Apa itu kredit back to back?

Pernah mendengar istilah kredit back to back ?

Kredit back to back adalah kredit dengan jaminan tunai.

Dan kali ini kita akan belajar secara singkat :

  • mengenal kredit back to back,
  • mekanisme kredit back to back,
  • keuntungan kredit back to back.

So keep scrolling ya.

 

Pengertian Kredit Back to Back

Kredit back to back atau pinjaman back to back adalah skema pemberian kredit dengan jaminan uang tunai.

Jadi dengan menjaminkan sejumlah uang kepada Bank sebagai jaminan, kita akan menerima fasilitas kredit dari Bank.

Uang tunai dapat berupa deposito ataupun saldo tabungan yang diblokir. Atau bisa juga berupa surat berharga seperti surat hutang / obligasi.

Contoh :

Kita punya deposito Rp 100 juta di Bank X.

Dengan menjaminkan deposito tersebut, kita bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp 100 juta dari Bank X.

Eits, tapi jangan salah paham ya.

Konsep kredit back to back adalah bukan meminjam uang dahulu dan menarik uangnya untuk dimasukkan sebagai deposito.

Untuk dapetin pinjaman back to back, kita harus memiliki uang-nya terlebih dahulu!

Deposito masuk dahulu ke Bank, barulah mendapatkan pinjaman.

Jadi bukan dana pencairan pinjaman yang dijadikan deposito. Urutannya adalah uang masuk baru uang cair.

Kenapa demikian?

Karena untuk mendapatkan kredit dari Bank, akan disyaratkan adanya jaminan terlebih dahulu.

Jadi sebelum Bank mencairkan kredit kepada kita, agunan harus terlebih dahulu berada di bawah pengawasan mereka dan diikat dengan metode yang legal.

Baca Juga : 6 Jenis Pengikatan Jaminan Kredit di Bank

 

Deposito Sebagai Jaminan Kredit

Mengutip penjelasan di atas, jaminan kredit back to back dapat berupa uang tunai, termasuk deposito ataupun saldo tabungan yang diblokir hingga surat berharga lainnya.

Tetapi dalam praktiknya banyak orang lebih memiliki deposito sebagai jaminan, karena suku bunga yang lebih tinggi daripada suku bunga tabungan.

Jadi pertimbangannya adalah :

  • dengan menjaminkan deposito, otomatis saldo deposito akan dapat bunga deposito.
  • dengan menjaminkan saldo tabungan pasti bunga tabungan akan lebih rendah dari bunga deposito.

Walopun secara prinsip, bunga yang kita bayar adalah sama.

Karena kredit back to back mengenal istilah SPREAD.

Stay tune, saya akan jelasin lebih detil di bawah ini.

Sekarang mari membicarakan jangka waktu deposito terlebih dahulu.

Biasanya lama penempatan deposito di bank bervariasi mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan hingga 12 bulan tergantung kebutuhan nasabahnya.

Namun khusus untuk jaminan fasilitas kredit back to back, Bank mewajibkan deposito ditempatkan selama minimal 6 bulan lamanya.

Mengapa demikian?

Karena fasilitas kredit yang kita miliki minimal jangka waktunya bisa 1/2 tahun. Dan Bank nggak akan ngasih kita pinjaman 1/2 tahun dengan tenor deposito hanya 1 bulan.

Yang dapat diartikan : Bank nggak akan memberi pinjaman melebihi tenor jaminan. Sehingga penempatan jaminan minimal sesuai dengan jangka waktu kredit yang diminta oleh nasabah. 

Selain itu Bank juga mensyaratkan agar deposito kita dalam kondisi ARO + interest.

ARO adalah singkatan dari automatic roll over yang artinya memperpanjang pokok deposito secara  otomatis.

Dengan adanya tambahan + interest artinya tidak hanya pokok deposito yang juga diperpanjang melainkan bunga deposito tersebut.

Baca Juga : 7 Pertimbangan Dalam Membuka Deposito Bank

 

Contoh :

A memiliki deposito Rp 100 juta, penempatan 1 bulan, bunga 5,75 % dengan skema ARO + interest.

Berapa bunga deposito A di akhir bulan ke-2?

Bunga deposito bulan 1 = Rp 100 juta x 5,75 % = Rp 5.750.000/12 bulan = Rp 479.166 / bulan 1
Bunga deposito net-nya adalah = Rp 383.333

Ingat selalu bahwa deposito pasti kena pajak 20 %. 

Pokok deposito bulan 2 = Rp 100.000.000 + 383.333 = Rp 100.383.333
Bunga deposito bulan 2 = Rp 100.383.333 x 5,75 % = Rp 5.772.042 / 12 bulan = Rp 481.003
Bunga deposito net-nya adalah = Rp 384. 803

Nah angka pokok deposito di akhir bulan ke-2 menjadi Rp 100.768.136

Dengan kondisi seperti ini bunga akan bergulung sesuai dengan tenor yang kita pilih. 

 

ARO + Interest

Kenapa bank meminta agar deposito harus ARO + interest ?

Untuk berjaga-jaga, misalnya nanti kita sampai menunggak bunga fasilitas, maka mereka sudah memiliki dana tambahan dari bunga deposito untuk mengcover bunga tunggakannya.

Maka untuk fasilitas pinjaman back to back, bunga deposito kita biasanya dibungakan kembali bukan dimasukkan ke rekening tabungan kita.

Bagaimana jika kita ingin agar bunganya langsung masuk ke tabungan dan tidak harus digulung ke pokok deposito?

Bank memberi solusi atas hal ini dengan catatan nasabah menempatkan deposito di atas jumlah pinjaman, minimal sebesar 105 % -110 % dari jumlah pinjaman.

 

Spread Kredit Back to Back

Di atas sudah disebutkan bahwa dalam pinjaman dengan agunan tunai, ada istilah spread.

Dalam hal kredit back to back, bunga pinjaman tetap kan dikenakan atas kredit yang dicairkan. Skema pembebanan bunga sama seperti pinjaman Bank pada umumnya.

Bedanya adalah untuk fasilitas back to back dikenal istilah spread fasilitas pinjaman back to back.

Jadi spread digunakan untuk menentukan bunga yang akan dibebankan ke Debitur, dimana bunga pinjaman = bunga tabungan / deposito + spread

Contoh :

  • B memiliki deposito 300 juta dengan bunga gross 5,75 %.
  • B mengajukan pinjaman back to back untuk cicilan selama 5 tahun.
  • Berapa % bunga yang akan dibebankan kepada B?

 

1.  Cari tahu berapa spread fasilitas back to back di Bank tersebut.

Tanya saja pada officer yang membantu kita, karena beda Bank akan beda tarif.

Normalnya mereka mungkin memberikan angka sebesar 2 % atau lebih rendah dari itu.

2. Jumlahkan bunga deposito gross dengan spread fasilitas back to back.

Dalam contoh ini dengan bunga gross 5,75 % dan spread sebesar 2 %, maka bunga pinjaman yang akan dibebankan adalah :

5,75 % + 2 % = 7,75 %

Jadi selanjutnya B tinggal menghitung angka cicilan dengan bunga 7,75 % tersebut.

 

Bunga Deposito

Karena sifatnya adalah kredit, maka deposito yang kita tempatkan untuk jaminan back to back biasanya nggak dapatin suku bunga spesial dari bank.

Kenapa?

Karena baik bunga spesial atau bunga biasa, jumlah bunga yang kita bayarkan itu sama.

Baca pelan-pelan ya, karena ini akan menjawab pertanyaan sebelumnya tentang mengapa bunga yang dibayarkan adalah sama.

Contohnya jika dengan bunga deposito 5,75 % kita dibebankan bunga kredit back to back 7,75 % (spread 2 %),  maka apa yang akan terjadi jika kita memiliki deposito dengan bunga 6 %?

Ya! Bunga pinjaman kita akan menjadi 8 % (bunga deposito + 2 %).

Jadi berapapun bunga depositonya, kita memiliki kewajiban terhadap spread sebesar 2 % tersebut.

Sehingga bank nggak ngasih rate spesial deposito lagi.

Dasarnya karena dengan bunga deposito besar, maka bunga kreditnya semakin besar. Sementara dengan bunga deposito kecil, maka bunga kreditnya semakin kecil.

Semakin besar bunga depositonya akan semakin besar bunga pinjaman kita.

Tetapi jika pembayar bunga pinjaman dan penerima bunga deposito berbeda, silahkan nego habis-habisan agar penerima bunga deposito tertawa semakin lebar :D.

 

Keuntungan Fasilitas Back to Back

Berikut adalah 4 keuntungan dalam menggunakan fasilitas back to back dari Bank.

1. Bunga kredit lebih rendah, karena kita hanya membayar spread-nya.

Jika kita memiliki opsi ARO, maka bunga tentu dibayarkan secara rutin ke rekening kita.

Bunga ini dapat mengurangi angka kewajiban bulanan yang dibayarkan kepada Bank.

Sehingga net-nya kita hanya perlu membayar bunga sebesar spread dan selisih pajak.

2. Proses kredit cepat karena jaminannya likuid.

Bank paling suka pemberian fasilitas kredit back to back yang risikonya kecil. Karena yang dijadikan jaminan adalah uang nasabah, yang disimpan di Bank tersebut.

Kalo kreditnya sampai telat bayar, Bank cukup mencairkan jaminan yang ada dan menutup fasilitas tersebut.

Ingat : dengan adanya pengikatan kredit dan pengikatan jaminan, nasabah sudah memberi Bank hak untuk melakukan eksekusi apabila timbul wanprestasi.

3. Biaya pinjaman lebih murah.

Kita hanya keluarin biaya materai dan administrasi doang.

Biasa pinjaman back to back nggak dikenakan biaya provisi dan nggak harus dilakukan pengikatan kredit secara notarial (yang artinya menghemat biaya notaris).

Pengikatan kredit jaminan tunai dilakukan secara bawah tangan dengan mekanisme gadai sertifikat deposito.

4. Jika membutuhkan uang, tabungan kita masih tetap ada.

Artinya uang yang kita gunakan itu adalah pinjaman, bukan menguras tabungan sendiri.

Tau sendiri kan nabung susah banget, jadi sayang aja kalo saldo tabungan langsung turun drastis saat kepepet.

Artikel ini sudah dibuatin versi simple yang bisa dicek di Instagram Wartadana

Baca Juga :

Link Wartadana :

  • Instagram wartadanablog => sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.
  • Twitter wartadanacom => sharing artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.
  • Pinterest wartadana => pin banyak quotes keuangan
  • Sitemap wartadana => melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com

REFERENSI FINANSIAL KAUM MILLENNIALS

Jika kamu adalah pengguna Pocket, connect dengan saya di sini.

Jakarta, Mayday 2018

Jika ada yang ingin ditanyakan perihal Kredit Back to Back, jangan sungkan untuk berkomentar di bawah 🙂

Summary
Article Name
Mengenal Kredit Back to Back
Description
Memahami defenisi kredit back to back, mekanisme fasilitas pinjaman, hingga keuntungan menggunakan fasilitas kredit yang satu ini.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

7 Comments

  1. spread pinjaman akan lebih besar dibandingkan bunda deposito, lantas untungnya dmn dibandingkan kita memakai uang tersebut untuk bisnis/investasi?

    1. Halo Pak Aan.

      Bunga pinjaman = spread back to back + bunga deposito.
      Karna bunga deposito sudah dibayarkan oleh Bank kepada kita, maka sebagai peminjam kita cukup membayarkan selisihnya atau spread back to back.
      Dengan hitungan seperti ini bunga pinjaman back to back yang kita bayarkan akan jauh lebih rendah dari bunga pinjaman pada umumnya.

      Perihal menggunakan uang pribadi vs kredit back to back kembali pada nyamannya kita masing-masing Pak Aan.

      Kalo bicara soal keuntungan, berikut adalah kelebihan kredit back to back :
      1. Bunga pinjaman jauh lebih rendah
      2. Proses jauh lebih cepat
      3. Secara psikologis saat kita punya cicilan, tanggung jawab moralnya akan lebih besar daripada saat kita menggunakan uang pribadi
      4. Agar uang tabungan kita tetap utuh. Karna saya yakin sewaktu memutuskan untuk berbisnis menggunakan tabungan, kita pasti sudah yakin akan tingkat kesuksesan bisnis tersebut. Sehingga apapun yang terjadi, kita tetap optimis bisnis akan berlangsung dengan baik, pinjaman akan dibayarkan tepat waktu dan uang tabungan kita tetap utuh.

      Tapi Pak Aan, kembali lagi pada kenyamanan masing-masing. Sangat dimengerti kalo saat bisnis kita pun kepengen tempo yang lebih santai. Dan jika kondisinya seperti ini, menggunakan dana pribadi akan membuat perasaan jauh lebih ringan dibandingkan saat mengambil kredit back to back.

      Semoga membantu Pak Aan. Terima kasih.

  2. Terima Kasih atas informasi mengenai pinjaman back to back

    Namun masih ada yang ingin saya tanyakan:

    Misal saya menggunakan pinjaman back to back dari bank X dengan menjaminkan deposito sebesar 1 Milyar selama 1 tahun. Bunga deposito anggap 4% per tahun.
    Lalu saya mendapat pinjaman juga yang katakan besar nya 1 Milyar dengan spread bunga 2% (total menjadi 6%).

    nanti setelah 1 tahun pokok dan bunga deposito 4% akan cair dan masuk ke rekening saya, begitu kah?

    Dan kewajiban saya sebagai peminjam uang membayar pokok pinjaman (1 Milyar) + bunga spread 2% dari 1 Milyar kepada bank, apa betul seperti itu?
    Lalu pihak bank apa untung nya yah? Mohon diberikan penjelasan nya…

    Terima kasih sebelumnya

    1. Hi Pak Kelvin.
      1. nanti setelah 1 tahun pokok dan bunga deposito 4% akan cair dan masuk ke rekening saya, begitu kah? -> Ini tergantung, apakah Pak Kelvin memilih untuk mencairkan deposito atau tidak? Asumsi saya Pak Kelvin ambil pinjaman yang sifatnya cicilan selama 1 tahun, jadi setelah jatuh tempo 1 tahun pinjaman sudah lunas. Dengan demikian, kembali pada Pak Kelvin -> apakah mau mencairkan deposito? Atau membiarkan deposito itu tetap diperpanjang.
      2. Benar, Pak Kelvin punya kewajiban untuk membayar pokok + bunga pinjaman. Bunga pinjaman di sini adalah 6 % (bunga deposito 4 % + spread 2 %).
      3. Keuntungan pihak Bank :
      – Dana Pak Kelvin tetap ada di bank, tidak cair.
      – Dengan adanya pinjaman, Bank dapatin target pinjaman. Jadi, dana tetap ada di pihak Bank, plus kredit malah bertumbuh.
      – Mendapatkan bunga pinjaman -> yaitu spread 2 %. Bank tetap harus membayar bunga deposito pada Pak Kelvin sebesar 4 %. Tetapi dengan adanya pinjaman, Pak Kelvin juga harus membayar bunga kredit kepada Bank sebesar 6 %.
      – Risikonya sangat rendah, karna jaminan berupa dana deposito. Dalam pinjaman back to back selalu ada klausul bahwa apabila terjadi tunggakan dalam kurun 1 / 2 minggu, maka Bank berhak melikuidasi deposito untuk menutupi pinjaman.

      Demikian Pak Kelvin, semoga membantu 🙂
      Terima kasih.

    1. Hi Mbak Yanti.
      Setahu saya bisa untuk mengajukan pinjaman back to back dalam kondisi BI Checking jelek.
      Karena back to back adalah pinjaman dengan jaminan dana tunai di Bank, sehingga risiko Bank bisa dikatakan hampir tidak ada.
      Dan dalam kondisi demikian, kondisi BI Checking yang jelek bisa dibuat sebagai penyimpangan.
      Thanks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *