CARA MUDAH MENGERTI BI CHECKING SLIK IDEB

Sedang Bingung Tentang BI Checking SLIK IDEB OJK?

Wartadana akan menjawab kebingungan perihal BI Checking SLIK IDEB OJK tersebut dan menjelaskan secara detil serta gampang dipahami di artikel kali ini.

Stay tune yah! Karena ilmu yang akan saya bagikan di artikel ini bermanfaat banget, evergreen (ilmunya nggak akan expired) dan bikin kamu jadi melek banking.

Trust me! CARA MUDAH MENGERTI BI CHECKING

 

Pengertian BI Checking

Pernah mendengar istilah BI Checking ?

Atau pernah mengajukan credit card dan nggak lewat karena alasan BI Checking?

Emang benda apaan sih BI Checking ini hingga bisa jadi faktor penentu pengajuan kredit kita?pengertian bi checking

BI Checking merupakan sistem yang dikelola oleh Bank Indonesia yang memungkinkan Bank yang hendak menyalurkan kredit untuk melakukan pengecekan terhadap Debitur atau Calon Debiturnya.

Karena bertujuan untuk membantu bank dalam memverifikasi bonafide atau nggaknya seorang nasabah, maka hasil pengecekan tersebut dicetak dalam bentuk Laporan BI Checking.

Jadi data apa saja yang ditunjukkan di laporan BI Checking?

Bagi Debitur yang sudah punya pinjaman, laporannya akan menunjukkan :

  • Nama Debitur
  • Tempat dan Tanggal Lahir
  • Tempat Bekerja
  • Data Pinjaman
  • Limit Pinjaman
  • Bunga Pinjaman
  • Jaminan Pinjaman
  • Sisa Hutang
  • Jangka Waktu Pinjaman
  • Ketepatan Pembayaran Pinjaman

Sementara bagi yang belum memiliki pinjaman, maka hasilnya adalah tidak ditemukan.

Laporan BI Checking disebut Sistem Informasi Debitur (SID).

BI CHECKING MERUPAKAN

Siapapun yang mau ngasih pinjaman ke orang lain, termasuk kamu dan saya, perlu tahu mampu atau nggaknya calon peminjam itu untuk balikin uang kita kembali.

Hal ini merupakan mindset yang dipake oleh orang bank, sebelum mereka menyetujui kredit Calon Debiturnya, baik itu kredit usaha, KPR, KKB ataupun kartu kredit.

Bank nggak akan mau menyetujui pengajuan kredit apapun oleh Calon Debitur apabila sebelumnya mereka punya track record nggak bank di bank lain. 

Lebih ekstrimnya lagi, bahkan untuk beberapa pengajuan pinjaman KPR, tanpa adanya data historis pinjaman, banyak sistem analisa bank yang membuat kategori calon nasabah menjadi high risk (berisiko tinggi).

Jadi sekedar saran saja : jika nggak pengen pake kartu kredit lagi, at least sisakan 1 kartu kredit atas namamu, agar data track record pinjaman kamu tetap ada di sistem BI Checking-SLIK.

Sehingga nantinya nggak jadi berisiko tinggi di sistem analisa bank.

 

Prinsip 5 C Dalam Pemberian Kredit

Apa hubungannya pengajuan kredit ke bank dengan hasil laporan BI Checking?

Sesuai SOP-nya, untuk setiap pengajuan kredit ke bank bahkan walau hanya berupa pengajuan kartu kredit, pihak bank wajib melakukan kajian 5 C terhadap nasabahnya.Kajian 5 C Dalam Pemberian Kredit

Alasannya karena 5 C merupakan prinsip dasar pemberian kredit yang nggak boleh dilewatkan oleh bank sebelum mereka memutuskan apakah kita layak atau tidak untuk diberikan kredit.

Apa saja komponen dari 5 C yang digadang-gadang sepenting ini?

  • Character – karakter dari calon peminjam, bertanggungjawab atau tidak, terbiasa menunggak atau tidak.
  • Capacity – kemampuan calon peminjam membayar kembali pinjaman.
  • Capital – calon peminjam memiliki modal yang cukup atau tidak.
  • Collateral – jaminan yang diberikan calon peminjam dapatkah meng-cover pinjamannya jika sewaktu-waktu terjadi masalah alias macet?
  • Condition – bagaimana kondisi ekonomi, apakah akan ada perubahan yang mengakibatkan efek langsung pada calon peminjam?

BACA JUGA : 10 ALUR KREDIT DI BANK 

 

Pengecekan BI Checking Untuk Melihat Aspek 5 C

Seperti dijelasin di atas, BI Checking merupakan mekanisme pengecekan calon Debitur di sistem Bank Indonesia untuk mengetahui beberapa informasi terkait pinjaman seorang Debitur.

Sistem ini mewajibkan seluruh bank yang memberikan kredit kepada seorang Debitur untuk melaporkan secara rutin data Debiturnya  kepada Bank Indonesia selaku regulator.

Misalnya kamu memiliki pinjaman di bank A, maka bank A wajib untuk melaporkan pinjaman kamu ke sistem Bank Indonesia dari sejak awal kredit hingga setiap bulannya hingga pinjaman lunas.

Data yang di-update bulanan berupa :

  • Sisa pinjaman (biasa disebut juga outstanding atau baki debet),
  • Jangka waktu pinjaman,
  • Kelancaran pembayaran pinjaman.

Kelancaran pembayaran pinjaman diukur dalam satuan kolektabilitas atau yang biasa disingkat dengan istilah kolek.

Jadi kalo ada yang ngomong kolek, itu artinya mereka sedang ngomongin kolektabilitas alias ketepatan pembayaran pinjaman seorang Debitur. 

Dari data yang dilaporkan oleh bank A, bank Indonesia bisa ngasih akses ke bank lain yang kepengen mengecek data kamu.

Sehingga sewaktu kamu mutusin untuk minjam ke bank lainnya, katakanlah bank B, maka bank B akan mendapatkan akses untuk melihat data pinjaman kamu di bank A.

Biasanya hal yang akan diperhatikan oleh bank adalah karakter pembayaran kamu dan kemampuan kamu dalam memenuhi kewajiban tersebut.TUJUAN BI CHECKING

Karakter pembayaran akan tercermin dari data kolektabilitasmu. Yang mana jika kamu selalu membayar dengan tepat waktu, artinya karaktermu bertanggungjawab terhadap kewajiban.

Bukan berarti orang yang terlambat membayar adalah orang yang nggak bertanggungjawab.

Karena saya bertemu dengan banyak nasabah yang dalam kondisi keuangannya sudah sesak napas, namun masih tetap berusaha bertanggung jawab atas pinjamannya.

Kesimpulan lainnya yang ditarik oleh bank atas keterlambatan pinjaman.

Okelah, ybs merupakan orang yang bertanggungjawab. Tapi bisa jadi ybs tidak mampu atau belum mampu.

 

Pengertian Kolektabilitas

Bank Indonesia sebagai regulator perbankan mengatur mengenai kolektabilitas sebagai klasifikasi pembayaran kewajiban oleh debitur.

Kolektabilitas adalah klasifikasi ketepatan pembayaran yang terdiri atas 5  yang diatur oleh Bank Indonesia  selaku regulator.

Tujuan pengaturan kolektabilitas adalah untuk mempermudah bank dalam mengkategorikan nasabah yang macet dengan tingkatan sebagai berikut :

  • Kolek 1 (Lancar)

Kolek 1 adalah satu-satunya kolektabilitas yang menunjukkan hasil baik. Jadi kalo kita membayar dengan lancar pasti kolektabilitas kita berada di kolek 1.

  • Kolek 2 (Dalam Perhatian Khusus)

Kolek 2 timbul saat kita menunggak kewajiban (baik pokok ataupun bunga) dari 1 hari hingga 90 hari.

  • Kolek 3 (Kurang Lancar)

Kolek 3 timbul saat kita menunggak kewajiban (baik pokok ataupun bunga) hingga 120 hari.

  • Kolek 4 (Diragukan)

Kolek 4 timbul saat kita menunggak kewajiban (baik pokok ataupun bunga) hingga 180 hari.

  • Kolek 5 (Macet)

Kolek 5 timbul saat kita menunggak kewajiban (baik pokok ataupun bunga) lebih dari 180 hari.

Apapun ceritanya, dimulai dari kolek 2 ke atas pinjaman kamu sudah pasti dinilai jelek. Hancurr.

Istilah di bank adalah non performing loan (NPL).

Dan yang paling asyikk adalah begitu ada catatanmu yang kolek 2, hampir 99 % pengajuan kreditmu di bank manapun nggak akan jebol. Jadi, please be smart with your loan. 

Keep calm and kolek 1.

Pengertian Kolektabilitas

 

Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK)

Tepat 1 Januari 2018, sistem BI Checking sudah tidak lagi beroperasi, digantikan oleh sistem SLIK.

SLIK – Sistem Laporan Informasi Keuangan adalah sistem yang berada di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), yang menghimpun setiap data pinjaman dari semua kreditur (bank penyalur kredit).

Sehingga sering disebut SLIK OJK.

Fungsinya sama dengan BI Checking, sehingga orang bank yang sudah terbiasa dengan istilah BI Checking biasanya masih menyebut SLIK dengan istilah BI Checking.

Laporan dari sistem SLIK dinamakan IDeb, yaitu singkatan dari Informasi Debitur.

Secara jeroannya, nggak ada perubahan. Tapi secara tampilan laporan SLIK IDEB OJK lebih komprehensif daripada laporan BI Checking.

Tapi apapun ceritanya, bank tetap akan fokus pada aspek kolektabilitas calon peminjam.

Jadi, pastikan untuk selalu memenuhi kewajiban tepat waktu. Karena sistem bank akan mencatat setiap keterlambatan yang terjadi dan melaporkannya kepada OJK.

 

Daftar Hitam Nasional Bank Indonesia

Selain sistem SLIK, bank juga melakukan pengecekan aspek lain sebelum memberikan pinjaman kepada kita.

Salah satunya adalah pengecekan Daftar Hitam Nasional. Biasa pengecekan ini dilakukan untuk peminjam yang berstatus sebagai pengusaha.

Kenapa demikian?

Karena Daftar Hitam Nasabah berkaitan dengan pembukaan rekening giro oleh nasabah.

Biasanya para pengusahalah yang membuka giro untuk mempermudah pembayarannya kepada supplier.

Kalo kamu masih karyawan, bank biasanya nggak akan bersedia untuk membukakan rekening giro.

Lantas apa yang mau dicek di Daftar Hitam Nasional?Daftar Hitam Nasional

Daftar Hitam Nasional (DHN) memuat data nasabah yang pernah di-blacklist.

Jadi ada perbedaan antara kolek dengan blacklist.

Kalo orang awam biasa menyebut blacklist sebagai kolektabilitas yang jelek di BI checking. Padahal, blacklist punya pengertian sendiri dalam istilah perbankan.

Kembali ke topik, kalo kamu punya rekening giro dan mengeluarkan giro kosong (giro yang tidak memiliki dana untuk pembayaran), maka kamu secara otomatis masuk ke dalam Daftar Hitam Nasional.

 

Jika masuk DHN artinya kita sudah masuk dalam daftar blacklist Bank Indonesia.

Dan saat seseorang sudah masuk dalam Daftar Hitam Nasional Bank Indonesia, masuk dalam kondisi blacklist, ybs nggak bisa ngapa-ngapain. Jangankan untuk ngajukan kredit, untuk membukakan rekening saja, bank nggak bisa.

Karena keterlaluan banget orang yang mengeluarkan cek kosong. Dan syukurnya aturan Bank Indonesia sangat ketat terkait hal ini.

 

Keep Calm And Kolek 1

Sebagai Debitur, bertanggungjawab terhadap pinjaman adalah bukti dari karakter yang baik.

Dan nggak semua orang terlahir dan terbentuk dengan karakter itu.

Banyak banget orang yang menggampangkan kewajibannya, memilih untuk macet daripada mengubah gaya hidupnya atau malah main-main secara hukum dengan bank.

Saya sudah hampir bosan menghadapi nasabah yang datang dan marah-marah mengancam akan membawa masalah ke ranah hukum. Tapi akan selalu ada oknum seperti ini.

Dan saya berharap dengan sharing begini, kita, kamu dan saya akan mengerti betapa pentingnya karakter dan berupaya menjaga agar kita tetap mampu memenuhi kewajiban kita masing-masing.

Nggak usah sengaja macetin kredit buat menjual aset ke bank atau untuk cari gara-gara lewat pengacara yang nggak punya job. 

Karena sekali cacat, record-mu akan cacat seumur hidup. Tapi dengan menjaga kolek tetap di kolektabilitas 1, kamu juga yang akan petik manfaatnya.keep calm and kolek 1

Kalo emang sudah terlanjur berada dalam kondisi kolek 2 ke atas, marilah memperbaikinya lebih cepat.

Sistem SLIK itu memuat data selama 2 tahun, jadi kalo kamu perbaiki lebih cepat, dalam waktu dua tahun kolektabilitasmu sudah menjadi lancar kembali.

 

Kenapa di sini nggak di-share cara untuk menghapus BI Checking atau trik untuk cheat lainnya?

Karena emang nggak ada cara untuk cheat dari hasil BI checking – SLIK IDeb dirimu sendiri.

Datanya kan terdaftar atas namamu, sesuai dengan tanggal lahir dan nomor identitasmu sendiri. Jadi nggak bisa dicurangi.

Memang ada oknum yang bisa mencurangi bank dan membuat seminar tentang cara ngibulin bank.  Tapi come on!

Apa sesusah ini hidup, sampai harus ngikut seminar untuk ngibulin bank? 

Selain itu sekarang adalah masanya untuk belajar ber-bank, mengerti & menggunakan produk perbankan dengan benar. Bener nggak?

Nah, setelah memahami apa sebenarnya SLIK IDEB BI Checking, silahkan klik artikel di bawah ini untuk cari tahu cara mengecek datamu sendiri serta cara membacanya.cara mudah mengecek slik ojk

 

Anyway, checkout page Instagram wartadanablog yang sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.

Juga kunjungi laman twitter wartadanacom dimana saya sering share artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.

Serta jika kamu baru pertama kali sampai di wartadana, silahkan klik sitemap wartadana untuk melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com.

REFERENSI PERSONAL FINANCE KAUM MILLENNIALS

Pekanbaru, 31 Maret 2018 23.04

Listening to Padi – Sang Penghibur

Masih ada yang pengen ditanyain perihal BI Checking SLIK IDEB OJK? Feel free untuk berkomentar di bawah.

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Summary
CARA MUDAH MENGERTI BI CHECKING - SLIK IDEB OJK
Article Name
CARA MUDAH MENGERTI BI CHECKING - SLIK IDEB OJK
Description
Per 1 Januari 2018, sistem BI Checking berubah menjadi SLIK IDeb. Baca lebih lanjut di sini untuk tahu apa itu BI Checking dan bedanya dengan SLIK IDeb?
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

TENTANG WARTADANA

Blog yang didedikasikan bagi para millennials untuk belajar tentang mengelola keuangan terutama mengerti perihal uang dan perbankan. 

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *