6 JENIS PENGIKATAN JAMINAN KREDIT DI BANK

Untuk setiap kali penandatangan pinjaman di bank, akan dilakukan juga pengikatan jaminan kredit.

Hal ini karena bank butuh perjanjian untuk mengikat agunan yang diberikan oleh Debitur sebagai jaminan fasilitas kreditnya.


Pengikatan jaminan kredit di bank merupakan mekanisme bank untuk memastikan bahwa secara legal mereka memiliki hak atas agunan yang dijaminkan oleh Debitur, apabila muncul kondisi wan-prestasi.

Wanprestasi sendiri merupakan kondisi dimana salah satu pihak tidak mampu untuk memenuhi kewajibannya terhadap perjanjian yang kedua belah pihak itu sepakati di awal.

WANPRESTASI DALAM KREDIT

kondisi dimana terjadi pengingkaran atas perjanjian yang telah ditandatangani sebelumnya.

Jadi, dalam konteks kredit, wan-prestasi akan timbul saat peminjam yang dikenal sebagai Debitur tidak mampu memenuhi kewajibannya.

Kewajiban yang paling umum menjadi sebab wanprestasi adalah ketidakmampuan Debitur untuk membayar kembali pinjamannya, baik kewajiban pokok, kewajiban bunga hingga denda-denda yang mengikuti.

Ngomong sederhananya adalah ‘kalo Debitur nggak mampu bayar, bank punya hak secara legal atas jaminan yang diberikan’.

Jadi, apa saja jenis pengikatan jaminan kredit di bank?

PENGIKATAN JAMINAN KREDIT DI BANK

 

PENGIKATAN JAMINAN KREDIT DI BANK

Pengikatan-pengikatan ini akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah disetujui oleh Undang-Undang serta berbeda-beda cara pengikatan tergantung dari jenis jaminannya.

PENGIKATAN JAMINAN KREDIT

Nah berikut adalah 6 jenis agunan yang umum diterima oleh bank serta jenis pengikatan jaminannya :

1. Agunan Kredit Berupa Tanah dan Bangunan

Setiap aset yang berbentuk tanah maupun tanah dan bangunan memiliki bukti kepemilikan berupa Sertifikat.

Lazimnya Sertifikat yang biasa adalah SHM dan SHGB.

PENGIKATAN HAK TANGGUNGAN

Sertifikat diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional, selaku otoritas yang memiliki fungsi untuk mengatur perihal pertanahan di Indonesia.

Mekanisme pengikatan jaminan Sertifikat adalah dengan Pemasangan Hak Tanggungan.

Sertifikat Hak Milik / Hak Guna Bangunan => Pengikatan Hak Tanggungan.

Hak Tanggungan artinya Debitur sebagai pemegang sertifikat menyetujui untuk memberikan hak lebih tinggi (privilege) untuk melakukan eksekusi terhadap objek jaminan apabila terjadi wanprestasi.

Prosesnya adalah dengan mendaftarkan Hak Tanggungan tersebut pada Badan Pertanahan Nasional, sebagai otoritas yang memiliki wewenang untuk hal tersebut.

BACA JUGA : 6 JENIS BIAYA YANG TIMBUL SAAT PENGIKATAN JAMINAN SERTIFIKAT

BACA JUGA : Roya Hak Tanggungan Setelah Kredit Beragun Sertifikat Lunas

Setelah dipasang HT, di sertifikat akan tertera nama bank, jumlah hak tanggungan terpasang dan tanggalnya. Bank akan menjadi pihak yang berhak atas jaminan tersebut apabila dilakukan eksekusi karena wanprestasi.

Sebagai bukti telah terikatnya jaminan tersebut. bank akan memegang Sertifikat Hak Tanggungan.

 

2. Agunan Kredit Berupa Kendaraan

Untuk jaminan berupa kendaraan, mekanisme pengikatan jaminan adalah Fidusia.

PENGIKATAN JAMINAN KENDARAAN BERMOTOR

Bukti kepemilikan sah atas kendaraan adalah BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor) yang dikeluarkan oleh Satuan Lalu Lintas Polri.

Fidusia adalah proses untuk memberikan hak lebih (privilege) kepada bank atas aset yang bergerak, dimana aset tersebut dalam penguasaan peminjam.

Kendaraan => Pengikatan Fidusia  

Bedanya fidusia dengan hak tanggungan terletak pada sifatnya dimana hak tanggungan untuk jaminan tanah atau bangunan di atasnya yang nggak bisa dipindah-pindah.

Sementara untuk fidusia, aset yang menjadi objek dapat berpindah-pindah.

Pendaftaran fidusia dilakukan pada lembaga Fidusia yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Administrasi Umum. Dilakukan secara online oleh kantor notaris.

COBA CEK : SITUS PENDAFTARAN FIDUSIA ONLINE

 

3. Agunan Kredit Berupa Alat Berat / Mesin

Alat berat dan mesin yang dapat dijadikan jaminan adalah yang telah memiliki nomor seri dan nomor mesin sebagai bukti identifikasi.

Karena material mesin dan alat berat yang kebanyakan besi, maka nomor seri dan nomor mesin ini biasa sudah digrafir di fisiknya.

PENGIKATAN JAMINAN DI BANK

sumber : alatberat.com

Tujuan adanya nomor seri dan nomor mesin adalah sebagai identifikasi agar dapat dicocokkan dengan dokumen kepemilikan sehingga dapat dijadikan jaminan.

Karena mesin itu dibuat di pabrik yang notabene antara satu mesin dengan mesin lainnya identik 100 %. Maka dibutuhkan nomor seri / nomor mesin sebagai identitas mesin tersebut.

PENGIKATAN JAMINAN ALAT BERAT ATAU MESIN

Mekanisme pengikatan dilakukan sama seperti jaminan kendaraan yaitu dengan Fidusia.

Alat Berat dan Mesin => Pengikatan Fidusia

Dalam beberapa kondisi, semisal kredit melalui lembaga leasing ataupun pembiayaan metode syariah, pengikatan jaminan tidak perlu dilakukan.

Hal ini karena melalui pembiayaan di leasing, badan leasing juga menjadi pemilik aset tersebut. Makanya untuk pinjaman leasing dikenal istilah sewa guna usaha.

Hal ini berlaku juga untuk pembiayaan syariah yang sifatnya bagi hasil, dimana bank ikut bekerjasama dengan Debitur untuk membeli aset tersebut di awal,

Untuk kondisi-kondisi ini, nama pemilik di bukti kepemilikan (Invoice) akan dituliskan Nama Debitur QQ Bank / Leasing.

 

4. Agunan Kredit Berupa Persediaan

Persediaan barang dagang juga dapat dijadikan jaminan pinjaman bank, tapi kembali lagi pada kebijakan bank tersebut.

Persediaan barang dagang => Pengikatan Fidusia

Barang dagang yang dijadikan jaminan diwajibkan memiliki siklus usaha yang masih positif. Artinya barang dagang ini merupakan barang dagang yang putarannya masih wajar.

Bank juga nggak mau nerima barang dagang yang sudah nggak laku berbulan-bulan untuk dijadikan jaminan.

Sebenarnya menjadikan barang dagang sebagai jaminan adalah aktivitas yang penuh risiko.

Sebab fisiknya yang akan selalu berpindah dan harganya yang akan selalu mengalami perubahan. Kalo nggak mengalami perubahan, alias nggak ada nambah atau kurang, bank lebih khawatir lagi.

Karna besar kemungkinan barang tersebut nggak laku di pasaran.

PENGIKATAN JAMINAN PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN

Untuk itu biasa bank mensyaratkan daftar rinci jumlah persediaan, jenis persediaan dan kuantitasnya dalam periode lebih dari satu bulan.

Pengikatan barang dagang dilakukan dengan mekanisme Fidusia.

 

5. Agunan Kredit Berupa Kapal

Kapal dapat juga dijadikan jaminan pinjaman di bank.

Tetapi bedakan antara kapal yang bermesin dan berjalan sendiri dengan sampan besi yang mesti ditarik oleh mesin terpisah. Karena sampan besi nggak bisa dijadikan jaminan bank.

PENGIKATAN JAMINAN KAPAL LAUT

Dalam hal jaminan, kapal dibedakan menjadi 2 :

–   Kapal dengan berat kurang dari 20 m3 => Fidusia

–   Kapal dengan berat lebih dari 20 m3 => Hipotek

Bukti kepemilikan Kapal adalah Gross Akte yang diterbitkan oleh Direktorat Perkapalan dan Kelautan. Hipotek Kapal pun akan didaftarkan di Direktorat Perkapalan dan Kelautan Indonesia.

Kapal => Pengikatan Hipotek

 

6. Agunan Kredit Berupa Deposito

Walopun sedikit aneh bagi kita, deposito alias tabungan bisa juga dijadikan jaminan kredit.

Saya sendiri pernah mikir, kalo ada uang buat apa minjam? Kenapa nggak pake uang saja, dan nggak perlu ngutang?

Sampai akhirnya saya sadar kalo nabung itu susah banget. Sehingga saat kita sudah mampu nabung sejumlah uang, akan lebih rela rasanya kalo mesti nyicil dari awal, ketimbang harus habisin tabungan tersebut.

Plus, bunga pinjaman back to back itu cukup terjangkau. Kita cuman bayar yang namanya spread back to back, yang biasanya di kisaran 2 %  saja.

BACA JUGA : KREDIT BACK TO BACK ATAU KREDIT BERJAMINAN DEPOSITO

Pinjaman IDR bunga cuman 2%? Bisa! Back to back aja!

Kembali pada topik, kalo jaminannya deposito yang ditempatkan di bank pemberi kredit, sebenarnya kayak sudah ngasih bank seluruh jiwa raga kita deh.

Kalo kita nggak mampu bayar, pasti bank akan langsung mencairkan uang tersebut. Nggak perlu mikir panjang lebar soal somasi atau eksekusi yang ribet dan melibatkan pihak ketiga.

PENGIKATAN JAMINAN DEPOSITO

Tapi karena hukum dan aturan perbankan, maka tetap dibutuhkan sebuah mekanisme yang secara legal mengikat deposito tersebut. Untuk jaminan tunai dikenal istilah Gadai  Sertifikat Deposito.

Gadai adalah menjaminkan barang yang fisiknya dipegang oleh pihak Kreditur, dan apabila terjadi wan prestasi Kreditur berhak untuk langsung melakukan eksekusi terhadap jaminan.

Deposito => Pengikatan Gadai Sertifikat Deposito

 

Jenis Jaminan

Mekanisme Pengikatan

Fisik Jaminan

Tanah dan bangunan Hak Tanggungan Tidak Bergerak | dikuasai oleh peminjam
Kendaraan Fidusia Bergerak  | dikuasai oleh peminjam
Alat berat dan Mesin Fidusia Bergerak | dikuasai oleh peminjam
Persediaan Fidusia Bergerak | dikuasai oleh peminjam
Kapal Hipotek Bergerak | berat di atas 20 m3 | dikuasai oleh peminjam
Deposito Gadai Bergerak | Fisik jaminan ada pada Bank

Pesan Sponsor :

Mengerti bank dan mekanisme perbankan itu penting dalam hidup.

Self service itu membantu banget. Jadi kalo kita tahu dan bisa ngitung atau ngira-ngira sendiri lebih baik, daripada mesti nunggu orang lain lakuin buat kita.

Dengan tahu soal mekanisme pengikatan jaminan kredit di bank seperti ini, bikin kita aman dari rongrongan beberapa pihak nggak bertanggungjawab.

Nggak lucu ya, kita mau kredit mobil tapi di daftar rincian biaya malah dicantumkan biaya hipotek.

Apaan coba? Nyambung juga nggak. Tapi karna kitanya sendiri nggak ngerti, ya dibiarin saja.

Jadi simpulkan sendiri, lebih baik mengerti atau nggak mengerti? 

Anyway, checkout page Instagram wartadanablog yang sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.

Juga kunjungi laman twitter wartadanacom dimana saya sering share artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.

Serta jika kamu baru pertama kali sampai di wartadana, silahkan klik sitemap wartadana untuk melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.

Ohya, karena artikel wartadana seperti biasa panjang-panjang, maka saya sudah buatin versi simple yang bisa kamu cek di  bawah :

 

Pekanbaru, 27 Juni 2018

PS : #girlsliftothergirlsup

Seperti biasa, jika ada yang hendak kamu tanyakan tentang Pengikatan Jaminan Kredit di Bank, jangan ragu untuk berkomentar di bawah. 

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Summary
6 JENIS PENGIKATAN JAMINAN KREDIT DI BANK
Article Name
6 JENIS PENGIKATAN JAMINAN KREDIT DI BANK
Description
Apa saja agunan yang dapat diterima oleh bank dan mekanisme pengikatan jaminan kredit di bank? Baca 6 jenis pengikatan jaminan kredit di bank berikut.
Author
Publisher Name
wartadana.com
-

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *