7 ALASAN PENTINGNYA RUTIN MENCATAT PENGELUARAN UANG

Untuk kamu yang malas mencatatnya, berikut 7 alasan pentingnya mulai rutin mencatat pengeluaran pribadi kamu.

Ps : tujuan rutin mencatat pengeluaran adalah untuk memastikan bahwa kamu aware terhadap setiap Rupiah yang kamu keluarkan.

Sehingga untuk kamu yang mampu mengontrol budget bulanan, boleh saja skip proses mencatat pengeluaranmu.

Terutama nih kalo kamu sudah menggunakan konsep rekening operasional pribadi, dimana semua budget yang boleh kamu pakai sudah dikumpulkan ke rekening tersebut.

Jadi tugasmu hanyalah memastikan pengeluaran sesuai budget. Sehingga kamu nggak perlu mencatat pengeluaranmu.

mencatat pengeluaran bulanan

Tapi untuk kamu yang belum punya metode mengatur keuangan favorit, coba deh rutin mencatat pengeluaran kamu.

Karna ada 7 manfaat mencatat uang keluar, yang membantu banget.

Yuk, dibaca ke bawah!

1. Tau Kemana Uangmu

Alasan pertama untuk mulai mencatat pengeluaran uang adalah untuk mengetahui kemana uangmu selama ini.

Yes, wartadana mengerti. Pastinya saat kamu ngeluarin uang dari dompet / rekeningmu, kamu sudah sadar.

Tapi percaya deh, akan ada momen wah tersendiri saat kamu melihat total pengeluaran tersebut dalam waktu sebulan.

Coba saja lakuin tracking pengeluaran selama 1 minggu, dan kamu akan surprise melihat gaya spending kamu.

mencatat uang keluar

Hal-hal yang keliatannya remeh dan nggak pentinglah, bisa menjadi besar saat dibiarin lepas dari pengawasanmu.

Termasuk uang yang kamu keluarkan selama ini.

2. Surplus / Minus ?

Alasan kedua untuk mencatat biaya keluar adalah untuk mengetahui surplus atau minuskah keuanganmu.

Satu hal lain yang jarang disadari orang, adalah begitu mudahnya hidup di luar kemampuannya masing-masing.

Contoh : saat wartadana menerima gaji 1 juta per bulan, maka biaya hidup wartadana adalah maksimal 1 juta (asumsi nggak punya tabungan).

Tapi seringnya pasti wartadana butuh 1,1 juta (10 % melebihi budget) atau hingga 1,5 juta ( 50 % over budget).

surplu / minus keuangan

Hal-hal kayak gini normal, karna uang bukan ilmu pasti.

Selalu ada masalah mendadak, atau mungkin ketiban ketiban rejeki nomplok, atau uangnya lagi kecampur aduk.

Makanya perlu mencatat pengeluaranmu dengan penuh kesadaran, agar di akhir bulan kamu bisa menyimpulkan dengan valid : surplus atau minus kah?

3. Membuat Budget Keuangan

Mencatat pengeluaran kamu secara rutin, memberikan kamu gambaran akan gaya spending kamu.

Sehingga berdasarkan data ini, kamu bisa membuat budget keuangan pribadimu, yang paling sesuai dengan kamu.

Ada beda antara mencatat pengeluaran -> aktivitas pasif dari membuat budget keuangan -> aktivitas aktif.

membuat budget keuangan

Dengan membuat budget, kamu secara sadar mengalokasikan uangmu sesuai dengan pos-pos yang penting dalam hidupmu.

Kamu merancang angka dan menyesuaikannya agar hidup kamu berjalan dengan baik.

Nggak ada data terbaik untuk membantu proses budgeting, selain data pengeluaran rutin kamu.

4. Jejak Historis

Rutin mencatat pengeluaran membuat kamu memiliki jejak historis kemana uangmu pergi.

Hal ini menguntungkan, terutama karna kamu nggak punya personal asisten yang membantu arsip data keuanganmu.

Hal-hal penting yang perlu kamu catat :

  • sewa menyewa dengan pihak ketiga,
  • hutang yang kamu berikan,
  • biaya-biaya besar yang signifikan (renovasi rumah),
  • apapun yang penting menurutmu.
pengeluaran pribadi besar

Percaya deh, most of the time, biaya-biaya besar ini akan terlupakan.

Sehingga sering bikin bingung :

  • Kemarin sewa ngomongnya angka berapa ya?
  • Dulunya kasih hutang berapa ya?
  • Tahun berapa ya renov rumah, kok udah retak keramiknya?

Wartadana pernah minjamin uang ke orang dan karna udah lupa nominalnya jadi malas menagih. Salah sendiri, sehingga berkaca dari sini, wartadana punya catatan hutang terpisah.

5. Fokus Memangkas Biaya

Mencatat kemana uangmu pergi, membuat kamu menemukan beberapa pengeluaran impulsif yang nyebelin.

Percaya deh, pengeluaran impulsif itu sangatlah menyenangkan.

Terutama saat kamu checkout atau membayarkannya. Ada adrenalin rush-nya tersendiri. Bahkan saat kamu sekedar browsing saja, perasaan happy-nya beda banget.

pengeluaran impulsif

Sehingga nggak bisa langsung sadar. Melainkan butuh beberapa minggu / bulan untuk bisa menyadari bahwa money out tersebut merupakan pengeluaran impulsif.

Maksudnya gini : saat ngeluarin uang, kamu akan berpikir bahwa ini pengeluaran wajib. Sangatlah normal dan natural.

Tapi sebulan kemudian lihat baik-baik catatanmu. Akan ada momen : waduh, nggak seharusnya gw beli ini lagi, eh keseringan deh padahal nggak ngefek banget, bla-bla-bla.

Selanjutnya kamu tinggal fokus pada tipe pengeluaran ini dan mastiin dirimu disiplin memangkas biaya tersebut.

6. Membuat Goal Finansial

Menyadari kemana uangmu pergi, membuat kamu selangkah lebih maju dari mayoritas orang yang hidupnya ngambang ikutin arus.

Sehingga dengan selangkah lebih maju, kamu bisa upgrade kebiasaan mencatat pengeluaran itu menjadi kebiasaan finansial baru, yaitu membuat goal finansial.

Nggak muluk-muluk kok.

membuat rencana keuangan

Wartadana nggak ngomongin goal gede, nabung sampai kaya, trading sampai cuan luber atau hal-hal shiny kayak gitu.

Wartadana cuman ngomongin goal kecil, seperti mencoba mengurangi pengeluaran kamu dan menggantikannya sebagai tabungan.

Atau goal kecil seperti berniat membatasi jumlah checkout marketplace.

Coba deh, berdasarkan data yang kamu punya tentang pengeluaranmu, pilih satu tipe spending yang mau kamu kurangi dan lakukan selama 1 bulan.

Beat yourself. Perasaan puas yang muncul sangat adiktif.

7. Mengenal Diri Kamu

Mengetahui cara kamu menghabiskan uang, membuat kamu mengenal dirimu lebih dalam lagi.

Hal yang sering terjadi pada manusia adalah distorsi.

Adanya kecenderungan seseorang untuk berpikir dalam konteks ideal self, dibanding dirinya apa adanya.

distorsi ideal self
pengennya jadi yang tajam, ternyata aslinya tumpul.

Contoh : wartadana percaya bahwa ada 2 komponen besar dalam pengeluaran rutin wartadana, yaitu makanan dan self learning (kursus online, etc).

Ternyata, self learning adalah ideal self wartadana yang pengennya demikian.

Padahal aslinya kalo ngeliatin catatan biaya wartadana, ugh la-la, makanan dong, nggak ada lawannya.

Sehingga untuk trimming biaya, wartadana akan mulai dari belajar mengurangi jajan dan take away -> mengurangi jajan gofood -> mengalihkan uangnya pada self learning.

Hal-hal kayak gini hanya bisa kamu sadari, setelah kamu menemukan dirimu sendiri di balik pengeluaran rutinmu.

Dare yourself : rutin mencatat pengeluaran !

Wartadana tantang kamu yang udah membaca sampai sejauh ini : kuat nggak fokus mencatat pengeluaran kamu selama 1 minggu saja?

Nggak usah kelamaan. Nggak usah ribet. Pake aplikasi notes dan tuliskan semua uangmu. Atau tulisin pake kertas coret-coret.

Setelah seminggu, lihat catatan itu dan kasih tau wartadana kalo emang nggak bermanfaat sama sekali.

Waste of time. Nggak ada gunanya sama sekali.

membuang waktu saja

Kalo itu terjadi : wartadana akan hapus artikel ini, karna nggak bermanfaat banget, buat apa?

Tapi kalo ada satu aja momen aha atau terkejut atau syok atau apapunlah itu, share dong di sini.

Untuk menginspirasi pembaca lainnya yang sama kayak kamu, yang masih mencari metode mengelola keuangan pribadi yang paling cocok dengannya.

Deal?

Baca Juga :

Sudahkah kamu rutin mencatat pengeluaran bulananmu? Yuk, share pengalamanmu di sini.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *