Sedang bingung mikirin jenis biaya kredit bank yang mesti dibayarin saat ngambil kredit di bank?

Artikel wartadana kali ini akan kupas perihal biaya-biaya yang harus dibayarkan sewaktu mendapatkan fasilitas kredit dari perbankan.

Selain itu juga dijelasin tentang :

  • Pengertian dan tujuan masing-masing biaya kredit
  • Angka / rate rata-rata setiap biaya kredit

Tujuannya adalah agar kita mengetahui setiap komponen biaya kredit.

Supaya dapat dengan mudah  membuat perbandingan antara satu bank dengan bank lainnya.

Yok, mari kita mulai!

 

Biaya Bunga Pinjaman

Biaya bunga pinjaman adalah salah satu pertimbangan penting bagi siapa saja yang mau kredit.

Semakin murah bunga pinjaman akan semakin rendah angka kewajiban yang mesti kita bayarkan.

Apalagi untuk kredit yang sifatnya mencicil, perbedaan bunga akan terasa banget loh.

Dengan berkurang 1 % saja, angka cicilan bisa berkurang puluhan hingga ratusan ribu per bulannya.

Untuk pinjaman dengan skema cicilan, bunga dihitung dengan sistem anuitas yang menghasilkan angka cicilan per bulannya.

Sementara untuk skema modal kerja biasa dihitung dengan pengalian yang statis.

Bunga pinjaman ukurannya per tahun, biasa disebutkan xx % p.a.

p.a. ini adalah per annum artinya adalah per tahun.

 

Biaya Provisi Kredit

Sama halnya sewaktu kita menjual rumah melalui broker, dimana saat transaksi jual beli dilakukan akan ada fee yang mesti kita bayarkan ke broker tersebut.

Fee tersebut adalah jasa dari aktivitas broker yang mempertemukan penjual dengan pembeli.

Konsep yang sama berlaku untuk biaya provisi untuk bank.

Karena bank meminjamkan uang orang lain ke kita – jadi secara nggak langsung cara kerjanya hampir mirip broker.

Nah, biaya provisi ini biasa dibebankan satu kali, sewaktu pencairan kredit pertama kali.

Untuk case khusus, misalnya kita mengajukan pinjaman berbentuk modal kerja (revolving loan – kredit yang berulang), maka biaya provisi dibebankan juga di tahun kedua sewaktu perpanjangan fasilitas.

Angka biaya provisi ini berbeda-beda, tergantung kebijakan bank dan fasilitas kredit macam apa yang kita mohon.

Untuk KPR, rate biaya provisi rata-rata 1 % per akad.

Sementara untuk kredit modal kerja, masih negotiable dengan bank (tergantung jumlah pinjaman).

Nah, kalo untuk Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau pinjaman ke BPR (Bank Perkreditan Rakyat) rate-nya lebih tinggi, sekitar 2-3 % per akad.

 

Biaya Administrasi Kredit

Nah, tadi sudah ada biaya provisi, kenapa ada lagi biaya administrasi kredit?

Ada beberapa bank menjadikan biaya provisi-administrasi menjadi satu post biaya, sehingga mudah kita pahami.

Tapi, ada beberapa bank yang memisahkan antara biaya provisi dan biaya administrasi.

Jadi, selain dikenakan biaya provisi kredit, kita juga akan dikenakan biaya administrasi kredit (BAK).

Biaya administrasi ini adalah biaya layanan bank kepada kita.

Jadi dalam satu proses pemberian kredit, nasabah akan berhubungan dengan :

  • marketing bank,
  • bagian administrasi kreditnya,
  • bagian legal bank tersebut.

Terdapat beberapa orang karyawan bank yang ditugaskan untuk melayani kita hingga selesai.

Biasanya biaya administrasi dibebankan berdasarkan tiering (kategori).

Dimana semakin besar pinjaman kita biasanya semakin besar pula biaya administrasi yang dibayarkan.

Biaya administrasi ukurannya juga per akad.

 

Biaya Custody

Atau dikenal juga dengan biaya penyimpanan jaminan. 

Ada beberapa bank yang nggak membebankan biaya custody kepada nasabahnya, namun sebagian besar bank asing (yang sudah dibeli oleh bank luar), membebankan biaya ini.

Pernah dengar safety deposit box ?

Konsepnya sama seperti SDB.

Ringkasnya dengan adanya pemberian kredit, bank tentu meminta jaminan.

Jaminan ini berbentuk sertifikat (misalnya) yang tentu saja dipegang oleh bank.

Tapi bukan sembarang pegang, bank punya SOP (Standar Operasional Prosedur) tentang penyimpanan jaminan, yang benar-benar aman dan terpercaya.

Bahkan misalnya kita KPR selama 15 tahun, dalam kurun waktu tersebut bank akan menyimpankan sertifikat kita dan setelah fasilitas lunas kita bisa mengambil sertifikat tersebut dalam keadaan yang sama dengan 15 tahun silam.

Sehingga untuk penyimpanan tersebut, bank juga akan membebankan biaya jasa penyimpanan jaminan yang disebut juga biaya custody.

Biasa dihitung per akad.

  • Beberapa bank juga menambahkan klausul di perjanjian kredit, jika fasilitas sudah lunas selama sebulan / atau waktu tertentu dan jaminan belum diambil maka jaminan akan dimasukkan ke safety deposit box dan dikenakan biaya penyimpanan tambahan.

 

Biaya Taksasi Jaminan

Sebelum fasilitas kreditnya cair, biasa pihak bank akan melakukan survei.

Survei terdiri atas survei jaminan yang dilakukan oleh petugas appraisal dan survei usaha / kantor yang dilakukan oleh marketing atau petugas analis kredit.

Untuk survei jaminan, wajib dilakukan khusus oleh petugas appraisal (petugas penilai jaminan).

Hal ini karena bank ingin agar pemberian kredit itu prudent, cukup hati-hati.

Kalo marketing yang menilai jaminan dan di satu kesempatan marketing tersebut kekurangan target, atau nasabah adalah kenalannya, bukan tidak mungkin harga akan dimodifikasi oleh marketing tersebut.

Jadi demi prinsip prudent, bank menempatkan petugas khusus yang berwenang untuk penilaian jaminan.

Di bank, jaminan disebut juga sebagai agunan.

Dalam melakukan survei, biasa mereka datang dengan kamera dan alat pengukur elektronik, untuk :

  • mengukur fisik jaminan,
  • melakukan dokumentasi jaminan,
  • melakukan pengecekan ke warga sekitar terkait isu negatif,
  • mencari tahu pasaran harga,
  • menerbitkan laporan penilaian.

Jadi wajar kalo untuk aktivitas tersebut, bank membebankan biaya kepada kita.

Di bank sendiri ada dua jenis penilaian jaminan, yaitu internal dan eksternal.

  • Internal

Biasa bank menugaskan karyawannya sendiri untuk melakukan penilaian.

Kondisi ini terjadi kalo pinjaman kita di bawah Rp 5 milyar dan kalo itu sesuai dengan aturan bank tersebut (SOP).

  • Eksternal

Beberapa bank dengan pertimbangan efisiensi, nggak menempatkan staf penilai di kantornya.

Hal ini menyebabkan penilaian jaminan secara otomatis dilakukan oleh pihak ketiga, rekanan bank tersebut.

Atau ada case tertentu, dimana pinjaman diajukan di atas Rp 5 milyar, karena ada aturan OJK yang mengatur untuk setiap fasilitas di atas Rp 5 milyar, jaminan harus dinilai oleh KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik).

 

Biaya Transfer Dana

Untuk pengajukan pinjaman untuk membeli rumah (KPR), setelah dana kredit cair akan ditransfer ke rekening penjual.

Ada beberapa bank yang mensyaratkan penjual untuk membuka rekening di bank tersebut, sehingga dapat langsung dicairkan.

Tapi ada juga bank yang memberikan kelonggaran dan bersedia melakukan transfer dana ke rekening yang ditunjuk.

Dan  tentu saja biaya transfer tersebut menjadi beban kita sebagai nasabah.

 

Ada dua jenis proses transfer dana, yaitu LLG (SKN) dan RTGS.

  • LLG untuk jumlah di bawah Rp 100 juta dan dana masuknya lebih lama, mengikuti waktu SKN BI. Biaya transfer di bawah Rp 10 ribu
  • RTGS untuk jumlah di atas Rp 100 juta dan dana masuknya lebih cepat. Biaya transfer sekitar Rp 25-40 ribu.

 

Biaya Notaris

Biaya notaris di sini adalah biaya yang terkait kredit.

Jadi biaya notaris ini di luar biaya balik nama ataupun pajak penjual-pembeli.

 

Untuk kredit bank biaya notaris terbagi dalam dua jenis, yaitu biaya pengikatan kredit dan biaya pengikatan jaminan.

Beberapa bank mengatur untuk pinjaman di bawah Rp 1 milyar, pengikatan kredit dapat dilakukan bawah tangan (oleh staf legal bank tersebut).

Kalo case-nya begini, kita cukup bayar biaya pengikatan jaminan saja.

Tapi ada juga bank yang mengatur semua pinjaman baru wajib diikat secara notariil.

Nah, kalo case-nya begini, atau jika pinjaman kita sudah sudah berada di angka yang wajib diikat secara notaris menurut SOP bank, maka kita harus bayar biaya pengikatan kredit dan pengikatan jaminan.

  • Pengikatan Kredit

Biasanya disebut biaya PK (perjanjian kredit).

Dibebankan sesuai dengan rate kerjasama bank dan notaris.

Rata-rata di angka 1 per mill, 1/1000.

Misalnya pinjaman Rp 1 milyar, maka akan dibebankan 1/1000 dari Rp 1 milyar, yaitu Rp 1 juta.

  • Pengikatan Jaminan

Pengikatan jaminan cukup kompleks.

Apalagi kalo jaminan kita adalah rumah tinggal yang bukti kepemilikannya adalah sertifikat.

Klik artikel biaya pengikatan jaminan ini untuk penjelasan detilnya ya…

 

Biaya Asuransi

Dalam kredit, ada dua jenis biaya asuransi, yaitu asuransi jaminan dan asuransi jiwa.

Kalo jaminan kita berupa rumah, maka asuransi yang digunakan adalah asuransi kebakaran.

Tujuannya adalah mengamankan aset kita yang sudah menjadi jaminan bank.

Untuk biaya asuransi jiwa biasa muncul di fasilitas KPR.

Biaya ini sangat tergantung dari usia nasabah. Semakin tinggi usia nasabah biasanya akan semakin mahal biaya asuransi jiwanya.

Dan semakin panjang masa kredit, baik biaya asuransi jaminan ataupun biaya asuransi jiwa akan ikut meningkat.

Hal ini karena biaya asuransi dikalikan dengan lama pinjaman.

 

Biaya Materai

Sewaktu akad kredit, untuk setiap dokumen yang wajib bermaterai, akan dikenakan biaya materai kepada kita.

 

Hitungan harga materai yang digunakan di bank adalah Rp 6.000 karena fasilitas kredit kita pasti nominal kreditnya di atas Rp 1 juta.

 

Jenis Biaya Kredit Bank

 

Biaya bank itu nggak rumit karena konsep bank itu sangat sederhana.

Cuman istilahnya saja yang kadang bikin bengong.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kamu untuk mengambil keputusan terkait kredit bank.

BACA JUGA :

LINK DI WARTADANA :

  • Instagram wartadanablog => sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.
  • Twitter wartadanacom=> sharing artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.
  • Sitemap wartadana=> melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com

REFERENSI FINANSIAL KAUM MILLENNIALS

Pekanbaru, 30 Maret 2018 21.11

– listening to The Chainsmoker – Honest

Sudah jelas soal jenis biaya kredit bank? Kalo belum, komen di bawah ya!

Summary
Article Name
9 JENIS BIAYA KREDIT BANK YANG WAJIB KAMU TAHU
Description
Klik artikel ini untuk tahu apa saja jenis biaya kredit bank yang harus Debitur bayarkan saat meminjam uang melalui bank.
Author
Publisher Name
wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *