MENGENAL KREDIT BACK TO BACK

Apa itu kredit back to back?

Pernah mendengar orang bank berkata kredit back to back ?


Awal mendengar frasa ini mungkin terasa janggal dan asing, walopun sebenarnya berkonsep sederhana. KREDIT BACK TO BACK

Karena perbankan sendiri adalah institusi yang sifatnya global sehingga ada banyak istilah yang diadopsi dari luar, maka pengucapannya terdengar ribet.

Sampai pernah suatu kali saya bicara dengan seorang nasabah, yang secara terang-terangan di awal ngomong, “Jangan pake bahasa bank, saya susah nangkap!”

Padahal aslinya sih sederhana sekali.

BUAT JADI SEDERHANA

sumber : memegenerator.net

 

Dannnn kali ini kita akan belajar secara singkat mengenai kredit yang satu ini, mekanismenya, hingga apa saja keuntungan menggunakan fasilitas ini.

Jangan skip artikel ini dan baca hingga habis ya 🙂 
KREDIT BACK TO BACK

 

Pengertian Kredit Back to Back

Kredit back to back atau pinjaman back to back adalah skema pemberian kredit dengan jaminan uang tunai.

Jadi dengan memberikan sejumlah uang kepada bank sebagai jaminan, kita akan menerima fasilitas kredit dari bank. Uang tunai dapat berupa deposito ataupun saldo tabungan yang diblokir.

Sesederhana itu. pengertian kredit back to back

Contohnya dengan menjaminkan deposito sebesar Rp 100 juta di bank X, kita akan mendapatkan pinjaman sebesar Rp 100 juta dari bank X.

Eits, tapi jangan salah paham ya.

Konsepnya bukan kita mendapatkan pinjaman terlebih dahulu, dan menarik uangnya untuk dimasukkan sebagai deposito.

Untuk dapetin pinjaman back to back, kita harus memiliki uang-nya terlebih dahulu! Deposito masuk dahulu, barulah mendapatkan pinjaman.

Jadi bukan dana pinjaman yang dijadikan deposito.

Kenapa demikian?Jaminan Kredit Back to Back

Karena bank tetap mensyaratkan adanya jaminan (agunan) dalam setiap pemberian kreditnya.

Jadi sebelum mereka mencairkan kredit kepada kita, agunan harus terlebih dahulu berada di bawah pengawasan mereka dan diikat dengan metode yang legal.

BACA JUGA : PENGIKATAN KREDIT DI BANK

 

Deposito Sebagai Jaminan Kredit

Disebutkan di atas, bahwa jaminan dapat diterima dalam bentuk uang tunai, termasuk deposito ataupun saldo tabungan yang diblokir.

Tetapi dalam praktiknya banyak orang akan lebih memiliki deposito sebagai jaminan, karena suku bunga yang lebih tinggi daripada suku bunga tabungan.

Walopun secara prinsip, bunga yang kita bayar adalah sama. Apa maksudnya? Stay tune, di bawah akan ada penjelasannya.

Sekarang mari membicarakan jangka waktu deposito terlebih dahulu. Normalnya lama penempatan deposito di bank bervariasi mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan hingga 12 bulan.lama penempatan deposito

Namun khusus untuk jaminan fasilitas kredit back to back, bank mewajibkan deposito ditempatkan selama 12 bulan lamanya.

Mengapa demikian?

Karena fasilitas kredit yang kita miliki minimal jangka waktunya pasti 1 tahun. Dan Bank nggak akan ngasih kita pinjaman 1 tahun dengan tenor deposito hanya 1 bulan.

Yang dapat diartikan : bank nggak akan ngasih pinjaman melebihi tenor jaminan.

Dalam pemberian fasilitas pinjaman back to back bank juga mensyaratkan agar deposito kita dalam kondisi ARO + interest.

ARO adalah singkatan dari automatic roll over yang artinya memperpanjang pokok deposito secara  otomatis.

Dengan adanya tambahan + interest artinya tidak hanya pokok deposito yang juga diperpanjang melainkan bunga deposito tersebut.

BACA JUGA : 7 Pertimbangan dalam membuka Deposito Bank

 

Contoh :

A memiliki deposito Rp 100 juta, penempatan 1 bulan, bunga 5,75 % dengan skema ARO + interest. Berapa bunga deposito A di akhir bulan ke-2?

Bunga deposito bulan 1 = Rp 100 juta x 5,75 % = Rp 5.750.000/12 bulan = Rp 479.166 / bulan 1
Bunga deposito net-nya adalah = Rp 383.333

Ingat yah, kalo deposito pasti kena pajak 20 %. 

Pokok deposito bulan 2 = Rp 100.000.000 + 383.333 = Rp 100.383.333
Bunga deposito bulan 2 = Rp 100.383.333 x 5,75 % = Rp 5.772.042 / 12 bulan = Rp 481.003
Bunga deposito net-nya adalah = Rp 384. 803

Nah angka pokok deposito di akhir bulan ke-2 menjadi Rp 100.768. 136

Dengan kondisi seperti ini bunga akan bergulung sesuai dengan tenor yang kita pilih. 

 

ARO + interest

Kenapa bank meminta agar deposito harus ARO + interest ?

Untuk berjaga-jaga, misalnya nanti kita sampai menunggak bunga fasilitas, maka mereka sudah memiliki dana tambahan dari bunga deposito untuk mengcover bunga tunggakannya.

Maka untuk fasilitas pinjaman back to back, bunga deposito kita biasa dibungakan kembali bukan dimasukkan ke rekening tabungan kita.deposito wajib ARO

Bagaimana jika kita ingin agar bunganya langsung masuk ke tabungan dan tidak harus digulung ke pokok deposito? Caranya?

Bank memberi solusi atas hal ini dengan catatan nasabah menempatkan deposito di atas jumlah pinjaman, minimal sebesar 105 % -110 % dari jumlah pinjaman.

 

Spread fasilitas pinjaman back to back

Setelah membicarakan mekanisme jaminan, marilah kita membicarakan hal favorit sepanjang masa, yaitu bunga pinjaman.

Bagaimana pembebanan bunga pinjaman untuk pinjaman back to back?

Tidak berbeda dengan pinjaman lainnya, untuk pinjaman back to back juga dikenakan bunga pinjaman atas dana yang digunakan.

Bedanya adalah untuk fasilitas back to back dikenal istilah spread fasilitas pinjaman back to back.

spread fasilitas back to back

Jadi spread digunakan untuk menentukan bunga yang akan dibebankan ke Debitur, dimana bunga pinjaman = bunga tabungan / deposito + spread

Contoh :

B memiliki deposito 300 juta dengan bunga gross 5,75 %. B mengajukan pinjaman back to back untuk cicilan selama 5 tahun. Berapa % bunga yang akan dibebankan kepada B?

 

1.  Cari tahu berapa spread fasilitasback to back di bank tersebut

Tanya saja pada officer yang membantu kita, karena beda bank akan beda tarif. Normalnya mereka mungkin memberikan angka sebesar 2 % atau lebih rendah dari itu.

2. Jumlahkan bunga deposito gross dengan spread fasilitasback to back

Dalam contoh ini dengan bunga gross 5,75 % dan spread sebesar 2 %, maka bunga pinjaman yang akan dibebankan adalah :

5,75 % + 2 % = 7,75 %

Sederhana bukan? Selanjutnya tinggal menghitung angka cicilan dengan bunga 7,75 % tersebut.

 

Kredit back to back nggak dapetin bunga deposito spesial

Kenapa?

Nah, buat yang biasa nyimpan deposito di bank pasti nggak asing dengan kegiatan negosiasi bunga deposito dengan bank officer -nya.

Wajar kok karena saat kita menempatkan dana di bank pasti kita akan mengharapkan angka imbal jasa yang terbaik serta bersaing.

bunga yang bagus

sumber : quickmeme.com

Dengan menjaminkan deposito kita sebagai agunan fasilitas kredit back to back, kita nggak akan dapetin bunga spesial tersebut, alias kehilangan privilege tersebut. Kenapa?

Karena baik bunga spesial atau bunga biasa, jumlah bunga yang kita bayarkan itu sama.

Baca pelan-pelan ya, karena ini akan menjawab pertanyaan sebelumnya tentang mengapa bunga yang dibayarkan adalah sama.

Contohnya jika dengan bunga deposito 5,75 % kita dibebankan bunga kredit back to back 7,75 % (spread 2 %),  maka apa yang akan terjadi jika kita memiliki deposito dengan bunga 6 %?

Ya!

Bunga pinjaman kita akan menjadi 8 % (bunga deposito + 2 %).bunga pinjaman

Jadi berapapun bunga depositonya, kita memiliki kewajiban terhadap spread sebesar 2 % tersebut.

Sehingga bank nggak ngasih rate spesial deposito lagi.

Dasarnya karena dengan bunga deposito besar, maka bunga kreditnya semakin besar. Sementara dengan bunga deposito kecil, maka bunga kreditnya semakin kecil.

Semakin besar bunga depositonya akan semakin besar bunga pinjaman kita.

Tetapi jika pembayar bunga pinjaman dan penerima bunga deposito berbeda, silahkan nego habis-habisan agar penerima bunga deposito tertawa semakin lebar :D.

 

Keuntungan Fasilitas Back to Back

1.  Bunga kredit lebih rendah, karena kita hanya membayar spread-nya.

Jika kita memiliki opsi ARO, maka bunga tentu dibayarkan secara rutin ke rekening kita. Bunga ini dapat mengurangi angka kewajiban bulanan yang dibayarkan kepada bank.

Lumayan loh.

2.  Proses kredit cepat karena jaminannya likuid.

Bank paling suka pemberian fasilitas kredit back to back karena risikonya kecil. Ya! Uang kita dijadikan jaminan mereka.

Kalo kreditnya macet sebentar saja, langsung dilikuidasi tabungan kita tersebut.

3.  Biaya pinjaman lebih murah

Kita hanya keluarin biaya materai dan administrasi doang.

Biasa pinjaman back to back nggak dikenakan biaya provisi dan nggak harus dilakukan pengikatan kredit secara notarial (yang artinya menghemat biaya notaris).

BACA JUGA : BIAYA PENGIKATAN KREDIT JAMINAN RUMAH TINGGAL

Pengikatan kredit back to back dilakukan secara bawah tangan dengan mekanisme gadai sertifikat deposito.

4. Jika membutuhkan uang, tabungan kita masih tetap ada.

Artinya uang yang kita gunakan itu adalah pinjaman, bukan menguras tabungan sendiri.

Tau sendiri kan nabung susah banget, jadi sayang aja kalo saldo tabungan langsung turun drastis saat kepepet. keuntungan fasilitas back to back

Demikian artikel kali ini mengenai kredit back to back. Jangan lupa untuk checkout page Instagram wartadanablog yang sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.

Juga kunjungi laman twitter wartadanacom dimana saya sering share artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.

Serta jika kamu baru pertama kali sampai di wartadana, silahkan klik sitemap wartadana untuk melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.

Ohya, karena artikel wartadana seperti biasa panjang-panjang, maka saya sudah buatin versi simple yang bisa kalian cek di berikut ini.

 

View this post on Instagram

 

Mengenal Fasilitas Kredit Back to Back #ngertikredit #ngertibank #wartadanablog #wartadana Klik link di bio.

A post shared by wartadana (@wartadanablog) on


Terima kasih sudah main ke wartadana.com 

#girlsliftothergirlsup

Jakarta, Mayday 2018

–  Listening to tv with AFC

Dan seperti biasa, jika ada yang ingin ditanyakan perihal Kredit Back to Back, jangan sungkan untuk berkomentar di bawah 🙂 

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Summary
Mengenal Kredit Back to Back
Article Name
Mengenal Kredit Back to Back
Description
Memahami defenisi kredit back to back, mekanisme fasilitas pinjaman, hingga keuntungan menggunakan fasilitas kredit yang satu ini.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *