Kredit

10 ALUR KREDIT DI BANK (WAJIB TAHU!)

Penasaran Seperti Apa Alur Kredit di Bank?

Karena hari ini kita akan belajar tentang 10 alur kredit di bank, maka kamu meng-klik link yang tepat.

Di artikel ini kita akan bahas :

  • 10 alur kredit di bank,
  • beserta penjelasan detil tentang setiap tahapannya.

Tujuannya adalah agar kamu nggak cemas menunggu-nunggu kabar dari petugas bank saat kamu lagi ngajuin fasilitas kredit perbankan.

Kebayang kan nggak enaknya perasaan digantung, tanpa tahu apa tahap selanjutnya.

Dan tanpa ba-bi-bu yuk kita mulai. 10 alur kredit di bank (wajib tahu)

 

Pengertian Kredit di Perbankandari mana bank dapat untung

Kredit merupakan fasilitas peminjaman uang yang diberikan oleh bank atau institusi keuangan non bank yang tujuannya adalah untuk membiayai kebutuhan Debitur. 

Dalam hal ini, kebutuhan bisa berupa sesuatu yang sifatnya :

  • konsumtif seperti KPR atau KKB atau
  • produktif seperti kredit usaha.

Jika ingin tahu mengenai kredit lebih detil, silahkan klik gambar di bawah ini.pengertian kredit di perbankanKembali pada alur kredit di bank.

Sering kali sewaktu pengajuan kredit kita sebagai nasabah bingung soal :

  • sudah sampai dimanakah prosesnya?
  • apakah data kita bisa diterima atau nggak?
  • kredit yang diajukan bisa jebol atau nggak?
  • jaminan cukup atau nggak?

Dan segala macam keraguan yang bikin kita jalan di tempat, karena nggak tahu mau ambil keputusan apa. 

Maka keep scrolling dan cari tahu sudah di tahap manakah pengajuan kreditmu?

Dan ada berapa tahap lagi sampai dananya bisa cair?

This is it! 10 alur kredit di bank!

 

1. 

Permohonan Oleh Nasabah

Merupakan tahap awal yang sangat penting, dimana kita sebagai nasabah mendatangi bank dan mengungkapkan keinginan kita untuk mengajukan kredit.

Saran saya di tahap awal ini adalah untuk selalu terbuka kepada bank officer-nya.alur kredit di bank

Contoh :

  • Nasabah mau pinjam uang dengan jaminan atas nama adiknya.
  • Nasabah mau mengajukan jaminan yang kondisinya sengketa.
  • Nasabah mau take over fasilitas yang macet di bank lain.
  • (yang paling parah) Nasabah minjam uang untuk dipake oleh kawannya.

Hal-hal dasar kayak gini sebaiknya disampaikan saja di awal.

Percaya deh, walopun bank officer-nya kelihatan meragukan banget, mereka sudah punya pengalaman karena setiap hari berurusan dengan hal-hal begini.alur kredit di bankKetimbang kita sebagai nasabah ngeyel dan tetap keluarin biaya-biaya tapi ujung-ujungnya kredit nggak bisa cair.

Tujuan lain saat terbuka kepada petugas bank adalah : agar nantinya fasilitas yang kita dapatkan sesuai dengan kebutuhan dan cash flow. 10 alur kredit di bank : pengajuan kredit di bank

 

2.

Pengumpulan Data Calon Debitur

Jika pengajuan kredit kita:

  • terdengar normal,
  • nggak ada keanehan,
  • nggak ada jaminan sengketa,
  • nggak pernah nunggak kartu kredit,

maka bank akan meminta kita untuk menyiapkan data-data yang diperlukan. 

Tujuan bank meminta data adalah sebagai dasar untuk melakukan kajian terhadap karakter dan kemampuan kita dalam membayar kembali hutang tersebut.

Secara umum, data yang dibutuhkan adalah :

  • Identitas peminjam (KTP & NPWP) suami-istri
  • Kartu Keluarga
  • Akta Nikah
  • Akta Lahir (beberapa bank / saat ada perbedaan nama)
  • Rekening Tabungan / Giro selama 3 bulan terakhir (beberapa case bisa 6 bulan)
  • Dokumen Penghasilan (Slip Gaji, Surat Keterangan Bekerja)
  • Kalo wirausaha -> Surat Ijin (SIUP-HO-TDP) + Dokumen Pendukung Penghasilan
  • Data jaminan (Sertifikat, IMB, PBB)

Selain data-data di atas, ada kemungkinan bank meminta data tambahan.alur kredit di bankHal ini biasanya kalo data yang sudah disampaikan nggak sesuai dengan profil kita.

Contoh :

Status saya bekerja dan untuk pengajuan kredit, diminta melampirkan slip gaji serta rekening tabungan.

Setelah dicek, setiap bulan uang yang masuk ke rekening gaji saya lebih kecil dari angka yang ada di slip gaji.

Karena data tersebut nggak sinkron, mereka akan minta dokumen pendukung lainnya.

Dalam proses pengumpulan data, bank nggak akan minta data asli melainkan hanya fotokopian saja.

Dan biasanya di tahap ini juga petugas bank melakukan wawancara dan verifikasi terhadap data dan informasi yang kita berikan. pengumpulan data kredit

 

3.

Pengecekan Dasar – BI Checking (SLIK OJK) + DHN

BI Checking atau yang saat ini dikenal dengan istilah SLIK IDeb atau SLIK OJK merupakan hal pertama yang akan bank officer lakukan setelah menerima data kita.

Baca Juga : Apa Itu BI Checking?

Karena dengan pengecekan SLIK OJK, bank akan mengetahui kewajiban kita dimana saja serta trend pembayaran kewajiban kita. 

Kalo sering nunggak, data itu akan muncul di laporan SLIK IDeb.

Contoh :

Saya punya kartu kredit yang sering saya bayar telat, kadang hingga lewat bulan. 

Bank penerbit akan melaporkan pinjaman saya dengan status kolek 2.

Sewaktu pengajuan kredit, pasti bank officer akan nyari saya dan nanyain kenapa bisa kolek 2?

Yang paling nggak enak dan mesti kita terima adalah bank hanya memproses kredit yang kolek 1 (lancar).alur kredit di bankBagi bank nggak ada toleransi buat kolek 2 dalam kondisi apapun.

Makanya, jika punya kewajiban ke bank, pastikan untuk selalu bayar tepat waktu.

Kembali lagi, kalo sudah kolek 2 biasanya hampir semua bank akan menolak pengajuan kita. 

Sederhananya saja, antara  :

  • SOP bank yang menolak nasabah yang statusnya kolek, atau
  • Bank officer-nya nggak mau melanjutkan proses kredit tersebut. 

Karena di bank, setiap kredit itu baru terhitung selesai setelah pembayaran lunas oleh Debitur.

Selama pembayaran belum lunas, kewajiban bank officer adalah untuk memastikan Debitur membayar dengan lancar.

Melihat tagihan ratusan ribu saja bisa nunggak, gimana bank officer bisa yakin tagihan yang nominalnya lebih dari itu akan dibayar dengan lancar?

Ketimbang dia capek mikirin kelancaran pembayaran kita di kemudian hari atau ketimbang dia mesti ngotorin record dia yang bersih dari nasabah nunggak, saya percaya bank officer-nya akan lewatin pengajuan kita.

pengecekan slik ojk atau pengecekan bi checking

 

4.

Survei Jaminan

Dari data jaminan yang sudah kita berikan, bank akan menjadwalkan untuk survei jaminan.

Survei jaminan adalah penilaian jaminan yang dilakukan oleh petugas internal bank atau petugas eksternal.

Normalnya ada beberapa jenis survei :

  • survei jaminan / survei agunan
  • survei rumah tinggal
  • survei lokasi usaha
  • survei lokasi kerja

Dan yang kali ini kita fokuskan adalah survei jaminan.

Dimana berdasarkan SOP bank ada 2 petugas yang dapat menerbitkan laporan penilaian jaminan yang valid bagi bank, yaitu :

 

A. Petugas Internal

Ini adalah personel bank yang sering dikenal dengan istilah petugas appraisal.

Tugasnya dalam melakukan survei adalah :

  • melakukan tinjauan ke lokasi jaminan,
  • melakukan pengukuran dan dokumentasi jaminan,
  • mencari data-data pembanding harga dan
  • pada akhirnya menerbitkan laporan.

Laporan ini digunakan sebagai patokan harga jaminan serta menentukan layak atau nggaknya aset tersebut untuk dijadikan jaminan bank. 

Baca Juga : 5 Kriteria Jaminan Yang Dihindari Perbankan

Beberapa bank meminta kita bayar di awal untuk survei jaminan dengan catatan :

  • Harus bayar dulu baru mereka lakukan survei.
  • Angkanya bervariasi mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.
  • Walopun kredit kita ditolak, bank nggak punya kewajiban untuk mengembalikan biaya ini.
  • Bank juga nggak punya kewajiban untuk memberikan dokumen hasil penilaiannya kepada kamu.

 

B. Petugas Eksternal

Ini adalah petugas di luar bank. 

Di Indonesia dikenal dengan sebutan KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) atau appraisal independen.

Tugasnya sama dengan petugas bank.

Tapi dia bertindak atas nama institusi yang berbeda untuk menyediakan informasi harga yang valid bagi bank.

Nah, balik lagi ke bank tempat kita ngajuin kredit. Apakah bank bisa menggunakan hanya data internal, hanya data eksternal saja atau kedua data tersebut.

  • Secara umum untuk pinjaman di bawah Rp 5 milyar, penilaian jaminan dilakukan oleh petugas internal.
  • Untuk pinjaman di atas Rp 5 milyar, baru diwajibkan menggunakan penilaian eksternal. 

Tetapi ada beberapa bank yang langsung pukul rata, semua penilaian jaminan dilakukan oleh petugas eksternal.

Untuk penilaian eksternal sudah pasti dikenakan biaya, karena kita pake jasa institusi yang berbeda.

  • Harganya pasti lebih mahal dari biaya taksasi bank.
  • Jasa penilaian jaminan oleh pihak ketiga sudah diatur tarifnya oleh OJK, jadi nggak akan beda jauh antara satu KJPP dengan KJPP lainnya.
  • Sebagai ganti dari harga yang mahal, kita akan nerima laporan penilaian aset dari KJPP tersebut.
  • Laporan ini bisa kita gunakan untuk ke bank mana saja yang bekerjasama dengan KJPP yang melakukan penilaian.

survei jaminan oleh bank

 

5.

Penyusunan Proposal Kredit

Proposal adalah pengajuan kredit dalam bentuk laporan atau pengajuan dari sistem yang dilakukan online.

Ini adalah rahasia dapur bank.

Cara analisa bank satu pasti beda dengan bank lainnya.

Biasanya akan ada survei ke rumah tinggal saat ini, survei ke tempat bekerja hingga survei ke tempat usaha.

Maka saya mau share satu tips yang penting. 

Sewaktu kita bertemu dengan petugas bank, akan timbul kesan pertama. 

  1. Ini orang gokil, dia bisa bantu kita. 
  2. Atau bisa jadi ngerasa, ini orang matre pasti kalo bantu ada maunya. 
  3. Atau kita ngerasa wow dia strict banget, pasti nggak akan dibantu deh.

Berdasarkan kesan yang dirasakan, ‘Kalo kita ngerasa petugas bank-nya mau bantu tanpa pamrih, maju saja.

Nah ada 3 tanda-tanda petugas bank yang harus dihindari :

  • Nggak antusias terhadap pengajuan kredit kita. 

Walopun kredit itu diputuskan oleh Komite Kredit (Pejabat Pemutus Kredit), bank officer yang berhubungan dengan kita punya andil yang besar.

Sifatnya adalah dia akan bantu kita untuk menyusun proposal yang layak.

Tapi kalo dia aja sudah punya keengganan, gimana proposal kita bisa terlihat layak?

  • Petugas bank yang secara terang-terangan minta uang.

Mereka akan bilang ‘Data ibu agak sulit, tapi saya bisa bantu. Ibu bisa bantu saya juga?’ atau kalimat lain sejenis itu.

Nggak masalah kalo kita memang mau ngasih uang sebagai tanda terima kasih.

Tapi kalo orangnya minta duluan saya rasa itu benar-benar bikin eneg.

Jadi pintar-pintar juga dalam berhubungan dengan petugas bank.

  • Petugas yang janji-janji palsu.

Orang bank itu harus bisa dipegang komitmennya.

Selama si petugas aktif dan menepati omongannya, lanjutlah.

Tapi kalo omongan petugasnya saja nggak bisa dipegang, apalagi yang bisa diandalkan dari petugas ini?

Save your time! Cari bank lain. penyusunan proposal kredit

 

6.

Menunggu Keputusan Kredit

Pemutus Kredit adalah pejabat bank yang memiliki wewenang untuk memutuskan ‘approve’ atau ‘reject’.

Biasanya pemutus kredit ini kantornya di luar kota, antara di kantor regional atau kantor pusat.

Sehingga kita nggak punya akses secara langsung ke mereka. Jadi, akses kita kepada pemutus hanya dari proposal yang diajukan bank officer.

Makanya saya percaya kita harus denger baik-baik intuisi di awal.

Kalo ngerasa orangnya bisa bantu, mestinya mereka akan buat proposal yang layak.

Semua petugas bank bahkan pemutus kredit sekalipun akan punya waktu standar.  Waktu standar ini maksudnya proposal di tempat dia berapa lama.

Bank juga nggak mau satu proposal ditahan oleh petugas hingga semingguan lamanya. 

Jadi pasti SLA (Service Level Agreement), lama sebuah pekerjaan di tangan mereka waktunya singkat saja. 

Makanya di tahap ini marilah menunggu dengan sabar.

Tapi jika dirasa sudah kelewat lama, jangan ragu untuk tetap follow up petugas banknya.

Urgent vs Penting

Kita yang ngajuin kredit harus mau repot menghubungi bank officer terus menerus.

Karena bank officer itu manusia biasa. Mereka punya kerjaan yang urgent dan yang penting.

Mungkin mereka nggak akan anggap pengajuan kredit kita penting, karena dia punya banyak kerjaan penting lainnya di kantor. 

Tapi kita bisa bikin mereka nganggap pengajuan kita urgent.

Ya! Mereka akan anggap pengajuan kredit kita urgent kalo kita menunjukkan ke mereka. 

Jadi, jangan ragu :

  • untuk nelpon terus,
  • untuk WA petugasnya,
  • untuk selalu dapetin update prosesnya sudah sampai mana.

Namanya manusia kalo terdesak terus, effort-nya pasti akan lebih. Keputusan dari pemutus kredit bisa approve atau reject.

  • Kalo approve lanjut ke alur selanjutnya.
  • Tapi kalo reject, jangan berkecil hati.

Tanyakan ke bank officer tentang :

  • apa yang belum pas dari data kita,
  • apa yang masih dapat dibenahi,
  • apa yang menjadi isu dalam pengajuan ini.

Tanya dan minta petugas untuk jelasin. Toh data itu cuman lembaran kertas, masih bisa di-perbaiki ke depan, asalkan kita tau dimana letak kekurangannya.

Langit nggak runtuh hanya karena kredit nggak di-approve.keputusan kredit dari pemutus

 

7.

Checking Sertifikat

Pada tahap ini, bank akan ngasih tau kalo pengajuan kita disetujui.

Mereka akan minta kita memberikan sertifikat yang asli untuk mereka checking.

Kalo baru mau KPR, bisa minta pihak penjual untuk berhubungan dengan bank, untuk menyerahkan sertifikatnya.

Nggak usah khawatir kalo bank bisa melakukan hal-hal aneh dengan sertifikat tersebut. 

Pastikan saja mendapat tanda terima yang valid, dan biarkan bank melakukan porsi mereka.pastikan tanda terima valid

Karena memegang sertifikat juga nggak ada gunanya buat petugas bank kalo mau curang. Toh nama pemilik sudah tertera jelas, nggak bisa diapa-apain. 

Checking adalah proses pengecekan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional untuk memastikan bahwa nggak ada blokir atau sengketa terkait pihak ketiga. 

Kita mesti hargai setiap alur kredit termasuk kalo nanti ternyata aset yang kita beli terkena sengketa.

Walopun berat dan dongkol, ada banyak hal yang nggak bisa kita paksain.yang terjadi adalah yang terbaik

Hasil checking sertifikat ini berupa stempel basah dari BPN, yang menuliskan bahwa sertifikat ini bersih dan diberi paraf serta tanggal.

Ada beberapa case khusus sebagai berikut :

  • Sertifikat Lama

Sertifikat lama ini maksudnya sertifikat jadul yang dikeluarkan sewaktu pemetaan BPN masih dilakukan manual.

Sekarang pemetaan BPN sudah digital dengan satelit.

Kalo di sertifikat jenis petanya sudah TM3, artinya sudah peta digital. 

Tapi jika bukan TM3, mesti dilakukan verifikasi digital. Kena biaya juga dan makan waktu juga.

  • Pemekaran Wilayah

Di Indonesia, sering banget yang namanya pemekaran wilayah. Bahkan di kota yang sama akan muncul kecamatan dan kelurahan yang baru.

Nah, dengan pemekaran wilayah, kalo sertifikat kita masih di kelurahan lama, akan ada mekanisme pindah desa. 

Pindah desa itu print yang menunjukkan bahwa nomor SHM atau kelurahan atau kecamatan sudah berubah.

***

Kedua tahap di atas berupa verifikasi dan pindah desa mesti dilakukan sebelum checking sertifikat.

Makanya kadang hasil checking sertifikat itu bisa agak lama. 

Setelah checking selesai, bank officer akan ngatur jadwal pengikatan kredit alias jadwal tanda tangan kredit.checking sertifikat

 

8.

Pengikatan Kredit

Balik ke SOP bank masing-masing, pengikatan dilakukan secara notariil atau bawah tangan.

Bawah tangan dilakukan di hadapan petugas legal bank dan ditandatangani di atas materai 6 ribu.

Sementara kalo notariil dilakukan di depan Notaris dengan dokumen yang seabrek.

 

Perjanjian Kredit itu sejatinya ada 2 komponen yaitu :

A. Pengikatan Kredit

Tujuannya adalah untuk mempertegas bahwa nasabah mengakui:

  • adanya hutang kepada bank,
  • adanya kewajiban pembayaran kembali kepada bank,
  • adanya kewajiban bunga kredit,
  • adanya kewajiban biaya-biaya kredit serta klausul lainnya.

Kalo klausul perjanjian kredit itu biasanya sudah baku oleh bank, kita nggak bisa request ganti-ganti.

Tapi kita bisa pastikan bahwa bunga, biaya-biaya dan jaminannya sudah tepat.

Jumlah kredit sesuai, bunga kredit sesuai, biaya provisi, administrasi dan segala macam sesuai.

Perjanjian Kredit bisa dilakukan notariil dan bawah tangan.

Umumnya kalo fasilitas di bawah Rp 1 milyar dilakukan bawah tangan, sementara kalo di atas Rp 1 milyar dilakukan secaa notariil. 

Tapi ada juga bank yang patok rata semuanya secara notariil.  Kembali pada SOP bank tersebut. 

 

B. Pengikatan Jaminan

Tujuannya untuk mengikat aset jaminan kepada bank. Pengikatan ini pastinya dilakukan oleh notaris secara notariil.

Baca Juga : 6 Biaya Pengikatan Jaminan Sertifikat di Bankpengikatan kredit secara legal

 

9.

Pencairan Dana Kredit

Tahap favorit semua orang.

Setelah pengikatan kredit, maka bank punya kewajiban untuk mencairkan sejumlah uang kepada kita. 

Nah, biasanya paling banter pencairan H+1, atau bisa dilakukan di hari yang sama.

  • Untuk KPR, dana akan langsung ditransfer ke rekening penjual. 
  • Sementara misalnya untuk kredit multiguna, dananya akan masuk ke rekening kita.

Sebelum pencairan bank akan meminta kita untuk menyediakan sejumlah dana di awal, untuk membayar biaya-biaya yang timbul.

Baca Juga : 9 Jenis Biaya Kredit di Bank

Kalo di bank, biaya tidak dapat dipotong dari pencairan kredit. Biaya wajib disetorkan terlebih dahulu oleh calon nasabah. 

Argumen mereka adalah kalo kita setor, artinya kita punya uang yang cukup dan mampu. 

Sementara kalo biaya saja kita nggak mampu setor, gimana bisa mampu bayar cicilannya?pencairan dana kredit

 

10.

Pembayaran Kembali Ke Bank

Tara!

Akhirnya sampai pada tahap di mana setiap bulannya mesti transfer buat cicilan.

Pastikan bahwa pembayaran kembali selalu tepat waktu agar terhindar dari kolek-kolek yang akan bikin catatan kita jelek bangett. 

Dengan membayar tepat waktu, kita akan terhindar dari denda keterlambatan yang angkanya besar sekaliii.

Ingat selalu bahwa cicilan itu bukanlah beban kalo digunakan untuk hal yang tepat. Sehingga cicilan KPR bukan beban, melainkan investasi merangkap konsumsi.pentingnya mengatur keuangan untuk berinvestasiSoal kewajiban bulanan, jika kamu pake mindset yang salah dalam mengkategorikannya, yang akan menderita adalah pikiran kamu sendiri.

Nggak kebayang punya cicilan selama 15 tahun aka 180 bulan dan berpikir bahwa cicilan tersebut adalah beban .

Man! 180 bulan yang sangat lama dan berasa kayak neraka karena setiap bulannya kamu akan mengeluarkan beban cicilan.

Beda halnya kalo kamu pake mindset investasi, dimana selama 180 bulan tersebut kamu sedang menimbun aset bukan kewajiban. pembayaran kembali pada bank

Baca Juga : Roya Hak Tanggungan

 ***

LINK DI WARTADANA :

  • Instagram wartadanablog => sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.
  • Twitter wartadanacom => sharing artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.
  • Sitemap wartadana =>melihat artikel-artikel yang sudah diterbitkan di blog ini.
  • Terima kasih sudah main ke wartadana.com

REFERENSI FINANSIAL KAUM MILLENNIALS

That’s it! 10 Alur Kredit di Bank.

Ohya, karena artikel tentang alur kredit di bank ini cukup panjang, maka saya sudah buatin versi simple yang bisa kalian cek di bawah ini.

 

View this post on Instagram

 

10 Tahap Pengajuan Kredit di Bank #ngertikredit #ngertibank #kredit #wartadana #wartadanablog Link di bio.

A post shared by wartadana (@wartadanablog) on

Pekanbaru, 2 Juni 2018

Jika bingung tentang 10 Alur Kredit di Bank, jangan ragu untuk komen di bawah.

Summary
10 ALUR KREDIT DI BANK (WAJIB TAHU!)
Article Name
10 ALUR KREDIT DI BANK (WAJIB TAHU!)
Description
Sedang berdebar-debar nungguin info dari petugas bank tentang pengajuan kreditmu? Klik artikel ini untuk cari tahu 10 alur kredit di bank!
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

2 Comments

  1. Bagaimana aturannya kalau dana sudh masuk ke debitur,berjalan beberp bulan,namun jaminan kita di permaslaahkan,tidk sesuai demgan pinjaman kita,sedangkan dana nya sudh masuk di rekening debitu

    1. Hi.
      Ini penjelasannya masih agak mengambang. Kalo boleh tahu pinjamannya apa dan jaminannya apa?
      Kasus kayak gini mungkin terjadi kalo : menjaminkan aset untuk membeli aset lain tanpa meng-informasikannya ke bank.
      Tapi tanpa detil, saya nggak ngerti duduk masalahnya.
      Silahkan email ke admin@wartadana.com kalo mau diskusi lebih lanjut.
      Semoga membantu, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *