8 TIPS AMAN TRANSAKSI KARTU KREDIT ONLINE

Jaman begini belanja online adalah hal wajar.

Anak-anak SD saja kadang sudah bisa ngobrolin soal belanja online dengan teman-temannya yang masih pake seragam putih merah.

Karena perkembangan teknologi di jaman ini emang nggak terbendung.

E-commerce alias toko online memang menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan toko-toko offline di daerah kita.

TIPS AMAN TRANSAKSI ONLINE

sumber : quickmeme.com

Dua kelebihan yang bikin kita lihatnya saja sudah kejang-kejang adalah harga yang relatif lebih murah dan variasi produk yang banyak.

Untuk transaksi online ada banyak metode pembayaran yang bisa kita pilih seperti transfer, kartu debet atau kartu kredit hingga pembayaran lewat Indomaret / Alfamart.

Di kesempatan ini, wartadana akan share khusus untuk transaksi kartu kredit buat belanja online. 8 tips aman transaksi kartu kredit online.

BACA JUGA : 11 HAL TENTANG KARTU KREDIT

Pesan sponsor : selalu gunakan kartu kredit untuk transaksi belanja di situs ketimbang kartu debet, karena kartu kredit punya perlindungan ekstra serta nggak terkait langsung dengan uang tabungan kita.

Kartu kredit seperti Master Card punya secure Master dan Visa punya verified by Visa.

 

Tips aman transaksi kartu kredit online 

1. Selalu cari tahu tentang toko dimana kita akan belanja

Ini penting banget!

Wajib hukumnya cari tahu dalam-dalam dan korek informasi sampai tuntas soal toko dimana kita akan belanja.

Jangan sesekali belanja online tanpa tahu reputasi toko online tersebut.

Bikin capek saja dan buang-buang uang.

BACA JUGA : 7 PERTANYAAN SEWAKTU KEBELET BELANJA

Karena sekarang banyak banget penipuan dan oknum-oknum yang pintar banget nyari kesempatan dari keteledoran kita, maka tugas kitalah untuk memastikan sewaktu transaksi kartu kredit online bahwa toko tersebut memang bisa dipercaya.

Kita bisa lihat testimoni dari pembeli sebelumnya:

–  apakah penjualnya bertanggung jawab,

–  apakah barangnya bagus dan dikirim dengan baik,

–  apakah lama pengirimannya sampai setahun, atau

–  apakah toko ini sebenarnya toko bodong saja?

Kalo ditimbang-timbang penilaiannya bagus, ya lanjutkan!

Setidaknya kalopun nanti pengalamannya nggak menyenangkan, kita nggak akan kesel banget sama diri sendiri karena nggak nyari tahu dulu dari awal.

 

2. Kalo ragu jangan maju

Yap!

Kalo rasanya lampu merah sudah nyala sekali mending kita mundur saja.

Buat apa hati ragu-ragu belanja tapi masih maksain diri?

Karna sadar atau nggak, alam bawah sadar kita itu sedang bekerja untuk memperingatkan kita setiap waktu.

Nah, kalo sudah ngecek testimoni pembeli dan ragu banget, mending nggak usah transaksi sekalian.

Bisa nyari di toko yang lain, atau nunggu beberapa waktu sampai barangnya ada di toko di daerah kita.

Percaya deh, nyesal karena nggak mau nurutin kata hati yang nyuruh jangan belanja (karena ada yang mencurigakan) itu nyesek banget.

‘Arghh, tau gini gua nggak akan transaksi.’

‘Argh, bodoh banget gua. Mana uangnya lumayan lagi.’

‘Duh, mau nangis kemana gua?’

 

3. Bayar transaksi hanya di website yang sudah https :

Selalu pastikan sewaktu kita input data kartu kredit, kita berada di situs yang https bukan http saja.

Hal ini karena situs yang sudah https itu lebih aman daripada http saja.

Secara ribetnya, situs https itu sudah dapat tambahan keamanan berupa Secure Socket Layer (SSL) yang menjamin keamanan dalam autentikasi server serta mampu menjaga kerahasiaan data.

Jadi transaksi kita juga lebih aman.

Caranya mudah kok, cukup lihat bar alamat di situs tersebut.

Kalo https maka lanjut. Kalo http mending mundur.

Karena yang rugi kita sendiri kalo nanti kartu kreditnya kena bajak.

 

4. Jangan sesekali transaksi di jaringan wifi publik. Never!

Mau nonton youtube pake jaringan wifi publik? Silahkan!

Mau update feed sosial media pake jaringan wifi publik? Silahkan!

Cuman jangan pernah sekalipun buka-buka data penting pake jaringan wifi publik.

Karena kita nggak tahu dengan membuka jaringan wifi publik, siapa aja yang sedang menggunakannya.

Buat orang-orang IT itu membobol smartphone dan laptop semudah kayak lagi ngupil.

Korek sedikit aja uda ketemu yang dicari. Jangan sampai kita yang jadi korban mereka.

 

5. Screenshot semua detil belanja dan detil pembayaran

Iya, emang rempong. Tapi baiknya repot di awal ketimbang nanti banyak tik-tok belakangan.

Pas sudah sampai di layar check out, screenshot semua detil belanja, detil ongkos transfer hingga detil cara pembayaran.

Lebih repot sedikit nggak apa, supaya kita punya dasar yang jelas kalo nanti ada error di jaringan atau masalah lainnya.

Dengan punya bukti kita lebih gampang ngajukan klaim, ketimbang nelpon call centre berbekal omongan doang.

Kalo nggak ada bukti, petugas call centre bisa bantu tapi juga nggak banyak.

 

Psst : Saya sendiri baru-baru ini nyesal hapus email yang sudah satu tahun lebih.

Karena baru sehari saya hapus, toko online tempat saja belanja bertingkah dan main debet sendiri pembayaran dari pembelanjaan yang nggak pernah saya lakukan 🙁

 

6. Pake kartu kredit yang ada metode verifikasi 2 arahnya (token handphone)

Beberapa kartu kredit sudah nambahin fitur verifikasi 2 arah untuk transaksi online.

Jadi setelah masukin data kartu kredit untuk pembayaran, bank akan ngirim kode berupa angka ke nomor ponsel kita yang terdaftar.

Tujuannya adalah untuk verifikasi kalo emang benar kita yang pake kartu kredit tersebut, karena pastinya handphone itu kita yang pegang.

Nah, ini bagus banget. Oknum-oknum yang mau bobol kartu kredit kita akan kesusahan sendiri.

Karena mereka nggak megang handphone kita dan nggak bisa masukin kode yang di-sms-in.

Ada juga kartu kredit yang main langsung saja,

Jadi sebelum transaksi pastikan kita pake kartu kredit yang emang ada metode verifikasi 2 arah tersebut.

 

7. Sehabis transaksi kartu kredit selalu cek notifikasi (email / SMS)

Setelah transaksi sukses, pasti akan ada notifikasi atau layar pengiriman di situs tersebut.

Selalu cek item-item dan jumlah pembayarannya.

Biasa dari kartu kredit juga akan ngirim SMS mengucapkan terima kasih karena sudah bertransaksi di situs tertentu.

Nah, kalo misalnya nerima SMS tapi kita nggak ada transaksi, jangan nunggu untuk telpon call centre bank tersebut.

Minta mereka lacak dan lakukan blokir atas kartu kredit tersebut.

Bersikap cepat lebih baik daripada nanggung kerugian untuk sesuatu yang nggak kita nikmati.

BACA JUGA : 10 CARA CERDAS MEMANFAATKAN KARTU KREDIT

 

8. Jadilah proaktif

Ini adalah bagian favorit, karena saya itu tipe customer yang rese’ banget.

Habis belanja saya akan chat penjual, ngasih tau saya sudah bayar dan minta dia bantu pengiriman.

3 hari ke depan kalo belom terima barang / resi saya akan chat lagi.

3 hari lagi kalo belum terima saya chat lagi.

Kalo ekstrim dan nggak sabaran, saya langsung telpon dan mengajukan komplain.

Terserah deh kata penjualnya, kita lebay dan nggak sabaran. Karna itu hak kita untuk selalu dapetin update soal belanjaan kita.

Cuman ya kita tetap pake bahasa yang santun, nggak usah nuduh-nuduh atau nge-cap penjualnya penipu dulu.

Karna kalo penjual marah dan kita marah, yang kasian itu uang kita. Bisa jadi melayang tanpa manfaat.

 

Demikian 8 tips aman transaksi online menggunakan kartu kredit.

Bantu share kalo artikel ini bermanfaat, sekalian subscribe ke blog wartadana dapetin update-an soal uang dan bank.

Terima kasih sudah berkunjung ke wartadana hari ini.

#girlsliftothergirlsup

Pekanbaru, 22 April 2018

Listening to Kesha – Die Young

sumber :

https://www.dewaweb.com/blog/cara-aman-berbelanja-online/

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *