10 ALUR KREDIT DI BANK

Kredit adalah alat yang mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan kita.


Misalnya butuh rumah tapi uang masih terbatas, kredit pemilikan rumah aka KPR akan bantu kita memiliki rumah dengan cara kredit.


10 ALUR KREDIT DI BANK

Sering kali sewaktu pengajuan kredit kita bingung prosesnya sudah sampai dimana.

Data kita bisa diterima nggak? Kredit kita bisa jebol nggak?

Dan segala macam keraguan yang bikin kita jalan di tempat, karena nggak tahu mau ambil keputusan apa. 

Maka kali ini wartadana akan share alur pengajuan kredit, supaya kita sama-sama tahu gimana prosesnya pengajuan kredit itu.

Sudah di tahap mana kita? Dan ada berapa tahap lagi sampai dananya bisa cair? Yuk, check this out

 

1. Permohonan oleh Nasabah

Tahap awal yang sangat penting, dimana kita sebagai nasabah mendatangi bank dan mengungkapkan keinginan kita untuk kredit.

Sarannya adalah selalu jujur kepada bank officer-nya. Nggak usah menyembunyikan hal-hal yang penting.

Contoh : saya mau beli rumah yang harganya murah, tapi saat ini menjadi objek sengketa.

Harganya murah banget, bikin saya tergiur dan ngerasa bakalan untung beli rumah ini.

Jadi, berpikir bahwa saya lebih mengerti kondisi yang ada, saya akan ajukan KPR ke bank.

Katakanlah data saya bagus, KPR tersebut disetujui. Tapi bisakah sampai tahap pencairan?

Nggak, karena ada tahap checking sertifikat. Di tahap ini, semua tanah yang sengketa akan diblokir di BPN. Akhirnya bank bakalan tahu juga.

Sementara saya sudah keluar uang untuk biaya survei dan checking sertifikat secara cuma-cuma.

Jadi jujur itu sangat penting.

Percaya deh, walopun bank officer-nya kelihatan meragukan banget, mereka sudah punya pengalaman karena setiap hari berurusan dengan hal-hal begini.

Mereka bisa ngasih saran yang kita nggak akan temukan sendiri. Makanya lebih baik kita jujur apa adanya kepada mereka. 

 

2. Pengumpulan Data

Jika pengajuan kita terdengar normal, nggak ada keanehan, nggak ada jaminan sengketa, nggak pernah nunggak kartu kredit, maka bank akan meminta kita untuk menyiapkan data-data yang diperlukan.

Secara umum, datanya adalah sbb :

–  Identitas peminjam (KTP & NPWP) suami-istri

–  Kartu Keluarga

–  Akta Nikah

–  Akta Lahir (beberapa bank / saat ada perbedaan nama)

–  Rekening Tabungan / Giro selama 3 bulan terakhir (beberapa case bisa 6 bulan)

–  Dokumen Penghasilan (Slip Gaji, Surat Keterangan Bekerja)

–  Kalo wirausaha -> Surat Ijin (SIUP-HO-TDP) + Dokumen Pendukung Penghasilan

–  Data jaminan (Sertifikat, IMB, PBB)

 

Selain data-data di atas, ada kemungkinan bank meminta data lebih. Hal ini biasanya kalo data yang sudah disampaikan nggak sesuai dengan profil kita.

Contoh : status saya bekerja dan untuk pengajuan kredit, diminta melampirkan slip gaji serta rekening tabungan. S

etelah dicek, setiap bulan uang yang masuk ke rekening gaji saya lebih kecil dari angka yang ada di slip gaji.

Karena data tersebut nggak sinkron, mereka akan minta dokumen pendukung lainnya.

Bank nggak minta data asli ya, hanya fotokopian saja. Jadi data-data di atas difotokopikan untuk diserahkan ke bank.

 

3. Pengecekan Dasar – BI Checking (SLIK) + DHN

BI checking atau yang saat ini dikenal dengan istilah SLIK IDeb merupakan hal pertama yang akan bank officer lakukan setelah menerima data kita.

BACA JUGA : APA ITU BI CHECKING?

Karena dengan pengecekan SLIK, bank akan mengetahui kewajiban kita dimana saja serta trend pembayaran kamu.

Kalo sering nunggak, data itu akan muncul di laporan SLIK IDeb.

Misalnya saya punya kartu kredit yang sering saya bayar telat, kadang hingga lewat bulan.  Bank penerbit akan melaporkan pinjaman saya dengan status kolek 2.

Sewaktu pengajuan kredit, pasti bank officer akan nyari saya dan nanyain kenapa bisa kolek 2?

Yang paling nggak enak dan mesti kita akui adalah bank hanya memproses kredit yang kolek 1 (lancar).

Beberapa bank nggak ada toleransi buat kolek 2 dalam kondisi apapun. Makanya, jika punya kewajiban ke bank, pastikan untuk selalu bayar tepat waktu.

Kembali lagi, kalo sudah kolek 2 biasanya hampir semua bank akan menolak pengajuan kita. 

Sederhananya saja, antara memang itu SOP atau bank officer-nya nggak mau melanjutkan.

Karena di bank, setiap kredit itu baru terhitung selesai setelah pembayaran lunas.

Selama pembayaran belum lunas, kewajiban bank officer adalah memastikan kita bayar dengan lancar.

Naluri manusia banget, melihat tagihan ratusan ribu saja bisa nunggak, gimana dia bisa yakin tagihan yang nominalnya lebih dari itu akan dibayar dengan lancar?

Ketimbang dia capek mikirin kelancaran pembayaran kita di kemudian hari atau ketimbang dia mesti ngotorin record dia yang bersih dari nasabah nunggak, saya percaya bank officer-nya akan lewatin pengajuan kita.

Tapi jangan emosi! Masih ada bank lain!

 

4. Survei Jaminan

Dari data jaminan yang sudah kita berikan, bank akan menjadwalkan untuk survei jaminan.

Survei jaminan adalah penilaian jaminan yang dilakukan oleh petugas internal bank atau petugas eksternal.

Nggak cuman survei jaminan, bank bisa meminta survei rumah tinggal saat ini atau survei lokasi usaha, hingga survei lokasi kerja. 

Berdasarkan SOP bank ada 2 petugas yang dapat menerbitkan laporan penilaian jaminan yang valid bagi bank, yaitu :

 

a. Petugas Internal

Ini adalah personel bank yang sering dikenal dengan istilah petugas appraisal.

Tugasnya adalah visit ke lokasi jaminan, melakukan pengukuran dan dokumentasi jaminan, mencari data-data pembanding harga dan pada akhirnya menerbitkan laporan.

Laporan ini digunakan sebagai patokan harga jaminan serta menentukan langkah bank, mau ngambil jaminan ini atau nggak.

BACA JUGA : 5 KRITERIA UMUM JAMINAN YANG NGGAK DITERIMA OLEH BANK

Beberapa bank meminta kita bayar di awal untuk survei jaminan. Walopun penilaian dilakukan internal, beberapa bank membebankan biaya taksasi di awal.

Jadi kita harus bayar dulu baru mereka lakukan survei. Angkanya bervariasi mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Wajib mengerti bahwa biaya ini nggak bisa dikembalikan. Biaya ini hangus saja.

Walopun kredit kita ditolak, bank nggak punya kewajiban untuk mengembalikan biaya ini.
Dan bank juga nggak bisa memberikan dokumen hasil penilaiannya kepada kamu.

 

b. Petugas Eksternal

Ini adalah petugas di luar bank.

Di Indonesia dikenal dengan sebutan KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) atau appraisal independen.

Tugasnya sama dengan petugas bank. Tapi dia bertindak atas nama institusi yang berbeda untuk menyediakan informasi harga yang valid bagi bank.

Nah, balik lagi ke bank tempat kita ngajuin kredit. Mereka bisa menggunakan hanya data internal, hanya data eksternal saja atau kedua data tersebut.

Secara umum untuk pinjaman di bawah Rp 5 milyar, penilaian jaminan dilakukan oleh petugas internal.

Untuk pinjaman di atas Rp 5 milyar, baru diwajibkan menggunakan penilaian eksternal.

Tetapi ada beberapa bank yang langsung pukul rata, semua penilaian jaminan dilakukan oleh petugas eksternal.

Untuk penilaian eksternal sudah pasti dikenakan biaya, karena kita pake jasa institusi yang berbeda. Harganya pasti lebih mahal dari biaya taksasi bank.

Saat ini jasa penilaian jaminan oleh pihak ketiga sudah diatur tarifnya oleh OJK, jadi nggak akan beda jauh antara satu KJPP dengan KJPP lainnya.

Sebagai ganti dari harga yang mahal, kita akan nerima laporan penilaian aset dari KJPP tersebut.

Laporan ini bisa kita pake untuk ke bank mana saja yang bekerjasama dengan KJPP yang melakukan penilaian.

 

5. Proposal Kredit

Proposal adalah pengajuan kredit dalam bentuk laporan atau pengajuan dari sistem yang dilakukan online. Ini adalah rahasia dapur bank.

Cara analisa bank satu pasti beda dengan bank lainnya. Biasanya akan ada survei ke rumah tinggal saat ini, survei ke tempat bekerja hingga survei ke tempat usaha.

Maka saya mau share satu tips yang penting.

Sewaktu kita bertemu dengan petugas bank, akan timbul kesan pertama.

Ini orang gokil, dia bisa bantu kita.

Atau bisa jadi ngerasa, ini orang matre pasti kalo bantu ada maunya.

Atau kita ngerasa wow dia strict banget, pasti nggak akan dibantu deh.

Berdasarkan kesan yang dirasakan, ‘Kalo kita ngerasa petugas bank-nya mau bantu tanpa pamrih, maju saja.

Tapi kalo kita ngerasa dia nggak mau bantu atau dia mau bantu tapi pamrih, mundur saja. Cari bank lain.

Walopun kredit itu diputuskan oleh Komite Kredit (Pejabat Pemutus Kredit), bank officer yang berhubungan dengan kita punya andil yang besar.

Sifatnya adalah dia akan bantu kita untuk menyusun proposal yang layak. Tapi kalo dia aja sudah punya keengganan, gimana proposal kita bisa terlihat layak?

Di luar sana akan ada banyak petugas bank yang secara terang-terangan minta uang.

Mereka akan bilang ‘Data ibu agak sulit, tapi saya bisa bantu. Ibu bisa bantu saya juga?’ atau kalimat lain sejenis itu.

Nggak masalah kalo kita memang mau ngasih uang sebagai tanda terima kasih.

Tapi kalo orangnya minta duluan saya rasa itu benar-benar bikin eneg.

 

6. Pemutus Kredit

Pemutus Kredit adalah pejabat bank yang memiliki wewenang untuk memutuskan ‘approve’ atau ‘reject’.

Biasanya pemutus kredit ini kantornya di luar kota, antara di kantor regional atau kantor pusat. Sehingga kita nggak punya akses secara langsung ke mereka.

Jadi, akses kita kepada pemutus hanya dari proposal yang diajukan bank officer.

Makanya saya percaya kita harus denger baik-baik intuisi di awal.
Kalo ngerasa orangnya bisa bantu, mestinya mereka akan buat proposal yang layak.

Semua petugas bank bahkan pemutus kredit sekalipun akan punya waktu standar.

Waktu standar ini maksudnya proposal di tempat dia berapa lama. Bank juga nggak mau satu proposal ditahan oleh petugas hingga semingguan lamanya.

Jadi pasti SLA (Service Level Agreement), lama sebuah pekerjaan di tangan mereka waktunya singkat saja. 

 

Urgent vs penting

Kita yang ngajuin kredit harus mau repot menghubungi bank officer terus menerus.

Bank officer itu manusia biasa. Mereka punya kerjaan yang urgent dan yang penting.

Mungkin mereka nggak akan anggap pengajuan kredit kita penting, karena dia punya banyak kerjaan penting lainnya di kantor.

Tapi kita bisa bikin mereka nganggap pengajuan kita urgent.

Ya! Mereka akan anggap pengajuan kredit kita urgent kalo kita menunjukkan ke mereka.

Jadi, jangan ragu untuk nelpon terus, untuk WA petugasnya, untuk selalu dapetin update prosesnya sudah sampai mana.

Namanya manusia kalo terdesak terus, effort-nya pasti akan lebih.

Keputusan dari pemutus kredit bisa approve atau reject. Kalo approve lanjut ke alur selanjutnya.

Tapi kalo reject, jangan berkecil hati. Tanyakan ke bank officer, apa yang salah dari data kita.

Tanya dan minta dia jelasin. Toh data itu cuman lembaran kertas, masih bisa di-perbaiki ke depan, asalkan kita tau dimana letak kekurangannya

Ingat ya, selalu ada bank lain di luar sana. Masih banyak ikan di laut. Masih banyak bank di luar sana.

Langit nggak runtuh hanya karena kredit nggak di-approve.

 

7. Checking Sertifikat

Pada tahap ini, bank akan ngasih tau kalo pengajuan kita disetujui. Mereka akan minta kita memberikan sertifikat yang asli untuk mereka checking.

Kalo baru mau KPR, bisa minta pihak penjual untuk berhubungan dengan bank, untuk menyerahkan sertifikatnya.

Nggak usah khawatir kalo bank bisa melakukan hal-hal aneh dengan sertifikat tersebut.

Pastikan saja mendapat tanda terima yang valid, dan biarkan bank melakukan porsi mereka.

Karena memegang sertifikat juga nggak ada gunanya buat petugas bank kalo mau curang. Toh nama pemilik sudah tertera jelas, nggak bisa diapa-apain. 

Checking adalah proses pengecekan sertifikat di BPN untuk memastikan bahwa nggak ada blokir atau sengketa terkait pihak ketiga.

Kita mesti hargai setiap alur kredit termasuk kalo nanti ternyata aset yang kita beli terkena sengketa. Walopun berat dan dongkol, ada banyak hal yang nggak bisa kita paksain.

Hasil checking sertifikat ini berupa stempel basah dari BPN, yang menuliskan bahwa sertifikat ini bersih dan diberi paraf serta tanggal.

Ada beberapa case khusus sebagai berikut :

 

– Sertifikat yang diberikan adalah sertifikat lama, jadi harus dilakukan verifikasi.

Sertifikat lama ini maksudnya sertifikat jadul yang dikeluarkan sewaktu pemetaan BPN masih dilakukan manual.

Sekarang pemetaan BPN sudah digital dengan satelit. Kalo di sertifikat jenis petanya sudah TM3, artinya sudah peta digital.

Tapi jika bukan TM3, mesti dilakukan verifikasi digital. Kena biaya juga dan makan waktu juga.

 

– Pemekaran wilayah.

Di Indonesia, sering banget yang namanya pemekaran wilayah. Bahkan di kota yang sama akan muncul kecamatan dan kelurahan yang baru.

Nah, dengan pemekaran wilayah, kalo sertifikat kita masih di kelurahan lama, akan ada mekanisme pindah desa.

Pindah desa itu print yang menunjukkan bahwa nomor SHM atau kelurahan atau kecamatan sudah berubah.

Kedua tahap di atas mesti dilakukan sebelum checking sertifikat. Makanya kadang hasil checking sertifikat itu bisa agak lama.

Setelah checking selesai, bank officer akan ngatur jadwal pengikatan kredit alias jadwal tanda tangan kredit.

 

8. Perjanjian Kredit

Balik ke SOP bank masing-masing, pengikatan dilakukan secara notariil atau bawah tangan.

Bawah tangan dilakukan di hadapan petugas legal bank dan ditandatangani di atas materai 6 ribu.

Sementara kalo notariil dilakukan di depan Notaris dengan dokumen yang seabrek.

Perjanjian Kredit itu sejatinya ada 2 komponen yaitu :

 

a. Pengikatan Kredit

Tujuannya adalah untuk mempertegas bahwa nasabah mengakui adanya hutang kepada bank, adanya kewajiban pembayaran kembali kepada bank, bunga kredit, biaya-biaya kredit serta klausul lainnya.

Kalo klausul perjanjian kredit itu biasanya sudah baku oleh bank, kita nggak bisa request ganti-ganti.

Tapi kita bisa pastikan bahwa bunga, biaya-biaya dan jaminannya sudah tepat. Jumlah kredit sesuai, bunga kredit sesuai, biaya provisi, administrasi dan segala macam sesuai.

Perjanjian Kredit bisa dilakukan notariil dan bawah tangan.

Umumnya kalo fasilitas di bawah Rp 1 milyar dilakukan bawah tangan, sementara kalo di atas Rp 1 milyar dilakukan secaa notariil.

Tapi ada juga bank yang patok rata semuanya secara notariil.  

 

b. Pengikatan Jaminan

Tujuannya untuk mengikat aset kamu kepada bank. Pengikatan ini pastinya dilakukan oleh notaris secara notariil.

BACA JUGA : 6 BIAYA PENGIKATAN JAMINAN SERTIFIKAT DI BANK

 

9. Pencairan Dana

Tahap favorit semua orang. Setelah pengikatan kredit, maka bank punya kewajiban untuk mencairkan sejumlah uang kepada kita.

Nah, biasanya paling banter pencairan H+1, atau bisa dilakukan di hari yang sama.

Untuk KPR, dana akan langsung ditransfer ke rekening penjual.

Sementara misalnya untuk kredit multiguna, dananya akan masuk ke rekening kita.

Sebelum pencairan bank akan meminta kita untuk menyediakan sejumlah dana di awal, untuk membayar biaya-biaya yang timbul.

BACA JUGA : 9 JENIS BIAYA KREDIT DI BANK

Kalo di bank, biaya tidak dapat dipotong dari pencairan kredit. Biaya wajib disetorkan terlebih dahulu oleh calon nasabah. 

Argumen mereka adalah kalo kita setor, artinya kita punya uang yang cukup dan mampu.

Sementara kalo biaya saja kita nggak mampu setor, gimana bisa mampu bayar cicilannya?

 

10. Mencicil dengan teratur

Tara! Akhirnya sampai pada tahap di mana setiap bulannya mesti transfer buat cicilan.

Ingat selalu bahwa cicilan itu bukan beban kalo digunakan untuk hal yang tepat.

Sehingga cicilan KPR bukan beban, melainkan investasi merangkap konsumsi.

Jadi kita mesti memastikan pembayarannya tepat waktu, untuk menghindari kolek 2 sekaligus biaya denda yang mencekik.

KEEP CALM AND KOLEK 1

Percaya deh, denda keterlambatan pembayaran di bank itu besar banget.

 ———————————

Demikian 10 alur kredit di bank. Setelah dibaca sebenarnya alurnya sederhana ya?

Tapi kalo nggak ngerti, banyak hal remeh jadi rumit. 

Jadi kalo ada yang mau ditanyakan, jangan ragu untuk komen di bawah.

Don’t hesitate about giving me a hi on my social media page. And thank you for reading wartadana today!

Pekanbaru, 2 Juni 2018

 PS : #girlsliftothergirlsup


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

10 ALUR…

oleh Charlina waktu membaca : 9 min
0
%d blogger menyukai ini: