Mengelola Keuangan Ala OJK

Artikel ini disadur dari brosur 10 Tahap Mengelola Keuangan yang didapat dari kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jika kamu berkunjung ke kantor OJK, silahkan ambil brosur yang tersedia. Gratis dan bermanfaat, walopun nggak dibagikan bebas di luaran sana.

10 tahap mengelola keuangan ala OJK ini akan dibahas dengan penjelasan singkat ala wartadana plus di bawah nanti akan ada template isian yang bisa dipake secara langsung.

Jadi silahkan klik download di bawah – cetak dan isi. That’s it. Super simple.


Kembali pada OJK. Secara fungsi, OJK bertugas untuk mengawasi bank dan lembaga keuangan lainnya di Indonesia.

Logikanya sih : mengawasi institusi besar aja mereka mampu.

Sehingga mestinya mereka bisa jadi sumber yang kredibel untuk ngasih saran keuangan yang dapat kita terapkan dalam hidup sehari-hari.

Jadi mari baca 10 tahap perencanaan keuangan ala OJK ini hingga kelar. Salam #melekfinansial

 

A. Apa Pengertian Pengelolaan Keuangan?

Pengelolaan keuangan adalah tata cara mengelola uang yang diperoleh selama masa produktif dengan sedemikian rupa sehingga kebutuhan dan keinginan hari ini tercukupi sementara kebutuhan dan keinginan masa depan tersiapkan.

Inti mengelola keuangan adalah mengatur uang agar cukup untuk hari ini sambilan siapin porsi buat masa depan.

Dalam modulnya OJK sangat baik hati, mendoakan semua orang akan punya pekerjaan hingga pensiun.

Tetapi dalam kenyataannya boro-boro untuk kerja hingga pensiun, banyak dari kita yang sewaktu-waktu bisa kehilangan pekerjaan.

  • Kebayang orang-orang yang di-PHK karena perubahan teknologi?
  • Atau pekerja yang dirumahkan karena tempatnya bekerja nggak mampu bertahan?

Saya doain agar kita bersama nggak berada di posisi tersebut.

Tetapi terlepas dari gimanapun nyaman dan amannya kondisi kita, mempersiapkan diri tetap harus dilakukan.

 

B. Siapa Yang Perlu Mengelola Keuangan?

Pengelolaan keuangan perlu dilakukan oleh siapa saja yang memiliki hasrat dan niat menjalani hidup yang berkecukupan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Pengelolaan keuangan perlu dilakukan mereka yang ingin mencapai hidup mandiri, bahagia dan sejahtera.

Artinya semua orang harus mengelola keuangannya sendiri.

Dan selagi masih muda, upaya demi diri sendiri adalah hal yang wajib kita lakukan.

Saya ngerti banget, lebih menyenangkan saat nggak perlu atur uang. 

  • Bebas belanja tanpa komitmen.
  • Mau apa aja tinggal checkout.
  • Nggak perlu mikirin dampaknya di masa depan.

Tetapi jujur deh, apa sih enaknya begitu?

Karena apa yang dengan mudah didapat terasa nggak berharga (sama kayak nerima barang gratisan).

Nggak ada koneksinya dengan hati, karena nggak ada perjuangan sama sekali.

  • Bayangin nabung bertahun-tahun demi sesuatu yang benar-benar kita mau.
  • Bayangin gimana perasaan kita sewaktu bisa beli barang / apapun itu.
  • Bayangin seberapa senang kita pas megang barang itu.
  • Bayangi upaya kita buat jagain barang kesayangan itu.

Vs bayangin barang-barang murah yang terjangkau dan bikin kita cepat bosan.

Hal yang sama juga berlaku saat kita mengelola keuangan.

Apapun yang dikelola dengan susah payah hasilnya bikin kita lebih bangga. 

 

C. Mengelola Keuangan Sejak Dini Lebih Menguntungkan

Penundaannya adalah mempertaruhkan masa depan dalam ketidakpastian.

Bener kan?

Semakin cepat kita memahami kondisi keuangan, akan semakin cepat juga kita menyembuhkannya.

Atau seenggaknya akan lebih cepat kita tergerak untuk mulai menyimpan demi masa depan.

Nggak ada orang yang nyesal karena menabung. Yang banyak itu orang yang nyesal karena nggak punya tabungan.

Masa Belajar

Masa muda adalah waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan dalam menabung, menyisihkan uang dan melatih menahan diri dari keinginan menghabiskan uang jajan.

Masa Produktif

Masa produktif merupakan langkah awal menuju sejahtera, jika kita mengawalinya dengan perencanaan untuk memenuhi kebutuhan hari ini dan hari esok.

Masa Tua

Masa tua adalah masa menurunnya produktivitas dan penghasilan. Jika kita telah merencanakannya sejak dini, maka hasil yang dinikmati akan lebih besar.

 

D. Apa Manfaat Pengelolaan Keuangan?

Bahagia hari ini, dengan menikmati penghasilan yang diperoleh pada kebutuhan dan keinginan hari ini, sementara sebagian penghasilan telah disisihkan bagi masa depan.

Kecemasan masa depan sirna karena telah mempersiapkan diri sejak dini. Dengan demikian kehidupan hari ini lebih tenteram dan berkualitas.

Sejahtera hari esok, dari hasil penyisihan penghasilan dan pengembangannya dalam berbagai instrumen investasi. Hidup tetap mandiri dan bahagia.

Tetap mandiri dalam ekonomi, dan bahagia dalam berbagi kepada sesama yang membutuhkan sehingga melengkapi suka cita hati.

Intinya sih banyak banget manfaat dalam mengelola keuangan.

Terutamanya manfaat tersebut akan kita nikmati secara langsung.

 

10 Tahap Mengelola Keuangan ala OJK

Tahap-tahap ini mudah dan nggak bertele-tele.

Saran saya untuk dapetin hasil maksimal, silahkan ambil kertas dan pena.

Tujuannya untuk langsung ngerjain tahapan tersebut.

So, go on! Ambil dulu alat tulisnya.

Sayang bangett kalo kamu menutup artikel ini tanpa melakukan apapun. Percaya deh, modal kertas dan pena doang nggak akan bikin kamu susah.

Nah, begitu alat tulisnya sudah ready, yokk kita mulaiii!

 

1. Tuliskan segala pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulan

Nah, berbeda dengan cara orang awam yang seringnya menghitung penghasilannya dahulu, OJK justru menyarankan kita untuk menghitung pengeluaran terlebih dahulu.

Mau tau kenapa?

Karena uang itu pasti keluar.

Dalam kondisi apapun, pos-pos pengeluaran ini akan terjadi. Bener nggak?

Seperti pos biaya makan sehari-hari.

Mau kita dalam kondisi bekerja, mau kita dalam kondisi nggak bekerja ataupun saat kita dalam kondisi sakit, biaya makan nggak kenal istilah stop.

Tetap harus dikeluarkan.

 

2. Susun pengeluaran Anda berdasarkan skala prioritas, dari yang paling penting sampai yang tidak penting (paling penting, penting, kurang penting dan tidak penting)

Jadi dari catatan panjang pengeluaran bulanan kita, marilah dituliskan tingkat prioritasnya.

Nggak ada benar atau salah dalam mengurutkan pengeluaran kita.

Intinya mesti jujur kepada diri sendiri, mengakui apa yang memang merupakan prioritas kita dan apa yang bukan.

Contoh :

Saya punya prioritas mengenai makanan.

Kalo uang lagi pas-pasan saya akan skip belanja hal-hal lain seperti skin care atau baju, demi menyisihkan uang untuk makan yang layak.

Cara kerjanya lebih kurang seperti itu dan kamu berhak untuk memprioritaskan apapun, yang penting nggak berlebihan.

Gunakan penilaian terbaikmu.

 

3. Jumlahkan segala pengeluaran Anda.

Setelah menggolongkan catatan pengeluaran tersebut dalam kategorinya masing-masing, marilah menjumlahkan total pengeluaran tersebut.

Jumlahkan keseluruhan agar tahu sebenarnya berapa sih pengeluaran yang terjadi setiap bulannya?

 

4. Tuliskan sumber dan jumlah penghasilan Anda :

  1. Gaji
  2. Komisi
  3. Bonus
Jumlahkan semua penghasilan Anda ke dalam penghasilan bulanan. Misalnya Anda menerima bonus tahunan, maka nilai bonus tersebut dibagi 12 untuk memperoleh nilai bulanan.

Ada beberapa orang pake pendekatan yang terbeda terkait bonus, dengan nggak menghitung bonus sebagai bagian dari penghasilan.

Kan sifatnya bonus, nggak tetap sama sekali.

Bonus benar-benar tergantung dari perusahaan dan nggak ada aturan bakunya bagi mereka untuk membayar sejumlah tertentu.

Kamu boleh pakai cara OJK dengan menjumlahkan semua penghasilan termasuk komisi dan bonus.

Atau kalo mau lebih konservatif boleh menjumlahkan angka gaji yang pasti saja.

 

5. Sekarang bandingkan penghasilan dan pengeluaran bulanan Anda.

Bandingkan saja tanpa beban apapun, antara penghasilan bulanan dengan pengeluaran bulanan.

Hari ini yang kepengen kita lakukan adalah menilai kondisi keuangan kita dan belajar untuk mengelolanya.

Jadi kekhawatiran atau pikiran-pikiran lainnya, disingkirkan dahulu.

Jreng jreng. Silahkan lihat berapa selisihnya.

 

6. Surpluskah hasilnya, atau sebaliknya?

Apakah hasilnya surplus, yang artinya positif.

Jadi angka penghasilan kita tetap lebih besar dari pengeluaran.

 

7. Bila surplus, syukurlah.

Maka nilai surplus ini, harus mulai Anda sisihkan di awal untuk diinvestasikan.

Nahh, nggak bertele-tele kan?

Angka surplus tadi merupakan kelebihan uang kamu setiap bulannya. Dan mulailah untuk menyisihkan uang senilai itu secara teratur.

Poinnya bukan untuk menabung agar kaya. Tapi untuk membiasakan diri dalam menyimpan sesuatu untuk masa depan kamu sendiri.

Pst : Jika kamu baru mulai berinvestasi reksadana, silahkan coba Aplikasi Reksadana yang satu ini. Jujur, ini apps favorit saya dan hampir 70 % reksadana saya dibeli di sini. Give it a try

 

8. Bila yang terjadi adalah defisit, maka Anda wajib melakukan penghematan pengeluaran

Hal ini agar jumlah pengeluaran lebih kecil daripada jumlah penghasilan yang Anda terima (berada di bawah kemampuan keuangan / penghasilan).

Langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Jarangkan pos pengeluaran

Misalnya setiap minggu Anda menonton bioskop, maka sekarang lakukan setiap bulan.

  • Turunkan pos pengeluaran

Misalnya setiap minggu minum kopi di kafe eksklusif, sekarang minum kopi di warung kopi

  • Tunda pos pengeluaran

Misalnya ingin berwisata ke Bali bulan depan, tunda menjadi tahun depan.

  • Hilangkan pos pengeluaran

Misalnya makanan yang mengandung kolesterol tinggi, hilangkan kebiasaan yang kurang baik agar badan tetap sehat (agak kurang nyambung ya yang poin ini :D)

Contoh yang lebih kerasa seperti langganan tv kabel atau langganan media online.

 

9. Bila pengeluaran masih lebih besar dari penghasilan sementara Anda telah melakukan langkah 8 secara maksimal, maka sekarang saatnya Anda berupaya :

  • Mencari pekerjaan lain di hari Sabtu dan Minggu
  • Menjual harta / properti untuk melunasi utang yang berbunga tinggi yang membebani pengeluaran bulanan.

Bahasa pahitnya, gimanapun berhemat emang uang kita nggak cukup untuk mengcover biaya dasar hidup kita.

Artinya kita mesti menambah penghasilan kita di luar pekerjaan utama.

Baca Juga : 4 Cara Meningkatkan Penghasilan

 

10. Upayakan pengeluaran setiap bulan berada di bawah penghasilan, dan lakukan penyisihan minimum sebesar 10 % dari jumlah penghasilan.

Jika penghasilan 1 juta, maka kita mesti menyisihkan 100 ribu untuk ditabung teratur.

Ingat selalu bahwa menabung itu bukan perihal nominal.

Emang ada omongan minimal tabungan 10 % atau 20 % dari gaji. Tetapi kita yang paling tahu kondisi kantong masing-masing.

Kalo mampunya hanya 5 % juga nggak masalah. Sah bangett loh saat mampu menabung 5 % dari penghasilan.

Prestasi besar dibandingkan nggak mampu menyimpan sepeserpun.

Poinnya adalah tetap konsisten.

Gimanapun susahnya, kalo bulan kemarin masih mampu menyisihkan 5 %, maka bulan ini pasti mampu.

***

Demikian 10 tahap mengelola keuangan ala OJK.

Nggak ribet kok, asal dibaca dari awal sampai akhir.

Btw, seperti pernah saya sampaikan sebelumnya (kalo ada yang sudah baca Cara Mengecek BI Checking), OJK punya situs yang bagus.

Ada banyak modul gratisan di sana yang sangat membantu orang awam seperti kita untuk belajar soal keuangan.

Kalo bingung mau mulai darimana, silahkan klik link ini ya.

Atau silahkan klik Artikel Mengelola Keuangan ala wartadana.

Baca Juga :

Link Wartadana :

  • Instagram wartadanablog => sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.
  • Twitter wartadanacom => sharing artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.
  • Pinterest wartadana => pin banyak quotes finansial.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com

REFERENSI FINANSIAL KAUM MILLENNIALS

Jika kamu adalah pengguna Pocket, connect dengan saya di sini.

Sudah mulai praktekin 10 Tahap Mengelola Keuangan Ala OJK ini? Komen dong.

Summary
Article Name
10 Tahap Mengelola Keuangan Ala OJK
Description
(WAJIB KLIK) Ilmu baru : 10 Tahap Mengelola Keuangan ala OJK. Mudah, masuk akal, sederhana dan bisa langsung dipraktekkan.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *