11 HAL TENTANG KARTU KREDIT | WAJIB PAHAM

Orang-orang meng-apply kartu kredit dengan tujuan berbeda-beda.

Ada yang percaya bahwa memiliki kartu kredit adalah prestige alias sesuatu yang membanggakan, karena artinya mereka punya track record atau nominal dana yang bagus di bank.

Ada juga yang sengaja apply kartu kredit agar terlihat kece di hadapan teman-temannya.

Banyak juga yang apply kartu kredit karena doyan akan program cicilan.

Dan lebih banyak lagi yang apply kartu kredit dengan tujuan untuk membantu keuangan bulanan mereka.

Apapun motifnya sah-sah saja.

Selama kita mampu membayar dan selama bank bersedia memberikan fasilitas, ya kenapa nggak?

11 HAL TENTANG KARTU KREDIT

 

Tapi sebelum mulai menggunakannya, baca dulu 11 hal tentang kartu kredit (yang wajib paham) agar kita dapat menikmati manfaatnya dengan maksimal.

 

1. Kartu kredit adalah fasilitas kredit yang diberikan oleh bank tanpa agunan.

Digunakan sebagai mekanisme pembayaran dengan sebentuk kartu sebagai media penggunaannya.

Kartu kredit dibekali PIN untuk autorisasi transaksi.

Tapi masih ada mesin yang dapat menjalankan transaksi kartu kredit tanpa butuh PIN, cukup tanda tangan di atas struk-nya.

 

2. Jaringan pembayaran yang mayoritas digunakan kartu di Indonesia terdiri atas Visa dan Master Card.

Perbedaan kedua jaringan pembayaran ini adalah Visa banyak digunakan di Negara Asia, sementara untuk Eropa dan Amerika lebih banyak menggunakan Master Card.

BACA JUGA : PERBEDAAN VISA & MASTERCARD

BACA JUGA : MENGENAL GERBANG PEMBAYARAN NASIONAL

 

Saat ini ada satu perusahaan kartu kredit yang tengah mencoba masuk ke pasar Indonesia, yaitu JCB (Japan Credit Bureau).

JCB merupakan perusahaan kartu kredit asli Jepang yang lagi gencar-gencarnya menjalin kerjasama dengan merchant-merchant di Indonesia.

Kartu kredit JCB menawarkan diskon di hampir semua tempat makan kenamaan di ibukota.

Promo yang sangat menarik kalo kita berdomisili di ibukota.

 

3. Kartu kredit ditujukan untuk keperluan konsumsi.

Hal ini karena fasilitasnya bersifat atas nama orang pribadi dan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan pemegang kartu.

Promo kartu kredit muncul di banyak toko online, banyak website jualan online, jaringan ritel skala nasional hingga toko-toko lokal di daerah kita.

Promo yang diberlakukan ditujukan untuk pembelian barang yang bersifat konsumsi juga.

 

4. Kartu kredit mengenal sistem tanggal cetak tagihan dan tanggal jatuh tempo tagihan.

Tanggal cetak tagihan adalah tanggal tutup buku kartu kredit.

Biasanya ditentukan oleh bank penerbit.

Jadi misalnya kita memiliki sebuah kartu kredit dengan tanggal cetak tagihannya adalah tanggal 12, maka setiap tanggal 12 setiap bulannya tagihan kita tutup buku.

Nah kalo jeli, saat kita sedang kepepet uang tentunya akan baik bagi kita untuk bertransaksi kartu kredit setelah tanggal 12.

Kenapa?

Karena jika transaksi dilakukan setelah lewat tanggal 12, tagihan bulan ini sudah tutup buku.
Jadi, transaksi yang kita lakukan nggak perlu dibayar di bulan ini.
Tagihan atas transaksi di atas tanggal 12 baru akan ditutup buku di bulan depan.

 

5. Tanggal jatuh tempo tagihan adalah 15-20 hari sejak tanggal cetak tagihan.

Berapa hari selisih antara tanggal jatuh tempo dan tanggal cetak tergantung pada bank penerbit kartu kredit.

Misalnya kita punya tagihan adalah tanggal 12 dan jatuh temponya adalah 15 hari sejak tanggal cetak tagihan.

Maka jatuh tempo pembayaran adalah tanggal 12 + 15 hari, tanggal 27 setiap bulannya.

Kalo gajian kita tanggal 25 harusnya nggak jadi masalah besar, karena habis gajian kita sudah bisa bayar tagihan kartu kredit tersebut.

Gajian tanggal 25, tagihan tanggal 27. Siklus waktunya masih cocok.

Yang jadi masalah adalah kalo kita gajian tanggal 5, sementara tagihan jatuh di tanggal 27.

Akan sulit untuk menyimpan uang hingga hampir 1 bulan.

Kita mesti disiplin untuk menyisihkan terlebih dahulu uang untuk memenuhi tagihan tersebut.

Atau ada solusi lain yaitu menelpon bank penerbit dan meminta mereka untuk menyesuaikan tanggal cetak tagihan agar sesuai dengan tanggal gajian kita.

Beberapa bank dapat mengabulkan permohonan penyesuaian tanggal cetak tagihan.

Tujuannya supaya kita nggak telat bayar dan nggak kena denda keterlambatan dari kartu kredit.

 

6. Kartu kredit mengenal istilah pembayaran minimum.

Pembayaran minimum adalah jumlah yang paling sedikit harus kita bayarkan dari tagihan yang muncul. Biasa disebut minimum payment.

Pembayaran minimum biasa dipatok 10 % dari tagihan tercetak.

Tapi kalo kita punya tagihan itu bentuknya cicilan, nggak ada konsep pembayaran minimum ya.

Contohnya kita gesek 10 juta di tanggal 11 Maret 2018.

Di tanggal 12 Maret 2018, tanggal cetak tagihan sudah muncul tagihan sebesar Rp 10 juta tersebut.

Dengan tanggal jatuh tempo 15 hari sejak tanggal cetak tagihan, maka tanggal 27 adalah jatuh tempo tagihan kita.

Kita wajib membayar 10 juta tersebut di tanggal 27 Maret 2018 secara full.

Bayar penuh, bayar lunas.

Tapi kalo kita nggak mampu bayar 10 juta sekaligus gimana?

Jika kita nggak mampu membayar seluruh tagihan kartu kredit, maka kita wajib membayar minimal ‘pembayaran minimum’-nya.

 

Dalam case ini, 10 % dari Rp 10 juta berarti Rp 1 juta.

Jumlah minimal yang harus kita bayarkan di tanggal 27 Maret 2018 adalah Rp 1 juta.

Jika memilih opsi ini apa dampaknya ke depan?

 

7. Dengan pembayaran minimum, sisa pokok yang masih tertunggak akan dikenakan bunga kartu kredit.

Saat ini bunga kartu kredit berkisar 26,95 % hingga 39 %. Normalnya 26,95 %.

Bunga kartu kredit timbul saat kita memiliki tagihan yang nggak dibayarkan secara penuh.

Jadi, dengan contoh di poin ke-6, kita masih punya tunggakan Rp 9 juta yang akan dikenakan bunga 26,95 % per tahun / 2,25 % per bulan.

Bunga yang harus kita bayarkan selama 1 bulan dengan pokok Rp 9 juta (pinjaman awal 10 juta – pembayaran minimum 1 juta) adalah :

Rp 9.000.000 x 2,25 % = Rp 202.500

 

Jadi bulan depan kalo kita bayar Rp 1 juta kembali, pokok kita nggak akan berkurang Rp 1 juta.

Karena pembayaran tersebut sudah tergerus bunga pinjaman.

Bulan depan, dengan membayar Rp 1 juta pokok kita hanya berkurang Rp 797,500 (belum dikurangi materai dan biaya pembayaran).

Rp 1.000.000 (pembayaran) – Rp 202.500 (bunga kartu kredit bulan lalu) = Rp 797.500

Dan demikian seterusnya, hingga pokok kita berkurang seiring dengan pembayaran yang kita lakukan.

Sekali bayar minimum, hanya akan bayar minimum atau bayar full. Nggak ada solusi lain.

 

8. Gimana kalo kita membayar di bawah pembayaran minimum?

Kalo kita nggak mampu membayar pembayaran minimum kartu kredit, maka kita akan dicatat menunggak.

Jadi misalnya dengan contoh di atas : di tanggal 27 Maret 2018 kita hanya membayar Rp 700 ribu, maka kita akan tercatat menunggak dalam sistem kartu kredit.

Dalam kondisi menunggak kita akan dikenakan denda keterlambatan.

Denda keterlambatan bervariasi, biasa berkisar Rp 75 hingga Rp 150 ribu per kali terlambat.

Nggak hanya saat kurang membayar, saat terlambat membayar kita juga akan dikenakan denda keterlambatan.

 

Misalnya tagihan jatuh tempo tanggal 27 Maret 2018, walopun kita bayar full di tanggal 29 Maret 2018 ; kita tetap akan dikenakan denda keterlambatan karena terlambat 2 hari.

Jadi kalo kita hanya mampu membayar Rp 700 ribu, maka kita sudah rugi dalam 2 hal :

1.  Kolektabilitas kita memburuk (menjadi kolek 2) ;

2. Denda kartu kredit membengkak, bayangkan saja sekali telat dikenakan biaya Rp 75 ribu ditambah bunga berjalan.

 

BACA JUGA : APA ITU KOLEKTABILITAS KREDIT?

 

9. Kartu kredit memberikan fasilitas cicilan

Ada solusi lain jika kita nggak sanggup membayar keseluruhan tagihan kartu kredit kita.

Misalnya kita gesek Rp 10 juta dan tahu bahwa kita nggak sanggup bayar Rp 10 juta secara langsung, maka solusi lainnya adalah dengan mengubah transaksi menjadi cicilan.

Mekanisme-nya mudah karena saat ini banyak bank yang sudah memfasilitasi perubahan transaksi menjadi cicilan dengan media SMS.

Kalopun paling rumit, ya mesti nelepon call centre.

Tapi jauh lebih worth it untuk habisin pulsa paling banter Rp 20 ribu buat nelpon daripada uang cash Rp 75 ribu dan kawan-kawannya untuk bayar denda terlambat dan bunga.

Untuk mengubah sebuah transaksi jadi cicilan, harus dilakukan sebelum tagihan tercetak.

 

Beberapa bank bisa ngasih perubahan ke cicilan bahkan setelah tagihan sudah dicetak.

Tapi beberapa bank lain cukup strict, jadi kita main aman aja deh.

Minta perubahan transaksi menjadi cicilan sebelum tagihan tercetak.

 

10. Kartu kredit adalah fasilitas bank yang paling mudah di-hack

Artinya data kartu kredit adalah data yang paling mudah dibajak pihak ketiga yang nggak bertanggung jawab.

Hal ini karena dengan mengetahui sedikit saja informasi dari kartu kredit kita, orang lain sudah dapat melakukan transaksi.

Untuk transaksi offline memang dibutuhkan fisik kartu kredit untuk proses gesek.

Sementara untuk transaksi online, hanya dibutuhkan nomor kartu, nama pemegang kartu, bulan dan tahun expired kartu serta CCV.

Jadi kita wajib pastikan untuk transaksi online, pembayaran dilakukan di website yang sudah https, nggak cuman http saja.
Bedanya adalah website dengan https sudah mendapatkan sertifikat keamanan sehingga lebih aman dari website yang http.

 

Tapi tentu saja hal itu nggak menjamin kalo kita nggak bakalan jadi korban hacking kartu kredit. Kita tetap mesti bijak dalam menggunakan kartu kredit untuk transaksi online.

BACA JUGA : 8 TIPS AMAN TRANSAKSI KARTU KREDIT ONLINE

 

11. CCV kartu kredit adalah mekanisme perlindungan untuk transaksi.

CCV adalah 3 angka di balik kartu kredit kita dan wajib dirahasiakan.

CCV berfungsi sebagai autorisasi transaksi online.

KARTU KREDIT WAJIB PAHAM

Karena mengacu pada poin 10, dengan tahu CCV kartu kredit, siapapun bisa pake kartu kredit kita dimana saja.

Tentunya kita nggak mau ngasih siapapun akses tersebut kepada kartu kredit kita.

BACA JUGA : 10 CARA CERDAS MEMANFAATKAN KARTU KREDIT

 

Disclaimer dari pengalaman saya : hutang kartu kredit adalah hutang penjerat nomor satu di kalangan pekerja di Indonesia.

Jadi kita benar-benar harus memahami cara kerjanya dan berpikir bijak dalam menggunakannya.

Kalo setuju bahwa artikel ini bermanfaat, please bantu share kepada teman-teman di lingkungan kita.

Dan kalo kepengen dapetin update rutin terkait uang dan bank jangan lupa subscribe ke blog wartadana.

Anyway, nice having you here. Thanks for visiting wartadana today.

#girlsliftothergirlsup

Pekanbaru, 10 April 2018 18.41

Listening to The Script – Eden.

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

2 Respon

  1. Hey would you mind stating which blog platform you’re working with?
    I’m looking to start my own blog soon but I’m having a hard time choosing
    between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
    The reason I ask is because your design and
    style seems different then most blogs and I’m looking for something unique.
    P.S Sorry for being off-topic but I had to ask!

    • Charlina berkata:

      Hi!
      I’m using WordPress a my blogging platform, because it has so many customization option.
      Hope your blog will be a total success.
      #cheers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *