INVESTASI

BELAJAR INVESTASI 01 : MEMAHAMI INVESTASI DENGAN LOGIS

Belajar Memahami Investasi Dengan Logis dan Mudah

Kamu sedang tertarik untuk belajar memahami investasi demi masa depanmu?

Saya harap kamu temukan artikel ini sebelum memulai perjalananmu.

Mengapa?

Karena di artikel kali ini, wartadana akan kupas habis :

  • mengenai investasi,
  • keuntungan berinvestasi,
  • risiko yang mungkin AKAN kamu alami,
  • cara menghadapi investasi rugi, 
  • 3 jenis investasi yang harus dihindari.

Bahasa pasarnya :

BAGAIMANA KRITERIA INVESTASI YANG LOGIS

Anggap ini sebagai welcome pack-mu di dunia investasi.

Sisihkan waktu paling banter 30 menit. Itupun paling lama. Nggak rugilah, ya kan?

Plus artikel wartadana kali ini nggak ribet.

Percaya deh, mari kita mulai!

 

Apa Sih Pengertian Investasi?

Banyak ahli bisa berkoar-koar soal investasi dan pentingnya aktifitas ini bagi hidup.

Dan emang benaran penting, makanya banyak orang bisa cari makan dengan modal berinvestasi saja.

Tapi serius deh, sebenarnya apa sih investasi itu?

memahami pengertian investasi

Mengutip salah satu situs kesukaan saya investasi merupakan aktivitas pembelian aset yang tidak untuk digunakan saat ini, melainkan di kemudian hari guna menciptakan nilai yang lebih besar.

Bahasa pasarnya begini :

KONSUMSI

Kamu beli gula untuk bikin kopi siang ini. Gula tersebut merupakan konsumsi, karena digunakan hari ini, di saat ini.

PRODUKSI

Kamu beli gula untuk dijual kembali. Gula tersebut adalah barang dagangan, karena kamu akan tambahin persen keuntunganmu.

INVESTASI

Kamu beli gula untuk disimpan sebulanan, karena ada isu impor gula akan dihapusin.

Gula tersebut adalah investasimu, yang dibeli sewaktu harga murah / normal dan akan dijual sewaktu harganya naik karena stok nggak memadai di pasaran.

Analoginya seperti di atas.

Sehingga sesuatu bisa dikatakan investasi saat :

  • Kamu beli untuk dijual di masa depan.
  • Kamu beli karena percaya harganya akan meningkat.
  • Kamu beli karena memutuskan mengambil risiko yang ada.

 

Apa Keuntungan Berinvestasi?

  • Untuk apa seseorang melakukan investasi?
  • Mengapa kamu memutuskan untuk membeli sesuatu yang baru akan dijual di masa depan?
  • Kok nggak langsung digunakan saat ini?
  • Kalo baru akan dijual di masa depan, kenapa nggak belinya di masa depan juga?

Jawabannya hanya satu, yaitu :

CUAN

Semua orang tertarik berinvestasi oleh kata ajaib ini. Cuan. Untung. Laba. Profit.

Apapun istilahnya bagimu, pasti ada potensi untuk dapetin uang lebih dari aktivitas investasi.

Cuanlah yang membuat semua orang berbondong-bondong untuk berinvestasi.

Walopun di beberapa kasus, beberapa orang melakukannya dengan cara yang salah dan berakhir buntung.

Nah apa sih fungsi cuan dalam kehidupan finansialmu?

 

1. UNTUK MENGALAHKAN INFLASI

Sebuah analogi yang paling mudah untuk menceritakan inflasi adalah membandingkan harga beras di tahun 2019 ini dengan harga beras 10 tahun yang lalu.

harga beras di jan 2010
sumber : bps.go.id

Yuk, dengan data!

harga beras januari 2019
sumber : bps.go.id

Harga beras  per kilo di Januari 2010 menurut situs BPS adalah Rp 6.702 sementara di Januari 2019 harganya sudah menjadi Rp 12.211.

Artinya naik sekitar 82 % selama 9 tahun.

Yang artinya naik rata-rata sebesar 9 % per tahunnya.

Kenaikan harga beras atau barang-barang apapun yang terjadi setiap tahunnya merupakan inflasi.

Jadi pas kamu dengerin mamak-mamak ngomongin soal harga ini itu yang terus menerus naik – nggak pernah turun, well, mereka lagi ngomongin inflasi. 

apa kaitan investasi dengan inflasi

Sebelum menjawab pertanyaan ini, marilah kita setop sebentar untuk ngomongin bunga bank.

Tau sendiri dong, dari jaman ke jaman, orang pada menyimpan uangnya di bank.

Dan dari simpanan tersebut, orang-orang akan dapatin bunga bank.

Nah dalam waktu 9 tahun terakhir (2010 hingga 2019), berapa sih rata-rata bunga bank di negara kesayangan kita ini?

Berdasarkan data dari  ini situs Bank Indonesia dan situs Katadata :

BI RATE KATA DATA
sumber : katadata.co.id

Sejak 2010 hingga 2019, bunga BI paling tinggi di angka 7,75 % yang artinya net di 6,2 %.

Bandingin inflasi rata-rata 9 % dengan bunga bank yang hanya 6 % per tahunnya.

Kesimpulannya dengan menyimpan uang di bank, nilai uangmu akan menurun setiap tahunnya.

Kalo kamu menyimpan uangmu di bank sejak 2010, maka selamat!

Uang tersebut yang dulunya bisa membeli 1 kilo beras, kini mungkin hanya mampu membeli ½ kilo beras saja.

Jadi apa solusinya?

Untuk mengalahkan inflasi, agar apa yang kamu dapetin hari ini masih sama nilainya di masa depan, investasi merupakan cara terbaik. 

Karena cuan alias profit dari aktivitas investasimu PASTILAH di atas tingkat suku bunga bank.

Kalo sama dengan suku bunga bank, lebih baik nyimpan di bank daripada ngambil risiko berinvestasi.

 

2. UNTUK MEMBUAT UANG BEKERJA UNTUKMU

Karena akan selalu ada kemungkinan kamu nggak bisa bekerja lagi, entah karna:

  • perampingan di kantor,
  • kondisi kesehatan,
  • kondisi keluarga atau
  • karena ingin mengejar mimpimu.

Ketika hari itu tiba, marilah berharap bahwa investasi yang sudah dilakukan sedari dini, akan menjadi penyelamat untuk cover-in biaya hidup.

Kalopun hari itu nggak juga tiba dan kamu tetap kerja, bukannya enak punya diversifikasi sumber pemasukan?

Gajian nggak cuman di tanggal 25 / 30 doang.

Istilahnya, kamu ternakin uang. Nggak mesti orang aja yang nyari uang.

Uangnya PUN bisa nyari uang.

uang cari uang

 

Apa Saja Risiko Berinvestasi?

Setelah tau apa potensi keuntungan yang MUNGKIN DIDAPATIN, kamu pun harus tahu apa sih kemungkinan terburuknya?

Untuk belajar memahami investasi saat terjadi sesuatu yang nggak kamu inginkan.

Pernah dengar istilah ball breaker?

Orang-orang yang kalo kepada dia, kamu ceritakan rencana dan mimpimu, mereka akan datang dengan :

  • 1001 alasan bahwa kamu nggak akan bisa.
  • 1001 kisah sulit yang membuatmu keter.
  • 1001 masalah yang menanti di depan mata.
  • 1001 kondisi yang membuatmu pasti gagal.

Well, my mom is my biggest ball breaker. I love her, but her attitude towards my crazy idea is always driving me insane.

ball breaker

Artinya, sebagai orang yang sering dikecilkan hatinya, saya nggak di sini untuk menakutimu agar tidak berinvestasi.

Saya nulis risiko murni agar kamu tahu apa hal terburuk yang mungkin terjadi dan siap untuk menghadapinya.

I’m not your ball breaker here.

Jadi please, pahami poin risiko hingga merasuk sampai sumsum tulangmu, KARENA ITU DEMI KEPENTINGANMU.

 

APA SAJA RISIKO DALAM BERINVESTASI?

Pernah melihat prospektus reksadana?

Pernah melihat artikel potensi kerugian dalam berinvestasi reksadana?

Risiko reputasilah, risiko finansiallah, dan risiko apapun itu.

Yang bahasanya kece dan membuat kagum, padahal intinya sih cuman dua.

Risikonya hanya terkait dengan uang yang kamu investasikan, yaitu :

 

1. RUGI HINGGA MENGURANGI POKOK INVESTASI

Di investasi apapun, akan selalu ada risiko merugi.

Dan risiko ini nggak bisa kamu hindari, termasuk siapapun.

investasi me-rugi

Pernah mendengar nama Masayoshi Son?

Bapak satu ini merupakan seorang investor kawanan asal Jepang yang dikenal sebagai Warren Buffetnya Jepang.

Dan di tahun 2019 ini Son akhirnya membukukan kerugian dalam 14 tahun terakhir.

BACA : SOFTBANK PERTAMA KALI MERUGI DALAM 14 TAHUN TERAKHIR

Poinnya : bahkan orang sekelas Son saja bisa mengambil keputusan yang belum tepat dan berakibat pada kerugian.

Apalagi kamu, apalagi saya, yang hanyalah plankton di laut investor besar.

Menerima bahwa rugi akan terjadi adalah langkah pertama untuk berinvestasi.

Secara psikologis :

  • Kamu akan lebih tegar dan nggak baper saat risiko tersebut terjadi, karena sedari awal kamu sudah mengetahuinya dan tetap memutuskan untuk maju.
  • Kamu akan belajar bahwa saat sesuatu menurun, akan terjadi pantulan ke atas. Rebound sama seperti bola yang saat jatuh ke bawah akan memantul ke atas.
  • Kamu akan paham bahwa banyak hal di luar kendalimu dan it’s okay to not be able to control every outcome.

 

2. RUGI HINGGA POKOK INVESTASIMU HABIS

Bullshit banget kalo ada jenis investasi yang klaim akan selalu menguntungkan.

Duh! Nggak musim lagi!

Tapi sedihnya banyak juga orang-orang di luar sana yang tertipu.

Silahkan ketikkan korban investasi bodong di mesin pencari.

Dan kamu akan lihat sendiri betapa banyak korban tersebar di mana-mana.

Yang teranyar bagi saya yang tinggal di daerah Sumatera, adalah skandal MIA dan GCG.

Banyak kenalan yang uangnya habis, lenyap tanpa sisa.

investasi bodong

Hal-hal ini akan selalu terjadi. Kapanpun dan dimanapun.

Saat SD, mama saya selalu bercerita mengenai BMW, penipuan yang bisa menggandakan uang dan membuat satu kampung berbondong-bondong menjual asetnya untuk digandakan.

Dan hingga saya sudah seumur ini, masih bertebaran investasi-investasi bodong yang emang sulit untuk dibasmi.

Karena banyak orang, mengalah pada keserakahannya dan nggak mau mikir jernih.

Kalo bisa untung 10 % per bulan, 10 bulan saja sudah balik modal.

Kenapa nggak mau?

Well, kawan! Masalahnya, yang sering terjadi adalah bulan ke-2 saja oknum tersebut sudah nggak keliatan.

Tapi nggak hanya di investasi bodong, dengan investasi yang diawasi oleh OJK pun, potensi rugi hingga pokokmu habis akan selalu ada.

 

Cara Hadapi Investasi Rugi

Saya pernah berhadapan dengan portofolio minus dalam kondisi minim literasi keuangan.

Ya ampun! Rasa-rasa mau nabok diri sendiri, kenapa “saya entry di sini?”

Kapan bakalan untung kembali?

Dan 1001 pertanyaan yang bikin kepala nyut-nyutan nggak bisa menikmati hidup.

Jadi, saat kamu terjun berinvestasi dan berhadapan dengan kerugian, jangan jadi panik seperti saya.

Karena investor panik adalah mangsa empuk di luaran sana. Trust me!

Ada 3 hal yang bisa kamu lakukan saat berhadapan dengan kerugian, yaitu :

 

1. Top up, alias menambah angka investasimu.

belajar memahami investasi dengan top up

Secara finansial, saya suka sekali sewaktu sesuatu turun ke bawah.

Saya senang sewaktu chart dari barang yang saya incar lagi jatuh. Karena itu artinya adalah jalan masuk bagi saya.

Tapi ingat, kita hanya boleh top-up saat yakin kalo barang yang kita beli ini emang benaran bagus. Kalo kita sendiri nggak ngerti, ya belajar dulu.

Balik lagi, selama kamu percaya pada instrumen investasi yang kamu pilih, rugi sama seperti jalan yang ada kerikilnya.

Bakalan berguncang tapi nggak akan menyetop kendaraan yang kamu naiki.

 

2. Cut loss, alias mengurangi potensi kerugian dengan cara menjual rugi.belajar memahami investasi dengan cut loss

Jika kamu sendiri nggak yakin akan instrumen yang kamu pilih dan terheran-heran mengapa terjadi penurunan dan rugi seperti itu, maka cut loss adalah jalan yang tepat.

Anggaplah ada sesuatu yang salah, entah itu caramu berinvestasi atau kondisi ekonomi, tapi yang jelas kamu telah merugi.

Pertanyaannya :

  • Apakah kamu mau bertahan dengan kerugian ini?
  • Apakah kondisi akan membaik dan kerugianmu tertutupi?
  • Atau apakah kondisi malah memburuk dan kerugianmu membengkak?

Saat kamu yakin bahwa kondisi akan memburuk, cut loss lah!

 

3. Bertahan, alias membiarkan portofoliomu begitu saja hingga dia naik sendirinya.belajar memahami investasi dengan hold on

Masih ingat lagu lawas oleh Rio Febrian?

Aku bertahan, ku akan tetap pada pendirianku.

Yep, saat kamu yakin bahwa investasimu akan menguntungkan, satu hari nanti (kapanpun itu), maka kamu boleh memasang posisi bertahan.

Karena sewaktu masuk, keinginanmu adalah untung.

Setelah belajar memahami investasi dalam waktu rugi, kalo masuk di posisi yang kurang tepat dan merugi, apa yang akan kamu pilih?

 

Jenis Investasi Yang Dihindari

Jadi seperti apa sih investasi yang akan membuat pokok investasi mungkin habis saat kamu bermain dengannya?

1. Investasi yang nggak jelas (kantornya pun nggak keliatan)investasi nggak jelas

Contoh investasi yang nggak jelas adalah  :

  • no offense – investasi nanamin uang di usaha temanmu (mungkin menguntungkan, tapi dasarnya belum jelas),
  • investasi tanah kavlingan di tengah semak (I know, absurd tapi banyak yang ngambil),
  • hingga investasi trading-trading-an.

Huh! Saya kenal seseorang yang rugi tapai karena ikutan investasi trading forex.

Contoh investasi yang jelas : beli saham melalui broker, beli reksadana dari MI terkemuka, beli produk investasi dari bank.

 

2. Investasi yang terlalu baik untuk jadi nyata (too good to be true)investasi yang terlalu bagus

Contoh investasi yang terlalu baik untuk jadi nyata adalah yang keuntungannya terlalu bombastis.

Pernah mendengar tawaran : masuklah sekarang, 3 bulan lagi balik modal!

Hati-hati! Kerja apaan sih hingga dalam waktu 3 bulan bisa mengembalikan 100 % uang ?

Kalo bener ada kerjaan sebagus itu, saya akan kumpulin teman dan sodara dan membaktikan hidup untuk kerjaan itu.

Nggak usah kasih tau orang lain, tar makin susah nyari uang. Bener nggak?

Contoh investasi yang normal : untungnya paling banter 1-2 % per bulan.

Lebih dari itu apalagi sampai 5-10 % per bulannya cukup mencurigakan.

 

3. Investasi kelas 3 yang istilahnya gorengan (enak tapi kolesterol)investasi bersifat gorengan

Selama kamu masih berinvestasi dengan cara yang normal : beli emas, beli reksadana, beli saham blue chip, kemungkinan rugi hingga pokokmu habis menjadi lebih kecil.

Tapi kan ada orang yang pengen cepet kaya.

Dan saat seseorang berkata bahwa bitcoin adalah the next thing, dia pun memutuskan untuk entry.

Sayalah orang tersebut.

Saya yang 2 tahun lalu kepengen cepet kaya dan menganga saat dengerin kisah teman yang untuk puluhan persen dari salah satu coin.

Parahnya, sudah 2 tahun saya pantengin dengan hati pun, coin pilihan saya nggak naik-naik juga.

Volatilitasnya luar biasa.

Bisa naik puluhan persen dalam sehari dan bisa turun sama banyaknya dalam sehari.

Investasi gorengan begini lebih baik jangan disentuh. Kecuali kamu yakin dan kuat secara finansial. 

—————–

Akhirnya sampai juga di akhir artikel kali ini.

Jangan lewatin artikel selanjutnya dari Seri Belajar Memahami Investasi ala wartadana .

BACA JUGA :

 

Sejatinya investasi adalah aktivitas ajaib yang bisa mengubah kecil menjadi besar atau mengubah ada menjadi tiada.

Yep, segitu powerful!

Makanya tolonglah, baca 4 artikel ini hingga kelar yah…

Setelah membacanya keputusan tetap ada di tanganmu.

Mau maju, yuk mari! Mau mikir-mikir dahulu, silahkan!

Mau mundur, tolonglah jangan!

Karena seperti disebutkan di atas, sejauh ini hanya investasilah yang sanggup membantumu menghajar inflasi.

investasi mampu menghajar inflasi

LINK DI WARTADANA :

Terima kasih sudah main ke wartadana.com.

REFERENSI FINANSIAL KAUM MILLENNIALS

Sudah datang juga penghujung 2019. What a year!

Pekanbaru, 30 Nov 2019

Ada yang ingin ditanyakan untuk belajar memahami investasi? Komen dong!

Summary
BELAJAR INVESTASI 01 : MEMAHAMI INVESTASI DENGAN LOGIS
Article Name
BELAJAR INVESTASI 01 : MEMAHAMI INVESTASI DENGAN LOGIS
Description
Ingin mulai berinvestasi? Marilah belajar memahami investasi secara logis di artikel ini, agar nggak mudah jadi korban investasi bodong.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *