Sedang bingung mikirin jenis biaya kredit bank saat ngambil kredit di bank?

Artikel wartadana kali ini akan kupas tuntas soal biaya-biaya yang harus kamu bayarkan sewaktu mendapatkan fasilitas kredit dari perbankan.

Selain itu juga dijelasin tentang :

  • Pengertian dan fungsi masing-masing biaya kredit
  • Angka / rate rata-rata setiap biaya kredit

Tujuannya adalah agar kita mengetahui setiap komponen biaya kredit.

Supaya kamu dapat dengan mudah membuat perbandingan antara satu Bank dengan Bank lainnya.

Yok, mari kita mulai!

 

1. Biaya Bunga Pinjaman

Biaya bunga pinjaman adalah biaya yang kamu bayarkan sebagai balas jasa karena sudah mengunakan dana pihak ketiga (dalam hal ini pinjaman dari Bank).

Bunga pinjaman adalah salah satu pertimbangan penting bagi siapa saja yang mau kredit.

Semakin murah bunga pinjaman, akan semakin rendah angka kewajiban yang mesti kamu bayarkan.

Apalagi untuk kredit yang sifatnya mencicil, perbedaan bunga akan terasa banget loh.

Dengan berkurang 1 % saja, angka cicilan bisa berkurang puluhan hingga ratusan ribu per bulannya.

Untuk pinjaman dengan skema cicilan, bunga dihitung dengan sistem anuitas yang menghasilkan angka cicilan per bulannya.

Sementara untuk skema modal kerja, biasa dihitung dengan pengalian yang statis.

Bunga pinjaman ukurannya per tahun, biasa disebutkan xx % p.a.

p.a. ini adalah per annum artinya adalah per tahun.

Baca Juga : Bunga Fixed vs Bunga Floating

 

2. Biaya Provisi Kredit

Biaya provisi adalah biaya fee meminjam uang melalui Bank.

Sama halnya sewaktu kita menjual rumah melalui broker, dimana saat transaksi jual beli dilakukan akan ada fee yang mesti kita bayarkan ke broker tersebut.

Fee tersebut adalah jasa dari aktivitas broker yang mempertemukan penjual dengan pembeli.

Konsep yang sama berlaku untuk biaya provisi untuk Bank.

Karena Bank meminjamkan uang orang lain ke kamu – jadi secara nggak langsung cara kerjanya hampir mirip broker.

Biaya provisi ini dibebankan satu kali yaitu sewaktu pencairan kredit pertama kali.

Untuk case khusus, misalnya pinjaman berbentuk modal kerja (revolving loan – kredit yang berulang), maka biaya provisi dibebankan di tahun kedua sewaktu perpanjangan fasilitas.

Angka biaya provisi berbeda-beda, tergantung kebijakan Bank dan fasilitas kredit macam apa yang kamu terima dari Bank.

Untuk KPR, rate biaya provisi rata-rata 1 % per akad.

Sementara untuk kredit modal kerja, masih negotiable dengan bank (tergantung jumlah pinjaman).

Kalo untuk Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau pinjaman ke BPR (Bank Perkreditan Rakyat) rate-nya lebih tinggi, sekitar 2-3 % per akad.

 

3. Biaya Administrasi Kredit

Biaya administrasi kredit adalah biaya yang layanan kepada Debitur.

Ada beberapa Bank menjadikan biaya provisi-administrasi menjadi satu post biaya.

Tapi ada beberapa Bank yang memisahkan antara biaya provisi dan biaya administrasi.

Jadi dalam satu proses pemberian kredit, nasabah akan berhubungan dengan :

  • marketing Bank,
  • bagian administrasi kreditnya,
  • bagian legal Banktersebut.

Terdapat beberapa orang karyawan Bank yang ditugaskan untuk melayani kamu hingga proses kredit selesai.

Biasanya biaya administrasi dibebankan berdasarkan tiering (kategori).

Dimana semakin besar pinjaman kamu biasanya semakin besar pula biaya administrasi yang dibayarkan.

Biaya administrasi dibebankan sekali alias per akad.

 

4. Biaya Custody

Biaya custody adalah biaya penyimpanan jaminan.

Ada Bank yang membebankan biaya penyimpanan jaminan dan ada juga yang nggak membebankan biaya ini.

Pernah dengar safety deposit box ?

Konsepnya sama seperti SDB.

Dengan adanya pemberian kredit, Bank tentu menahan dokumen jaminan milik nasabah.

Proses penyimpanan ini juga nggak sembarangan, karna Bank harus memastikan bahwa dokumen yang diberikan di awal juga akan kembali dalam kondisi yang sama.

Misalnya kamu KPR selama 15 tahun, maka Bank akan menyimpankan sertifikat kamu selama 15 tahun juga.

Biaya custody dihitung per akad, jadi hanya dibayarkan sekali saja.

  • Beberapa Bank juga menambahkan klausul di perjanjian kredit, jika fasilitas sudah lunas selama sebulan / atau waktu tertentu dan jaminan belum diambil maka jaminan akan dimasukkan ke safety deposit box dan dikenakan biaya penyimpanan tambahan.

 

5. Biaya Taksasi Jaminan

Biaya taksasi jaminan adalah biaya penilaian jaminan alias survei jaminan.

Survei terdiri atas survei jaminan yang dilakukan oleh petugas appraisal dan survei usaha / kantor yang dilakukan oleh marketing atau petugas analis kredit.

Untuk survei jaminan, wajib dilakukan khusus oleh petugas appraisal (petugas penilai jaminan).

Hal ini karena Bank ingin agar pemberian kredit itu prudent, cukup hati-hati.

Kalo marketing yang menilai jaminan dan di satu kesempatan marketing tersebut kekurangan target, atau nasabah adalah kenalannya, ada kemungkinan harga akan dimodifikasi oleh marketing tersebut.

Jadi demi prinsip prudent, Bank menempatkan petugas khusus yang bertugas untuk penilaian jaminan.

Di Bank, jaminan disebut juga sebagai agunan.

Dalam melakukan survei, petugas membawa kamera dan alat pengukur elektronik, untuk :

  • mengukur fisik jaminan,
  • melakukan dokumentasi jaminan,
  • melakukan pengecekan ke warga sekitar terkait isu negatif,
  • mencari tahu pasaran harga,
  • menerbitkan laporan penilaian.

Di Bank ada dua jenis penilaian jaminan, yaitu internal dan eksternal.

a. Penilaian Jaminan Internal

Penilaian jaminan secara internal adalah survei jaminan yang dilakukan oleh petugas Bank itu sendiri.

Jadi nggak ada pihak ketiga yang terlibat.

b. Penilaian Jaminan External

Penilaian jaminan eksternal adalah taksasi jaminan yang dilakukan oleh pihak ketiga dalam hal ini Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

***

Normalnya Bank akan mengutus petugas internal, tapi ada beberapa kondisi dimana Bank menggunakan penilaian eksternal seperti :

  • Nggak punya petugas taksasi internal,
  • Nilai pinjaman di atas 5 milyar (ketentuan oleh OJK).

 

6. Biaya Transfer Dana

Biaya transfer dana dibebankan kalo pencairan wajib dilakukan ke rekening pihak ketiga.

Contoh : dalam mengajukan KPR, biasanya dana pencairan akan ditransfer ke rekening penjual.

Ada beberapa bank yang mensyaratkan penjual untuk membuka rekening di Bank tersebut, sehingga dapat langsung dicairkan.

Tapi ada juga Bank yang memberikan kelonggaran dan bersedia melakukan transfer dana ke rekening yang ditunjuk.

Ada dua jenis proses transfer dana, yaitu LLG (SKN) dan RTGS.

  • LLG untuk jumlah di bawah Rp 1 milyar  dan dana masuknya 2/3 jam kemudian, mengikuti waktu SKN BI. Biaya transfer di bawah Rp 10 ribu
  • RTGS untuk jumlah di atas Rp 1 milyar dan dana masuknya sekitar 1 jam. Biaya transfer sekitar Rp 25-40 ribu.

 

7. Biaya Pengikatan Notaris

Biaya notaris adalah biaya yang dibayarkan ke Notaris untuk melakukan pengikatan kredit.

Jadi biaya notaris yang dimaksud di luar biaya balik nama ataupun pajak penjual-pembeli.

Untuk kredit Bank biaya notaris terbagi dalam dua jenis, yaitu biaya pengikatan kredit dan biaya pengikatan jaminan.

Beberapa Bank mengatur untuk pinjaman di bawah Rp 1 milyar, pengikatan kredit dapat dilakukan bawah tangan (oleh staf legal bank tersebut).

Kalo case-nya begini, kamu cukup bayar biaya pengikatan jaminan saja.

Tapi ada juga Bank yang mengatur semua pinjaman baru wajib diikat secara notariil.

Nah, kalo case-nya begini, maka kamu harus bayar biaya pengikatan kredit dan pengikatan jaminan.

a. Pengikatan Kredit

Biasanya disebut biaya PK (Perjanjian Kredit).

Dibebankan sesuai dengan rate kerjasama Bank dan notaris.

Rata-rata di angka 1 per mill, 1/1000.

Misalnya pinjaman Rp 1 milyar, maka akan dibebankan 1/1000 dari Rp 1 milyar, yaitu Rp 1 juta.

b. Pengikatan Jaminan

Pengikatan jaminan biasaya lumayan kompleks.

Apalagi kalo jaminan kamu adalah rumah tinggal yang bukti kepemilikannya adalah sertifikat.

Klik artikel biaya pengikatan jaminan untuk penjelasan detilnya ya…

 

8. Biaya Asuransi

Dalam kredit, ada dua jenis biaya asuransi, yaitu asuransi jaminan dan asuransi jiwa.

Kalo jaminan kamu berupa rumah, maka asuransi yang digunakan adalah asuransi kebakaran.

Tujuannya adalah melindungi aset yang sudah menjadi jaminan Bank dari risiko kebakaran.

Sementara untuk biaya asuransi jiwa biasanya khusus untuk KPR.

Biaya ini tergantung dari usia nasabah dan kondisi pinjaman. Semakin tinggi usia nasabah biasanya akan semakin mahal biaya asuransi jiwanya.

Dan semakin panjang masa kredit, baik biaya asuransi jaminan ataupun biaya asuransi jiwa akan ikut meningkat.

Hal ini karena biaya asuransi dikalikan dengan lama pinjaman.

 

9. Biaya Materai

Sewaktu akad kredit, untuk setiap dokumen yang wajib bermaterai akan dikenakan biaya materai.

Hitungan harga materai yang digunakan di Bank adalah Rp 10.000 karena fasilitas kredit kamu nominal kreditnya di atas Rp 5 juta.

 

Jenis Biaya Kredit Bank

Biaya Bank itu nggak rumit karena konsep Bank cukup sederhana.

Cuman istilahnya saja yang kadang bikin bengong.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kamu untuk mengambil keputusan terkait kredit Bank.

Baca Juga :

 

Link Wartadana :

Terima kasih sudah main ke wartadana.com

REFERENSI PERENCANAAN KEUANGAN PRIBADI MILENIAL

Sudah jelas soal jenis biaya kredit bank? Kalo belum, komen di bawah ya!

Summary
Article Name
9 JENIS BIAYA KREDIT BANK YANG WAJIB KAMU TAHU
Description
Klik artikel ini untuk tahu apa saja jenis biaya kredit bank yang harus Debitur bayarkan saat meminjam uang melalui bank.
Author
Publisher Name
wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *