APA BEDA CEK DAN BILYET GIRO ?

Kali ini kita akan bahas secara singkat dan sederhana tentang beda cek dan bilyet giro, so stay tune!

Tapi sebelum mulai membahas beda cek dan bilyet giro, mari kita samain persepsi terlebih dahulu yah.

 

Rekening Bank

Di dunia perbankan sering didengungkan istilah CASA yang merupakan singkatan dari kedua jenis rekening yang ada di bank :jenis rekening perbankanSebagai nasabah, saat kamu datang ke kantor bank untuk melakukan pembukaan rekening, produk yang akan ditawarkan oleh staff CS biasanya disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Semisal kamu hanya ingin menabung, staff CS akan merekomendasikan produk tabungan terbaik yang mereka miliki.

Sementara jika kamu ingin menggunakannya untuk usaha, maka staff CS akan merekomendasikan produk giro terbaik yang mereka miliki.

Rekening Tabungan

Sesuai dengan namanya, rekening ini khusus untuk menabung uang. Jadi fungsinya sederhana sekali.

Kamu sebagai nasabah menggunakan rekening ini sebagai media penyimpanan uang yang kamu miliki. Sebagai fee atas jasa penyimpanan yang bank berikan, kamu akan membayarkan biaya administrasi bulanan.

Fasilitas yang kamu dapatkan di rekening tabungan adalah :Fasilitas Rekening Tabungan

Untuk tahu lebih banyak soal rekening tabungan, silahkan klik artikel MEMBUKA REKENING BAGI PEMULA yang satu ini. Informasinya ada rinci di sana.

Dan kini saatnya kita untuk membahas perihal rekening giro.

 

Rekening Giro

Tadinya kan disebutin jika kamu ingin menjalankan usaha, maka rekening giro merupakan pilihan yang tepat. Mengapa demikian?

1. Media penarikannya dapat digunakan sebagai media pembayaran (saya tahu ini membingungkan, nanti di bawah akan dijelasin lebih detil. So stay tune!)

2. Angka penarikannya nggak terbatas. Berbeda dengan rekening tabungan yang cenderung dibatasi. Banyak bank mengatur penarikan tunai maksimal Rp 50 / 100 juta per harinya. Sementara dengan giro, kamu bisa tarik sesukamu (selama saldonya masih cukup).

3. Pemilik rekening giro akan dapetin laporan transaksinya dalam bentuk Rekening Koran. Yang punya rekening tabungan, silahkan cetak buku tabungan.

Nah perihal media penarikan yang dapat dijadikan media pembayaran adalah begini :

Kita sama-sama tahu kalo uang merupakan alat pembayaran yang sah. Nominalnya jelas dan diakui oleh semua orang.

Jadi saat kamu belanja barang-barang di swalayan, membawa uang cash adalah pilihan yang tepat. Karena nominal pembelanjaan masih bisa dicover dengan uang cash.

Pun lebih praktis karena setelah bayar dan nerima kembalian kamu bisa langsung pulang ke rumah.UANG ADALAH RAJA

Sekarang gimana kalo ceritanya berbeda, yang mana kamu membeli barang untuk usaha. Yang artinya beli barang dalam jumlah banyak sekali untuk dijual kembali. Yang artinya nominalnya juga pasti akan besar.

Akan beresiko jika kamu membawa uang cash puluhan hingga ratusan juta dalam tas-mu, bukan?

Di bawah ini adalah 3 kasus sadis yang saya tahu terjadi di kota kecil tempat tinggal saya. Btw skip saja kalo kepanjangan. Silahkan scroll ke bawah. karyawan dihipnotis

nasabah bank ditodong

pengusaha dijambret

Dan saya tahu, kamu bisa sebutin banyak kejadian yang lebih sadis dari ini. Intinya adalah membawa uang tunai dalam jumlah besar itu beresiko sama besarnya.

Jadi daripada ngasih kesempatan pada rampok untuk menemukan celah, semua orang setuju untuk menerima lembaran cek atau BG sebagai media pembayaran untuk menggantikan fungsi uang tunai.

Scroll terus ke bawah, karna kita akan bahas gimana mekanisme penarikan cek dan BG.  

 

Media Penarikan Dana Rekening Giro

Apa saja media yang bisa digunakan untuk menarik dana di rekening giro?

Sederhananya begini : Untuk menarik uang dari rekening tabunganmu, kamu mungkin :

– Datang ke konter teller dan menarik saldo tabungan dengan melampirkan slip penarikan dan buku tabunganmu.

– Menggunakan kartu ATM atau transaksi tanpa kartu untuk menarik tunai di mesin ATM.

– Melakukan transfer menggunakan internet banking.

Pertanyaan selanjutnya adalah jika kamu memiliki rekening giro, gimana cara kamu melakukan penarikan dana?

1. Menggunakan Cek dan Bilyet Giro

Siapapun yang memiliki rekening giro, akan menerima buku cek atau buku giro sebagai media penarikan dana. Hal ini karena rekening giro nggak punya buku tabungan layaknya rekening tabungan.

Maka untuk menarik dana, kamu membutuhkan lembaran cek dan bilyet giro.

Cek dan bilyet giro disebut buku sebab biasanya dijilid layaknya buku oleh CS bank. Per buku terdiri atas 25 lembar cek / BG. Harga cetak buku cek / BG biasanya 75 -150 ribu.

2. Overbooking

Overbooking adalah aktivitas pemindahan dana dari rekening giro nasabah tanpa menggunakan cek atau BG.

Jadi medianya adalah slip pemindahbukuan atau surat kuasa atau format surat permohonan pindah buku lainnya dari bank.

Overbooking akan kita bahas lain kali, agar nggak bikin bingung.

3. Kartu ATM

Pemilik rekening giro perorangan berhak mendapatkan kartu ATM, jika mau request demikian.

Cara kerjanya sama dengan kartu ATM rekening tabungan. Bisa tarik atau transaksi apapun di mesin ATM bank yang bersangkutan.

4. Internet banking

Opsi ini pun dapat dinikmati oleh pemilik rekening giro. Dan dibandingkan ketiga opsi di atas, transaksi dengan internet banking adalah opsi yang paling fleksibel dan murah.penarikan dana rekening giro

Tapi secara umum, yang paling sering digunakan oleh nasabah adalah lembaran Cek dan Bilyet Giro. Hal ini karena fungsi lembaran cek dan bilyet giro ini bisa menjadi alat pembayaran.

Jadi lebih gampang buat pengusaha untuk melakukan pembayaran ke supplier atau menerima pembayaran dari pelanggannya.

Nah di poin selanjutnya kita akan bahas apa sih beda cek dan bilyet giro. Stay tune yah!

 

BEDA CEK dan BILYET GIRO

Sebagai media penarikan rekening giro, apa sih beda kedua lembaran ini?

 

Lembaran cek bersifat tunai, sementara lembaran giro bersifat nontunai.

Artinya jika kamu menerima lembaran cek dari supliermu, kamu bisa datang ke bank yang mengeluarkan cek untuk melakukan pencairan dana secara tunai.

Tapi beda ceritanya jika kamu menerima lembaran bilyet giro. Kamu nggak bisa mencairkan dana tersebut secara tunai, melainkan harus memindahbukukan saldonya ke rekening kamu terlebih dahulu.

 

Cara penarikan cek adalah tunai sementara bilyet giro dengan pemindahbukuan / kliring.

Karena sifatnya yang tunai, maka untuk menarik cek dapat dilakukan penarikan tunai. Simple banget.

Sementara karena sifatnya yang nontunai, penarikan bilyet giro hanya dapat dilakukan dengan :

Pemindahbukuan

Pemindahbukuan dapat dilakukan jika kamu menerima bilyet giro dari bank yang sama dengan rekeningmu.

Jadi, misalnya supplier membayar dengan bilyet giro bank A dan kamu memiliki rekening dibank A, maka kamu tinggal melakukan pemindahbukuan.

Nggak dikenakan biaya, karena sewaktu mencetakkan bilyet giro, sudah ada biaya materai dan pencetakan yang dibebankan kepada si supplier.

Jadi bagi kamu yang menerima bilyet giro, cukup memindahbukukannya.

Kliring

Tapi jika kamu nggak punya rekening yang sama dengan bank penerbit bilyet giro, maka dilakukanlah kliring.

Jadi misalnya kamu menerima bilyet giro (BG) bank C dari pelangganmu, sementara rekeningmu hanya ada di bank A. Maka di hari BG jatuh tempo, kamu tinggal mencairkan giro melalui sistem kliring di bank A.

Dalam lembaran bilyet giro sudah berisi nominal pembayaran, rekening dan bank tujuan pembayaran serta tanggal pembayaran

Sistem ini akan efektif H+1, karena dibutuhkan waktu untuk melakukan pengecekan ketersediaan dana melalui sistem Bank Indonesia.

Proses pengecekan dana inilah disebut kliring (clearing).

Kalo dana si pelangganmu di bank C, maka kamu akan menerima dana tersebut di rekening bank B sehari kemudian.

Kliring dilakukan maksimal jam 09.30 pagi dengan biaya biaya kliring sekitar Rp 5.000 per lembar giro.

 

Masa kadaluarsa cek adalah 70 hari sementara bilyet giro adalah 6 bulan

Masa berlaku cek adalah 70 hari sejak tanggal penarikan yang tercantum di lembaran cek.

Sementara masa berlaku BG adalah 6 bulan sejak tanggal pembukaan di lembaran bilyet giro.

Tapi setau saya, kalo kamu mau menerima uang jangankan nunggu sampai masa kadaluarsa bukan? Sebelum jatuh tempo saja sudah dipersiapkan untuk pencairan ke bank.

 

Apa arti Cek Kosong atau Tolakan Kliring?

Bagaimana jika saat kita hendak mencairkan cek, ternyata si pelanggan nggak memiliki saldo yang cukup?

Dalam dunia perbankan dikenal istilah cek kosong, yang artinya nasabah mengeluarkan cek (perintah pembayaran) saat tidak memiliki dana yang cukup. Penolakan oleh bank akan disertai surat keterangan saldo tidak cukup.

Dan jika angka penarikan mencapai Rp 500 juta, maka nasabah akan langsung ter-blacklist dan masuk ke dalam Daftar Hitam Nasional Bank Indonesia.CEK KOSONG

Sementara untuk penarikan bilyet giro, saat si pelanggan nggak punya dana yang memadai maka akan terjadi tolakan kliring.

Selain karena saldo tidak cukup, tolakan kliring juga bisa terjadi karena kesalahan oleh pihak bank (salah penulisan nama) atau kesalahan formal seperti penulisan di bilyet giro.

Tetapi jika memang tolakan terjadi karena saldo tidak cukup, maka si penerbit bilyet giro akan dikenakan biaya Rp 125 ribu sebagai biaya tolakan karena saldo tidak cukup. Dan menerima Surat Peringatan I.

Jika mencapai Surat Peringatan Ke-4 maka sistem akan langsung mem-blacklist nasabah dan memasukkannya dalam Daftar Hitam Nasional Bank Indonesia.tolakan kliring

Apa sanksi jika seseorang masuk ke dalam DHN BI?

Tidak boleh mengeluarkan cek / bilyet giro baru. Yang artinya yang bersangkutan nggak bisa memohon pencetakan buku cek / BG baru.

Tidak dapat membuka rekening di bank manapun sebelum status DHN-nya berakhir. Butuh waktu 1 tahun sejak kejadian, hingga DHN dihapuskan.

Tidak dapat mengajukan kredit dimanapun, karena bank tidak memperbolehkan debiturnya masuk dalam DHN BI.

Tapi sanksi yang paling parah adalah sanksi moral. Dimana sebagai pengusaha kepercayaan adalah hal yang mesti dijaga dengan baik. Dan saat terjadi DHN, kepercayaan itu akan hilang.

Dan percaya deh, saat orang nggak percaya akan kemampuan kamu untuk membayar, mereka nggak akan mau bekerjasama dengan kamu. The end.

Satu kalimat favorit yang saya dengar dari nasabah adalah :

Saya nggak akan keluarin cek atau bilyet giro sebelum uangnya memang ada di rekening. Mau dibuka untuk satu atau dua bulan kemudianpun, jika uang tersebut belum ada, saya nggak akan berani membukanya.

Hal ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan emang berkomitmen pada bisnis dan uangnya.

sumber : BI.GO.ID

Dan akhirnya sampai juga di akhir artikel kali ini. Saya minta maaf deh, karena awalnya berniat untuk nulis singkat, padat dan jelas. Tapi yang terjadi justru panjang dan bawel.

Saya percaya kalo untuk belajar itu nggak bisa pendek-pendek dan bentar doang. Sama kayak baca artikel bagus tapi singkat banget. Rasanya kepengen nabok si penulis dan minta dia manjangin artikel tersebut.

Tapi saya juga ngerti jika kamu kepengen baca yang lebih ringan, karena saya akan buatin versi terpisah di akun Instagram.

Boleh intip-intip page Instagram wartadanablog yang sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.

Juga kunjungi laman twitter wartadanacom dimana saya sering share artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.

Serta jika kamu baru pertama kali sampai di wartadana, silahkan klik sitemap wartadana untuk melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com 

Pekanbaru, 27 Oktober 2019

#girlsliftothergirlsup

Sudah paham tentang apa beda cek dan bilyet giro? Komen please di bawah ini. 

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Summary
Apa Beda Cek dan Bilyet Giro
Article Name
Apa Beda Cek dan Bilyet Giro
Description
Mari belajar apa beda cek dan bilyet giro melalui artikel kali ini. Plus kamu akan tahu apa beda cek kosong dan tolakan giro.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *