Kesalahan Finansial Masa Muda

Saya percaya bahwa pengalaman berupa kesalahan finansial masa muda dapat menjadi pelajaran terbaik dalam hidup.

Karena semua orang pasti akan melakukan kesalahan finansial.

Sehingga yang kita butuhkan adalah dengerin pengalaman orang dan belajar dari sana agar kita nggak melakukan hal yang sama.

Keep scrolling, kita akan cari tahu 6 kesalahan finansial masa muda yang dialami oleh hampir setiap orang agar kita bisa menghindarinya.

***

1. Hidup Pas-Pasan Di Akhir Bulan

Kesalahan finansial masa muda pertama yang sering terjadi adalah hidup pas-pasan akhir bulan.

Pernah mengalami hal kayak ini?

Hampir semua orang yang saya kenal punya momen ini dalam hidupnya. Uang sudah habis dan nggak ada modal buat biaya hidup sampai gajian mendatang.

Bahkan kadang harus minjam uang buat bertahan hidup menjelang gajian.

Di awal usia 20-an, hampir setiap akhir bulan harus saya lalui dalam keadaan pas-pasan.

Apalagi kalo mendekati tanggal gajian, serasa jarum jam mutar terbalik karena hari gajian yang sisa 2 hari doang nggak datang-datang. Lamaaa bangett.

Saya akan membela diri dengan ngomong bahwa gaji rendah dan biaya hidup tinggi, jadi nggak mungkin bakalan cukup.

Tapi dipikir lagi justru itulah gunanya kita belajar mengatur keuangan pribadi.

Karena kita nggak bisa fokus hanya pada berapa uang yang mampu kita hasilkan. Kita juga harus fokus pada berapa uang dapat kita belanjakan. 

Saat kita baru mampu menghasilkan gaji 1 juta maka kita harus bisa hidup dengan modal 1 juta ini.

Mau nggak mau harus dipaksakan sehingga itulah gunanya kita mencoba mengelola keuangan.

Mengelola keuangan pribadi adalah mengelola pengeluaran yang nggak terbatas dengan pendapatan yang terbatas. 

 

Mulailah Mengatur Keuangan Pribadi

Berkaca dari hidup pas-pasan di akhir bulan, penting banget bagi generasi muda untuk belajar mengenai literasi keuangan sedini mungkin.

Baca Juga : 10 Alasan Pentingnya Mengatur Keuangan Sejak Muda

Dan memulainya juga nggak susah.

Ada banyak bacaan gratis, ada banyak video youtube, ada banyak podcast gratis hingga feed instagram soal finansial.

Kita tinggal pilih media mana yang paling mudah dipahami saat belajar di awal.

Yang jelas semua orang punya teori masing-masing, semua orang punya jualan masing-masing. Jadi percayai instingmu saat menerima ilmu dari orang lain.

 

Nggak semua saran finansial adalah demi kebaikan kita.

Dan nggak semuanya cocok dengan kondisi kita.

Sehingga kita juga harus filter mana yang masuk akal, mana yang wajib dikerjakan dahulu, mana yang bermanfaat dan mana yang akan memberikan hasil pada kita.

Sekarang kembali lagi pada cara mengatur keuangan pribadi.

Setelah tahu gimana nggak enaknya hidup pas-pasan nunggu gajian dan ingin belajar mengelola keuangan pribadi kita, maka lakukan 5 tahap ini di awal :

Idealnya kita melakukan hal ini selama 3 bulanan, untuk dapat gambaran pengeluaran kita.

Dari sanalah kita bisa mulai membuang atau menghilangkan beberapa pengeluaran yang nggak terlalu penting.

Jika malas pake aplikasi atau excel, di tahap awal cukup gunakan kertas selembar dan pena. Yang penting kita tulisin semua pengeluaran kita secara konsisten.

Saya ngerti banget memulai di awal adalah hal yang paling sulit. Bikin kita dongkol, ngerasa super repot dan bertanya-tanya kenapa sih harus nyusahin diri sendiri?

Tapi percaya deh kalo nggak kita mulai, seterusnya akan jalan di tempat. 1 tahun lagi begini juga drama yang akan kita jalani setiap akhir bulan.

Nggak capek hidup pas-pasan?

Seenggaknya dengan memulainya sekarang, ada kemungkinan dimana kita bisa mengelola keuangan dengan lebih baik.

Seenggaknya ada peluang untuk nggak harus hidup pas-pasan di akhir bulan.

 

2. Nggak Punya Tabungan

Rekening tabungan di bank hanya tempat persinggahan uang gaji. Fungsinya sama kayak stasiun. Tempat persinggahan sementara gaji kita.

Kesalahan finansial masa muda yang kedua ini biasanya berbarengan dengan kesalahan pertama.

Saat gaji kita nggak cukup sehingga hidup pas-pasan menjelang gajian, maka besar kemungkinan kita juga nggak bisa menyisihkan tabungan.

Untuk nginap satu malam saja gajinya nggak sempat.

Tapi pertanyaannya, haruskah seperti itu setiap bulannya?

Masa iya gaji nggak cukup buat makan? Masa menyisihkan 100 ribu saja nggak bisa? (silahkan jawab pertanyaan ini sesuai dengan kondisi kita masing-masing)

Sekarang mari kita cari tahu apa saja kemungkinan terburuk saat kita nggak pernah punya tabungan.

  • Nggak punya darurat sebagai cadangan untuk menghadapi kebutuhan urgent dadakan
  • Menjalani hidup setiap bulannya dari satu gajian ke gajian berikutnya
  • Nggak mampu membantu orang yang kita sayangi jika suatu saat mereka membutuhkannya (terutama dalam hal materi)
  • Nggak mampu memenuhi keinginan & kebutuhan dadakan bagi diri sendiri.

Dan saya sengaja bold bagian : nggak mampu memenuhi keinginan & kebutuhan bagi diri sendiri.

Percaya deh, kalo kita punya tabungan walopun sedikit, saat kita punya kebutuhan & keinginan urgent kita bisa menggunakannya.

Tapi, saat kita nggak punya tabungan sepeserpun maka kebutuhan atau keinginan urgent tersebut nggak akan terpenuhi.

Dan perasaan gagal karena nggak bisa memenuhi kebutuhan dasar sendiri rasanya luar biasa nyesek.

Masih ingat lirik lagu Time of our lives :

I knew my rent was gon’ be late ‘bout a week ago

I work my ass off

But I still can’t pay it though

Intinya : gua udah kerja keras tapi buat bayar uang sewa aja nggak bisa.

 

3. Super Konsumtif

Kesalahan finansial masa muda yang ketiga adalah super konsumtif.

Maksud super konsumtif ini adalah kepengen semua barang.

Ada 2 jenis orang yaitu :

  1. Hanya suka satu / dua hal saja dan hanya fokus belanja pada satu / dua hal tersebut. Misalnya hobi berkebun dan ngabisin uangnya buat barang-barang kebun saja. Selebihnya dia akan berusaha hemat demi memenuhi kebutuhan berkebunnya.
  2. Orang yang mau semuanya. Hari ini ditawarin dia ngopi maka dia akan ngopi. Besok ditawarin tiket konser, dia mau nonton konser. Lusa ngeliatin tutorial bikin bolu dan dia kepengen punya feed #doyanbaking di IG-nya.

Pas awal usia 20-an kebanyakan orang adalah tipe kedua. Kepengen semua hal. Kepengen tahu. Kepengen tes.

Akhirnya kita menghasilkan uang sendiri sehingga bisa memenuhi keinginan-keinginan kita.

Dan kepengen ini – kepengen itulah bikin pengeluaran kita naik. Apalagi jaman begini.

Seperti pernah saya tulis di artikel prinsip mengatur keuangan ini, jaman sekarang adalah jaman semua orang jualan.

Beda dari beberapa tahun yang lalu, saat semua orang takut belanja online. Takut barang yang datang nggak sesuai keinginan dan segala macam.

Sekarang kencangnya promo gratis ongkos kirim dan bisa retur pula, bikin kita gampang belanja.

Belum lagi kalo punya contact yang doyan jualan dari pagi sampai malam.

Whatsapp isinya dagangan orang melulu. Pagi dari bangun tidur sampai menjelang tidur isinya promosi.

Sehingga di jaman begini kita mesti punya benteng. Kita mesti memahami apa yang benar-benar kita mau. Dan kita mesti fokus pada apa yang kita mau dan mengabaikan apa yang biasa-biasa aja.

6 Cara Mengurangi Tingkat Konsumsi

  • Menanyakan 7 pertanyaan sewaktu kebelet belanja
  • Mencari hobi atau kesibukan positif yang memakan waktu
  • Mengontrol jadwal memegang smartphone (yang penuh dengan iklan)
  • Mulai belajar untuk nggak melihat orang dari eksteriornya. Jadi kita pun nggak perlu khawatir orang lain akan menghakimi kita berdasarkan penampilan.
  • Mengikuti program sumbangan secara online (cek di Aksi Cepat Tanggap atau Kita Bisa)
  • Mengikuti program bantuan pada anak-anak di daerah pedalaman (Tangan Pengharapan)

Tujuan dari keenam cara ini adalah agar kita menemukan fokus yang mau kita kejar. Jadi uang dipake hanya untuk fokus tersebut, bukan untuk belanja ini-itu.

Atau saat kita nggak tahu mau fokus kemana, kita bisa mulai dengan membantu orang-orang yang mungkin belum seberuntung kita.

Ingat : list di atas akan menjadi bullsh*t kalo dari kita sendiri nggak ada niat untuk mengubahnya.

Dan kita boleh gunakan cara lain yang lebih sesuai dengan kondisi kita.

 

4. Minjamin Uang Pada Orang Yang Salah

Someone wise once told me :

Sewaktu kamu minjamin uangmu ke orang lain, kamu harus sudah rela 80 % uang itu nggak akan kembali padamu.

Tapi saya yakin semua orang yang baru menghasilkan uang akan mikir berbeda. Kita akan berpikir bahwa semua orang yang meminjam uang kepada kita akan melunasi hutangnya penuh.

Pengalamanlah yang akan ngajarin kita bahwa di luar sana banyak orang yang nggak mampu bertanggungjawab pada kewajibannya sendiri.

Percaya deh, di luar sana banyak orang yang aneh.

Dan satu lagi : hanya karena kita bertanggungjawab bukan berarti kita akan bertemu dengan orang yang sama bertanggungjawabnya.

4 Kondisi Pinjam Meminjam Yang Wajib Dihindari

  • Jangan meminjamkan kartu kredit kita untuk orang lain gunakan.

Saat nanti mereka nggak mampu bayar dan menunggak di bank, orang yang akan ditagih adalah kita bukan mereka.

Karna Bank ngasih kartu kredit tersebut untuk kita, sehingga kitalah yang wajib bertanggungjawab secara hukum. Bukan mereka yang minjam.

  • Jangan meminjamkan 50-100 % dari tabungan yang kita miliki.

Paling banter minjamin orang 5 % dari tabungan kita, karena hitung-hitung sudah ikhlas kalo sudah nggak tertagih.

  • Jangan meminjamkan uang untuk orang yang tujuannya konsumsi.

Lucu banget kita minjamin uang untuk teman yang lagi mau beli gadget atau beli makeup baru.

Atau apapun alasan mereka yang kedengaran aneh dan kita curiga bahwa uang itu akan dipakenya buat belanja barang konsumsi.

Kalo belum mampu beli ya mereka harus nahan diri, kenapa kita pula yang ikutan susah?

  • Jangan meminjamkan uang pada orang yang baru kita kenal atau kenalan lama yang lost contact

Walopun nominalnya rendah. Kemungkinan besar hutang-hutang begini akan jadi berlarut-larut dan nggak terbayar karena itu adalah kebiasaan orang tersebut.

Masa sama orang yang baru dikenal / ditemui langsung minjam uang? Ada yang salah dengan orang ini. Terutama yang ngotot mesti dipinjamin.

Ohya selalu ingat kalimat ini saat ada orang yang minjam uang :

Kalo belum ikhlas kehilangan uang tabungan, atau belum ikhlas dibayar terlambat, lebih baik jangan meminjamkan uang pada siapapun.

Terserah deh orang bilangin kita pelit atau apa. Yang ada di rekening itu kan uang kita, hasil kerja keras kita sendiri.

Kalo emang kita nggak nyaman jangan dipaksain. 

 

5. Menjadi Korban Penipuan

Pernah menjadi korban hipnotis di pusat perbelanjaan? Atau menjadi korban penipuan lewat telepon?

Atau pernah mendengar kenalan atau teman yang mengalami hal tersebut?

Kita akan bahas penipuan dalam 2 kategori :

A. Penipuan Hipnotis

Ini adalah penipuan yang sifatnya kriminal.

Mereka akan gunakan media atau menghipnotis secara langsung.

Jika lewat media, mereka akan mengirimkan SMS acak yang sifatnya spamming seperti mama minta pulsa atau bisa menelpon langsung.

Temanya sama : anak ditangkap polisi atau kecelakaan dan butuh uang langsung saat itu juga.

Korbannya biasa adalah orang tua yang secara kebetulan menerima telepon atau membaca SMS dan langsung panik luar biasa.

Sehingga untuk menghindari penipuan kayak gini selalu komunikasi dengan anggota keluarga yang kita rasa rentan dan panikan.

Pesan untuk selalu call dan verifikasi langsung kepada kita sebelum melakukan apapun.

Ada juga yang menghipnotis secara langsung. Mereka biasanya mengincar perempuan yang jalannya seorang diri.

Sehingga dipepet dan dibawa mutar sana mutar sini untuk bertanya tentang aset yang korban miliki dan gimana cara mereka bisa mengakses aset tersebut.

Kalo punya emas di rumah, akan diajak pulang untuk mengambil emas itu. Kalo punya rekening tabungan akan diajak ke ATM untuk tarik uang.

Untuk menghindari pelaku hipnotis satu-satunya cara adalah mengikuti saran bang Napi.

KEJAHATAN TERJADI BUKAN HANYA KARENA NIAT PELAKUNYA, TAPI JUGA KARENA ADA KESEMPATAN. WASPADALAH – WASPADALAH!

Nasihat bang Napi itu benerrr bangetttt. Selalu hati-hati dimanapun dan kapanpun. Memang benar kita harus jadi orang yang baik tapi nggak boleh naif dan bodoh. 

Jadi sewaktu ketemu dengan kondisi-kondisi aneh yang nggak masuk akal, mending kita mundur dan telepon keluarga atau pergi ke tempat yang ramai.

B. Investasi Bodong

Sama-sama bersifat kriminal, tapi investasi bodong ini bikin orang nggak kapok-kapok.

Ingat bahwa : investasi yang bisa balik modal dalam waktu 1-3 bulan besar kemungkinan adalah investasi bodong. Tapi orang nggak akan kapok biasanya, karena cuan luar biasa.

Kebanyakan orang juga nggak akan share kepada kawannya tentang investasi super ajaib yang ngasih cuan sampai 100 % dalam 3 bulan doang.

Lebih baik diam dan menikmati sendiri hasilnya. Mereka sama sekali nggak akan sadar bahwa mereka sudah jadi korban penipuan bodong sampai perusahaan tersebut hilang.

memang benar pelaku bisa dihukum, tapi uang kita nggak akan kembali penuh.

Atau ada tipe kedua, dimana investasi bodongnya pake sistem MLM. Jadi korbannya akan ngajakin sodara dan keluarga untuk investasi bersama.

Skema investasi bodong ini disebut juga skema Ponzi.

Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya. 

Baca Juga : Korban Investasi Bodong Triliunan

Baca Juga : First Travel Hingga Jasa WO Tukang Tipu

Kesemua penipuan uang tersebut memiliki cara operasi yang sama yaitu dengan menawarkan keuntungan luar biasa yang sulit untuk kita tolak.

Angkanya sangat spektakuler hampir mendekati nggak mungkin. Tapi karena kita ini suka khalayan ala-ala menang lotere, kita berpikir ‘Bisa jadi ini rejeki harimau-ku’.

Padahal nggak semudah itu ferguso!

Jadi sewaktu mendengar tawaran investasi yang return-nya luar biasa tanpa skema yang jelas, lari sejauh mungkin. Jangan balik atau tertarik.

Jika tertarik cek dulu ke call centre OJK (157) untuk bertanya apakah investasi tersebut terdaftar di OJK atau tidak.

Kalo nggak terdaftar, ya sudahlah. Tetap saja pada investasi wajar yang return dan risikonya terukur.

 

6. Investasi Modal Angan

Investasi modal angan adalah investasi tanpa ngitung risiko dan return. Modal angan cukuplah janji-janji manis “akan cuan 100 %” dan kita langsung entry.

Kondisi ini biasa muncul kalo kita lagi nongkrong barengan teman.

  • A : Eh, udah denger belum sekarang lagi pada heboh bitcoin coy?
  • B : Iyah, gua denger teman yang lain juga pada heboh beli. Gila ya, harga lagi tinggi banget.
  • A : Iyah geng! Rugi tau lu kalo nggak ikutan dari sekarang. Kemarin itu artikel berita bilang CEO Twitter ngasih tau bitcoin bakalan jadi mata uang tunggal di masa depan. Gilak nggak?
  • B : Masa sih? Minta link beritanya dong. Masa iya?
  • A : Iyah geng! Google sono! Gua aja udah untung jutaan nih dari jual beli bitcoin. Lumayan buat uang pulsa.

Kalimat terakhir A membuat B panas sendiri dan nggak akan pulang sebelum mencari tahu mengenai berita oleh CEO Twitter itu atau link buat jual beli bitcoin.

Pulang ke rumah dengan perasaan panas seperti itu, tujuan hidup B adalah ikut membeli bitcoin dengan harapan harga akan selalu naik.

  • Dengan aplikasi mobile, akun di platform trading dibuka.
  • Dengan aplikasi banking mobile, duit ditransfer.
  • Dengan darah yang masih hangat, dibeli bitcoin sesuai jumlah yang dia mampu.

Harapannya besok pas naik langsung dijual.

Besoknya apa yang terjadi? Bitcoin dilarang di China, harga berjatuhan. Stress nggak?

Setengah dari hati B sudah terperosok dalam, tapi di kepalanya masih ada optimisme.

Kata berita yang dibacanya, masa depan mata uang kripto masih cerah. Sudah tertebak bukan apa yang terjadi selanjutnya?

Harga kembali jatuh hingga lebih dari 50 %.

B termenung di sudut kamar berpikir sepanjang waktu, mengapa dia menjadi panas secepat itu dan membeli bitcoin tanpa pertimbangan apapun.

PS : Kisah di atas adalah kisah nyata. Saya adalah si B.

Tidakkah Itu Namanya Berjudi?

Disclaimer : Saya nggak bilang bitcoin adalah investasi yang buruk atau baik. Saya mau tekankan di sini betapa tinggi tingkat volatilitas mata uang crypto tersebut.

Berdasarkan data ini, di posisi Maret 2018 jumlah investor di platform jual beli bitcoin hampir menyamai jumlah investor di pasar modal.

Artinya? Kita emang doyan yang instan, sama doyannya kita makan Indomie.

Kemana Orang Berinvestasi?

Kurangnya literasi keuangan dan nggak meratanya program edukasi dari pemerintah membuat banyak dari kita yang buta soal investasi.

Orang tahunya investasi adalah untuk dapat untung yang lebih besar dari bunga bank.

Tapi nggak semua orang sadar bahwa investasi itu punya komponen risiko yang sama besar dengan kemungkinan untung yang ditawarkan.

Makanya banyak orang beli produk sekuritas dengan modal percaya pada brokernya, atau beli produk PAYDI dengan modal percaya pada ilustrasi di atas kertas.

Bukan kita serta merta nggak percaya pada mereka yang lebih ahli.

Tetapi sebelum berinvestasi kita sudah harus ngerti apa untung dan apa ruginya dan memutuskan bahwa tingkat kerugian itu layak dijalani demi keuntungan yang akan timbul.

Tanpa berhitung, investasi dengan modal nekat itu adalah JUDI.

Membeli di harga 1 dan berharap satu pagi kita bangun dan harganya naik menjadi 100, apa namanya kalo bukan judi?

Jika kita memang ingin berinvestasi, cobalah sisihkan waktu beberapa bulan dahulu untuk belajar mekanisme investasi tersebut plus kajian risikonya.

Jadi nanti saat kita masuk berinvestasi, kita sudah punya hitungan yang benar dan mindset yang tepat. Hindarilah investasi modal angan doang.

***

Kebanyakan orang adalah jenis yang hanya bisa belajar dari pengalaman, termasuk saya.

Jadi setiap kesalahan yang saya buat di masa lalu benar-benar membantu saya dalam beberapa tahun terakhir ini.

Semoga ke-6 kesalahan finansial masa muda ini ngasih insight baru buat kita.

Pekanbaru, 23 Juli 2018

Baca Juga :

Link Wartadana :

Terima kasih sudah main ke wartadana.com

REFERENSI FINANSIAL KAUM MILLENNIALS

Jika kamu adalah pengguna Pocket, connect dengan saya di sini.

Punya kesalahan finansial masa muda yang ingin dibagikan? Please komen di bawah.

Summary
Article Name
6 KESALAHAN FINANSIAL MASA MUDA
Description
Klik artikel untuk tahu 6 jenis kesalahan finansial masa muda yang tanpa sadar dilakukan kaum muda dan tips untuk menghindari kesalahan finansial tersebut.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *