Pentingnya Mengenal Kredit Bank

Saya tahu, judulnya membosankan dan serius. Tapi sebelum kamu mutusin untuk ngambil kredit di Bank, cobalah untuk mengenal kredit bank terlebih dahulu.

Hal ini akan menghemat waktumu yang sangat berharga.

Saya selalu saranin siapapun untuk realistis.

Sehingga saat kita sudah paham seperti apa kondisi kita dan sudah tau kemungkinan bisa dapat kredit atau nggak, kita akan hemat banyak waktu dan effort.

Dibanding mencoba tetap optimis dan bank shopping – masuk ke gedung Bank satu per satu untuk nanyain kredit dan segala macam.

Anyway, yok!

 

Kredit Perbankan

Mari samakan persepsi paling penting yaitu :

Kredit adalah kata yang berada dari Bahasa Latin yaitu credere yang artinya adalah kepercayaan.

Jadi bicara soal kredit adalah bicara soal kepercayaan yang diberikan oleh pihak ketiga kepada orang yang akan meminjam uang.

Dan hal inilah yang paling penting dan sering disalahpahami oleh banyak orang.

Kita bisa datang ke bank

  • dengan penampilan paling bonafide,
  • dengan ponsel paling canggih yang pernah dilihat bank officer-nya,
  • dengan mobil paling keren yang pernah parkir di depan gedung bank tersebut,

tapiii, saat bank oficer-nya ngerasa off alias nggak nyaman dengan kita, mereka tetap nggak akan ambil risiko apapun untuk kita.

Karna kembali lagi.

Saat mereka nggak bisa percaya kepada kita, bagaimana bisa mereka berjuang untuk kita?

I know, i know! Marketing bank nggak punya kuasa sebesar itu, untuk menentukan layak atau nggaknya kita untuk dapatin kredit dari Bank.

Tapi, mereka adalah jembatan. Merekalah yang akan membuat proposal kredit kita kepada pihak yang berhak memutuskan kredit.

Jadi, poin pertamanya adalah gimana kita bisa dapatin kepercayaan dari Bank.

 

Tapi Percaya Saja Nggak Cukup

Dalam perkembangannya, saat ini kredit di bank nggak bisa hanya berlandaskan kepercayaan saja.

Kompleksitas pihak peminjam hingga kondisi sosial ekonomi, mengharuskan adanya kajian dan dasar yang jelas dalam setiap pemberian kredit.

Karna kembali pada konsep bisnis bank itu sendiri.

Bank adalah hub alias penghubung antara orang-orang yang punya uang dan mau menyimpan uang dengan orang-orang yang butuh uang dan mau meminjam uang.

Jadi Bank bukan meminjamkan uang mereka sendiri kepada debiturnya. Bank meminjamkan uang Penabung alias Deposan kepada Debitur.

Sehingga mereka perlu bertanggungjawab terhadap Deposan dengan pemberian kredit yang prudent (bijak).

Hal inilah yang jadi alasan kenapa Bank itu terkesan ribet dan SOP-nya terkesan bertele-tele.

Balik lagi pada masalah kepercayaan. Karna percaya aja nggak cukup.

Nggak mengherankan kalo kredit itu nggak bisa langsung jadi, melainkan harus mengikuti prosedur.

Tapi saat kita paham alur dan prosesnya, kita akan kaget betapa sederhanannya kredit di bank.

Baca Juga : 10 Alur Kredit di Bank

 

Bank Adalah Lembaga Berstandar

Selama kita sebagai calon peminjam masuk dalam standar bahkan melewati standar itu, pengajuan kredit kita akan lancar jaya.

Yang sering jadi masalah adalah kadang data kita sebagai calon debitur sedikit di bawah standar, sehingga dibutuhkan waktu dan proses lebih bagi Bank untuk menilai kelayakan kredit yang akan mereka cairkan. 

Karna standar inilah yang membuat nasabah tetap percaya pada Bank.

Coba bayangkan saat kita menyimpan uang di sebuah Bank, tetapi meragukan kemampuan manajemen Bank dalam mengelola keuangannya.

Apa bisa tidur nyenyak sebelum menarik keluar dana kita?

 

Gimana Bank Bisa Dapat Untung?

Sesuai dengan sifatnya, Bank menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat.

Dari dana-dana yang dikumpulkan, Bank mesti memberikan bunga / imbal jasa.

  • Kalo buka rekening tabungan di bank, kita akan dapetin bunga tabungan.
  • Kalo buka rekening giro di bank, kita akan dapetin jasa giro.
  • Kalo buka deposito di bank kita akan dapetin bunga deposito.

Istilahnya cost of fund.

Baca Juga : 5 Sumber Keuntungan Bank

Nah, dana yang telah dihimpun tadi akan disalurkan oleh Bank dalam bentuk pembiayaan alias kredit.

Dalam pemberian kredit, Bank akan membebankan bunga kredit kepada nasabahnya.

Bunga kredit inilah yang akan menjadi sumber keuntungan utama Bank. Tapi harus dikurangi biaya modal dana, dikurangi biaya operasional dan dikurangi cadangan kerugian terlebih dahulu.

 

Kenapa Ngajuin Kredit Susah ?

Balik ke kalimat sebelumnya. Selama data kita itu bagus dan sesuai standar Bank, pengajuan kredit harusnya nggak rumit.

Tapi, saat data kita nggak sesuai dengan standar Bank maka pengajuan kredit kita terasa rumit luar biasa.

Makanya, ngajuin kredit ke bank itu sifatnya susah-susah gampang.

  • Kalo data kita bagus, Bank nggak akan mempersulit.
  • Tapi kalo data kita ‘sedikit’ berbeda, maka akan lebih rumit.

Kenapa Bank berlaku demikian?

Sehingga saat terjadi kondisi paling jelek, dimana ada nasabah yang meminjam dan nggak mampu mencicil kembali, maka hal ini menjadi tanggung jawab Bank.

Memang benar Bank bisa menyita jaminan kredit tersebut. Tapi menyita jaminan bukanlah opsi utama Bank saat mereka mencairkan kredit.

Tujuan utama Bank saat mencairkan kredit adalah dapatin bunga kredit dari pembayaran rutin Debiturnya.

Jadi mereka akan berupaya keras memastikan Calon Debiturnya bisa melakukan pembayaran rutin tersebut sampai kredit lunas.

Kembali pada poin menyita jaminan.

 

Menyita jaminan nggak semudah yang kita baca di koran.

  1. Meminta penghuni untuk mengosongkan jaminan adalah bagian pertama yang berat. Kebayang menyuruh satu keluarga untuk keluar dari rumah yang sudah bertahun-tahun mereka huni?
  2. Meminta Debitur untuk menyerahkan jaminan secara sukarela. Kebayang meyakinkan Debitur untuk melepas jaminannya.
  3. Menjual jaminan tersebut ke pasaran. Bayangkan waktu yang dibutuhkan untuk menjual satu rumah tinggal dan bayangin orang-orang haus untung yang menawar jauhh di bawah harga pasar saat tahu kalo aset tersebut adalah aset sitaan Bank.
  4. Membayar biaya maintenance, selama jaminan tersebut berada di bawah pengawasan bank. Bank tetap harus bayar biaya listrik hingga asuransinya.

Kemudian ada pertanyaan selanjutnya :

Saat jaminan sudah disita tapi belum berhasil terjual, apakah dana Deposan alias penabung berkurang? Karna kan dana penabung yang diberikan oleh Bank kepada peminjam.

Nggak sama sekali. Dana pihak ketiga tetap utuh.

Karna bisnis Bank adalah sebagai penghubung. Sehingga saat ada pihak yang wanprestasi, Bank lah yang harus menanggung kerugian tersebut.

Saat ada kredit yang macet alias non performing loan, Banklah yang harus mengeluarkan cadangan kerugian terhadap kredit tersebut.

Cadangan ini akan menggerus laba dan di kasus di atas, Bank Permata merugi habis-habisan.

Makanya dalam proses pemberian kredit, Bank akan memastikan bahwa risikonya sudah paling rendah. Sehingga kredit tersebut bisa dilunasi oleh Calon Debitur.

Tips 1 :

Jika kita sedang mengajukan kredit dan Bank terkesan cari-cari asalan untuk menolak, bisa jadi Bank belum percaya akan kemampuan kita dalam mengembalikan kredit tersebut.

Saran saya nggak usah emosi. Kaena itu adalah mekanisme defense Bank karna mereka masih ragu.

Ya kita aja yang move on, cari bank lain. Toh sekarang kalo nggak mau pembiayaan melalui Bank kita punya akses ke pembiayaan peer to peer.

Tips 2 :

Tapi di luar sana ada banyak bangett oknum yang tega memanfaatkan kondisi demi kepentingan mereka sendiri.

Jika petugas Bank yang terkesan mencari-cari alasan, bisa jadi mereka ingin meminta sesuatu dari Calon Debiturnya.

Praktik ini sangat haram dan melanggar kode etik. Tapi banyak dilakukan petugas Bank.

Saat kita jumpai oknum begini, kembali pada pertimbangan masing-masing.

Relakah memberi mereka kompensasi saat kita bisa dapatin kredit tersebut? Atau  kita merasa lebih baik kredit nggak cair daripada diperlakukan seperti itu?

Trust your gut!

 

Kredit Bank Berdasarkan Sifatnya

Sifat kredit itu hanya ada 2 yaitu konsumtif dan produktif.

1. Kredit Konsumtif

Kredit ini ditujukan untuk keperluan konsumsi.

Yang artinya uang yang dipinjamkan oleh bank kita gunakan untuk membeli sesuatu yang akan kita pakai.

Misalnya Kredit Pemilikan Mobil, Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Multiguna , Kredit tanpa Agunan maupun Kartu Kredit.

Kredit Pemilikan Mobil yang kita ambil baik dari Bank ataupun Lembaga finance (leasing) digunakan untuk membeli mobil penumpang yang akan gunakan buat keperluan kita sehari-hari.

Baca Juga : Syarat KPR Bank

Atau Kredit Pemilikan Rumah yang digunakan untuk membeli rumah tinggal yang akan kita tempati.

Artinya dengan menggunakan dana dari Bank kita membeli aset yang kita gunakan seorang diri, atau kalopun nggak menambah aset, hutang tersebut kita gunakan untuk keperluan pribadi kita sendiri.

Percaya atau nggak, kredit multiguna itu emang sering dipake untuk modal awal nikah, atau uang masukin anak buat kuliah atau sekedar buat jalan-jalan.

Namanya kan multi guna, bebas mau dipake untuk apa oleh si peminjam. Dengan catatan bahwa mereka mampu melunasinya.

 

2. Kredit Produktif

Kredit produktif ini digunakan untuk keperluan usaha. Jadi Bank meminjamkan uang kepada kita untuk diputar ke dalam usaha.

Contoh : beli ruko yang dijadikan toko digolongkan sebagai kredit produktif.

Beli mobil pick up / single cabin juga ditujukan sebagai kredit produktif, dimana digunakan untuk mengantar barang-barang.

Singkatnya kredit produktif itu digunakan untuk beli aset yang dapat menghasilkan uang atau untuk modal kerja usaha.

Kredit Produktif terbagi atas :

a. Kredit Modal kerja

Kredit modal kerja di bank ditujukan untuk membiayai perputaran modal kerja usaha.

Nah, dalam konsep pembiayaan bank, pembiayaan modal kerja ini masih dikategorikan pembiayaan jangka pendek, yang maksimalnya adalah 1 tahun.

Pembiayaan modal kerja adalah membiayai trading asset. Artinya, modal kerja membiayai piutang dan persediaan barang dagangan.

Tapi ada juga beberapa bank yang bisa membiayai kontrak pekerjaan seperti tender dengan BUMN atau Pemerintah.

 

b. Kredit Investasi

Kredit investasi digunakan untuk membiayai pembelian aset produktif.

Jadi beli mobil pick up masuk ke kredit investasi. Kita beli ruko sebagai lokasi toko, itu masuk ke dalam kredit investasi.

Kredit investasi ini digolongkan pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang.

Karena sifatnya yang membeli aset produktif, maka pembayarannya biasa dilakukan lebih dari 1 tahun.

Dalam kredit investasi, objek investasi itu sering dijadikan jaminan. Misalnya pinjam buat beli ruko, maka jaminannya adalah ruko tersebut.

 

Apa Hubungan Jenis Kredit Dengan Saya?

Banyak Bank di luar sana, memisahkan antara petugas untuk kredit konsumsi dengan petugas kredit untuk usaha.

Jadi, Bank membagi divisi kreditnya dalam kategori-kategori yang sesuai dengan tujuan Calon Debitur minjam uang.

Saat kita butuh uang untuk beli rumah, carilah Bank yang punya fasilitas KPR yang sifatnya konsumsi.

Caranya dengan melihat situs Bank tersebut dan lihat jenis kredit yang mereka tawarkan.

Kamu akan terkejut saat tahu bahwa ada beberapa bank besar di luar sana yang nggak lagi makan kredit KPR.

Contoh : BTPN.

Jadi poin pertama : ketimbang ngabisin waktu keluar masuk satu Bank ke Bank lain, mencari tahu fasilitas kredit dari Bank yang kita incar, akan menghemat banyak waktu kita.

Poin kedua adalah saat kita datang ke Bank dan paham apa yang kita butuhkan, orang Bank nggak akan sembarangan ngomong.

Karna mereka tahu kita bukan tipikal nasabah Bank yang nggak ngerti Bank.

Contoh kita datang ke Bank untuk pinjaman modal usaha, artinya kita bukan meminjam KPR. Karna KPR untuk konsumsi, bertolak belakang dari pinjaman modal usaha.

Memang ini masalah penggunaan kata-kata. Tapi semakin baik kita tampilkan diri kita kepada petugas Bank, tentu semakin besar trust level antara kita dan petugas Bank tersebut.

Ingat lagi, bahwa  kredit adalah masalah kepercayaan. Jadi, win their trust first.

 

Cara Pembayaran Kembali Kredit

Setelah ngomongin jenis kredit yang akan kita ambil, maka ini saatnya bicara tentang cara kita mengembalikan kredit tersebut.

Setelah kredit cair, sebagai nasabah kita punya dua kewajiban terhadap Bank, yaitu kewajiban bunga dan kewajiban pokok.

Ada 2 cara pengembalian kredit ke bank :

1. Cicilan Pokok Dan Bunga

Ini adalah metode pembayaran yang paling umum untuk pinjaman konsumsi dan kredit investasi.

Untuk kredit konsumsi, pembayaran dilakukan dengan cicilan per bulan.

Tujuannya adalah untuk memecah kewajiban nasabah menjadi angka yang mampu dipenuhi setiap bulannya.

Hal yang sama berlaku untuk kredit investasi.

Makanya saat mengambil KPR, kita mencicil cicilan KPR (pokok & bunga) ke bank. Saat mengambil KKB / KPM, kita mencicil kewajiban pokok & bunga ke bank.

 

2. Cicilan Bunga Rutin Dan Pokok Di Akhir

Metode ini biasa berlaku untuk kredit modal kerja.

Misalnya kita diberikan fasilitas PRK (Pinjaman Rekening Koran), yang dikenal sebagai standby loan.

Maka kewajiban kita setiap bulan adalah menutupi bunga pemakaian kredit.

Nanti saat menerima pembayaran hasil usaha barulah pokok pinjaman tersebut ditutup.

 

Bagian ini adalah informasi tambahan. Untuk ngasih tau bahwa ada cara pengembalian seperti ini.

Tetapi, ingat selalu saat kita mengambil KPR, cara pembayaran kembali hanya 1 yaitu cicilan pokok & bunga rutin setiap bulannya.

 

Perlukah Jaminan Kredit?

Pertanyaan penting yang sering sekali ditanyakan.

Saya nggak punya jaminan, apakah bisa minjam ?

Jawabannya BISA. Dengan meminjam Kredit Tanpa Agunan.

Sesuai dengan namanya, KTA berfungsi sebagai pinjaman bagi pihak yang nggak bisa memberikan jaminan kredit.

Tanpa jaminan, saat kredit tersebut nggak bisa dikembalikan maka kemungkinan hangusnya hampir 100 %.

Sehingga pertanyaan selanjutnya adalah mau nggak kita sebagai peminjam, membayar bunga tinggi seperti bunga KTA?

Kalo mau, fine! Tinggal ajukan KTA.

Tapi saat kita nggak mau bayar bunga tinggi dan nggak punya jaminan, saat inilah kita ngerasa Bank itu ribet. no offense ya!

Jaminan Kredit Pemilikan Rumah

Saat mengajukan KPR atua KKB, objek yang kita beli dapat dijadikan jaminan. Jadi saat mengajukan KPR, maka rumah yang kita beli itu lah yang akan menjadi jaminan kredit tersebut.

Saat mengajukan KKB / KPM maka mobil yang kita beli itulah yang akan menjadi jaminan kredit kita.

Jaminan Kredit Usaha

Nah, jika kita mau minjam untuk keperluan usaha, apakah jaminan yang diinginkan Bank?

NO bullshit : Bank suka dengan jaminan fixed asset.

Fixed asset adalah aset nggak bergerak, sifatnya diam di satu tempat. Contoh : rumah, ruko atau tanah kosong.

Gampangnya apapun yang berbentuk tanah, baik di atasnya ada bangunan atau nggak. Walopun tanah dengan bangunan lebih diminati daripada tanah kosong saja.

Alasan bank lebih memilih fixed asset :

  • Harga yang cenderung naik (asumsinya nggak akan pernah ada tanah baru lagi)
  • Lokasinya tetap, jadi nggak akan bisa dilarikan orang

Baca Juga : 5 Kriteria Jaminan Yang Dihindari Bank

Jaminan Kendaraan / Mesin

Apakah dengan demikian Bank nggak menerima jaminan kendaraan atau mesin?

Nggak! Bank tetap bisa menerima jaminan seperti mobil, mesin, alat berat, persediaan bahkan jaminan Deposito.

Baca Juga : Kredit Back To Back

Tapi tetap harus disesuaikan dengan SOP Bank tersebut, karena beda Bank akan beda cara main.

Plus, saat pinjaman kita masih dalam angka yang nggak signifikan, maka Bank nggak akan mau terlalu repot ngurusin kita.

Effort nggak sebanding dengan return. Sehingga biasanya kita nggak akan dapat respon positif banget. Dan kita tetap diminta ngasih jaminan fixed assets. 

 

Kesimpulan :

Kredit itu sebenarnya sederhana, tetapi karna kebutuhan nasabah bervariasi maka dalam prakteknya timbul banyak jenis kredit.

Yang saya jelaskan di atas adalah kredit dalam penjelasan yang sederhana.

Untuk memahami kredit yang sesuai dengan kebutuhanmu, lebih baik berkonsultasi langsung dengan bank officer-nya.

Jangan sesekali menyembunyikan tujuan kredit atau aspek lainnya.

Masih ada poin mengenal kredit bank yang bikin bingung? Jangan ragu untuk bertanya melalui fitur komentar.

Summary
Article Name
MENGENAL KREDIT BANK (Wajib Baca Sebelum Ambil Kredit Bank)
Description
Klik artikel ini untuk mengenal kredit bank, jenis kredit, jaminan kredit hingga cara pembayaran kredit. Wajib baca sebelum ambil kredit bank!
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *