5 KRITERIA JAMINAN YANG DIHINDARI BANK

Setiap tanah yang di atasnya berdiri bangunan, dapat dijadikan sebagai jaminan pinjaman ke bank.


Artinya rumah tinggal, ruko, gudang hingga pabrik sekalipun dapat menjadi jaminan.

Tetapi, sesekali kita mendengar dari petugas bank, bahwa ada jaminan yang nggak dapat diterima. Ada jaminan yang dihindari oleh bank.

Lah, tadi katanya semua aset bisa dijadikan jaminan untuk kredit, kok ada juga istilah jaminan yang dihindari oleh bank?

Ternyata walopun rumah tinggal kita terletak di lokasi strategis, bank masih memiliki saringan tertentu untuk memutuskan menerima aset tersebut sebagai jaminannya atau tidak.

Karena seperti pernah diketik sebelumnya, bank mau memastikan bahwa jika kita nggak mampu bayar, aset tersebut dapat dijual dengan mudah (dilikuidasi).

KRITERIA JAMINAN YANG DIHINDARI BANK

sumber : memegenerator.net

Dalam skema operasionalnya, bank hanya mengenal 2 jenis pembayaran, yaitu pembayaran teratur dari nasabah (first way out) atau pembayaran dari penjualan jaminan (second way out).

Jadi seberapapun yakinnya kita akan nilai ekonomis aset tersebut, selama nggak sesuai dengan kriteria mereka, bank akan tetap menolak.

Beda bank pasti beda aturan. Bahkan, beda divisi saja, antara kredit KPR dan kredit usaha bisa beda aturan.

Jadi jaminan-jaminan yang dihindari ini akan berbeda antara bank A dengan bank B.

Kali ini wartadana akan share 5 jenis kriteria umum jaminan yang dihindari bank. Baca hingga selesai ya 🙂

BACA JUGA : PENGIKATAN JAMINAN KREDIT DI BANK

 

1. Jaminan dekat TPS

Jaminan yang berada di dekat tempat pembuangan sampah. Alasannya adalah :

– Sulit untuk dijual kembali di masa depan.

– Nilai aset gampang mengalami penurunan di masa depan.

Alasannya sudah jelas sekali. Kalo kita mau akuisisi rumah, apakah rela yang letak rumahnya di dekat TPS?

Boro-boro mau ngeliatin rumah itu, lewat depan TPS saja sudah nutup hidung rapat-rapat, karena aromanya emang ‘spesial banget’.

Siapa sih yang mau beli rumah yang dekat dengan TPS? (no offense ya).

Umumnya aset yang berdekatan dengan TPS ini adalah rumah-rumah lama. Karena di kota-kota di Indonesia, lokasi TPS itu bisa dengan mudah direlokasi.

Dulunya di jalan X, namun karena perkembangan segala macam, maka direlokasi ke jalan Y.

KRITERIA JAMINAN YANG DIHINDARI BANK

sumber : memegenerator.net

Nah, yang punya aset di jalan Y jadi ketar-ketir sendiri. Sudah nggak nyaman untuk ditinggali, hendak dijual kembali juga siapa yang mau beli?

Jadi, sebagai calon pembeli alias calon pemilik rumah, kita lebih baik menghindari membeli aset yang lokasinya dekat dengan TPS (apalagi bersebelahan).

 

2. Jaminan dekat kuburan

Poin ini juga sudah jelas sekali.

Sebagaimana orang Indonesia pada umumnya selalu punya cerita mistis terkait kuburan, bank juga punya sentimen terhadap jaminan yang berada di dekat kuburan.

Alasannya lagi-lagi adalah karena jika aset di dekat kuburan akan sulit untuk dijual. Pembeli juga akan mikir ulang ya, apalagi saya dan kamu.

Sedikit out of topic, ada teman yang pernah ngomong kalo rumah yang dihuni makhluk astral biasanya bawa hoki yang bagus.

Mungkin nggak bisa dijadikan rumah tinggal, tetapi sangat bagus untuk djadikan tempat usaha, karena auranya menarik uang masuk.

Tapi tetap saja, kalo tujuan kita adalah untuk beli dan ditinggali maka kita akan geleng-geleng keras.

Saya pernah tanyakan kepada beberapa teman mengenai akuisisi rumah yang berdekatan dengan kuburan. 90 % teman menolak dengan alasan kenyamanan.

 

3. Jaminan dekat tempat ibadah

Karena masyarakat Indonesia merupakan tipe masyarakat yang majemuk, dengan campuran keyakinan dan kepercayaan yang berbeda-beda, bank juga menghindari jaminan yang berdekatan dengan tempat ibadah tertentu.

Ada beberapa kenalan yang mengaku senang kalo tempat ibadah agama yang mereka anut letaknya dekat dengan rumah.

Alasannya adalah untuk mempermudah aktivitas ibadah. Sah-sah saja dan alasannya masuk akal.

Tapi hal ini berbeda dengan bank sendiri, yang khawatir jika suatu saat ingin dijual kembali, maka hanya penganut agama yang sama yang bersedia mengakuisisi aset tersebut, maka penjualannya akan butuh waktu yang lebih lama.

Bank pastinya nggak mau proses likuidasi jaminan terlambat atau terhambat karena kesulitan mencari pembeli atau kurangnya minat pembeli potensial terhadap aset tersebut.

Intinya kalo sudah macet, bank pasti mau dijual lebih cepat.

Kalo jaminan ini mendatangkan keraguan alias dari kajian hasilnya ‘akan terjual tapi butuh waktu’, maka bank punya kecenderungan untuk meminta jaminan lain.

 

4. Jaminan dekat Sutet

Sutet adalah saluran udara tegangan ekstra tinggi. Jadi biasanya kalo kelihatan tower-tower yang kabelnya terbelit-belit dan banyak banget, itu dinamakan sutet.

Jangankan bank mikir mau ngambil jaminan seperti itu, saya yakin kita juga nggak doyan tinggal bersebalahan dengan tower yang kabelnya rumit berbelit gitu. Alasannya?

Karena risiko kebakaran akibat sambaran petir yang tinggi, terlepas dari adanya teknologi penangkal petir.

Atau risiko radiasi dari tegangan tersebut.

Atau risiko hidup nggak nyaman, karena tower-tower seperti itu biasanya mendistorsi jaringan komunikasi kita.

Maka jaminan tipe ini benar-benar dihindari oleh bank, biasanya nggak ada pengecualian sama sekali.

KRITERIA JAMINAN YANG DIHINDARI BANK

sumber : ask.fm

 

5. Jaminan di gang kecil

Jaminan di dalam gang kecil dikhawatirkan sulit untuk diakses.

Ada beberapa gang yang hanya bisa dimasuki oleh satu unit sepeda motor dan bank sangat anti dengan jaminan begini.

Karena pembelinya terbatas. Kalo suatu waktu nanti macet, mau dijual ke siapa?

Orang yang mampu beli belum tentu mau karena nggak bisa dimasuki kendaraan roda empat.

Sementara orang yang mau beli belum tentu mampu. Itu belum termasuk risiko apabila suatu waktu jalan tertutup sehingga aksesnya pun ikut tertutup.

Istilahnya menjadi tanah helicopter, yang hanya bisa diakses dengan helicopter saja pake jalur transportasi udara.

Jadi, ketimbang risiko di masa depan, bank akan memilih untuk nggak ngambil jaminan ini.

 

BACA JUGA : 10 ALUR KREDIT DI BANK

Jaminan yang dihindari bank :

Kelima kriteria jaminan yang dihindari bank di atas adalah kriteria yang sangat umum.

Yang sebenarnya ditarik dari logika saja sudah terjawab, karena ada kecenderungan sulit untuk dijual.

Emang nggak semua jaminan dengan kriteria di atas akan sulit dijual di masa depan, tetapi tau sendiri, yang namanya bank pasti mau main lebih aman.

Dengan tahu kriteria di atas, kita jadi paham untuk nggak mengambil aset yang letaknya dekat apalagi bersebelahan.

Karena bukan saja khawatir nggak bisa jadi jaminan kredit tapi juga khawatir juga di masa depan gimana bisa dijual kembali?

KRITERIA JAMINAN YANG DIHINDARI BANK

sumber : memegenerator.net

Istilah jaminan yang dihindari di bank biasa disebut negative list collateral. Dan karena namanya list, maka akan ada deretan panjang kriterianya, tergantung SOP bank tersebut.

Bisa jadi di luar sana masih ada bank yang bisa menerima aset yang masuk kriteria di atas. Atau bisa jadi ada kriteria tambahan yang lebih spesifik.

Yang pasti, berdasarkan artikel ini kamu tahu kira-kira kalo ntar mau akuisisi aset, jenis aset seperti apa yang akan kamu hindari. #cheers.

Pekanbaru, 14 Juni 2018

PS : #girlsliftothergirlsup


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

5 KRITE…

oleh Charlina waktu membaca : 4 min
0
%d blogger menyukai ini: