Cara Membeli Obligasi Pemerintah di Pasar Sekunder

Transaksi obligasi pemerintah di pasar sekunder, bikin investor bisa cuan double yaitu dari kupon obligasi + capital gain obligasi.

Mau tahu bagaimana cara membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder?

Yok baca sampai habis, agar kamu bisa nikmati cuan double investasi government bonds.

Kalo kamu masih baru kenal obligasi, silahkan baca 2 seri sebelumnya dulu (biar lebih nyambung).

Kalo kamu sudah fasih, yok lanjut!

 

1. Pasar Sekunder Obligasi

Pasar sekunder obligasi adalah pasar dimana investor bisa melakukan jual beli obligasi kapan saja selama market buka.

Jadi beda dengan pasar perdana yang sudah ditentukan masa penawarannya, pasar sekunder buka sesuai hari kerja Bank.

Di pasar sekunder obligasi, terdapat banyak seri obligasi yang bisa kamu pilih.

Beda dengan pasar perdana yang hanya mengakomodir pembelian obligasi ritel pemerintah (seri ORI / SR / SBR /ST).

Di pasar sekunder kamu bisa beli FR / Indon / ORI / SR.

Tapiii, minimal pembelian obligasi di pasar sekunder dimulai dari Rp 100 juta.

Sehingga banyak investor ritel nggak familiar dengan investasi obligasi karna mulainya mesti angka besar.

Tapi i can assure you, obligasi sangat layak untuk jadi diversifikasi investasi.

Karna menawarkan penerimaan pasti dari kuponnya.

Kalo kamu sudah masuk masa pensiun atau kepengen punya income tambahan yang sifatnya pasif, obligasi adalah instrumen investasi yang sangat menarik.

Dibanding dengan bunga deposito yang jauh lebih rendah atau dibanding dengan deviden dari saham yang harganya volatil banget.

Yok cari tau gimana cara investasi obligasi pemerintah di pasar sekunder.

 

2. Cara Investasi Obligasi di Pasar Sekunder

Secara umum, cara membeli obligasi di pasar sekunder hampir sama dengan membeli obligasi di pasar perdana.

Bedanya adalah di pasar perdana harga obligasi sudah fixed 100 %.

Sementara harga obligasi di pasar sekunder adalah mengikuti harga pasaran obligasi.

Harga Jual (harga kiri) dan Harga Beli (harga kanan).

Jadi kamu harus jeli untuk memantau harga, agar dapatin potensi kenaikan harga / capital gain yang cakep.

Yok, kita bahas tahap-tahapnya ya.

 

A. Punya Rekening

Agen penjual di pasar sekunder obligasi adalah Perbankan / perusahaan Sekuritas.

Untuk bisa jual beli bonds kamu wajib buka rekening di Bank tersebut.

Tanyain ke Bank yang rekeningnya sudah kamu miliki, apakah di Bank mereka bisa jual-beli obligasi atau nggak?

Kalo bisa, lanjut ke step 2.

Kalo nggak bisa, kamu mesti buka rekening di Bank lain / perusahaan Sekuritas lain.

 

B. Daftar SID

Kamu baru bisa investasi bonds setelah punya SID.

Jadi pastiin kamu daftar SID terlebih dahulu di Bank / Perusahaan Sekuritas yang kamu pilih.

Setelah punya SID baru kamu bisa lanjut belanja.

SID akan terhubung ke AKSes KSEI.

 

C. Beli Obligasi Pemerintah

Untuk bisa membeli obligasi pemerintah, syaratnya adalah minimal transaksi Rp 100 juta atau USD 10.000

Inilah alasan beberapa seri obligasi pemerintah jarang jadi opsi investasi ritel.

Kalopun ada ritel belanja obligasi pemerintah, rata-rata adalah nasabah prioritas Bank.

Karna marketing Bank juga hit nasabah yang bisa belanja angka besar.

Dibanding harus jual ketengan ke banyak nasabah ritel yang belanja 100 juta sekali transaksi, bagus hit nasabah yang sekali belanja milyaran.

Nerangin sama capeknya tapi size transaksi beda jauh.

 

Itu alasan kenapa saya bikin artikel ini agar kamu punya aset > 100 / 200 juta, bisa punya opsi investasi lainnya dibanding deposito doang.

Proaktif ke Bank dan minta mereka jelasin dan belajar ilmu investasi bonds dari personal advisor Bank.

Saya nggak ngajakin untuk investasi bonds tanpa tahu apa-apa.

Tapi coba lihat bonds sebagai opsi diversifikasi investasi yang menarik.

Kalopun kamu nggak mau incar capital gain, beberapa seri bonds dengan kupon tinggi masih menarik.

Contoh : FR79 dengan kupon 8,38 % = net 7,12 %

Sudah pasti kuponnya sebesar 7 %, nggak pake mikirin kondisi ekonomi atau mesti lihat pasar kondisinya gimana atau apapun.

 

D. Memilih Seri Obligasi

Memilih seri obligasi adalah PR besar sebelum kamu mulai investasi bonds.

Ada banyak seri obligasi yang bikin bingung bagi investor pemula.

Sehingga berikut adalah rule of thumbs yang saya saranin :

  • Kupon menarik, bandingin dengan obligasi ritel yang baru launch atau BI 7 days repo rate.
  • Seri benchmark, hal ini agar seri obligasi yang kamu pilih itu likuid.
  • Harga par / diskon, agar kamu bisa dapatin cuan dari capital gain.
  • Jatuh tempo masih lama, sehingga walopun harga beli obligasi tersebut mahal masih bisa cuan jangka panjang.

Kalo mau mudahnya, minta marketing Bank / Sekuritas untuk jelasin sedetil mungkin.

 

E. Penerimaan Kupon

Kupon obligasi pemerintah non ritel biasa dibayarkan 6 bulan sekali, yaitu di April dan Oktober.

Kupon obligasi ini kena pajak 15 %.

Untuk orang yang kepengen punya passive income tanpa repot, jelas kupon obligasi masih menarik.

Sekarang saya mau omongin satu hal penting.

Kalo kupon dibayar 6 bulan sekali, saat kamu beli obligasi di Maret, gimana cara menghitung kuponnya?

Konsep kupon obligasi adalah dibayarkan kepada pemegang terbaru.

Artinya siapapun yang lagi pegang obligasi pemerintah tersebut, berhak menerima kupon selama 6 bulan.

Jika kamu beli obligasi di Maret dan akan terima kupon di April, maka kamu harus bayarin kupon dari Oktober – Maret pada pemegang sebelumnya.

Nanti di April pemerintah yang akan bayarin kupon 6 bulannya kepada kamu.

Kamu tetap terima 1 bulan kupon. 

Tapi uang yang kamu terima adalah kupon 6 bulan, karna pembayarannya sudah fixed 6 bulan sekali.

Jadi kupon 5 bulan tersebut dibayarkan ke pemilik obligasi sebelumnya, sehingga menambah harga pembelian obligasimu.

 

F. Jual Obligasi Ritel

Transaksi pertama yang bisa kamu lakukan di pasar sekunder dan bikin kamu cuan adalah jual obligasi ritel.

Hal ini sudah diakomodir oleh Bank yang nawarin buyback obligasi.

Biasanya 2 bulanan sejak launching, seri obligasi ritel sudah bisa dijualbelikan di pasar sekunder.

Sehingga ada Bank yang menawarkan buyback dengan rate yang sudah pasti, contoh 100,1 %

Mungkin 0,1 % dari capital gain ini kecil.

Tapi kalo kamu cocokin dengan waktu investasi selama 2 bulanan masih worth it.

Ada juga opsi langsung menjual di pasar sekunder, yang mana pastinya ngikutin harga pasar – bisa jadi naik / turun.

Saya pake contoh SR013 ya.

Harga jual saat ini adalah 102 %, artinya kalo kamu beli di November kamu dapatin capital gain 2 % dalam 2 bulan.

 

G. Menjual Obligasi

Menjual obligasi kamu lakukan saat kamu pengen merealisasikan untung dari capital gain.

Ingat bahwa kamu bisa untung dua kali dari obligasi yaitu : kupon dan capital gain.

Sehingga saat harga obligasi mengalami kenaikan, kamu juga dapatin potensi kenaikan pokok investasimu.

Contoh : Pengalaman di April 2020 saya beli FR83 seharga 94 % (net).

Harga 94 % ini sudah terdiskon dari harga nomal / harga PAR sebesar 100 %.

Di Oktober / November 2020, saya jual FR83 seharga 103 %.

Artinya saya dapatin capital gain 9 % dalam waktu 6 bulan + kupon obligasi.

 

Menjual obligasi boleh kamu lakukan kalo kamu sempat belanja di harga diskon dan saat ini harga kembali normal / malah premium (> 100%).

Agar cuan capital gain-mu maksimal.

Tapi kalo kamu sudah dapatin obligasi dengan kupon besar dan kepengen nikmati kupon tersebut, maka mendiamkan obligasi tersebut juga gak masalah.

Karna harga obligasi antara jual / belinya sudah selisih sekitar 2 %.

Jadi kalo kamu beli obligasi seri A di harga 100 % maka jualnya di harga 98 % hari ini.

Margin-nya sudah kemakan 2 %.

Sehingga harus naik tinggi baru margin ketutup dan bisa cuan.

***

Demikian cara investasi obligasi di pasar sekunder.

Ps : trik biar kamu cuan maksimal.

Manfaatin maksimal ilmu dari Personal Advisor Bank yang bantuin kamu transaksi obligasi.

Karna petugas Bank selalu dapat market update yang ngasih insight kira-kira harga udah bottom atau ke depannya ada potensi naik atau nggak.

Bukan berarti kamu nerima bulat-bulat saran marketing Bank, melainkan kamu belajar teknik untuk membaca pasar obligasi.

Agar kamu bisa tentuin momen-mu sendiri.

***

Done, selesai sudah bahas gimana cara beli obligasi di pasar sekunder.

Sekarang yok cari tahu lebih banyak tentang Jenis Obligasi Pemerintah

Pesan wartadana :

Lebih baik lambat investasi dan kehilangan momen cuan, daripada langsung terjun investasi tanpa ngerti dan kehilangan modal. 

Ohya, artikel ini adalah seri dari investasi obligasi yang baiknya baca berurutan ya :

  1. Investasi Obligasi Pemerintah
  2. Cara Investasi Obligasi Online
  3. Cara Beli Obligasi di Pasar Sekunder
  4. Surat Berharga Negara
  5. FAQ Investasi SBN
  6. Obligasi Ritel vs Deposito
  7. RDPT vs Obligasi Ritel
  8. Review Beli FR83 di 2020

Thanks sudah berkunjung ke wartadana.

REFERENSI PERENCANAAN KEUANGAN PRIBADI ANAK MUDA

Baca Juga :

Link Wartadana :

  • Pinterest wartadana
  • Jika kamu adalah pengguna Pocket, connect dengan saya di sini.

Masih bingung tentang cara membeli obligasi? Feel free untuk komen di bawah ya.

Summary
Article Name
CARA MEMBELI OBLIGASI (2) - Pasar Sekunder Obligasi Pemerintah
Description
Yok klik cara membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder obligasi agar dapatin cuan maksimal dari kupon obligasi & capital gain obligasi.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *