KREDIT BACK TO BACK

Apa itu kredit back to back?


Back to back biasa diartikan secara berturut-turut.

Pernah mendengar kata back to back diucapkan oleh orang bank dan penasaran dengan artinya?

KREDIT BACK TO BACK

Kok seperti sesuatu yang mencurigakan ?

Kali ini kita akan belajar secara singkat mengenai kredit back to back , mekanismenya, hingga keuntungan menggunakan fasilitas ini.

 

Kredit back to back

Kredit back to back adalah skema pemberian kredit dengan jaminan deposito.

Jadi dengan menjaminkan deposito sebesar Rp 100 juta di bank X, kita akan mendapatkan pinjaman sebesar Rp 100 juta juga.

Eits, tapi jangan salah paham.

Untuk kredit back to back ini, kita harus memiliki uang-nya terlebih dahulu! Deposito masuk dahulu, barulah mendapatkan pinjaman.

Jadi bukan dana pinjaman yang dijadikan deposito.

Kenapa demikian?

Karena bank itu mensyaratkan adanya jaminan (agunan) dalam setiap pemberian kreditnya.

Jadi sebelum mereka mencairkan kredit kepada kita, mereka harus memegang agunan tersebut terlebih dahulu.

 

Deposito untuk kredit back to back

Lama penempatan deposito di bank bervariasi mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan hingga 12 bulan.

Sebagai jaminan fasilitas kredit back to back, bank biasa mensyaratkan deposito ditempatkan selama 12 bulan lamanya.

Mengapa demikian?

Karena fasilitas yang kita miliki minimal jangka waktunya pasti 1 tahun. Bank nggak akan ngasih kita pinjaman 1 tahun dengan tenor deposito hanya 1 bulan.

Yang dapat diartikan : bank nggak akan ngasih pinjaman melebihi tenor jaminan.

Dalam pemberian fasilitas kredit back to back bank juga mensyaratkan agar deposito kita dalam kondisi ARO + interest.

BACA JUGA : Pertimbangan dalam membuka Deposito Bank

ARO adalah singkatan dari automatic roll over yang artinya memperpanjang pokok deposito otomatis.

Dengan adanya tambahan + interest artinya tidak hanya pokok deposito yang juga diperpanjang melainkan bunga deposito tersebut.

 

Contoh :

A memiliki deposito Rp 100 juta, penempatan 1 bulan, bunga 5,75 % dengan skema ARO + interest. Berapa bunga deposito A di akhir bulan ke-2?

Bunga deposito bulan 1 = Rp 100 juta x 5,75 % = Rp 5.750.000/12 bulan = Rp 479.166 / bulan 1
Bunga deposito net-nya adalah = Rp 383.333

 

Pokok deposito bulan 2 = Rp 100.000.000 + 383.333 = Rp 100.383.333
Bunga deposito bulan 2 = Rp 100.383.333 x 5,75 % = Rp 5.772.042 / 12 bulan = Rp 481.003
Bunga deposito net-nya adalah = Rp 384. 803

Nah angka pokok deposito di akhir bulan ke-2 menjadi Rp 100.768. 136

 

ARO + interest

Kenapa bank meminta agar deposito harus ARO + interest ?

Untuk berjaga-jaga, misalnya nanti kita sampai menunggak bunga fasilitas, maka mereka sudah memiliki dana tambahan dari bunga deposito untuk mengcover bunga tunggakannya.

Maka untuk fasilitas kredit back to back, bunga deposito kita biasa dibungakan kembali bukan dimasukkan ke rekening tabungan kita.

Bisa juga jika kita ingin agar bunganya langsung masuk ke tabungan. Caranya?

Dengan menempatkan deposito di atas jumlah pinjaman, sebesar 105 % -110 % dari jumlah pinjaman.

 

Spread fasilitas kredit back to back

Dalam setiap pemakaian pinjaman bank kita akan turut membayar bunga bank. Untuk fasilitas back to back dikenal istilah spread fasilitas kredit back to back.

Spread kredit back to back ini adalah selisih antara bunga deposito vs bunga kreditnya.

Jadi dalam pemberian kredit back to back, bank akan membebankan bunga pinjaman sesuai dengan ketentuan spread mereka.

Contoh :

B memiliki deposito 300 juta dengan bunga gross 5,75 %. B mengajukan fasilitas kredit back to back untuk cicilan selama 5 tahun. Berapa bunga yang akan dibebankan kepada B?

 

1. Cari tahu berapa spread kredit back to back di bank tersebut

Tanya saja pada officer yang membantu kamu. Mereka mungkin memberikan angka sebesar 2 % atau lebih rendah dari itu.

2. Jumlahkan bunga deposito gross dengan spread kredit back to back

Dalam contoh ini dengan bunga gross 5,75 % dan spread sebesar 2 %, maka bunga pinjaman kamu adalah :

5,75 % + 2 % = 7,75 %

 

Kredit back to back nggak dapetin bunga deposito spesial

Kenapa?

Nah, buat yang biasa nyimpan deposito di bank pasti nggak asing dengan kegiatan negosiasi bunga deposito dengan bank officer -nya.

Wajar banget, begitu kita menempatkan dana di bank pasti mengharapkan angka imbal jasa yang lumayan banget.

Dengan menjaminkan deposito kita sebagai agunan fasilitas kredit back to back kita nggak akan dapetin bunga spesial tersebut. Kenapa?

Karena baik bunga spesial atau bunga biasa, jumlah bunga yang kita bayarkan itu sama.

Misalnya dengan counter rate 5,75 % kita dibebankan bunga kredit back to back 7,75 % (spread 2 %), apa yang akan terjadi jika kita memiliki deposito dengan bunga 6 %?

Ya!

Bunga pinjaman kita akan menjadi 8 % (bunga deposito + 2 %).

Berapapun bunga depositonya, kita memiliki kewajiban terhadap spread sebesar 2 % tersebut.

Jadi untuk kredit back to back, bank nggak ngasih rate spesial deposito lagi.

Semakin besar bunga depositonya akan semakin besar bunga pinjaman kita.

 

Keuntungan kredit back to back

1.  Bunga kredit lebih rendah, karena kita hanya membayar spread-nya.

2.  Proses kredit cepat karena jaminannya likuid.

Bank paling suka pemberian fasilitas kredit back to back karena risikonya kecil. Ya! Uang kita dijadikan jaminan mereka.

Kalo kreditnya macet sebentar saja, langsung dilikuidasi tabungan kita tersebut.

3.  Biaya pinjaman lebih murah

Kita hanya keluarin biaya materai dan administrasi doang.

Biasa pinjaman back to back nggak dikenakan biaya provisi dan nggak harus dilakukan pengikatan kredit secara notarial (yang artinya menghemat biaya notaris).

BACA JUGA : BIAYA PENGIKATAN KREDIT JAMINAN RUMAH TINGGAL

Pengikatan kredit back to back dilakukan secara bawah tangan dengan mekanisme gadai sertifikat deposito.

4. Jika membutuhkan uang, tabungan kita masih tetap ada.

 

Demikian artikel kali ini mengenai kredit back to back.

Bantu share kalo merasa artikel ini bermanfaat, please subscribe untuk dapetin update-an mengenai uang dan bank serta jangan ragu untuk saling menyapa di sosial media.

Terima kasih telah mengunjungi wartadana hari ini.

#girlsliftothergirlsup

Jakarta, Mayday 2018

–  Listening to tv with AFC


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

KREDIT …

oleh Charlina waktu membaca : 3 min
0
%d blogger menyukai ini: