6 KESALAHAN FINANSIAL DI USIA MUDA (WAJIB TERJADI)

Setuju nggak kalo pelajaran paling berharga dalam hidup didapat dari pengalaman? Dan pengalaman berupa kesalahan finansial di usia muda dapat menjadi pelajaran hidup yang bertahan sepanjang jalan kenangan.


Setuju?

Sekarang saya mau nanya, pernahkah kamu ketemu dengan generasi di atas kita yang menua dan menjadi orang yang sangat pahit (a bitter person) ?

Mereka nggak percaya pada orang lain, menaruh curiga pada setiap tindakan orang lain dan nggak pernah bisa menerima kejujuran yang orang lain ungkapkan?

KESALAHAN FINANSIAL DI USIA MUDA

me.me

Sebagai marketing bank, udah nggak terhitung lagi berapa kali pertemuan dengan tipe nasabah seperti ini.

Tapi, bukannya menghakimi atau ngomong kasar tentang mereka, mestinya kita memiliki simpati untuk dibagikan ke mereka.

Karena mereka pastilah melewati hidup yang sangat keras, sudah ditipu sampai habis-habisan, telah dimanfaatkan sampai kering dan ditusuk dari belakang oleh orang-orang yang mereka percaya.

Akhirnya, rasa percaya mereka terhadap orang lain habis. Nggak tersisa lagi.

Setuju nggak kalo hal-hal seperti itu adalah pengalaman yang menyedihkan untuk dialami oleh seseorang?

Kembali pada pengalaman hidup dan kesalahan finansial di usia muda.

Dengan membuat keputusan finansial yang salah di masa muda, ternyata kita menjadi lebih bijak mengatur keuangan kita di masa depan. Agar kita nggak perlu menua dengan hati yang pahit.

KESALAHAN FINANSIAL DI USIA MUDA

pinterest.com

Karena kita sudah pernah merasakan dampak dari kesalahan tersebut, yang ternyata nggak main-main besarnya pada keuangan kita.

Maka di kemudian hari, insting kita menajam setiap kali memutuskan sesuatu terkait finansial.

Di kesempatan ini, wartadana akan share tentang 6 jenis kesalahan finansial di usia muda yang baiknya kita alami di usia 20-an.

Karena jika dialami di usia 30-an dan sudah memiliki keluarga yang mesti kita jaga, dampaknya akan berat banget.

————————————————————————————————

1. Hidup pas-pasan melewati akhir bulan

Pernah mengalami hal ini? Hampir semua pekerja dengan gaji bulanan akan mengangguk. Bahkan orang kaya alias pengusaha sekalipun punya momen seperti ini dalam hidupnya.

Bedanya dengan kita yang pas-pasan, yang buat melewati akhir bulan pusing mikirin uang buat makan, mereka yang tajir melintir pusingnya mikirin uang buat beli tas designer terbaru.

Di awal usia 20-an dalam hidup saya, sudah nggak terhitung berapa bulan yang harus dilalui dalam keadaan pas-pasan.

Apalagi kalo mendekati tanggal gajian, serasa jarum jam mutar terbalik karena hari gajian yang sisa 2 hari doang nggak datang-datang.

Sebagai pembelaan, justifikasi saya adalah kondisi tersebut timbul karena gaji rendah dan nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

IDEALNYA GUA NABUNG BERAPA

sumber : memegenerator.net

Tapi seiring dengan trial and error dalam mencoba ngatur keuangan, barulah saya mengerti bahwa pengaturan keuangan itu nggak fokus pada berapa uang yang mampu kita hasilkan.

Pengaturan keuangan itu adalah proses untuk jujur sama diri sendiri tentang berapa jumlah uang yang boleh kita gunakan.

Kalo kita baru mampu menghasilkan gaji 1 juta maka kita harus bisa hidup dengan modal 1 juta ini.

I know. I know. Pola pikir begini yang memang sulit dipupuk di usia muda.

Setiap bulan kita ada saja pengeluaran nggak terduga dan biaya hidup kini membengkak lebih besar dari penghasilan.

Harapan satu-satunya untuk menyelesaikan semua minus tersebut adalah sewaktu dapatin bonusan atau THR, dimana kita akan menutupi kekurangan tersebut.

(Padahal tahun ini belum tentu juga dapat bonus, ya kan?)

 

Mulai mengatur keuangan pribadi

Berkaca dari hal ini, penting banget bagi perempuan muda seperti kita untuk belajar mengenai literasi keuangan.

Apalagi di jaman begini, ada banyak blog yang bacaannya gratis dalam bahasa Indonesia, yang ngajarin kita gimana caranya mengatur uang dan gaji.

Ada banyak video youtube yang ngajarin hal yang sama. Dan akun Instagram yang ngajarin hal finansial juga.

Kita punya banyak pilihan. Medianya tersedia gratis. Tapi seringnya kita berpikir bahwa membaca blog atau menonton video atau melihat gambar serius terasa membosankan.

Sehingga mudah untuk mengabaikan fakta bahwa saat ini kita sudah harus berhemat. Dan lebih mudah lagi untuk mendengarkan celoteh teman tentang model baju keluaran terbaru yang kece badai.

Celoteh-celoteh yang bikin kita kepengen punya barang baru lagi deh….

Sekarang, kembali lagi ke diri kita sendiri kepingin meningkatkan nilai diri sendiri atau nggak? Tahan hidup pas-pasan melulu?

Bagi yang kepengen mengubah kondisi pas-pasan dan mulai mengatur keuangan, maka yang perlu kita lakukan di tahap awal adalah :

KESALAHAN FINANSIAL DI USIA MUDA

Untuk membantu proses ini, di luar sana banyak banget apps pencatat keuangan yang bisa kita gunakan secara cuma-cuma.

Atau kalo mau versi barbarnya, kita bisa mencatatkan dalam kertas kecil saja untuk diselipin di dompet.

Saya ngerti banget memulainya di awal adalah hal yang super sulit. Bikin kita dongkol, ngerasa super repot dan bertanya-tanya kenapa harus nyusahin diri sendiri sih?

Tapi kalo nggak kita mulai, seterusnya akan jalan di tempat. 1 tahun lagi begini juga drama begini yang akan kita jalani setiap akhir bulan.

Nggak capek hidup pas-pasan?

Seenggaknya dengan memulainya sekarang, ada kemungkinan kecil, dimana ternyata kita berhasil mengontrol pengeluaran kita. Seenggaknya peluang ada sewaktu kita memulainya.

 

2. Nggak pernah punya tabungan sepersen pun

Siapa yang begini? Rekening tabungan di bank menjadi tempat persinggahan uang gaji. Untuk nginap satu malam saja nggak sempat.

Kesalahan kedua ini biasa terjadi berbarengan dengan kesalahan pertama.

Dimana gaji nggak pernah kita atur atau diatur dengan cara yang salah sehingga uang nggak pernah cukup.

Gimana mau nabung, buat makan aja susah? Demikian teriakan hati kecil kita membabi-buta.

Tapi benarkah untuk makan saja gaji kita bahkan nggak mencukupi? Benarkah kebutuhan pokok kita luar biasa mahalnya, sehingga gaji nggak mencukupi?

6 KESALAHAN FINANSIAL DI USIA MUDA

sumber : memecenter.com

Logika sederhana :

UMR adalah gambaran penghasilan minimal bagi seorang pekerja untuk mampu hidup layak, sementara mayoritas gaji kita setara dengan UMR atau lebih.

Jika ingin berhemat, angka biaya pokok hidup kita bahkan nggak memerlukan uang sebesar angka UMR tersebut. Tapi seringnya biaya seneng-seneng kita yang kebablasan angkanya.

Dan menabung seakan mimpi belaka. Dan selalu ada hashtag #menabungalwaysstartnextmonth

Yuk, kita kaji pake logika, apa saja kemungkinan terburuk saat kita nggak pernah punya tabungan ?

– Nggak punya darurat sebagai cadangan untuk menghadapi kebutuhan urgent dadakan

– Menjalani hidup setiap bulannya dari satu gajian ke gajian berikutnya

– Nggak mampu membantu orang yang kita sayangi jika suatu saat mereka membutuhkannya (terutama dalam hal materi)

– Nggak mampu memenuhi keinginan dadakan bagi diri sendiri.

BACA JUGA : 7 FAKTA MENABUNG BAGI PEREMPUAN MUDA

Tapi kalo kamu merasa biasa saja dan nggak serem, yahh silahkan lanjutin gaya hidupmu. Ini hidup milik kita masing-masing. Nggak ada paksaan untuk menjalaninya dengan cara yang berbeda.

 

3. Terlalu konsumtif hingga hutang berlarut-larut

Mungkin beberapa tahun yang lalu, kita semua sama-sama punya persepsi negatif terhadap belanja online.

Takut barang yang datang nggak sesuai keinginan dan segala macam. Sehingga frekuensi belanja nggak se-sering sekarang.

Tapi seiring dengan kencangnya promo gratis ongkos kirim, takut itu akhirnya tergerus oleh penasaran dan keinginan belanja yang luar biasa kuatnya.

Apalagi sekarang bisa retur kalo nggak cocok dengan barangnya. #Kebablasan

KESALAHAN FINANSIAL DI USIA MUDA

1CAK.COM

Jadi gimana caranya berperang dengan keinginan belanja? Apa yang bisa kita lakukan untuk melawan kebiasaan konsumtif yang membuat kita kepengen belanja online melulu?

– Menanyakan 7 pertanyaan sewaktu kebelet belanja

– Mencari hobi atau kesibukan positif yang memakan waktu

– Mengontrol jadwal memegang smartphone (yang penuh dengan iklan)

– Mulai belajar untuk nggak melihat orang dari eksteriornya. Jadi kita pun nggak perlu khawatir orang lain akan menghakimi kita berdasarkan penampilan.

– Mengikuti program sumbangan secara online (cek di Aksi Cepat Tanggap atau Kita Bisa)

– Mengikuti program bantuan pada anak-anak di daerah pedalaman (Tangan Pengharapan)

Lebih baik mampu berbagi pada komunitas daripada bangun pagi secantik Barbie. 

Saya ngerti, list di atas akan menjadi bullsh*t kalo dari kita sendiri nggak ada niat untuk mengubahnya.

Dan seperti poin 2, kalo terketuk dengan artikel ini dan kepengen melakukan sesuatu, saran-saran di atas adalah untuk memulainya. Kalo nggak, yah lanjutkan!

 

4. Meminjamkan uang pada teman yang salah

Someone wise once told me :

Sewaktu kamu minjamin uangmu ke orang lain, kamu harus sudah rela 80 % uang itu nggak akan kembali padamu.

Sebelum mendengar kalimat itu, tingkat pengembalian yang saya harapkan dari orang-orang adalah 100 %.

Artinya saya berharap setiap orang yang meminjam uang kepada saya akan mengembalikan uang tersebut 100 %. Ada yang sama?

Karena saya berkaca pada diri sendiri. Setiap kali meminjam uang, saya akan berupaya mengembalikannya 100 % tepat waktu. Makanya saya berharap orang lain juga demikian.

Ternyata oh ternyata, kita nggak bisa berharap orang lain akan memperlakukan kita sama dengan cara kita memperlakukan mereka.

Makanya bisa timbul peribahasa “ Air susu dibalas air tuba “.

Jadi pinjam meminjam uang macam apa yang harus kita hindari?

Jangan meminjamkan kartu kredit kita untuk orang lain gunakan.

Kalo nanti mereka nggak mampu bayar dan menunggak di bank, orang yang akan ditagih adalah kita sendiri, bukan mereka. Bank ngasih kartu kredit karna kita, bukan mereka.

– Jangan meminjamkan 50-100 % dari tabungan yang kita miliki.

Paling banter minjamin orang 5 % dari tabungan kita, karena hitung-hitung sudah ikhlas kalo sudah nggak tertagih.

– Jangan meminjamkan uang untuk orang yang tujuannya konsumsi.

Lucu banget kita minjamin uang untuk teman yang lagi mau beli gadget atau beli makeup baru. Kalo belum mampu beli ya nahan diri, masa ngutang?

– Jangan meminjamkan uang pada orang yang baru kita kenal atau kenalan lama yang lost contact

Walopun nominalnya rendah. Kemungkinan besar akan jadi berlarut-larut dan nggak terbayar karena itu adalah kebiasaan orang tersebut.

Masa sama orang yang baru dikenal / ditemui langsung minjam uang? Ada yang salah dengan orang ini. Terutama yang ngotot mesti dipinjamin.

Kalo belum ikhlas kehilangan uang tabungan, atau belum ikhlas dibayar terlambat, lebih baik jangan meminjamkan uang pada siapapun.

Terserah deh orang bilangin kita pelit atau apa. Yang ada di rekening itu kan uang kita, hasil kerja keras kita sendiri. Kalo emang kita nggak nyaman buat apa dipaksa?

 

5. Menjadi korban penipuan uang

Pernah menjadi korban hipnotis di pusat perbelanjaan? Atau menjadi korban penipuan lewat telepon?

Saya yakin sudah nggak terhitung lagi teman dan kenalan kita yang mengalami hal tersebut.

Mulai dari penipuan lewat telepon mengatakan keluarga kita ditangkap polisi hingga kecelakaan di jalan. Hingga menjadi korban hipnotis.

(Psst : saya sendiri pernah jadi korban hipnotis di mall di sebelah kantor)

Dan karena saya nggak kepengen kamu dan orang-orang yang kamu sayangi mengalami hal tersebut, maka langsung saja saya share bahwa pelajaran paling berharga setelah menjadi korban penipuan atau hipnotis adalah :

WASPADALAH-WASPADALAH! KEJAHATAN TERJADI BUKAN HANYA KARENA NIAT PELAKUNYA, TAPI JUGA KARENA ADA KESEMPATAN. WASPADALAH – WASPADALAH!

Ternyata nasihat bang Napi itu benerrr bangetttt. Selalu hati-hati deh. Mau jadi orang baik boleh, tapi nalar itu nggak  boleh ditutup.

Jadi sewaktu ketemu dengan kondisi-kondisi aneh yang masuk akal, mending kita dengerin kata hati kecil kita yang ngetok-ngetok : ‘elu nggak sadar lagi ditipu?’.

Tapi nggak hanya hipnotis begitu yang ada di luar sana, penipuan terkait uang punya banyak wujud. Salah satunya adalah skema Ponzi.

Pernah dengar frasa skema Ponzi ?

KESALAHAN FINANSIAL DI USIA MUDA

Wikipedia.com

BACA LEBIH LANJUT : SKEMA PONZI

Dalam penipuan berkedok investasi, skema Ponzi adalah induknya dan selalu digunakan dengan modus operandi yang berbeda.

BACA JUGA : KORBAN INVESTASI BODONG TRILIUNAN

Atau yang paling anyar yaitu kasus First Travel di tahun 2017

BACA JUGA : FIRST TRAVEL HINGGA JASA WO TUKANG TIPU

Kesemua penipuan uang tersebut memiliki cara operasi yang sama yaitu dengan menawarkan keuntungan luar biasa yang sulit untuk kita tolak.

Angkanya sangat spektakuler hampir mendekati nggak mungkin. Tapi karena kita ini suka khalayan ala-ala menang lotere, kita berpikir ‘Bisa jadi ini rejeki harimau-ku‘. Padahal nggak.

Jadi sewaktu mendengar tawaran investasi yang return-nya luar biasa tanpa skema yang jelas, lebih baik kita mundur.

Atau cek ke call centre OJK (157) untuk mengecek apakah investasi tersebut penipuan / bodong atau tidak.

Dengan menjadi korban investasi bodong di masa muda, akan keukeh niat kita untuk tetap pada investasi wajar yang return dan risikonya terukur. 

Tapi kalo bisa skip deh kesalahan finansial yang satu ini.

 

6. Berinvestasi dengan modal nekad tanpa pengetahuan sedikitpun

Kondisi ini biasa muncul kalo kita lagi nongkrong barengan teman.

A : Eh, udah denger belum sekarang lagi pada heboh bitcoin coy?

B : Iyah, gua denger teman yang lain juga pada heboh beli. Gila ya, harga lagi tinggi banget.

A : Iyah geng! Rugi tau lu kalo nggak ikutan dari sekarang. Kemarin itu artikel berita bilang CEO Twitter ngasih tau bitcoin bakalan jadi mata uang tunggal di masa depan. Gilak nggak?

B : Masa sih? Minta link beritanya dong. Masa iya?

A : Iyah geng! Google sono! Gua aja udah untung jutaan nih dari jual beli bitcoin. Lumayan buat uang pulsa.

Kalimat terakhir A membuat B panas sendiri dan nggak akan pulang sebelum mencari tahu mengenai berita oleh CEO Twitter itu atau link buat jual beli bitcoin.

Pulang ke rumah dengan perasaan panas seperti itu, yang pertama kali dilakukan B adalah ikut membeli bitcoin dengan harapan harga akan selalu naik.

Dengan aplikasi mobile, akun di platform trading dibuka. Dengan aplikasi banking mobile, duit ditransfer.

Dengan darah yang masih hangat, dibeli bitcoin sesuai jumlah yang dia mampu. Harapannya besok naik langsung dijual.

KESALAHAN FINANSIAL DI USIA MUDA

chirpstory.com

Besoknya apa yang terjadi? Bitcoin dilarang di China, harga berjatuhan. Stress nggak?

Setengah dari hati B sudah terperosok dalam, tapi di kepalanya masih ada optimisme.

Kata berita yang dibacanya, masa depan mata uang kripto masih cerah.

Sudah tertebak bukan apa yang terjadi selanjutnya?

Harga kembali jatuh hingga lebih dari 50 %.

B termenung di sudut kamar berpikir sepanjang waktu, mengapa dia menjadi panas secepat itu dan membeli bitcoin tanpa pertimbangan apapun.

Tidakkah itu namanya berjudi?

PS : Kisah di atas adalah kisah nyata. Saya adalah si B.

Disclaimer : Saya nggak bilang bitcoin adalah investasi yang buruk atau baik. Saya mau tekankan di sini betapa tinggi tingkat volatilitas mata uang crypto tersebut.

Berdasarkan data ini, di posisi Maret 2018 jumlah investor di platform jual beli bitcoin hampir menyamai jumlah investor di pasar modal.

Artinya? Kita emang doyan yang instan, sama seperti kecintaan kita yang nggak pernah habis pada Indomie.

Masalahnya nggak berhenti di bitcoin, Indonesia adalah Negara dengan jumlah penduduk yang besar. Berdasarkan data ini, jumlah saudara satu Negara kita adalah 261 juta jiwa.

Jumlah yang sangat fantastis. Dan dari 261 juta jiwa itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik terdapat 124 juta jiwa yang merupakan golongan tenaga kerja aktif.

Artinya hampir 50 % dari penduduk Indonesia merupakan pekerja produktif.

Ayo kita bandingkan jumlah pekerja dengan jumlah investor pasar modal yang jumlahnya hanya 1,2 juta investor berdasarkan data ini.

Kemana orang-orang yang bekerja ini menyimpan dan berinvestasi?

Kurangnya literasi keuangan dan nggak meratanya program edukasi dari pemerintah membuat banyak dari kita yang nggak pernah mengerti investasi dengan pemahaman yang benar.

Orang tahunya investasi adalah untuk dapat untung yang lebih besar dari bunga bank. Tapi nggak semua orang sadar bahwa investasi itu punya komponen risiko yang sama besar dengan kemungkinan untung yang ditawarkan.

Paradigma dasar ini yang menjadikan begitu banyak orang membeli produk sekuritas dengan modal percaya pada brokernya, atau membeli produk PAYDI dengan modal percaya pada ilustrasi di atas kertas.

Bukan kita serta merta nggak percaya pada mereka yang lebih ahli.

KESALAHAN FINANSIAL DI USIA MUDA

sumber : memeguy.com

Tetapi sebelum berinvestasi kita sudah harus mengerti apa untung dan apa ruginya dan memutuskan bahwa tingkat kerugian itu layak dijalani demi keuntungan yang akan timbul.

Sudah ada pengukuran risiko dibanding untung.

Sudah ada pengukuran kapan dana ini akan terpakai, mampu berapa lama kita menyimpan dana dalam investasi tersebut jika sewaktu-waktu harganya memburuk.

Tanpa berhitung, investasi dengan modal nekat itu adalah JUDI.

Membeli di harga 1 dan berharap satu pagi kita bangun dan harganya naik menjadi 100, apa namanya kalo bukan judi?

Dan kita nggak doyan berjudi dengan uang hasil kerja keras sendiri, ya kan?

————————————————————————————————

Saya sendiri adalah jenis orang yang hanya bisa belajar dari pengalaman.

Walaupun orang terdekat atau keluarga bicara kepada saya sampai berbuih, jika saya sendiri masih ngotot, biasanya saya akan tetap lakukan apapun yang saya mau.

Jadi setiap kesalahan yang saya buat di masa lalu benar-benar membantu saya dalam beberapa tahun terakhir ini.

6 kesalahan yang ditulis di atas, semuanya sudah pernah saya alami. Pahit banget!

But life goes on.

Dan ternyata saya dikasih kesempatan buat share di wartadana tentang kesalahan finansial usia muda di atas, dengan tujuan agar kita bersama bisa belajar bahwa setiap kesalahan finansial itu punya harga yang mahal.

Maka kita punya kesadaran bersama untuk mengurangi tingkat kesalahan yang sama di masa depan.

Pekanbaru, 23 Juli 2018

#girlsliftothergirlsup

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *