CARA MENGECEK DATA BI CHECKING

Bagaimana cara mengecek data BI Checking alias Informasi Debitur?


Setelah sebelumnya kita belajar tentang BI checking di artikel ini, maka kali ini kita akan cari tahu gimana cara untuk melakukan pengecekan data BI checking.

Kita review sedikit ya.

 

BI Checking

Sistem BI Checking merupakan mekanisme penyimpanan data debitur di bank Indonesia yang dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan dalam proses kredit.

Misalnya saya meminjam di bank A, maka data pinjaman saya juga akan didaftarkan oleh bank A ke database bank Indonesia.

Tujuannya adalah untuk berbagi informasi kepada bank lain yang hendak memberikan saya kredit. Karena bank perlu mengkaji kemampuan finansial saya.

Hasil BI checking sudah mencantumkan dengan akurat data historis pembayaran kewajiban. Jadi pihak lain dapat melihat kewajiban apa saja yang saya miliki serta bagaimana ketepatan saya dalam membayar kewajiban tersebut.

Mengapa bank mesti melakukan hal tersebut?

– Dengan mengetahui jumlah pasti kewajiban, bank dapat memperkirakan kemampuan saya untuk membayar kewajiban. Apakah saya mampu membayar cicilan apabila diberi tambahan kredit?

– Dengan mengetahui data historis pembayaran, bank dapat memahami karakteristik saya secara general. Orang yang tepat waktu, akan membayar tepat waktu. Dan bank mencari nasabah seperti ini. Bagi bank, percuma nasabahnya punya uang, kalo karakternya buruk.

Data BI checking dikelola olah Bank Indonesia selaku bank sentral.

 

SLIK – Sistem Layanan Informasi Keuangan

Sejak Januari 2018, sistem BI checking telah diganti menjadi SLIK.

Sistem Layanan Informasi Keuangan dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melakukan pengawasan secara langsung terhadap jalannya industri keuangan di Indonesia.

Setelah berganti sistem, hasil BI checking kini berganti menjadi Informasi Debitur alias IDeb.

Bank dapat melakukan permintaan data melalui sistem yang terhubung ke pusat data OJK.

Jadi setiap kali kita mengajukan kredit, bank akan melakukan BI checking alias permintaan data informasi debitur di sistem SLIK. Data inilah yang akan dijadikan acuan dalam kajian kuangan bank.

Apakah kita sebagai masyarakat awam memiliki akses untuk mengecek data Informasi Debitur kita?

Jawabannya : IYA.

Kita, siapapun, sebagai masyarakat awam memiliki akses terhadap Informasi Debitur milik kita sendiri. Karena hal ini adalah data pribadi kita.

Masa sesama bank dapat saling mengakses data Debitur, sementara kita sebagai Debitur nggak bisa mengaksesnya?

 

Bagaimana cara mengecek data BI checking alias Informasi Debitur?

Kita sebagai debitur berhak untuk mengakses data informasi pinjaman di perbankan.

Tetapi di industri perbankan, kita nggak bisa meminta data tersebut kepada bank yang memberikan kita kredit. Nggak akan ada orang bank yang berani mencetakkan hasil BI checking atau IDeb kita.

Jadi kalo kita meminta mereka mengecekkan, besar kemungkinan mereka bersedia melakukannya tetapi hasil IDeb tersebut hanya akan mereka perlihatkan kepada kita.

Nggak ada yang berani menyerahkan kopian (baik hardcopy atau softcopy) untuk kita pegang.

Pertimbangan mereka adalah karena di laporan tersebut tertera siapa yang mengajukan permintaan dan BI (dulunya) serta OJK mengatur dengan ketat aturan mengenai laporan ini.

Kejahatan menyebarkan laporan Informasi Debitur terkait dengan aturan untuk menjaga kerahasiaan konsumen, sehingga hukumannya nggak main-main.

 

Jadi kepada siapa kita pergi untuk mengecek data Informasi Debitur?

Sesuai dengan UU perlindungan konsumen, sebagai pengguna jasa perbankan kita juga dilindungi oleh payung hukum.

Sehingga kita memiliki hak untuk meminta data Informasi Debitur dan melakukan pencocokan antara data yang dilaporkan dengan data kita.

Dalam hal informasi Debitur, permintaan dapat dilakukan di kantor Otoritas Jasa Keuangan selaku lembaga yang menjalankan sistem SLIK.

Silahkan klik link di bawah untuk tahu lokasi kantor OJK terdekat  https://www.ojk.go.id/id/contact.aspx

Sharing saja : dalam beberapa bulan terakhir saya sering ketemu case di kantor, dimana banyak nasabah meminta data Informasi Debiturnya.

Mereka datang karena masih ada pelaporan tunggakan yang belum clear sehingga sewaktu mengajukan kredit di tempat lain, pengajuan tersebut bermasalah.

Hal ini nggak terjadi di tempat saya bekerja saja, banyak juga case dimana kami meminta nasabah untuk datang ke bank lain yang pelaporannya belum update.

Kesimpulannya :

Sebagai Debitur, akan selalu ada kemungkinan data kita terlapor tidak tepat akibat adanya perpindahan sistem dari BI checking ke SLIK. Ataupun karena human error dalam proses pelaporan.

Untuk mengakomodir hal ini, OJK memberikan kita akses untuk melakukan permintaan data. Sehingga apabila ada ketidakcocokan data, kita dapat melapor ke bank penerbit untuk menyesuaikannya.

 

Gimana proses permintaan data ke OJK?

Permintaan data ke OJK dapat dilakukan secara offline ke kantor OJK terdekat di kota kita masing-masing.

1.  Datang ke kantor OJK untuk melakukan pengisian form dan membawa data-data yang dibutuhkan.

2. Submit data dan menunggu verifikasi oleh petugas OJK

3. Setelah Informasi Debitur dicetak, kita tinggal mengambilnya dengan menunjukkan bukti identitas asli.

Data yang wajib dibawa untuk mengajukan pencetakan data Informasi Debitur :

dokumen permintaan laporan informasi debitur

sumber : ojk.go.id

 

Cara Membaca Laporan Informasi Debitur

Setelah mendapatkan laporan Informasi Debitur, hal yang selanjutnya perlu kita lakukan adalah untuk membacanya.

Percuma dong bisa dapetin data tapi nggak bisa membacanya, bener nggak?

Berikut saya lampirkan file yang dapat di-download di situs OJK tentang cara membaca laporan IDEb.

Cara Membaca Informasi Debitur

sumber : ojk.go.id

Poin yang paling penting :

1.  Bagian Kredit / Pembiayaan

– Lihat berapa sisa pinjaman kita (baki debet / outstanding)

– Lihat berapa bunga pinjaman

– Lihat jangka waktu pinjaman

– Lihat KOLEKTABILITAS (kualitas fasilitas) yang dilaporkan.

Hal ini dilakukan untuk melihat sisa hutang serta biaya bunga yang dibebankan oleh bank. Serta yang paling penting adalah untuk melihat kolektabilitas / kualitas fasilitas.

Pinjaman yang baik adalah yang dilaporkan 1/0 hari, dimana kolek 1 tanpa tunggakan.

KEEP CALM AND KOLEK 1

2. Data Pokok Debitur

– Lihat apakah identitas yang dilaporkan tepat?

– Lihat apakah tempat bekerja atau nama usaha tepat?

– Lihat apakah alamat sesuai?

Hal ini agar tidak ada kesalahan pelaporan apabila nama dan tanggal lahir kita sama dengan orang lain. Nggak enak loh kalo data kita nyampur dengan data orang yang rupanya nggak tepat waktu dalam menjalankan kewajibannya.

 

Kesimpulan Final :

OJK merupakan pihak yang mengelola data Informasi Debitur. Dengan catatan, data tersebut dilaporkan oleh bank dan valid atau tidaknya merupakan tanggungjawab bank.

Setelah mendapatkan data Informasi Debitur, jika terjadi kesalahan ataupun adanya perubahan yang perlu diperbarui, maka kita akan berhubungan dengan bank pelapor.

OJK nggak bisa mengutak-atik data tersebut. Wewenang untuk mengganti atau mengubah data ada di bank.

 

Demikian hari ini mengenai permintaan Informasi Debitur dari OJK. Kalo kalian punya waktu sekalian cek situs OJK sekarang. Saya pikir site-nya keren dan informatif.

Ada beberapa modul yang bagus dan GRATIS yang disediakan oleh mereka. So I think, why not?

Terima kasih sudah datang ke wartadana hari ini. Bantu share artikel ini. Dan jangan lupa subscribe untuk dapetin reminder setiap kali ada artikel baru yang diterbitkan.

Ohya, sekalian follow instagram wartadana di https://www.instagram.com/wartadanablog/ karena saya banyak bagiin informasi soal bank dan uang di sana dengan format yang lebih ringan.

 

Pekanbaru, 17 Februari 2019

#girlsliftothergirlsup #2019haruspinter

Sumber : https://www.ojk.go.id/id/kanal/perbankan/Pages/Sistem-Layanan-Informasi-Keuangan-SLIK.aspx


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

CARA ME…

oleh Charlina waktu membaca : 4 min
0
%d blogger menyukai ini: