9 JENIS BIAYA KREDIT BANK YANG WAJIB KAMU TAHU

Sedang bingung mikirin jenis biaya kredit bank yang mesti dibayarin saat ngambil kredit di bank?

Nah di post kali ini, kita akan kupas habis-habisan apa aja sih biaya-biaya yang timbul sewaktu mengambil kredit di bank.


Tujuannya adalah dengan tahu apa saja biayanya, akan lebih mudah bagi kita untuk membuat perbandingan antara satu bank dengan bank lainnya.

Jadi. tanpa menulis kata pengantar panjang ala saya, mari dibaca hingga selesai ya 😀

9 jenis biaya kredit bank

 

Biaya Bunga Pinjaman

Bunga pinjaman adalah salah satu pertimbangan penting bagi siapa saja yang mau kredit.

biaya bunga pinjaman

Semakin murah bunga pinjaman akan semakin rendah angka kewajiban yang mesti kita bayarkan.

Apalagi untuk kredit yang sifatnya mencicil, terasa banget loh, dengan berkurang 1 % saja, bisa berkurang puluhan hingga ratusan ribu per bulannya.

Untuk pinjaman dengan skema cicilan, bunga dihitung dengan sistem anuitas yang menghasilkan angka cicilan per bulannya.

Sementara untuk skema modal kerja biasa dihitung dengan pengalian yang statis.

Bunga pinjaman ukurannya per tahun, biasa disebutkan xx % p.a.

p.a. ini adalah per annum artinya adalah per tahun.

 

Biaya Provisi Kredit

biaya provisi kredit

Jadi misalnya kita menjual rumah melalui broker, saat transaksi jual beli dilakukan ada fee yang mesti kita bayarkan ke broker tersebut, sebagai jasa dari aktivitasnya yang mempertemukan kita sebagai penjual dengan pembeli.

Konsepnya sama dengan biaya provisi untuk bank, karena bank meminjamkan uang orang lain ke kita – jadi secara nggak langsung cara kerjanya hampir mirip broker.

Nah, biaya provisi ini biasa dibebankan satu kali, sewaktu pencairan kredit pertama kali.

Untuk case khusus, misalnya kita mengajukan pinjaman berbentuk modal kerja (revolving loan – kredit yang berulang), maka biaya provisi dibebankan juga di tahun kedua sewaktu perpanjangan fasilitas.

Angka biaya provisi ini berbeda-beda, tergantung kebijakan bank dan fasilitas kredit macam apa yang kita mohon.

Untuk KPR, rate biaya provisi rata-rata 1 % per akad.

Sementara untuk kredit modal kerja, masih negotiable dengan bank (tergantung jumlah pinjaman).

Nah, kalo untuk Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau pinjaman ke BPR (Bank Perkreditan Rakyat) rate-nya lebih tinggi, sekitar 2-3 % per akad.

 

Biaya Administrasi Kredit

Nah, tadi sudah ada biaya provisi, kenapa ada lagi biaya administrasi kredit?

Ada beberapa bank menjadikan biaya provisi-administrasi menjadi satu post biaya, sehingga mudah kita pahami.

Tapi, ada beberapa bank yang memisahkan antara biaya provisi dan biaya administrasi. Jadi, selain dikenakan biaya provisi kredit, kita juga akan dikenakan biaya administrasi kredit (BAK).

Biaya administrasi ini adalah biaya layanan bank kepada kita.

Jadi dalam satu proses pemberian kredit, biasa kita akan berhubungan dengan marketing bank, bagian administrasi kreditnya hingga bagian legal bank tersebut.

Ada karyawan bank yang ditugaskan untuk melayani kita hingga selesai.

biaya administrasi kredit

Biasanya biaya administrasi dibebankan berdasarkan tiering (kategori) ya. Semakin besar pinjaman kita biasanya semakin besar pula biaya administrasi yang dibayarkan.

Biaya administrasi ukurannya juga per akad.

 

Biaya Custody / Penyimpanan Jaminan

Ada beberapa bank yang nggak membebankan biaya custody kepada nasabahnya, namun sebagian besar bank asing (yang sudah dibeli oleh bank luar), membebankan biaya ini.

Pernah dengar safety deposit box ? Konsepnya sama seperti SDB.

biaya penyimpanan dokumen jaminan

Ringkasnya dengan adanya pemberian kredit, bank tentu meminta jaminan. Jaminan ini berbentuk sertifikat (misalnya) yang tentu saja dipegang oleh bank.

Tapi bukan sembarang pegang, bank punya SOP (Standar Operasional Prosedur) tentang penyimpanan jaminan, yang benar-benar aman dan terpercaya.

Bahkan misalnya kita KPR selama 15 tahun, dalam kurun waktu tersebut bank akan menyimpankan sertifikat kita dan setelah fasilitas lunas kita bisa mengambil sertifikat tersebut dalam keadaan yang sama dengan 15 tahun silam.

Sehingga untuk penyimpanan tersebut, bank juga akan membebankan biaya jasa penyimpanan jaminan yang disebut juga biaya custody. Biasa dihitung per akad.

Beberapa bank juga menambahkan klausul di perjanjian kredit, jika fasilitas sudah lunas selama sebulan / atau waktu tertentu dan jaminan belum diambil maka jaminan akan dimasukkan ke safety deposit box dan dikenakan biaya penyimpanan tambahan.

 

Biaya Taksasi / Penilaian Jaminan

Sebelum fasilitas kreditnya cair, biasa pihak bank akan melakukan survei.

Survei terdiri atas survei jaminan yang dilakukan oleh petugas appraisal dan survei usaha / kantor yang dilakukan oleh marketing atau petugas analis kredit.

Untuk survei jaminan, wajib dilakukan khusus oleh petugas appraisal (petugas penilai jaminan). Hal ini karena bank ingin agar pemberian kredit itu prudent, cukup hati-hati.

Kalo marketing yang menilai jaminan dan di satu kesempatan marketing tersebut kekurangan target, atau nasabah adalah kenalannya, bukan tidak mungkin harga akan dimodifikasi oleh marketing tersebut.

BACA JUGA : 10 ALUR KREDIT DI BANK

Jadi demi prinsip prudent, bank menempatkan petugas khusus yang berwenang untuk penilaian jaminan. Di bank, jaminan disebut juga sebagai agunan.

Biaya Penilaian Jaminan

Dalam melakukan survei, biasa mereka datang dengan kamera dan alat pengukur elektronik.

Mereka wajib mengukur fisik jaminan, melakukan dokumentasi jaminan, melakukan pengecekan ke warga sekitar terkait isu negatif, mencari tahu pasaran harga dan menerbitkan laporan penilaian.

Jadi wajar kalo untuk aktivitas tersebut, bank membebankan biaya kepada kita.

Di bank sendiri ada dua jenis penilaian jaminan, yaitu internal dan eksternal.

Internal

Biasa bank menugaskan karyawannya sendiri untuk melakukan penilaian.

Kondisi ini terjadi kalo pinjaman kita di bawah Rp 5 milyar dan kalo itu sesuai dengan aturan bank tersebut (SOP).

Eksternal

Beberapa bank dengan pertimbangan efisiensi, nggak menempatkan staf penilai di kantornya.

Hal ini menyebabkan penilaian jaminan secara otomatis dilakukan oleh pihak ketiga, rekanan bank tersebut.

Atau ada case tertentu, dimana pinjaman diajukan di atas Rp 5 milyar, karena ada aturan OJK yang mengatur untuk setiap fasilitas di atas Rp 5 milyar, jaminan harus dinilai oleh KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik).

 

Biaya Transfer Dana

Untuk pengajukan pinjaman untuk membeli rumah (KPR), setelah dana kredit cair akan ditransfer ke rekening penjual.

Ada beberapa bank yang mensyaratkan penjual untuk membuka rekening di bank tersebut, sehingga dapat langsung dicairkan.

Tapi ada juga bank yang memberikan kelonggaran dan bersedia melakukan transfer dana ke rekening yang ditunjuk.

BACA JUGA : BEDA LLG VS RTGS

Dan  tentu saja biaya transfer tersebut menjadi beban kita sebagai nasabah.

Biaya Transfer Dana

Ada dua jenis proses transfer dana, yaitu LLG (SKN) dan RTGS.

– LLG untuk jumlah di bawah Rp 100 juta dan dana masuknya lebih lama, mengikuti waktu SKN BI. Biaya transfer di bawah Rp 10 ribu

RTGS untuk jumlah di atas Rp 100 juta dan dana masuknya lebih cepat. Biaya transfer sekitar Rp 25-40 ribu.

 

Biaya Notaris

Biaya notaris di sini adalah biaya yang terkait kredit. Jadi biaya notaris ini di luar biaya balik nama ataupun pajak penjual-pembeli.

Biaya Notaris Kredit

Untuk kredit bank biaya notaris terbagi dalam dua jenis, yaitu biaya pengikatan kredit dan biaya pengikatan jaminan.

Beberapa bank mengatur untuk pinjaman di bawah Rp 1 milyar, pengikatan kredit dapat dilakukan bawah tangan (oleh staf legal bank tersebut).

Kalo case-nya begini, kita cukup bayar biaya pengikatan jaminan saja.

Tapi ada juga bank yang mengatur semua pinjaman baru wajib diikat secara notariil.

Nah, kalo case-nya begini, atau jika pinjaman kita sudah sudah berada di angka yang wajib diikat secara notaris menurut SOP bank, maka kita harus bayar biaya pengikatan kredit dan pengikatan jaminan.

Pengikatan kredit

Biasanya disebut biaya PK (perjanjian kredit). Dibebankan sesuai dengan rate kerjasama bank dan notaris.

Rata-rata di angka 1 per mill, 1/1000.

Misalnya pinjaman Rp 1 milyar, maka akan dibebankan 1/1000 dari Rp 1 milyar, yaitu Rp 1 juta.

Pengikatan jaminan

Pengikatan jaminan cukup kompleks. Apalagi kalo jaminan kita adalah rumah tinggal yang bukti kepemilikannya adalah sertifikat. Klik artikel di bawah untuk penjelasan detilnya ya…

BACA JUGA : BIAYA PENGIKATAN JAMINAN SERTIFIKAT DI BANK

 

Biaya Asuransi

Dalam kredit, ada dua jenis biaya asuransi, yaitu asuransi jaminan dan asuransi jiwa.

Kalo jaminan kita berupa rumah, maka asuransi yang digunakan adalah asuransi kebakaran. Tujuannya adalah mengamankan aset kita yang sudah menjadi jaminan bank.

Biaya Asuransi Jaminan

Untuk biaya asuransi jiwa biasa muncul di fasilitas KPR.

Biaya ini sangat tergantung dari usia nasabah. Semakin tinggi usia nasabah biasanya akan semakin mahal biaya asuransi jiwanya.

Dan semakin panjang masa kredit, baik biaya asuransi jaminan ataupun biaya asuransi jiwa akan ikut meningkat.

Hal ini karena biaya asuransi dikalikan dengan lama pinjaman.

BACA JUGA : CARA MUDAH MENGHITUNG BIAYA ASURANSI RUMAH TINGGAL

 

Biaya Materai

Sewaktu akad kredit, untuk setiap dokumen yang wajib bermaterai, akan dikenakan biaya materai kepada kita.

Biaya Materai

Hitungan harga materai yang digunakan di bank adalah Rp 6.000 karena fasilitas kredit kita pasti nominal kreditnya di atas Rp 1 juta.

BACA JUGA : BIAYA MATERAI DIUSULKAN MENJADI Rp 10.000

 

Jenis biaya kredit bank 

9 Jenis Biaya Kredit Bank

Biaya bank itu nggak rumit karena konsep bank itu sangat sederhana. Cuman istilahnya saja yang kadang bikin bengong.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kamu untuk mengambil keputusan terkait kredit bank.

Anyway, checkout page Instagram wartadanablog yang sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.

Juga kunjungi laman twitter wartadanacom dimana saya sering share artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.

Serta jika kamu baru pertama kali sampai di wartadana, silahkan klik sitemap wartadana untuk melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.

Ohya, karena artikel wartadana seperti biasa panjang-panjang, maka saya sudah buatin versi simple yang bisa kalian cek di bawah ini :

 

View this post on Instagram

 

9 Jenis Biaya Kredit di Bank #wartadana #wartadanablog #ngertikredit #ngertibank Klik kink di bio yah!

A post shared by wartadana (@wartadanablog) on


Terima kasih sudah main ke wartadana.com 

#girlsliftothergirlsup

Pekanbaru, 30 Maret 2018 21.11

– listening to The Chainsmoker – Honest

Sudah jelas soal jenis biaya kredit bank? Kalo belum, komen di bawah ya!

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Summary
9 JENIS BIAYA KREDIT BANK YANG WAJIB KAMU TAHU
Article Name
9 JENIS BIAYA KREDIT BANK YANG WAJIB KAMU TAHU
Description
Klik artikel ini untuk tahu apa saja 9 jenis biaya kredit bank yang harus kamu keluarkan saat meminjam uang melalui bank.
Author
Publisher Name
wartadana.com
-

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *