CARA MUDAH MENGHITUNG BUNGA DEPOSITO – SANGAT GAMPANG!

Sharing sedikit ya :


Pernah ada masa dimana saya menjadi orang yang anti deposito. Alasannya karena nggak doyan kalo uang saya yang terbatas itu dikekang seperti deposito.

Nanti kalo saya butuh gimana? Nanti kalo kepepet gimana? Pikiran-pikiran semacam itu bikin saya malah tambah anti deposito.

Hingga suatu kali, saya kebagian jatah untuk membantu menyimpan uang tabungan teman-teman yang rencananya akan digunakan untuk travelling bareng.

Setelah menabung beberapa bulan lamanya, kami pun tergoda tawaran deposito online dari sebuah bank. Karena rate-nya lumayan, kami pun sepakat untuk menyimpan uang tersebut dalam bentuk deposito.

MENGHITUNG BUNGA DEPOSITO

sumber : quickmeme.com

Benar saja, uang yang disimpan dengan cara deposito menghasilkan bunga yang lebih tinggi dari uang yang ditabung dengan cara biasa.

Perbedaan yang lumayan dan mengubah pola pikir 180⁰. Karena selisih uang bunganya lumayan banget.

Cara Mudah Menghitung Bunga Deposito

Nah, karena bunga deposito adalah hal yang menarik, kali ini kita akan belajar untuk menghitung bunga deposito dengan cara yang gampang. Pake kalkulator hp juga bisa dilakukan.

Sebagai persiapan : siapa tahu satu hari nanti ada uang 1 m jatuh di depan mata? *wink-wink*

 

1. Apa itu deposito?

Deposito adalah jenis tabungan dari bank yang bersifat mengikat.

Mengikat artinya di sini adalah adanya batasan jangka waktunya dan tambahan syarat-syaratnya. Jadi, memiliki rekening tabungan biasa akan berbeda dengan memiliki deposito.

Tabungan biasa sifatnya fleksibel, kapan mau digunakan uangnya tinggal ditarik, kapan ada uang lebih tinggal disetorkan.

Sementara dengan deposito ada konsep jangka waktu dan konsep pokok deposito yang nggak bisa kita otak-atik.

Artinya kita nggak bisa tiba-tiba mau narik uang dan tiba-tiba mau setor uang. Cara kerjanya nggak seperti itu, walopun kita yang punya uang.

Saat kita ke bank membuka deposito, biasa akan ditanya 2 hal yaitu besar dana yang hendak didepositokan dan jangka waktu deposito tersebut.

Sementara kalo ke bank minta buka tabungan biasa, nggak akan ditanyain apapun.

Sebagai kompensasi atas berkurangnya fleksibilitas kita, bank ngasih bunga deposito yang lebih tinggi dari bunga tabungan biasa.

Normalnya bunga tabungan bank berkisar 0-1 %, sementara untuk deposito bisa 4-5 %. (sewaktu artikel ditulis ya, posisi April 2018)

 

2. Berapa pokok deposito-mu?

Beberapa bank mematok angka yang tinggi, minimal puluhan hingga ratusan juta Rupiah per sekali deposito.

Sementara beberapa bank lain bersedia membukakan deposito untuk uang dalam nominal jutaan. Rata-rata jumlah untuk membuka deposito di bank minimalnya adalah 10 juta.

Saran tambahan : selalu buka rekening yang sudah ada fasilitas internet dan mobile banking-nya. Karena dengan fasilitas begini, bank akan ngasih lebih banyak promo ke kita.

Beberapa bank bahkan memberikan rate bunga sesuai dengan suku bunga penjaminan LPS (walopun pokoknya hanya 10 juta), jika kita masuk deposito online melalui aplikasinya.

Coba dibandingkan kalo kita ke CS bank mau buka deposito Rp 10 juta, biasa hanya ditawari bunga konter yang rate-nya bisa 2-3 % di bawah suku bunga LPS.

Alasan bank bisa ngasih bunga yang lebih tinggi kalo penempatan secara online adalah untuk merangsang penggunaan fasilitas internet / mobile banking mereka.

Kenapa? Karena sistem digital yang robotic biayanya jauh lebih murah dari biaya pelayanan manual yang diberikan oleh CS.

Pernah ada informasi dari salah satu BOD bank bahwa setiap kali nasabah bertransaksi setor/tarik di konter teller, bank harus mengeluarkan biaya hingga Rp 20.000 per transaksi.

Itulah sebabnya bank begitu menggiatkan era digital banking. Demi meningkatkan profit .

 

3. Jangka waktu deposito?

Jangka waktu deposito minimal 1 bulan dan maksimalnya 1 tahun. Tapi ada juga beberapa program bank yang mengunci dana hingga 2 dan 3 tahun.

Sekedar saran, jika khawatir masih ada kebutuhan mendadak, lebih baik nggak deposito dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun.

Dan kalo kita masih belajar nabung-nabung, juga lebih baik nggak deposito jangka panjang.

Karena kalo sewaktu-sewaktu kita butuh dan memutuskan untuk mengeksekusi deposito tersebut, kita akan mengalami kerugian.

Deposito harus sampai selesai. Jika dibatalkan sebelum jatuh tempo (break), berikut potensi kerugian yang mungkin terjadi :

1. Dikenakan penalty, sehingga kita malah harus membayar kepada bank.

2. Pokok dikembalikan utuh tetapi bunga berjalannya nggak dibayarkan.

Jadi, penting agar sebelum deposito kita pastikan juga kalo dalam tempo deposito nggak akan ada kebutuhan mendadak.

Saran lain adalah deposito-nya dibuat sebulan-sebulan saja. Kalo sudah jatuh tempo kita minta opsi untuk diperpanjang otomatis.

 

4. Apa itu ARO (Automatic Roll Over)?

Automatic roll over adalah skema dari bank untuk memperpanjang deposito secara otomatis.

Untungnya menggunakan skema ARO ini adalah jika kita kelupaan atau kelewatan jatuh tempo, deposito kita tetap diperpanjang oleh bank.

Ruginya adalah kalo kita memutuskan untuk menarik deposito sebelum jatuh tempo, maka kita bisa kena biaya penalty-nya.

Terdapat 2 jenis skema ARO, yaitu :

– ARO Pokok

ARO pokok artinya hanya pokok deposito kita yang diperpanjang otomatis, sementara bunga depositonya dibayarkan (dikreditkan) ke rekening yang kita tunjuk.

Opsi ini biasa digunakan orang kaya yang dapat warisan puluhan milyar. Jadi, mereka cukup hidup dari bunga depositonya saja.

Intinya ARO pokok = bunga deposito dibayarkan kepada kita setiap bulan.

–  ARO pokok bunga

ARO pokok bunga artinya bunga deposito kita ditambahkan sebagai pokok deposito untuk diperpanjang secara otomatis. Jadi bunga tersebut nggak kita terima, tapi menambah nilai deposito kita.

Saran : pilih ARO pokok bunga karena hasilnya akan terlihat lebih bagus di akhir. Kalo kita ambil bunganya, biasa pasti habis atau nggak terdeteksi lagi.

ARO pokok bunga ini sangat cocok jika tujuan kita adalah murni menabung.

 

5. Bunga deposito

Bunga deposito adalah rate yang diberikan oleh bank kepada kita sebagai balas jasa karena kita sudah menitipkan uang kepada mereka.

Kenapa bank memberikan bunga saat kita numpang menabung pada mereka?

Karena bank mayoritas mendapatkan penghasilan dari aktivitas kredit, dimana dana yang mereka berikan sebagai kredit kepada nasabah adalah dana kita (dana deposito/dana tempatan lainnya).

Jadi, karena sudah ngasih bank modal, bank memberikan kita kompensasi berupa bunga.

BACA JUGA : DARIMANA SIH SUMBER KEUNTUNGAN BANK ?

 

6. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Deposito kita akan dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) jika suku bunganya nggak melewati persentase yang ditentukan oleh LPS dan jumlah nggak lebih dari Rp 2 milyar.

Jadi misalnya saat ini suku bunga penjaminan LPS adalah 5,75 %, maka deposito kita yang bunganya 5,75 % dan bernilai di bawah 2 milyar akan dijamin oleh LPS.

Yang artinya kalo bank likuidasi, LPS akan mengembalikan pokok deposito kita.

Tapi kalo deposito kita rate-nya 5,75 % sementara angkanya di atas Rp 3 milyar, maka deposito kita yang dibayarkan hanya senilai Rp 2 milyar.

Kelebihannya (Rp 3 m – Rp 2 m = Rp 1 m) nggak dijamin.

Atau kalo kita punya deposito di bawah Rp 2 milyar tapi bunganya di atas LPS, jika bank likuidasi, pokok deposito kita nggak akan dikembalikan.

Karena LPS hanya menjamin pokok deposito dengan suku bunga maksimal sesuai suku bunga LPS.

CEK JUGA : SITUS RESMI LPS

Ada banyak orang yang percaya banget dengan bank dan merasa bank pilihan mereka sangat aman, sehingga ngotot meminta agar bunga depositonya di atas bunga LPS.

Bank yang butuh bisnis pasti bisa mengakomodir hal tersebut, dengan ‘syarat khusus’.

Sekedar saran : hal kayak gini lebih baik nggak usah dilakukan.

Uang susah dicari, masa depan susah ditebak. Kalo kita nggak bisa tahu masa depan dengan pasti, lebih baik milih yang lebih aman saja.

Kalo emang doyan yang bunganya gede, ya kita pilih simpanan dalam format lain, bukan deposito yang nggak dijamin LPS.

BACA JUGA : NVESTASI MENGUNTUNGKAN DI BAWAH 1 JUTA

BACA JUGA : SBR – INVESTASI SURAT UTANG NEGARA MODAL 1 JUTA

 

7. Cara mudah menghitung bunga deposito

Jadi setelah kita paham cara kerja deposito, kita tahu berapa nominal deposito yang mau ditempatkan, serta tahu jangka waktunya dan bunga yang diberikan oleh bank, barulah kita dapat menghitung berapa bunga deposito yang akan kita dapatkan.

BUNGA DEPOSITO GROSS = POKOK x SUKU BUNGA / TAHUN x JANGKA WAKTU PENEMPATAN

Catatan : bunga deposito yang kita dapatkan itu dalam kondisi gross, belom dipotong pajak.

Aturan di Indonesia mewajibkan semua bunga deposito dikenakan pajak 20 %. Jadi nantinya bunga yang kita terima adalah yang telah dikurangi pajak 20 %.

Contoh :

Pokok deposito = Rp 10 juta

Bunga deposito / tahun = 5,75 % (penempatan online sesuai LPS saat ini April 2018)

Jangka waktu penempatan = 1 bulan

Maka bunga deposito yang kita dapatkan adalah sebagai berikut :

Bunga Deposito Bruto : Rp 10.000.000 x 5,75 % x 1/12 (satu bulan dari 12 bulan) = Rp 47.916

 

Bunga Deposito Net = Rp 47.916 – 20 % = Rp 38.333

 

Jadi dari uang Rp 10 juta tersebut, bunga yang akan kita dapatkan net adalah Rp 38.333 per bulan atau Rp 459.996 per tahun.

Lumayan?

Banget!

Coba bandingkan saja bunga deposito setahun vs bunga tabungan setahun. 

BACA JUGA : 6 HAL LAIN YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN SEWAKTU MEMBUKA DEPOSITO

——————————————————-

Konsep bank sebenarnya sederhana sekali. Kita kasih dia untung, dia kasih kita untung. Mutual. Hanya itu.

Cuman kadang ada aturan dan syarat-syarat yang kelihatan ribet banget. Makanya penting untuk selalu mencari tahu informasi soal produk perbankan yang kita ingin gunakan.

Anyway, demikian cara mudah menghitung bunga deposito. Misalnya ada yang mau ditanyain, jangan sungkan untuk klik komen di bawah. 🙂

Dan kalo setuju bahwa post ini bermanfaat, bantu share ke teman-teman lain dan please subscribe ke blog ini untuk selalu dapat update mengenai uang dan bank.

Thanks for visiting wartadana today.

#girlsliftothergirlsup

Pekanbaru, 11 April 2018 21.26

Listening to MR BIG – Wild World.

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *