abaikan begitu saja. Mesti dicariin solusi.

Sama kayak lagi naik sampan kecil yang kelebihan muatan. Cara paling gampang agar sampan kita nggak tenggelam adalah dengan membuang beberapa muatan kita.

Mau nggak mau girls. Tenggelam vs kehilangan beberapa barang?

Kerja keras nyari uang atau kerja keras menghemat uang

Kalo budget keuangan pribadi kita minus pilihan yang kita punya adalah mencari lebih banyak uang atau mencoba untuk ngurangi pengeluaran kita.

Ngomong dengan jujur, lebih mudah mengurangi pengeluaran daripada nyari tambahan.

Kenapa lebih mudah mengurangi pengeluaran daripada nyari tambahan?

Karena itu yang bisa kita lakukan dari dalam diri kita sendiri. Untuk nyari tambahan tetap wajib kita lakukan girls, (an extra money will never hurt nobody).

Tapi karena nyari uang itu terkait dengan kondisi eksternal yang nggak bisa kita atur sesuai kemauan kita, maka ada kemungkinan kita nggak berhasil dapat tambahan.

Jadi, kita mulai dari apa yang mudah kita lakukan dulu. 

Contoh paling nyata adalah apa yang dilakukan perusahaan besar yang sudah punya cabang dimana-mana kalo sedang ‘susah’?

Ya! Sedihnya tindakan yang manajemen pilih adalah efisiensi yang rata-rata berarti pengurangan karyawan.

Efisiensi.

Perusahaan besar ajah mesti efisiensi, apalagi kita ya girls. Tapi berbeda dengan efisiensi oleh perusahaan besar yang ditujukan untuk menekan pengeluaran dan membukukan laba yang lebih besar.

Kita lakukan efisiensi untuk menekan pengeluaran kita agar kita bisa membelanjakan uang kita tanpa rasa bersalah.

Misalnya saya bisa sisihkan uang 1 juta per bulan sebagai tabungan.

Nah, kapanpun saya ngeliat sesuatu yang saya pengen, nggak perlu ada rasa bersalah untuk ngurangi kebutuhan pokok saya.

Karena saya emang ada spare uang. Dibalik aja case-nya, kalo saya nggak ada tabungan dan tetiba kepengen sesuatu, apa yang akan terjadi?

Pertumpahan darah!

Nah girls, yuk kita cari tahu 8 konsep mengatur budget keuangan pribadi yang mudah dan sederhana untuk perempuan single bekerja di bawah ini :

1. Cost of Working (Biaya untuk Bekerja) nggak boleh terganggu

Setiap Senin-Sabtu, kita berangkat bekerja pasti membutuhkan modal girls.

Kita butuh uang transportasi, uang makan siang, uang sumbangan sosial dan kadang uang yang keluar untuk hal-hal yang tidak terduga.

Saya kasih label biaya-biaya ini sebagai biaya untuk bekerja (cost of working).

Karena status pekerja, kita mesti menjaga agar kehadiran dan performa kita di tempat kerja nggak terganggu.

Senin-Sabtu saya mesti hadir tepat waktu di kantor dan nggak pingsan karena kurang gizi. Titik.

Jadi elemen-elemen biaya untuk bekerja ini nggak boleh terganggu.

Biaya bekerja kita beda-beda girls, tapi secara umum ada 4 komponen penting yaitu konsumsi, transportasi, penampilan dan sosial.

Konsumsi

Konsumsi ini mencakup sarapan, makan siang dan jajan-jajan lainnya ya girls.

Tujuan kita menjaga konsumsi adalah agar tubuh tetap sehat. Mungkin nggak semua dari kita sadar, bahwa bekerja (terutama yang ngitung-ngitung) memakan banyak energi kita.

Tanpa ngasih tubuh kita sumber gizi yang baik, kita bakalan cepet tua girls.

Kelihatan sudah tua karena beban pekerjaan bukanlah hal yang kita mau. No way.

Makanya saya percaya konsumsi makanan sehat itu penting.

Dan tenang aja, kita akan penuhi kebutuhan tubuh dengan makanan sehat yang terjangkau girls.

Nggak usah kepengen beli-beli makanan sehat yang mahal, seperti granola atau chia seed atau bubuk-bubuk lainnya.

Buang uang aja girls.

Kita bisa mulai dari hal sederhana kayak langganan jamu yang harganya ribuan doang, atau beli buah dari tukang buah keliling yang harganya juga ribuan doang.

Kalo mau usaha pasti ada jalan girls. Alami dan murah, kombinasi favorit semua orang. 

Ohya untuk biaya konsumsi ini, misalnya tinggal dengan orang tua atau ada makanan yang dapat dibawa dari rumah setiap harinya, kita bisa menghemat biaya makan siang loh girls.

Dan uangnya lumayan banget. Katakanlah sekali katering makan siang harganya Rp 12 ribu, maka dikali 26 hari saja kita sudah bisa menghemat sekitar Rp 300-an ribu girls.

Tranportasi

Soal transportasi, kita bisa berangkat kerja dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Terserah mana yang fleksibel dan biayanya lebih murah. Dan tergantung kamu juga lebih nyaman menggunakan apa.

Untuk kendaraan pribadi semisal motor, kita mesti mem-budget-kan uang untuk investasi beli motor di awal, atau cicilan motor setiap bulannya, ditambah dengan biaya bensin rutin dan biaya maintenance rutin juga.

Sementara untuk angkutan umum kita mesti cadangkan uang untuk ongkos pulang pergi ngantor.

Ada juga girls, beberapa teman saya yang nge-kost karena rumah orangtuanya ada di luar kota.

Mereka sengaja cariin tempat kos yang dekat dengan kantor, sehingga bisa jalan kaki pulang pergi.

Wow, hemat banget kan, gratis biaya transportasi dan tambah sehat.

Penampilan

Girls, ini komponen yang penting ya. Misalnya dari kantor kita sudah dikasih seragam, mungkin biaya ini bisa kita tekan.

Paling ngeluarin uang untuk make up, parfum dan salon.

Sementara kalo kita nggak punya seragam, saya dan kamu mesti nyiapin dana cadangan untuk beli-beli pakaian.

Karena girls, nggak mungkin kita ngantor dengan baju itu-itu aja. Malu juga kan ya, kelihatan kayak nggak punya baju. 

Karena bekerja itu artinya berhubungan dengan banyak orang kita mesti jaga selalu penampilan kita sendiri.

Jangan sampai kelihatan kucel, bau ketek atau jorok-jorok gitu.

Tapi girls, untuk poin penampilan ini, walopun sangat menggoda kita jangan sampai kebablasan belanja ya.

Boleh saja menyisihkan uang sebesar xx untuk belanja baju bulanan, tapi jangan sampai ngabisin lebih dari 10 % gaji kita.

Menurut saya nggak worth it aja habis segitu banyak.

Karena baju itu bukan aset. Satu hari nanti bisa nggak musim ataupun kekecilan. Atau pakaian kusam dan nggak menarik lagi.

Jangan sampai demi hemat nggak upgrade pakaian kita. Cuman jangan sampai kebablasan juga. 

Intinya sih, budget itu adalah kira-kira. Nggak berlebihan, nggak juga kekurangan.

Dan kira-kira-nya itu menurut kamu, ukuran kamu sendiri. 

Sosial

Untuk biaya sosial ini balik lagi ke kita masing-masing. Karena sifatnya untuk menjaga pertemanan, kita sendiri yang ngatur sanggupnya di angka berapa.

Biaya sosial ini contohnya sumbangan kalo ada teman yang nikah atau ada teman yang anaknya lahir atau ada yang ‘kemalangan’,

Satu hal yang saya senang dengan kultur di hampir semua perusahaan di Indonesia adalah orang-orangnya peduli.

Apapun yang terjadi pada kita sebagai bagian dari sebuah perusahaan, teman-teman kantor akan mencoba membantu sebisanya.

Satu yang saya percaya adalah girls, kalo kita mau nerima sesuatu kita harus ikhlas sewaktu ngasih sesuatu.

Hukumnya sih timbal balik.

Apa yang kita kasih satu hari nanti pasti balik ke kita. Ini bukan pamrih ya girls, ini namanya ‘karma’.

Biaya-biaya di atas mungkin belom bisa ngasih gambaran yang detil. Tapi hitungan kasarnya seperti itu.

Bisa jadi kamu punya item yang berbeda dan it’s okay.

Di bawah ada free template untuk budget yang mudah dan sederhana ya girls

FREE DOWNLOAD : TEMPLATE BUDGET SEDERHANA

Ohya girls, yang namanya nge-budget itu artinya adalah mau repot. Yap.

Kita yang mau nyimpan uang harus rela repot. Kalo nggak mau repot, pilihannya cuman keluar uang.

 

2. Biaya pokok hidup mesti amannn

Saya masukin di bawah biaya bekerja karena kita bekerja untuk hidup.

Buat apa capek-capek bekerja tapi nggak bisa dapetin apapun untuk diri sendiri?

KONSEP BUDGET KEUANGAN PRIBADI

Di sini kita bisa masukkan uang makan malam kita, uang pulsa, uang internet hingga setoran ke orangtua misalnya.

Komponen biaya pokok kamu pasti beda-beda.

Ada orang yang mesti nambahin iuran rutin BPJS kesehatan atau asuransi kesehatan.

Yang jelas, biaya pokok ini adalah uang yang kita keluarin supaya hidup kita (di luar waktu bekerja) bisa jalan dengan normal.

Kayak uang konsumsi buat makan malam atau di hari Minggu, uang pulsa buat komunikasi dengan teman, uang internet buat selalu update di sosial media, uang kost kalo kita nge-kost, setoran buat ngebantuin orangtua, cicilan-cicilan gadget, uang sabun dan sampo, atau uang-uang apa saja yang keluar buat hidup kita sehari-hari.

Girls, kalo emang kepengen nyusun budget dengan baik, kita mesti buat list dulu untuk semua pengeluaran kita.

Ditulisin satu persatu dan diorat-oret apa yang kira-kira masih bisa kita kurangin.

Banyak uang-uang yang sebenarnya kita nggak butuh-butuh banget, tapi karena kita mudah terpengaruh sosial media, akhirnya kita belanjakan.

Contoh paling mudah adalah kalo lihatin account ‘kotalover’ atau ‘kulinerkota’ di instagram.

Kita yang nggak perlu makan pun kepengen nyobain.

Apalagi account deal-dealan yang ngasih potongan hampir 70 % dan bikin kita kejang-kejang.

Apa poinnya coba? Nggak makan juga nggak mampus. Tapi karena ada diskon jadi kepengen coba, hingga akhirnya keluar uang lagi. 

Intinya ada pembelanjaan yang emang wajib. Ada juga belanja yang terjadi karena kita susah nahan diri.

Kita hit dulu belanja yang terjadi karena susah nahan diri ini.

Kita nggak butuh kok, nggak dibelanjain juga nggak rugi. 

 

3. Cermat dalam mengeluarkan biaya entertainment

Jaman begini semua orang butuh hiburan. Itu nggak bisa disangkal.

Menekan kebutuhan kita akan hiburan kadang justru memperburuk keadaan. Sehingga kita juga perlu ngeluarin uang untuk hiburan.

Tapi bukan berarti kita membelanjakan banyak uang kita tanpa perhitungan matang.

Saya ngerti betapa pengennya kita liburan ke pulau tropis, mandangin garis horizon warna biru dan cowok-cowok cakep yang lalu lalang shirtless.

Tapi nggak semua budget kita muat untuk liburan ke pulau tropis yang biayanya mahal begitu.

Dan kembali lagi ke kita.  Kalo nggak punya uang, kita harus mau repot.

Karna dengan repot kita bakalan menemukan ceruk yang ngasih kita kesempatan untuk menikmati hidup dengan biaya yang terjangkau.

Artinya kalo nggak bisa liburan ke pulau tropis mungkin bisa liburan ke tempat wisata lokal di daerah kita yang biayanya jauh lebih terjangkau. 

Biaya senang-senang ini beda-beda bagi setiap orang.

Misalnya kamu hobi craft, maka biaya senang-senang ini akan keluar untuk membeli bahan-bahan craft.

Orang lain yang hobinya nonton pasti akan ngeliatin kita dengan pandangan ‘bodoh banget orang ini, ngeluarin uang buat beli-beli kertas dan cat nggak jelas.

Mending dipakein buat nonton uangnya’. Dan it’s totally okay.

Nggak semua orang perlu kita dengerin.

Ngeluarin uang untuk senang-senang adalah hal yang wajib. Ngapain kamu capek-capek kerja tapi nggak menikmatinya?

Katakanlah kamu untuk strict banget, bisa nabung banyak dengan menghemat budget senang-senang kamu, which is a good thing.

Cuman balik lagi, buat apa kita hidup kalo nggak bisa nikmati saat ini? The present?

Ya, saya tahu banyak orang ngomong, dismpan dulu.

Kita kerja keras dari muda, agar kalo udah tua nanti bisa nikmati hasilnya.

Ya girls, benar banget. Nabung itu wajib.

Tapi mengabaikan kesenangan saat ini adalah hal yang bodoh.

Karena kita itu jadi perempuan mesti egois. Egois buat diri sendiri.

Saya mesti nikmati waktu saya saat ini. Saya mesti rasakan juga manfaat dari kerja keras saya. Nunggu sampai tua?

Tar kalo sudah tua-nya kena rematik, ngapain kita ke pantai? Kena air aja uda ngilu badan.

Saya ngomong begini karena sering liatin orang-orang yang berjuang demi keluarga. Itu adalah hal yang baik.

Sangat baik karena nggak semua orang punya hati yang lapang untuk berbuat demikian. Cuman, balik lagi, sebelum menyayangi orang lain, sayangi diri kita sendiri dulu.

Sebelum nyenengin orang lain, senengin diri sendiri.

Kamu akan tetap berjuang buat keluarga, kamu akan tetap bantu keluarga. Kita nggak mungkin meninggalkan keluarga kita.

Cuman, sedikit deh dikasih buat diri sendiri juga. Karena itu penting banget.

Belanja atau ngeluarin uang buat diri sendiri jangan dibuatin jadi rasa bersalah.

No way. Self pleasuring is not something to be sorry for.

Jadi saat nyusun budget, jangan pernah lupa untuk menyisihkan berapa untuk diri kamu sendiri.

Entah mau dipake buat hobi, buat perawatan diri atau sekedar hiburan-hiburan sederhana.

 

4. Menyetel tujuan finansial kamu

Ya, saya tahu konsep ini text book banget, ala-ala financial planner.

Tapi, saya percaya tujuan finansial adalah hal yang penting.

Tujuan finansial di sini berfungsi untuk memberi kita arah, mau kemana sebenarnya.

Jadi misalnya saya ngomong ke diri sendiri mau nabung Rp 100 ribu sebulan, tapi nggak tahu mau nabung sampai kapan dan tujuannya apa, ketika sewaktu-waktu ketemu dengan sesuatu yang distracting (pengalihan), saya akan menomorduakan tabungan saya.

Karena saya nggak tahu arah yang saya inginkan dan di momen bertemu dengan pengalihan itu tentu saja saya percaya pengalihan itulah sesuatu yang saya inginkan. 

MENGATUR BUDGET KEUANGAN PRIBADI

Sederhananya menabung itu bertujuan untuk mempersiapkan diri kita untuk banyak kemungkinan.

Nah, hal yang paling dasar tentu saja untuk keamanan secara finansial, jadi semisal saya mendadak dipecat dari pekerjaan, saya masih bisa tetap hidup untuk beberapa waktu tanpa penghasilan. 

Jika saya menabung tanpa arah, dan suatu hari saya mengunjungi mall, melihat booth travel yang menawarkan harga paket liburan yang fantastis, bisa saja saya berpikir untuk menghabiskan tabungan saya langsung saat itu.

Nah, saya nggak bilang hal itu salah, menghabiskan tabungan untuk sesuatu yang sangat kita suka.

Tetapi, kalo melihat gambaran awalnya, dimana saya ingin punya keamanan finansial, jelas-jelas menghabiskan tabungan untuk paket travelling adalah penyimpangan yang cukup jauh.

Maka penting untuk memiliki tujuan finansial, baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Kita masing-masing memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi tentu tujuan kita pasti berbeda pula.

Ada yang menabung untuk membeli aset, ada yang menabung untuk dijadikan DP untuk membeli aset, ada yang menabung untuk modal usaha kelak, ada yang menabung untuk pendidikan kelak, dan banyak macam.

Selama punya tujuan, menabung akan jadi lebih mudah.

Tapi, gimana kalo saat ini saya baru mulai menabung dan belum punya tujuan yang mau dicapai?

Saya tahu saya perlu menabung, tapi saya taunya nabung untuk masa depan aja, belum tau mau diapakan?

 

5. Mempersiapkan dana darurat (wajib)

Tabungan darurat adalah tabungan dasar, yang menurut saya idealnya 6 kali dari biaya hidup per bulan.

Misalnya saya punya biaya hidup net termasuk hutang (kalau ada) 2 juta per bulan, maka idealnya saya memiliki tabungan darurat 12 juta.

Tujuannya adalah seperti yang saya tuliskan di atas, semisal saya dipecat dari pekerjaan, atau kondisi apapun yang menyebabkan saya tidak lagi menerima gaji secara rutin, maka setidaknya saya memiliki waktu 6 bulan untuk mencari sumber penghasilan lainnya.

Dengan tersedianya tabungan darurat sebesar biaya hidup bulanan saya selama 6 bulan tersebut, saya nggak perlu menurunkan standard hidup saya, sembari saya mencari-cari pekerjaan baru.

Saya percaya tabungan darurat ini penting sekali.

Maka kembali ke pertanyaan sebelumnya, jika saya belum tahu tujuan menabung saya apa, mungkin tabungan darurat adalah jawaban yang tepat.

Saya dapat jadikan ‘mengumpulkan tabungan darurat’ sebagai tujuan awal saya menabung.

Dana darurat adalah tabungan yang sifatnya kita udah rela kalo dia tiba-tiba habis.

Misalnya nggak mau disisihkan untuk jaga-jaga kalo kita nggak bekerja, dana ini bisa kita sisihkan untuk sewaktu-sewaktu ganti gadget, atau kalo sewaktu-waktu kita mesti keluar kota menghadiri acara nikahan sodara atau teman, atau keperluan darurat kita lainnya. 

Hal-hal yang sebenarnya belum tahu bakalan terjadi atau nggak, tapi perlu kita persiapkan. 

Ya, akan ada yang ngomong, ‘mudah, bacot doang’.

Dan sedihnya adalah budget itu emang omongan doang.

Saya nge-budget-in nabung 100 ribu per bulan. Artinya saya ngomong mau nyimpan uang 100 ribu per bulan.

Perkara dilakukan atau nggak, balik ke kita masing-masing. 

Kalo kita lakukan, kita yang nikmati hasilnya.

Kalo nggak kita lakukan, kita yang nikmati kelabakannya.

Intinya menyimpan dana darurat itu sambilan nabung ya.

Kalo nggak kepake syukur, bisa jadi dana tabungan kita. Kalo kepake, nggak mengganggu tabungan kita. 

 

6. Menabung dengan rutin (mulai dari kecil juga nggak masalah)

Menabung adalah bagian favorit saya.

Percaya deh, menabung itu adalah aktivitas yang adiktif kalo hasilnya kelihatan.

Coba deh nabung Rp 300 ribu tanpa berhenti selama 3 tahun. Tebak, uangnya sudah terkumpul berapa? Rp 10,8 juta juga loh girls.

Angka yang ‘lumayan’.

Padahal kalo nggak disimpan, nggak keliatan juga uangnya kemana.

Dan hobi saya adalah switch, misalnya saya lagi ada cicilan handphone Rp 300 ribu yang mau habis bulan depan.

Nah, dari sekarang saya sudah nanamin di pikiran saya kalo Rp 300 ribu nanti bukan tambahan budget senang-senang saya.

Melainkan akan masuk ke uang tabungan.

Kamu boleh coba juga girls, mulai dari elemen budget yang kamu rasa masih bisa dikurangin.

Uangnya dimasukin ke tabungan. Coba aja secara rutin selama 6 bulan.

Di awal bulan ke-7, kamu cek lagi uangnya ada berapa. Seneng apa nggak? 

BACA JUGA : 7 FAKTA MENABUNG YANG PEREMPUAN MUDA WAJIB PAHAM

 

7. Berinvestasi kalo sudah tabungan sudah ‘cukup’

Investasi itu tujuannya untuk meningkatkan nilai uang kita.

Katakanlah kita sudah punya tabungan di angka yang bagi kita cukup. Angkanya bervariasi, bisa jadi belasan juta, puluhan juta atau ratusan juta bagi kita.

Nah setelah sampai di tahap itu, kita sudah boleh mempertimbangkan untuk investasi.

Pilihannya banyak banget, dari reksadana hingga investasi hunian murah.

Tujuan investasi ini adalah tabungan jangka panjang.

Jadi sewaktu investasi ekspektasi kita hasilnya akan dirasakan mungkin 3 tahun mendatang, mungkin 5 tahun atau mungkin 10 tahun mendatang.

Yang jelas nggak mungkin dalam satu bulan atau satu tahun manfaatnya sudah menyenangkan bagi kita. 

BACA JUGA : 4 JENIS INVESTASI DI BAWAH 1 JUTA

 

8. Trial and error

Coba terus girls.

Bulan ini kita coba hemat di aspek makanan dan jajan. Kita ngasih budget berapa ratus ribu untuk dibelanjain buat makanan dan ngejalanin satu bulan dengan strict.

Bulan depan dicoba lagi, dengan nyimpan uang dari berhemat uang make up.

Budget keuangan pribadi adalah percobaan demi percobaan buat nemuin porsi yang pas buat ngabisin uang kita.

Coba terus sampai ketemu titik dimana kamu bisa hidup nyaman dengan uang yang nggak berlebihan.

Dan saya nggak nakut-nakutin, itu adalah titik yang sulit ditemukan. Susah banget hidup dengan budget. Tapi justru itu seninya.

Dengan nyoba-nyoba kita sambilan belajar mengenal diri sendiri.

Pengalaman saya pribadi : saya sudah coba-coba ngurangin banyak pengeluaran-pengeluaran dalam budget saya.

Sejauh ini saya bisa ngurangi uang transportasi dan uang penampilan saya. Namun ada juga titik nggak suksesnya, dimana sampai saat ini saya masih struggle ngurangin budget makanan saja.

Karena saya doyan makan.

Kamu juga akan rasakan titik-titik dimana ‘hei, gua bisa kurangin nih uang pulsa gua, lumayan buat ditabung’.

Atau ‘hei, gua bisa kurangin uang belanja baju nih, bisa gua tabung buat beli emas nanti’.

Dan akan ada juga titik dimana ‘duh, sudah dikurangin malah nggak efektif’. Dan semua itu wajar banget girls.

Balik ke kita lagi, masih mau nyoba bulan depan untuk mengatur budget keuangan pribadi kita, atau nyerah?

 

Pesan sponsor :

Mengatur budget keuangan pribadi itu bukan kerjaan yang sekali pukul langsung jadi girls.

Mengatur budget itu kayak lagi main puzzle yang rumit banget, katakanlah yang 1.000 pcs.

Semuanya ukuran kecil dan dalam keadaan kacau.

Dan semua kepingan kecil itu mesti muat di board-nya. Sama kayak semua biaya-biaya kecil yang mesti muat dalam gaji kita.

Susah-susah gampang.

Ada yang memang teguh pendiriannya, yang saya yakin akan dengan mudah membuat budget dan nyimpan uang.

Namun ada juga yang seperti saya, masih mondar-mandir dan tetap kesusahan ngatur uang.

Gimanapun kondisi kita nggak masalah girls

Saya percaya siapapun kita, mau orang terkaya sekalipun akan susah ngatur uang-nya. Nggak percaya?

Saya sering ketemu ‘orang kaya’ yang uangnya banyak banget dan masih ngeluh nggak punya kelebihan uang buat ini-itu.

Nasabah yang capek ngurusin kebocoran-kebocoran di keuangan dia.

Sama kayak kita girls, bedanya walopun ngeluh dia masih bisa bolak balik Eropa setahun sekali dan kita sekali ajah belom pernah ke sana. 

 

Artikel kali ini cukup panjang dan melebar kayak cookies di panggangan.

Tapi, sebenarnya hidup itu ya pelebaran-pelebaran yang nggak jelas yang mesti kita hadapi.

Kebayang waktu bayi kita hidup hanya di lingkungan keluarga.

Kemudian setelah sekolah ketemu teman SD, teman  SMP, teman SMA dan teman kuliah. Makin lama makin lebar lingkungannya.

Dan kita yang mesti berenang-renang nentuin mana prioritas kita. 

Help me share if you find that this post may enlighten our favorites person. Subscribe if you’d like to now more about money and bank.

Also don’t hesitate about bumping on my social media and say ‘hi’. Thanks for visiting wartadana today. 🙂 

#girlsliftothergirlsup

Pekanbaru, 21 April 2018

Listening to Stone Sour – Looking through the glass

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *