MAU MENGAMBIL KREDIT BANK? BACA INI DULU!

KREDIT DI BANK

Akar kata kredit berasal dari Bahasa Latin yaitu credere yang artinya adalah kepercayaan.


Jadi membicarakan kredit adalah membicarakan kepercayaan yang pihak ketiga berikan kepada kita.

Dalam perkembangannya, saat ini kredit di bank nggak bisa hanya berlandaskan kepercayaan saja.

Kompleksitas pihak peminjam hingga kondisi sosial ekonomi mengharuskan adanya kajian dan dasar yang jelas dalam setiap pemberian kredit.

Sejauh ini, lembaga yang paling banyak menyalurkan kredit adalah perbankan.

KRITERIA JAMINAN YANG DIHINDARI BANK

sumber : memegenerator.net

Dan kita tahu sendiri, yang namanya bank itu ribet dan SOP-nya panjang banget.

MENGENAL KREDIT DI BANK

 

Nggak mengherankan kalo kredit itu nggak bisa langsung jadi, membutuhkan banyak proses dan komponen.

Tapi kalo mengerti alur dan prosesnya, sebenarnya kredit di bank nggak akan seribet yang kita pikirkan. Kenapa?

BACA JUGA : 10 ALUR KREDIT DI BANK

 

Karena perbankan itu adalah lembaga yang sudah memiliki standar.

Nah, kalo kita sudah sesuai bahkan melewati standar-nya, pasti pengajuan kita lancar-lancar.

Yang sering jadi masalah adalah kadang data debiturnya di bawah standar, sehingga dibutuhkan waktu lebih untuk pengajuan ke level yang lebih tinggi.

 

Gimana bank bisa dapat untung dari menjual kredit?

Sesuai dengan sifatnya, bank itu punya kegiatan untuk menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat.

Dari dana-dana yang dikumpulkan, bank mesti memberikan bunga / imbal jasa.

Kalo kamu buka rekening tabungan di bank, kamu akan dapetin bunga tabungan.

Kalo buka rekening giro di bank, kamu akan dapetin jasa giro.

Kalo buka deposito di bank kamu akan dapetin bunga deposito.

Bunga yang dikeluarkan oleh bank ini merupakan biaya modal untuk dana yang dikumpulkan bank. Istilahnya cost of fund.

BACA JUGA : 5 SUMBER KEUNTUNGAN BANK

 

Nah, dana yang telah dihimpun tadi akan disalurkan oleh bank dalam bentuk pembiayaan alias kredit.

Dalam pemberian kredit, bank akan membebankan bunga kredit kepada nasabahnya.

Bunga kredit ini dikurangi biaya modal dana, dikurangi biaya operasional dan dikurangi cadangan kerugian akan menjadi keuntungan bank.

 

Kenapa ngajuin kredit susah banget?

Seperti saya bilang di awal, ngajuin kredit itu susah-susah gampang.

Kalo data kamu bagus, bank nggak akan mempersulit.

Tapi, kalo datamu ‘sedikit’ berbeda, maka akan lebih rumit.

Kenapa bank berlaku demikian?

Karena kita juga mesti paham, uang yang diputar oleh bank adalah uang orang lain, uang pihak ketiga.

Nah, ngomong jelek saja, misalnya ada nasabah yang meminjam uang dan nggak mampu membayar kembali, apa yang harus dilakukan bank?

Memang bank bisa menyita jaminannya.

Tapi apakah mudah menjual aset ke pasaran?

Berapa waktu yang diperlukan?

Dan kalo nggak terjual, apakah dana pihak ketiga yang menjadi modal itu hilang?

Nggak. Dana pihak ketiga tetap mesti dikembalikan.

Karena bank punya reputasi yang mesti mereka jaga dengan baik.

Reputasi ini bikin bank harus mengorek keuntungan yang dia dapatkan untuk menutupi kerugian dari kredit macet tersebut.

Jadi wajar sekali kalo bank itu cukup pemilih dan kadang suka mencari-cari alasan untuk nggak ngasih kreditnya.

Sebenarnya mereka masih ragu akan kemampuan kita untuk membayar kembali sehingga belum berani mengambil risiko tersebut.

Dan kalo kita dapetin perlakuan begitu ya menurut saya nggak perlu emosi.

Karena itu adalah mekanisme defense bank karena mereka masih ragu.

Ya kita move on, cari bank lain.

Toh sekarang kalo nggak mau pembiayaan melalui bank kita punya akses ke pembiayaan peer to peer.

 

Kredit di bank berdasarkan sifatnya

Sifat kredit itu hanya ada 2 yaitu konsumtif dan produktif.

Tapi kedua sifat ini ibarat induknya, di bawah-bawah nanti akan ada banyak turunan dari sifatnya.

Karena sifatnya yang berbeda, kajian antara kredit konsumtif dan kredit produktif berbeda pula.

 

1. Kredit konsumtif

Kredit ini ditujukan untuk keperluan konsumsi. Maksudnya?

Uang yang diberikan oleh bank kita gunakan untuk membeli sesuatu yang akan kita pakai.

Misalnya Kredit Pemilikan Mobil, Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Multiguna , Kredit tanpa Agunan maupun Kartu Kredit.

Kredit Pemilikan Mobil yang kita ambil baik dari bank ataupun Lembaga finance (leasing) digunakan untuk membeli mobil penumpang yang akan gunakan buat keperluan kita sehari-hari.

BACA JUGA : SYARAT KPR BANK

Atau Kredit Pemilikan Rumah yang digunakan untuk membeli rumah tinggal yang akan kita tempati.

Artinya dengan menggunakan dana dari bank kita membeli aset yang kita gunakan seorang diri, atau kalopun nggak menambah aset, hutang tersebut kita gunakan untuk keperluan pribadi kita sendiri.

Percaya atau nggak, kredit multiguna itu emang sering dipake untuk modal awal nikah, atau uang masukin anak buat kuliah atau sekedar buat jalan-jalan.

Namanya kan multi guna, bebas mau dipake untuk apa oleh si peminjam. Dengan catatan bahwa mereka mampu melunasinya.

 

2. Kredit Produktif

Kredit produktif ini digunakan untuk keperluan usaha.

Jadi beli ruko yang dijadikan toko, digolongkan sebagai kredit produktif.

Beli mobil pick up juga ditujukan sebagai kredit produktif, dimana digunakan untuk mengantar barang-barang.

Singkatnya kredit produktif itu digunakan untuk beli aset yang dapat menghasilkan uang atau untuk modal kerja usaha.

Dari kedua opsi ini kredit dibagi menjadi :

a. Kredit Modal kerja

Kredit modal kerja di bank ditujukan untuk membiayai perputaran modal kerja usaha.

Nah, dalam konsep pembiayaan bank, pembiayaan modal kerja ini masih dikategorikan pembiayaan jangka pendek, yang maksimalnya adalah 1 tahun.

Pembiayaan modal kerja adalah membiayai trading asset.

Artinya, modal kerja membiayai piutang dan persediaan barang dagangan.

Tapi ada juga beberapa bank yang bisa membiayai kontrak pekerjaan seperti tender dengan BUMN atau Pemerintah.

 

b. Kredit investasi

Kredit investasi digunakan untuk membiayai pembelian aset produktif.

Jadi beli mobil pick up masuk ke kredit investasi.

Kamu beli ruko sebagai lokasi toko, itu masuk ke dalam kredit investasi.

Kredit investasi ini digolongkan pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang.

Karena sifatnya yang membeli aset produktif, maka pembayarannya biasa dilakukan lebih dari 1 tahun.

Dalam kredit investasi, objek investasi itu sering dijadikan jaminan. Misalnya pinjam buat beli ruko, maka jaminannya adalah ruko tersebut.

 

Cara pembayaran kembali kredit

Dengan adanya kredit, maka sebagai nasabah kita punya dua kewajiban terhadap bank, yaitu kewajiban bunga dan kewajiban pokok.

Dengan meminjam, kita wajib mengembalikan kewajiban bunga dan pokok tersebut terhadap bank.

Ada 2 cara pengembalian :

1. Cicilan pokok dan bunga

Ini adalah metode pembayaran yang paling umum untuk pinjaman konsumsi dan kredit investasi.

Untuk kredit konsumsi, pembayaran dilakukan dengan cicilan per bulan.

Tujuannya adalah untuk break down kewajiban nasabah menjadi angka yang mampu dipenuhi.

Hal yang sama berlaku untuk kredit investasi.

Karena walopun beda tujuan penggunaan, dimana yang satu untuk konsumtif dan yang satu untuk produktif, kedua kredit ini ditujukan untuk menambah aset.

 

2. Cicilan bunga rutin dan pokok di akhir

Metode ini biasa berlaku untuk kredit modal kerja.

Misalnya kita diberikan fasilitas PRK (Pinjaman Rekening Koran), yang dikenal sebagai standby loan.

Maka kewajiban kita setiap bulan adalah menutupi bunga pemakaian kredit.

Nanti saat menerima pembayaran hasil usaha barulah pokok pinjaman tersebut ditutup.

 

Aset yang dapat diterima sebagai jaminan kredit

Bank pastinya lebih memilih fixed asset sebagai jaminanya.

Fixed asset adalah jaminan yang sifatnya tetap, nggak bergerak.

Contohnya rumah atau tanah. Gampangnya apapun yang berbentuk tanah, baik di atasnya ada bangunan atau nggak.

Alasan bank lebih memilih fixed asset :

–  Harga yang cenderung naik (asumsinya nggak akan pernah ada tanah baru lagi)

–  Lokasinya tetap, jadi nggak akan bisa dilarikan orang

BACA JUGA : 5 KRITERIA JAMINAN YANG DIHINDARI BANK

 

Apakah dengan demikian bank nggak menerima jaminan kendaraan atau mesin?

No! Bank bisa menerima jaminan seperti mobil, mesin, alat berat, persediaan bahkan jaminan Deposito.

BACA JUGA : MENGENAL KREDIT BACK TO BACK aka KREDIT BERJAMINAN DEPOSITO

 

Tapi tetap harus disesuaikan dengan SOP bank tersebut, karena beda bank akan beda cara main.

Saya sering dengar orang nanya, apakah ruko bisa jadi jaminan?

Jawabannya ya!

Apakah rumah tinggal bisa jadi jaminan?

Jawabannya ya!

Apakah tanah kosong bisa jadi jaminan?

Jawabannya adalah tergantung bank!

 

Pesan Sponsor :

Kredit itu sebenarnya sederhana, tetapi karna kebutuhan nasabah bervariasi maka dalam prakteknya timbul banyak jenis kredit.

Yang saya jelaskan di atas adalah kredit dalam penjelasan yang sederhana.

Untuk memahami kredit yang sesuai dengan kebutuhanmu, lebih baik berkonsultasi langsung dengan bank officer-nya.

Jangan sesekali menyembunyikan tujuan kredit atau aspek lainnya.

Karena walopun kita ngerasa kita tahu banyak, ada beberapa hal yang lebih dipahami oleh orang yang sudah expert.

Anyway kalo ada yang mau ditanyakan perihal kredit, jangan sungkan untuk komen di bawah.

Pekanbaru, 01 Juni 2018

PS : #girlsliftothergirlsup


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

MAU MEN…

oleh Charlina waktu membaca : 5 min
0
%d blogger menyukai ini: