DARI MANA BANK DAPAT UNTUNG?

Pernah bertanya-tanya dari mana bank dapat untung?


Pertanyaan yang sederhana, tapi sering kali nggak kita temukan jawabannya di luar sana.

Emang bank bisa dapat keuntungan dari mana?

Secara umum, bank merupakan lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat juga.

Dengan demikian, bank mendapatkan keuntungan dari selisih antara dana yang dihimpunnya dengan dana yang disalurkannya.

Prinsipnya hampir sama seperti pedagang yang membeli dengan harga Rp 1.000 dan menjual dengan harga Rp 1.200. Selisih antara harga jual dan harga beli menjadi keuntungan kotor si penjual.

DARI MANA BANK DAPAT UNTUNG ?

Tapi di jaman perkembangan teknologi yang luar biasa ini, bank tidak hanya menggantungkan sumber penghasilannya dari proses penyaluran kredit saja.

Bank turut memanfaatkan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dan menjadikannya ladang baru untuk mencetak keuntungan.

Kali ini yuk kita lihatin 5 sumber pendapatan bank ya…

————————-

1. Pendapatan Bunga

Di institusi perbankan, pendapatan bunga merupakan pendapatan inti yang menggerakkan bank. Pendapatan bunga menjadi motor utama bagi bank dalam kegiatan operasionalnya.

Seperti dituliskan di awal, bank umumnya mendapatkan keuntungan dari selisih antara bunga pinjaman terhadap bunga simpanan.

 

Bunga Simpanan

Aktivitas menghimpun dana di perbankan dikenal dengan istilah funding. Dana yang berhasil dihimpun dikenal dengan istilah Dana Pihak Ketiga (DPK).

Format penghimpunan dana ini bisa dalam :

1. Rekening Giro, merupakan rekening yang digunakan untuk usaha.

Media penarikan rekening giro adalah lembaran cek atau bilyet giro. Fungsinya sebagai alat pembayaran dalam transaksi bisnis.

Bunga yang didapat jika memiliki rekening giro adalah jasa giro. Jasa giro di bank-bank biasanya sangat rendah, hanya 0,5 % per tahun (bahkan ada yang lebih rendah daripada itu). Jasa giro ini dikenakan pajak 20 %.

Dalam aktivitas perbankan, rekening giro merupakan sumber dana murah.

2. Rekening Tabungan, merupakan rekening yang digunakan untuk keperluan simpanan.

Media penarikan rekening tabungan adalah kartu ATM ataupun buku rekening sebagai bukti kepemilikan.

Bunga rekening tabungan biasa lebih tinggi dari jasa giro. Tabungan di bawah Rp 7,5 juta tidak dikenakan pajak. Sementara jika di atas Rp 7,5 juta dikenakan pajak 20 % (PPh final). Suku bunga tabungan biasa berkisar di angka 1-2 %.

Untuk transaksi rekening tabungan, penabung bebas melakukan penarikan maupun setoran di rekeningnya kapan saja.

3. Deposito, merupakan media penyimpanan uang yang mengacu pada syarat-syarat tertentu.

Dalam penempatan deposito, bank akan mengunci dana yang ditempatkan oleh nasabah dalam nominal tertentu dan jangka waktu tertentu. Minimal penempatan deposito biasanya adalah Rp 10 juta selama minimal 1 bulan.

Jika deposito tersebut break (ingin dicairkan sebelum jatuh tempo), maka pihak penabung akan kehilangan bunga berjalan yang timbul.

Misalnya masuk deposito tanggal 20 Januari 2018 selama 3 bulan, yang akan jatuh tempo pada 20 Mei 2018.

Jika dicairkan di tanggal 10 Mei 2018, maka bunga yang sudah timbul sejak 20 Januari 2018 hingga 9 Mei 2018 (bunga berjalan) akan dihapuskan.

Jadi jika dicairkan sebelum jatuh tempo, pencairan hanya sebesar pokok deposito saja.

Suku bunga deposito lebih tinggi dari bunga rekening biasa. Rata-rata sesuai dengan persentase Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Per posisi artikel ini ditulis, SBI di angka 5,75 %.

Bunga Kredit

Kredit adalah aktivitas penyaluran dana kepada pihak ketiga. Dalam dunia perbankan, aktivitas ini dikenal dengan istilah lending.

Penyaluran kredit kepada pihak ketiga dapat berupa kredit konsumtif atau kredit produktif. Perbedaan jenis kredit akan membuat suku bunga yang dibebankan oleh bank berbeda juga.

Secara umum, suku bunga fasilitas konsumsi lebih rendah dari suku bunga fasilitas kredit untuk usaha. Namun ada beberapa pengecualian, seperti fasilitas KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan suku bunga 7 %.

Suku bunga kredit konsumsi biasa masih single digit, di angka 5-8 % (untuk KPR). Sementara untuk suku bunga kredit usaha di angka 11-13 % (untuk modal kerja).

Nah, selisih antara suku bunga kredit vs suku bunga simpanan adalah pendapatan bunga bank. Tapi tentunya mesti dikurangi dengan biaya operasional, seperti biaya kantor, biaya karyawan dan biaya maintenance lainnya.

Bank berdasarkan BUKU (Bank Umum Kategori Usaha)

Sejak tahun 2012, Bank Indonesia mulai memberlakukan sistem BUKU.

BACA JUGA : SITUS BANK INDONESIA

Dengan adanya sistem BUKU ini, Bank Indonesia sebagai regulator mengatur jenis bank di Indonesia berdasarkan modal inti bank sebagai berikut :

– Buku I, dengan modal inti sampai dengan Rp 1 triliun.

– Buku II dengan modal inti antara Rp 1-5 triliun.

– Buku III dengan modal inti antara Rp 5-30 triliun.

– Buku IV dengan modal inti Rp > 30 triliun

Perbedaan kategori BUKU ini yang paling terlihat adalah antara BUKU III & BUKU IV, dimana bank buku III hanya boleh membuka kantor cabang di wilayah Asia, sementara bank BUKU IV dapat membuka kantor cabang di mana saja di seluruh dunia.

Berdasarkan Peraturan OJK di tahun 2014, untuk mencegah persaingan tidak sehat maka OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengatur tingkat suku bunga maksimal dalam setiap kategori BUKU.

BACA JUGA : SIARAN PERS OJK 2014

 

Secara umum, semakin tinggi BUKU bank semakin rendah suku bunga DPK-nya, yang berdampak pada semakin rendah suku bunga kreditnya.

Bank BUKU III dapat menjual produk deposito dengan suku bunga maksimal 0,25 % lebih tinggi dari produk deposito bank BUKU IV.

Saat ini bank BUKU IV di Indonesia hanya ada 5 yaitu BRI, BNI, MANDIRI, BCA, & CIMB NIAGA (sumber)

 

2. Pendapatan Selain Bunga

Selain pendapatan bunga, bank memiliki pendapatan lain di luar aktivitas kredit yang biasa dikenal dengan istilah pendapatan selain bunga.

Berikut adalah beberapa komponen pendapatan bank selain bunga :

a. Fee Based Income – FBI (Pendapatan Imbal Jasa)

Ini adalah pendapatan bank yang sifatnya seperti imbal jasa (fee).

Berikut adalah komponen-komponen fee based income bagi bank :

– Biaya administrasi bulanan rekening

Jika ada 265 juta penduduk Indonesia (berdasarkan artikel ini), dengan asumsi 10 % saja penduduk Indonesia punya rekening tabungan di bank, maka ada 26,5 juta rekening di perbankan Indonesia.

Jika dihitung dengan angka kecil saja, biaya administrasi Rp 10 ribu per bulan, maka ada Rp 265 milyar pendapatan administrasi yang dihasilkan perbankan Indonesia setiap bulannya.

Nah, selain pendapatan dari biaya administrasi bulanan ada juga beberapa sumber fee based income perbankan, sebagai berikut :

– Jasa pembelian dan pembayaran

Beberapa tahun silam, jasa pembayaran merupakan layanan bank yang cukup popular.

Dengan mekanisme auto debet, bank bekerjasama dengan berbagai perusahaan layanan Negara (seperti PAM atau PLN) untuk pembayaran rutin tagihan air maupun listrik.

Nggak berhenti di skema pembayaran, bank kini juga menawarkan jasa pembelian pulsa atau token listrik.

Dan melalui bank kita juga dapat melakukan pembayaran cicilan leasing, pembayaran tagihan kartu kredit, pembayaran tagihan belanja online hingga pembayaran pajak kendaraan.

Dari setiap transaksi yang dilakukan, bank akan mengutip jasa pembayaran yang biasanya di angka Rp 2.000 hingga Rp 4.000 per kali transaksi.

Nominal yang sebenarnya nggak banyak, tapi kalo dikalikan dengan volume transaksi dan rumah tangga di Indonesia, hasilnya bisa mengejutkan.

– Transaksi Perbankan

Dalam menggunakan layanan perbankan, belum lengkap rasanya kalo kita nggak melakukan transaksi transfer, bener nggak?

Jika rekening penerima transfer ada di bank yang sama, maka biaya transfer tidak dikenakan kepada kita. Namun jika kita melakukan transfer ke rekening bank lain, bersiaplah untuk membayar biaya transfer-nya.

Transfer dana di bank dapat berupa transfer real time (biaya < Rp 10.000) ; transfer LLG (biaya < Rp 10.000) atau RTGS (biaya < Rp 40.000) per kali transaksi.

BACA JUGA : Beda Skema Transfer Online, LLG & RTGS

 

Selain itu juga ada jasa clearing (kliring / penagihan Bilyet Giro antar bank) dengan harga Rp 2.000 per lembar bilyet giro,

– Jasa Sewa Safety Deposit Box

Selain sebagai tempat menyimpan uang secara konvensional, bank juga menawarkan jasa penyimpanan barang berharga bagi konsumennya.

Safety Deposit Box atau yang biasa dikenal dengan istilah SDB adalah sebuah kotak berdimensi tertentu yang disewakan kepada nasabah.

Biasa penyewa menggunakannya untuk menyimpan dokumen berharganya hingga perhiasan-perhiasan.

Tujuan menggunakan SDB adalah untuk mengurangi risiko dokumen tercecer atau kehilangan barang.

Karena bank tidak punya hak atas isi di dalam SDB, serta bank hanya memegang satu dari dua kunci yang dibutuhkan untuk membuka kotak SDB tersebut.

Selain itu biasanya SDB diberi lapisan baja yang (semoga saja) tahan terhadap risiko kebakaran.

– Iuran Tahunan Kartu Kredit

Punya kartu kredit saat ini? Tipe apa?

Sebuah kartu kredit saya dengan tipe Gold membebankan saya Rp 600 ribu per tahunnya sebagai iuran tahunan.

Kebetulan saya jarang pake, jadi saya minta waive iuran tahun tersebut.

Tapi ada berapa banyak yang tipenya seperti saya?

Kebanyakan kita malas repot mesti nelpon ke call centre dan memilih untuk tetap membayarkan tagihan tersebut.

Kalo kartunya masih gold sih iuran tahunannya masih Rp 600 ribu, kalo platinum ke atas?

Berdasarkan artikel ini. ada sekitar 16,77 juta keping kartu kredit beredar di Indonesia. Asumsi seorang punya 2 kartu kredit, artinya adalah 8 juta kartu kredit utama di Indonesia.

Dengan iuran tahunan Rp 300 ribu per tahun, maka ada pendapatan jasa iuran tahunan sebesar Rp 2,4 triliun per tahun.

Kalo setengah saja dari pengguna itu membayar dengan taat iuran tahunannya, terbayang berapa pendapatan bank?

– Komisi Trade Finance

Pernah mendengar istilah Bank Garansi atau L/C (Letter of Credit)?

Bank juga turut menyediakan jasa penjaminan bank (Bank Garansi) dan jasa pembayaran lokal (SKBDN / Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri) atau internasional (Letter of Credit) kepada nasabahnya.

Bank Garansi & SKBDN/LC biasa digunakan saat ada dua pihak yang hendak bekerjasama tapi nggak yakin antara satu sama lain. Contohnya :

Untuk Bank Garansi :

Si A memenangkan tender proyek perusahan B. Perusahaan B tentu takut A nggak mampu mengerjakan proyek tersebut, sehingga meminta penjaminan.

Bank akan menerbitkan Bank Garansi yang merupakan dokumen penjaminan dimana bank menjamin bahwa A mampu mengerjakan proyek tersebut dan apabila ternyata A nggak mampu, bank akan mengganti sejumlah uang tertentu pada perusahaan B.

Untuk Letter of Credit :

A mau ekspor barang dari India tapi nggak 100 % yakin akan pembelinya (B), khawatir barang sudah sampai tapi nggak dibayar.

Pembeli B juga nggak 100 % percaya kepada A, dia juga khawatir setelah transfer malah barangnya nggak dikirim oleh A.

Jalan tengahnya adalah LC,  dimana bank yang A pilih menghubungi bank yang B pilih.

Jika barang sudah A kirim, maka A sudah dapat melakukan penagihan LC melalui bank yang A pilih.

Pembayaran akan dilakukan oleh bank yang dipilih oleh pembeli B kepada A setelah dokumen memnuhi syarat.

Dari aktivitas penjaminan dan pembayaran ini, bank juga mengeruk keuntungan berupa fee sebagai imbal jasanya.

– Pendapatan lain aktivitas kredit

BACA JUGA : APA SAJA BIAYA KREDIT DI BANK ?

 

Ini adalah pendapatan dari biaya-biaya yang timbul dari aktivitas kredit

Dalam proses kredit, biaya yang paling memberatkan bagi nasabah adalah biaya bunga. Namun bunga bukan satu-satunya biaya yang timbul, masih banyak biaya lain yang menyertainya.

Sebagai contoh : biaya administrasi kredit, biaya surveI jaminan hingga biaya custody. Kesemua biaya ini langsung menjadi pendapatan bank di saat kredit dicairkan.

 

b. Transaksi Valuta Asing

Pernah mendengar istilah bank devisa?

Bank Devisa adalah bank yang dapat melakukan transaksi jual dan beli valuta asing.

Dan sudah pasti jika bank melakukan sebuah transaksi, maka ada motif keuntungan di baliknya. Pernah lihat di website bank, ada kurs beli dan kurs jual untuk setiap valuta asing?

Biasanya kurs beli merupakan rate pembelian yang diterapkan oleh bank yang nilainya lebih rendah dari kurs jual yang merupakan rate penjualan valuta asing tersebut.

Bank mendapatkan keuntungan margin dari setiap transaksi valuta asingnya.

Selain transaksi jual beli normalnya, bank juga memperdagangkan derivatif yang sifatnya spekulasi terhadap nilai tukar di masa depan.

Jenis-jenis transaksi beli valas :

– Spot

– Derivative

Jenis-jenis transaksi jual valas :

– Forward

– Option

 

c. Komisi Penjualan

Dengan meningkatnya literasi masyarakat akan aktivitas investasi, maka meningkat pula peminat produk investasi di pasaran.

Nggak hanya berdiam diri, bank pun turut serta menjadi agen penjual produk keuangan.

Dua produk keuangan yang banyak dijual bank adalah :

– Produk Investasi

Pernah membeli reksadana melalui bank?

Bank menyediakan jasa sebagai agen penjual reksadana.

Dengan menjual produk investasi, baik itu reksadana konvensional atau reksadana terproteksi, bank mendapatkan pendapatan fee penjualan.

Biasa fee berkisar 2 % dari nilai transaksi.

– Produk PAYDI (Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi)

Kalo dalam istilah perbankan, dikenal dengan istilah bancassurance.

Merupakan kerjasama antara bank dengan perusahaan asuransi, dimana bank menyediakan data pasar (konsumen bank) dan perusahaan asuransi menyediakan produk yang khusus dibentuk bagi konsumen bank tersebut.

Bank biasa mengakui transaksi ini sebagai jasa agen atau jasa referral produk asuransi pada nasabah bank.

 

d. Pendapatan dari Anak Usaha

Pendapatan ini biasa timbul saat bank memiliki anak usaha, di luar bisnis bank. Biasanya digolongkan sebagai pendapatan lain-lain.

Bentuk anak usaha yang lazim bank miliki adalah usaha Syariah, usaha asuransi maupun perusahaan leasing.

Tujuan bank membentu anak usaha adalah untuk memakan pasar yang mereka rasa potensial tapi nggak ingin dikaitkan langsung dengan bank tersebut.

Manajemen yang terbentuk di anak usaha ini biasa berdiri sendiri, namun tetap mendompleng nama besar bank.

Lihat saja : Bank Sinarmas dengan asuransi Sinarmas, bank Panin dengan asuransi Panin Daichi, Bank BCA dengan BCA Finance. Bank Mandiri dengan unit Mandiri Syariah dan AXA Mandiri-nya.

————————-

Dan demikian 5 sumber keuntungan bagi bank. Kalo ada yang mau ditanyain, jangan sungkan untuk komen di bawah. Terima kasih telah mengunjungi wartadana hari ini.

Pekanbaru, 15 Juli 2018

PS : #girlsliftothergirlsup


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

DARI MA…

oleh Charlina waktu membaca : 8 min
0
%d blogger menyukai ini: