Bunga Fixed vs Bunga Floating

Artikel ini bakalan singkat dan bahas dengan sederhana tentang beda antara bunga fixed vs bunga floating.

Bonusnya kamu juga akan tahu apa beda bunga flat vs bunga efektif.

So, keep scrolling!

 

A. Bunga Fixed

Bunga fixed adalah bunga yang sifatnya tetap, artinya nggak akan naik / turun selama masa pinjaman.

Contohnya begini, kamu ambil KPR dengan bunga 10 % fixed p.a selama 10 tahun.

Maka selama 10 tahun kamu kredit, bunga tersebut tetap 10 % nggak akan berubah.

Bunga pinjamanmu nggak bakalan turun, walopun suku bunga BI rate / BI 7 days repo rate turun sampai 0 %.

Juga nggak bakalan naik, walopun bunga BI naik sampai 10 %.

Keuntungan mengambil bunga fixed adalah bunga pinjamanmu nggak bakalan berubah sehingga cicilan KPR-mu juga terkunci seperti angka cicilan awal.

Nggak usah khawatir bunga bakalan naik sehingga cicilan naik.

Tapi konsekuensinya adalah walopun bunga turun sampai 0 % sekalipun, kamu tetap harus bayar cicilan dengan nominal yang sama.

Nggak akan akan pengurangan suku bunga.

Karna kamu sudah teken Perjanjian Kredit yang setuju dengan kondisi suku bunga fixed 10 tahun.

Note dalam perbankan, p.a alias 10 % p.a artinya per annum = per tahun.

Jadi satuan bunga pinjaman adalah berapa % selama setahun.

 

B. Bunga Floating

Bunga floating adalah bunga mengambang, yang mengikuti kondisi pasar alias suku bunga Bank Indonesia.

Jadi dengan mengambil pinjaman dengan bunga floating, bunga bisa naik atau turun.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya buku bunga, tapi itu terlalu makro untuk kita ketahui.

Intinya adalah Bank Indonesia sebagai regulator mengeluarkan BI 7 days repo rate yang menjadi acuan suku bunga Perbankan Indonesia.

Jadi kiblatnya adalah si BI 7 days repo rate ini.

  • Kalo ada yang ngomongin bunga naik, maka BI 7 days repo rate ini naik. 
  • Kalo ada yang ngomongin bunga turun, maka BI 7 days repo rate inilah yang turun. 

BI 7 days repo rate dibahas dalam Rapat Dewan Bank Indonesia setiap bulannya.

Jadi selalu ada kemungkinan (possibility) bahwa bunga bisa naik / turun setiap bulannya.

Dulunya Bank Indonesia 7 days repo rate disebut sebagai BI rate. Namun sejak 2016 berubah menjadi 7 days repo rate.

Untuk ngecek BI rate, silahkan cek di situs BI 7 days repo rate.

Balik ke bunga floating. Jika kreditmu bunganya floating maka ada kemungkinan suku bunganya bisa naik atau turun.

Nah, kalo perbedaan ratenya sekedar 0,25 % atau di bawah 1 % biasanya Bank nggak akan melakukan penyesuaian bunga.

Tapi kalo perbedaan rate-nya sudah > 1 %, kamu bisa request ke Bank untuk melakukan review suku bunga agar turun.

Pertimbangannya karna pinjaman kamu rate-nya floating dan suku bunga BI sudah turun.

 

C. Bunga Fixed vs Bunga Floating

Bunga fixed adalah suku bunga tetap berbeda dengan bunga floating yang sifatnya mengambang dan bisa naik / turun.

Beda bunga fixed vs bunga floating adalah fixed nggak akan berubah sementara bunga floating bisa naik turun.

Bunga fixed atau bunga floating adalah sistem yang mengikat rate bunga pinjamanmu. Jadi dengan bunga fixed, kamu mengikat bunganya untuk nggak berubah.

Sementara dengan bunga floating, buka bisa berubah sesuai ketentuan Bank.

Cara paling mudah untuk tahu pinjaman kamu itu bunganya fixed atau bunga floating adalah dengan nanyain ke petugas Bank.

Ini bunganya berubah di tengah jalan atau nggak?

Jika bunganya bisa berubah sewaktu-sewaktu maka bunga floating. Sementara kalo bunganya nggak bisa berubah makanya bunganya fixed.

Untuk memastikannya kamu bisa cek Perjanjian Kredit yang kamu teken dan lihat di bagian suku bunga.

Biasanya bunga floating itu akan ada catatan : 10 % p.a STR (subject to review), kemudian di bagian bawahnya akan ada penjelasan bahwa bunga dapat berubah sewaktu-waktu.

Kalo pinjamanmu bunga fixed, maka di Perjanjian Kredit akan tertulis 10 % p.a fixed.

Gitu doang.

Tapi dalam prakteknya banyak yang nyebut bunga flat / bunga efektif, yang konteksnya sama sekali berbeda.

Yok, sebagai bonusnya kita bahas juga di bawah.

 

D. Bunga Flat

Bunga flat adalah sistem pembebanan bunga dengan cara mengalikan jumlah pinjaman awal dengan bunga pinjaman.

Lha? Bukannya begitu cara menghitung bunga kredit?

Well, beda. Nggak semuanya dihitung dengan cara pengalian dari jumlah pinjaman awal.

Contohnya begini.

Kamu kredit 120 juta, selama 10 tahun.

Dengan analogi kamu mencicil pokok pinjaman sebesar 1 juta per bulan = Rp 120 juta / 120 bulan (=10 tahun).

Sehingga setiap bulannya jumlah cicilan kamu berkurang 1 juta.

Jadi di bulan ke-1 pokokmu tersisa 119 juta, bulan ke-2 tersisa 118 juta, dan seterusnya…

Jika bunga yang kamu pilih adalah bunga flat maka walopun setiap bulannya pinjaman kamu berkurang, bunga kamu tetaplah dikalikan dari pinjaman awal (120 juta).

Walopun tiap bulannya pinjaman kamu berkurang, bunga tetap sudah dihitung dari awal dengan saldo pinjaman awal.

 

E. Bunga Efektif

Bunga efektif adalah cara pembebanan bunga pinjaman yang mengalikannya dengan sisa pokok pinjaman.

Mari ambil contoh KPR di atas.

Jadi di bulan ke-1 pokokmu tersisa 119 juta, bulan ke-2 tersisa 118 juta, dan seterusnya…

Maka bunga bulan 1 adalah Rp 120 juta x 10 % / 12 bulan.

Bulan ke-2 adalah Rp 119 juta x 10 % / 12 bulan.

Dan demikian seterusnya.

Cara pengkalian bunga seperti ini disebut juga sistem anuitas cicilan. 

Dampak dari penggunaan sistem anuitas adalah bunga pinjaman kamu setiap bulannya semakin menurun seiring dengan adanya pembayaran pokok cicilan.

Jadi secara umum pembebanan bunga efektif lebih murah dari pembebanan bunga secara flat.

 

F. Bunga Flat vs Bunga Efektif

Bunga flat atau bunga efektif adalah cara pembebanan bunga, mau dari pinjaman awal atau dari sisa pinjaman.

Beda bunga flat vs bunga efektif adalah pinjaman dengan bunga efektif jauh lebih murah daripada pinjaman dengan bunga flat.

Karna bunga efektif itu mengalikan sisa pokok pinjaman yang pasti turun seiring dengan pembayaran cicilan oleh nasabah.

Sementara bunga flat nggak mau tahu soal itu, bunga flat langsung dikaliin dengan jumlah pinjaman di awal.

Dalam kredit Perbankan, cara pembebanan bunga yang digunakan adalah bunga efektif.

Artinya bunga yang kamu bayarin akan berkurang sesuai dengan penurunan baki debet / outstanding / pokok pinjamanmu.

Note ya : baki debet = outsanding = O/S = sisa pokok pinjaman.

Yang masih mengadopsi sistem bunga flat adalah leasing / pinjaman KTA / pinjaman online / cicilan KTA Bank / cicilan kartu kredit Bank.

Makanya nggak heran kalo bunga pinjaman online / KTA / kartu kredit itu besar. Karna cara pembebanan bunga dengan sistem flat dan rate-nya sendiri emang udah gede. 

Di lapangan masih banyak orang yang ngomongin bunga flat vs bunga efektif sebagai dasar pembebanan bunga apakah tetap atau berubah.

Padahal seperti udah dijelasin di atas, bunga flat beda dari bunga fixed. Sama halnya dengan bunga floating beda dari bunga efektif.

  1. Bunga fixed -> suku bunga nggak berubah selama masa pinjaman.
  2. Bunga floating -> bunga pinjaman bisa berubah sesuai dengan BI 7 days repo rate.
  3. Bunga flat -> bunga yang dikalikan dari pokok pinjaman awal.
  4. Bunga efektif -> bunga yang dihitung dari sisa pokok pinjaman setiap bulannya.

Setelah mengerti konteksnya, ketahuan kalo keempat jenis bunga ini bukan satu konteks yang sama.

Jadi ngomongin bunga fixed itu lawannya bunga floating. Sementara bunga flat itu lawannya bunga efektif.

***

Segini dulu tentang bunga fixed vs bunga floating dan bunga flat vs bunga efektif.

Thanks sudah berkunjung ke wartadana.

REFERENSI PERENCANAAN KEUANGAN PRIBADI MILENIAL

Baca Juga :

Link Wartadana :

Ada yang mau kamu tanyain perihal bunga fixed vs bunga floating, komen di bawah ya.

Summary
Article Name
BUNGA FIXED VS BUNGA FLOATING - Bedanya Apa Sih?
Description
Klik artikel ini untuk cari tahu beda bunga fixed vs bunga floating dan beda bunga flat vs bunga efektif. Go on! Mudah banget.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *