CARA HAPUS IURAN TAHUNAN KARTU KREDIT DENGAN MUDAH

Sedang mendapat tagihan kartu kredit? Sedang berpikir gimana cara hapus iuran tahunan kartu kredit tersebut?


Kamu berada di tempat yang tepat.

Sebagai pemilik kartu kredit, saya juga sering merasa keberatan dengan iuran tahunan kartu kredit. Jangan ditanya lagi ya, ini adalah masalah umum para pemilik kartu kredit di manapun.

Limit segini, kok iuran tahunannya sampai setengah jutaan? Yang bener dong bank!

Teriak kita dalam hati, campuran antara nggak percaya bahwa bank berani membebankan angka itu dengan kesel karena kalo sudah tercetak, maka kita punya perasaan ‘wajib untuk membayarnya’.

CARA HAPUS IURAN TAHUNAN KARTU KREDIT

Kali pertama mendapat tagihan iuran tahunan kartu kredit saya berasa pengen datang ke bank dan bawa papan demonstrasi. Kug begini siy?  Kenapa saya kena iuran tahunan kartu kredit?

 – Yep! Lebay banget! –

The point is bahkan setelah bertahun-tahun menjadi pengguna aktif kartu kredit, saya nggak pernah sekalipun rela membayarkan iuran tahunan kartu kredit tersebut.

Saat ini saya punya 4 kartu kredit sejak tahun 2013 dan hanya di tahun 2016 saja, saat saya terlampau stres dengan pekerjaan dan nggak sanggup ngaturin uang, sehingga pasrah membayarin begitu saja iuran kartu kreditnya.

Sisanya selama tahun-tahun yang sudah lewat, saya nggak pernah RELA bayar iuran tahun kartu kredit. 🙂

CARA HAPUS IURAN TAHUNAN KARTU KREDIT

Nah, bagi yang sedang berurusan dengan iuran tahunan kartu kredit yang nggak bersahabat, kali ini saya buat artikel spesial khusus pembaca wartadana saja.

(Jangan di-share di luar ya, bisa kena block sama perbankan).

Kita akan belajar cara hapus iuran tahunan kartu kredit.

Disclaimer :

– Ini sebenarnya hal biasa saja yang saya pikir hampir semua orang sudah tahu. Tapi kebetulan setelah terlibat percakapan dengan dua orang adik saya, barulah saya sadar masih banyak yang bingung soal kartu kredit di luar sana.

– Saat saya ceritain cara mudah hapus iuran tahunan kartu kredit, adik saya malah menggeleng-geleng, karena mereka nggak nyangka akan semudah itu.

– Nah, saya mau share ini supaya kita bisa barengan hemat uang dari iuran tahunan kartu kredit. Kan lumayan ya, uangnya bisa buat traktir saya minum starbuck segelas ;D

 

Kartu kredit dan iuran tahunannya

Kalo pernah baca posting wartadana yang ini, pasti bisa nangkap kalo saya adalah orang yang demen punya kartu kredit. Alasannya?

–  Kalo butuh uang mendadak, kartu kredit bisa jadi sahabat karib

–  Kalo butuh sesuatu mendesak, kartu kredit bisa bantu beliin duluan

CARA CERDAS MEMANFAATKAN FITUR KARTU KREDIT

Aslinya sih, saya sadar diri banget kalo SERINGNYA hidup itu NGGAK TERDUGA. Punya sebiji kartu kredit yang limitnya kecil pun akan sangat membantu kita di saat sulit.

Makanya saya selalu saranin teman-teman atau keluarga untuk tetap punya kartu kredit. Kalo takut kebablasan ya nggak usah banyak.

Yang penting sewaktu butuh ada, dan data kita selalu tertera dalam laporan Bank Indonesia / Otoritas Jasa Keuangan.

Selain itu kalo kita jeli, kadang kita bisa dapetin uang jajan tambahan loh dari promo kartu kredit. Gak percaya?

BACA JUGA : Gimana saya dapetin 1 juta dari promo cashback kartu kredit

Biasanya nih kalo bank yang baru mau ngasih kita kartu kredit perdana, omongannya manis banget deh. Gratis iuran tahun pertama, dapat bonus, dapat cashback dan bla-bla bla.

Pertanyaannya, kalo gratis di tahun I, tahun kedua gimana dong?

Namanya bank adalah badan usaha yang tujuannya untuk mencetak laba, maka mereka nggak bisa ngasih gratisan terus-menerus.

Di sinilah, masalah datang. Iuran tahun kedua tercetak di billing kartu kredit. Busett! Angkanya ! Masa limit segitu doang, iuran sebesar ini?

FYI ya : normalnya kartu kredit limit antara Rp 5-10 juta punya iuran tahunan paling banter 100-150 ribu. Mestinya ringan, karena limitnya kecil dan kartunya masih silver atau kartu yang paling bawah jenisnya.

Tapi yang sering terjadi adalah beberapa bank penerbit membebankan angka iuran tahunan yang nggak masuk akal.

Saya pernah punya credit card dengan limit 6 juta, disetel ke jenis gold hingga iuran tahunan jadi Rp 600 ribu per tahun. 10 %? Hello!

Kepengen saya jambak analis credit card-nya. Kalo boleh mengumpat sekalian. Limit ngasihnya dikit, tapi minta iuran tahunan mahal-mahal.

Jadi gimana dong?

 

Gimana cara hapus iuran tahunan kartu kredit?

–  Nggak puas dengan angka iuran tahunan yang dibebankan?

–  Nggak mau bayar iuran tahunan tersebut?

Trus, apakah kita

–  mau sedikit repot ?

–  mau keluar sedikit biaya pulsa buat nelpon call centre ?

Kalo kita mengangguk, maka itulah yang akan kita lakukan.

Disclaimer dulu ya :

Hidup itu nggak repot sebenarnya. Kalo kita nggak pengen hemat dan simpan uang ya bayarin aja iuran kartu kreditnya.

Tapi kalo kita kepengen bisa hemat dan nabung uang tersebut, ya kita mesti rela sedikit repot.

Toh yang akan kita lakukan cuman ngangkat telpon dan ngomong. Not that hard!

 

1. Telepon Call Centre

Pake operator yang biaya nelponnya murah ya. Kalo lebih ajib lagi, pake telepon yang GRATIS (tebak sendiri, telpon di mana yang bisa gratis…)

Saran tambahan adalah menelepon siang hari jam kerja, karena layanan call centre-nya nggak sibuk banget. Jadi kita nggak ngabisin pulsa untuk nunggu antrian penelepon yang lain.

Nomor telepon call centre  sudah tertera di balik kartu kredit kita masing-masing. 

 

2. Sewaktu tersambung, langsung katakan keinginan kita

Halo, terimakasih telah mengubungi call centre XXX. Dengan XXX, apa yang dapat kami bantu Ibu?

Mbak, saya dapat billing iuran tahunan. Saya mau minta waive.

Note :

–  Waive = hapus

–   Jangan bertele-tele. Langsung ngomong to the point. Nggak usah pake kata pengantar, penjelasan bla-bla-bla.

–   Pake nada yang judes.

Maaf, dengan ibu siapa saya berbicara? Dan pertanyaan-pertanyaan normal untuk verifikasi data.

 

3. Minta hapus iuran tahunan tanpa syarat

Setelah verifikasi data dan melihat sendiri tagihan yang dibebankan, petugas call centre akan mengajukan beberapa opsi untuk menghapus iuran tahunan.

Ajukan keberatan dan minta tanpa syarat.

‘Mbak, saya nggak mau pake syarat begitu. Saya mau tutup saja kartu kreditnya.’

Mengancam untuk menutup kartu kredit adalah hal yang biasa banget didengar oleh operator. Jadi nggak usah malu saat mengucapkannya. Ingat rule di atas :

–  Ngomong jangan bertele-tele

–  Ngomong yang jutek, judes dan galak!

Saat mengancam akan menutup kartu kredit pastikan kita nggak punya tagihan berjalan. Kalo punya cicilan berjalan, biasanya mereka akan tahu kalo kita nggak mungkin tutup kartu kredit.

Jadi mereka akan tawarin opsi lain atau malah menolak permintaan hapus iuran tahunan yang kita ajukan.

 

4. Apakah mau menggunakan poin?

Sejauh ini opsi lain yang saya dapatkan adalah sbb :

–   menggunakan poin belanja

–   transaksi minimal Rp 500 ribu dalam sebulan

–   langganan beli pulsa bulanan

Kalo poin memadai, ya kasih potong saja.

Kalo poin nggak memadai? Masa kita disuruh belanja?

Nah, coba push operator dan kasih tau kalo kita nggak mau belanja dulu. Lihat reaksi mereka gimana?

“Mbak, saya keberatan kalo disuruh belanja sebesar itu. Ada pilihan lain?’

Dengarkan opsi dari mereka, kalo nggak ada ya kita mengalah juga dengan belanja sesuai angka minimal yang disebutkan operator tersebut.

Ada lagi opsi isi pulsa rutin. Saran saya opsi ini jangan diambil. Nggak worth it! Kenapa?

–  Buat apa beli pulsa pake cara yang kena biaya bayar tagihan kartu kredit?

–  Emang pulsa kita sebulanan bisa berapa sih?

Hindari opsi ini! Atau hindari opsi lain yang bikin kita punya transaksi rutin sama kartu kredit tersebut!

Catatan :

Bank nggak akan dengan mudah ngasih kita nutup kartu kredit begitu saja. Jadi selama pembayaran kita lancar, kita ini masih jadi raja. Dan raja boleh minta apa saja 😀

 

5. Follow up

Biasanya sih setelah petugas call centre bilang oke, kita akan ngerasa damai. Ahhhh, sudah selesai masalahnya.

Padahal nggak lohh girls, karena kita mesti pastikan dia benar-benar hapus iurannya bukan sekedar lip service doang. Pastikan iuran kita memang sudah lunas dari tagihan kartu kredit kita ya… 

Kalo versi ekstrimnya sih kita telponin kartu kredit 5 hari kerja sejak permohonan, untuk bertanya gimana perihal penghapusan iuran yang kita ajukan?

Kalo versi normalnya kita tungguin tagihan bulan depan, gimana? Apakah sudah clear?

CARA HAPUS IURAN TAHUNAN KARTU KREDIT

Dan girls, demikian share kali ini soal cara hapus iuran tahunan kartu kredit. Khusus post kali ini, cukup buat pembaca setia wartadana saja ya. Gak usah di-share. Thanks

Pekanbaru, 8 Agustus 2018

#girlsliftothergirlsup


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

10 Respon

  1. Tp mbak,,dari mana kita tau setelah kita pengajuan waive itu disetujui atau TDK??tkt tiba2 muncul ,,mff saya pengguna kartu baru

    • Charlina berkata:

      Hi.
      Bisa dilihat dari tagihan bulan berikutnya. Atau hubungi kembali sesuai dengan tenggat waktu yang dikasih tau oleh petugas call centernya (bisa 5-7 hari kerja). Thanks.

  2. Nur berkata:

    Terima kasih atas informasinya mba..
    tapi kalau tagihan membership itu ada dalam 1 tagihan dengan tagihan lainnya bagaimana mba? Apakah sebelum telpon CS sy bayarkan tagihan lainnya dulu tanpa bayar tagihan membershipnya, atau langsung saja telpon CS nya untuk pengajuan penghapusan iuran tahunan CC nya?
    Mohon dapat dibantu pencerahannya ya mba.. terima kasih

  3. Esy berkata:

    Haloo..
    mau tanya.. jika tagihan membership fee ada dalam 1 tagihan dengan tagihan lain2.. apakah untuk permintaan penghapusan iuran tahunan bisa dilakukan? Ataukah tagihan tersebut harus dibayar dulu? Berikut tagihan membershipnya atau hanya tagihan lainnya saja?
    Mohon bantuannya.. thanks..

    • Charlina berkata:

      Hi mbak Esy,
      Kalo tidak ada tagihan berbentuk cicilan, bisa langsung call ke CS mbak.
      Tanpa cicilan, pihak bank mengerti kalo kita mampu menutupi tagihan dan langsung menutup kartu apabila permintaan kita nggak diakomodir.
      Tapi kalo ada cicilan, pihak bank juga ngerti untuk melunasinya kita akan kena penalty dan bla-bla-bla yang membuat posisi tawar mereka lebih tinggi.
      Sehingga biasanya nggak dapat waive langsung, melainkan dengan opsi pemotongan poin atau berbelanja.
      Kalo untuk pembayaran, saran saya tunggu konfirmasi dari CS, apakah dpt langsung di-waive tanpa membayarkan iurannya atau kita bayar dahulu dan dikreditkan di bulan depan. Hal ini untuk menghindari adanya catatan keterlambatan pembayaran, biar kita nggak denda.
      Semoga membantu ya mbak Esy. Thanks sudah datang ke wartadana hari ini. 🙂

  4. Charlina berkata:

    Your welcome mbak Esy.
    Semoga sukses selalu mbak

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: