Berapa Suku Bunga Deposito Bank?

Semua orang yang berencana untuk deposito biasanya fokus pada suku bunga deposito bank.

Tapi ternyata nggak cukup hanya terkait bunga, ada 6 pertimbangan lain sebelum kamu mulai mendepositokan uangmu.

Jika kamu sedang mencari tahu cara deposito di bank, maka kamu sudah klik link yang tepat. Karna kita akan cari tahu 6 pertimbangan lain saat mau deposito di bank.

Percaya deh, bahkan CS bank sekalipun nggak akan ingat untuk jelasin ke-6 poin ini kepadamu.

Yok, keep scrolling. Setelah baca sampai habis kamu akan jago banget soal deposito bank.

 

Pengertian Deposito Perbankan

Deposito merupakan jenis simpanan di bank yang dibatasi jumlah simpanan dan tenor simpanannya.

Jadi saat kita deposito, kita sudah tentukan di awal :

  • Jumlah uang yang akan kita depositokan, nggak bisa nambah – kurang di tengah jalan.
  • Lama kita akan deposito, bisa jadi sebulan hingga setahun. Juga nggak bisa berhenti / tarik dana di tengah jalan.

Bagi orang bank, deposito masuk dalam jenis produk mahal jika dibandingkan dengan rekening giro atau rekening tabungan. Kenapa disebut dana mahal?

Jawabannya terletak pada suku bunga deposito bank yang ditawarkan pada nasabah.

Suku bunga deposito bank merupakan yang paling tinggi di antara produk simpanan bank lainnya.

Sehingga sebagai kompensasi atas dana mahal tersebut bank akan mengurangi fleksibilitas bagi penabung.

Berikut adalah 5 komponen dasar deposito :

 

Untuk tabungan, tidak ada istilah jangka waktu simpanan alias tenor.

Jadi selama kita masih bertransaksi melalui rekening tersebut atau memiliki sisa saldo untuk debet biaya administrasi bulanan, maka rekening tabungan tersebut masih aktif.

Berbeda dari deposito yang memiliki batasan waktu.

Jika deposito kita sudah jatuh tempo dan kita putuskan untuk nggak diperpanjang, maka uang deposito itu akan cair ke rekening kita sendiri.

Artinya deposito tersebut sudah jatuh tempo dan tidak ada lagi.

 

Berikut adalah 3 hal yang perlu kita ketahui tentang bunga deposito perbankan :

  1. Suku bunga deposito lebih tinggi dari suku bunga tabungan biasa.
  2. Suku bunga deposito nggak akan berubah di tengah jalan, jadi tetap sesuai dengan perjanjian di awal. Sementara bunga tabungan bisa berubah sesuai ketentuan bank.
  3. Semua jenis simpanan di bank akan dikenakan pajak, jika nilai pokok simpanannya di atas Rp 7,5 juta. Pajak yang dikenakan adalah PPH final 20 % dari bunga yang diberikan oleh bank.

Suku bunga deposito bank ditentukan oleh :

a. Tenor Deposito

Semakin panjang tenor penempatan deposito akan lebih tinggi suku bunga deposito bank yang diberikan.

b. Nilai Tempatan Deposito

Semakin besar nilai tempatan deposito akan lebih tinggi suku bunga deposito bank yang diberikan.

Setiap bank punya matriks tersendiri untuk suku bunga deposito yang mereka tawarkan.

Baca Juga : Cara Menghitung Bunga Deposito Bank

 

Memang benar uang yang kita tabung di bank adalah milik kita pribadi. Logikanya kita ngerasa bahwa uang itu bisa dicairkan kapan saja dan dimana saja.

Dengan memiliki rekening tabungan, kita bisa menarik uang melalui mesin ATM atau konter teller. Fleksibel sesuai kebutuhan kita masing-masing.

Tetapi dengan deposito, kita nggak bisa tarik sesuka hati kita. 

Penarikan uang baru bisa dilakukan setelah deposito jatuh tempo dan uangnya cair ke rekening kita.

Jika membuat deposito di bank, maka penarikan hanya bisa dilakukan ke bank dengan membawa Sertifikat Deposito asli.

 

Penalty adalah kompensasi yang kita mesti bayarkan ke bank, jika kita nggak memenuhi perjanjian yang telah disepakati bersama di awal.

Jadi jika deposito belum jatuh tempo dan kita memutuskan untuk mengakhirinya – biasa disebut dengan istilah ‘BREAK DEPOSITO’ –, maka kita akan dikenakan penalty.

Bedanya adalah penalty ini nggak kita bayarkan kepada bank dari kocek kita, melainkan dipotong dari bunga berjalan yang sudah terbentuk atau dari saldo deposito kita.

 

Bunga berjalan adalah angka bunga yang sudah dibukukan sampai hari ini.

Contoh : Saya mendepositokan uang sebesar Rp 10 juta selama 3 bulan. Tapi baru 1 bulan berjalan, saya kepepet uang. Karna perlu banget saya mutusin untuk mencairkan deposito.

Gimana perlakuan terhadap bunga berjalan selama 1 bulan yang sudah lewat itu?

Ada beberapa bank yang mau membayarkan bunga berjalan artinya bunga yang sudah terbentuk selama 1 bulan tersebut.

Tapi banyak juga bank yang justru nggak mau bayarin bunga berjalan tersebut. Sehingga bunga berjalan dihitung hangus oleh bank.

‘Sayang banget uang dari bunga berjalan yang sudah terbentuk itu, kalo hangus begitu saja.’

Jika kita sudah paham mekanisme deposito, barulah kita bisa cari tahu 6 pertimbangan selain suku bunga saat mutusin untuk deposito.

6 Pertimbangan Selain Suku Bunga Deposito Bank

Kalo sudah paham mekanisme deposito, yok kita cari tahu 6 pertimbangan selain suku bunga saat mutusin untuk deposito.

 

1.

ROLL OVER DEPOSITO

Roll over deposito adalah skema perpanjangan dan pembayaran bunga deposito. Bank menawarkan 3 jenis skema perpanjangan yaitu :

Cair Jatuh Tempo

Dengan memilih opsi ini, kita meminta bank untuk langsung mencairkan deposito ke rekening yang kita tunjuk saat jatuh tempo.

Automatic Roll Over Pokok

Automatic Roll Over (ARO) adalah opsi perpanjangan otomatis. ARO artinya pokok deposito diperpanjang terus menerus.

Sementara bunga yang terbentuk setiap bulannya akan dibayarkan ke rekening yang kita tunjuk.

Automatic Roll Over Pokok + Bunga

Pernah dengan istilah : ‘bunga ikut digulung bersama pokok?’.

ARO pokok + bunga adalah mekanisma perpanjangan otomatis dimana bunga yang terbentuk akan ditambahkan ke pokok deposito dan berbunga.

Ini istilahnya bunga berbunga atau compounding effect. 

Tips 1 : karena kita bukan miliuner yang bunga depositonya bisa dipakai untuk biaya hidup bulanan, lebih baik memilih skema ARO pokok+bunga.

Agar nanti nilai pokok deposito terlihat lebih gemuk dan membuat mata yang melihat lebih seger 🙂 .

 

2.

TENOR DEPOSITO VS ALUR KEUANGAN KITA

Seperti disebutkan di atas, menyimpan dalam bentuk deposito dibatasi oleh tenor yang mengikat.

Jadi penting bagi kita untuk menghitung kebutuhan keuangan kita dalam jangka pendek dan nggak mendepositokan dana cadangan yang kita miliki dengan tenor di atas 1 bulan.

Contoh Deposito Dengan Rencana :

Saya memiliki tabungan sebesar Rp 10 juta yang rencananya akan digunakan untuk renovasi sebagian kecil dari rumah sekitar 6 bulan lagi.

Uang itu boleh saya depositokan selama 5 bulan atau saya depositokan 1 bulan dengan skema ARO pokok+bunga sampai 6 bulan ke depan.

Setelah 6 bulan berlalu, saya udah boleh mencairkan deposito untuk renovasi. Senangnya, nilai  simpanan saya sudah nambah dengan bunga selama 5 bulan tersebut.

Contoh Deposito Tanpa Rencana :

Saya punya tabungan sebesar Rp 10 juta. Karna kecewa dengan bunga tabungan yang ribuan saja setiap bulannya, saya mutusin untuk deposito semua uang yang ada.

Saya pilih deposito bulanan dengan skema ARO pokok+bunga.

Setelah berjalan setengah bulan, ternyata saya kepepet uang. Dan saya kelabakan karna semua uang sudah didepositokan. Pilihan saya cuman minjam uang atau break deposito.

Dari kedua contoh ini keliatan bahwa untuk deposito uang pun kita harus tahu rencana keuangan kita. Tanpa rencana keuangan, kita selalu kelabakan setiap kali ada masalah.

Baca Juga : 7 Prinsip Menabung Dari Muda

Tips 2 : Kita nggak boleh mendepositokan semua uang tabungan tanpa sedikit cadangan bagi diri sendiri.

Karena bisa jadi kita mendadak butuh uang dan ujung-ujungnya kita sendiri yang kesusahan.

Tips 3 : Kita mesti mengerti kebutuhan keuangan jangka pendek kita.

Jadi kita bisa mutusin untuk deposito dan dapatin jajan tambahan. Atau mutusin untuk simpan biasa saja, karna kebutuhannya lumayan urgent.

Tips 4 : Kalo punya uang yang nggak tahu mau dipake untuk apa dan nggak ada kebutuhan tertentu dalam jangka waktu dekat, boleh banget untuk didepositokan aja.

 

3.

TUJUAN FINANSIAL KITA

Deposito adalah salah satu media penyimpanan uang.

Setinggi apapun bunga deposito, akan sulit untuk mengejar tingkat inflasi dalam jangka panjang.

Sehingga deposito bukanlah pengganti investasi. Deposito adalah alat menabung yang baik jika kita takut kebablasan.

Dengan adanya tenor dan berkurangnya fleksibilitas, otomatis kita jadi susah untuk menyentuh uang kita sendiri.

Kalopun mau break, itu pasti karena sudah urgent banget. Kalo belum urgent, pasti muncul perasaan ‘Duh, sayang banget’ depositonya di-break.

Dengan demikian kita bisa mengontrol tabungan.

Tapi deposito nggak bisa membuat uang kita menang dari arus inflasi.

 

Tujuan Finansial Kita

Sehingga saat bertanya gimana cara deposito uang kita juga perlu bertanya tentang apa tujuan keuangan kita. 

Karna kita nggak bisa rencanain A hingga Z tanpa paham apa tujuan yang hendak kita capai. 

  1. Jika punya tujuan keuangan jangka pendek, mendepositokan uang adalah pilihan ideal.  
  2. Sementara jika punya tujuan keuangan jangka panjang, deposito bukanlah pilihan terbaik.  

Jika belum tahu tujuan keuangan kita apa, boleh pake cara berikut untuk menentukan simpanan berikut : 

RULE OF THUMB SEKURITAS RULE OF THUMB TABUNGAN
  • 60 % saham bluechip
  • 30 % saham second liners
  • 10 % saham third liners
  • 60 % deposito
  • 30 % investasi yang kuat secara fundamental
  • 10 % investasi bikin deg-degan

Tetap alokasikan simpanan terbesar di deposito atau yang sifatnya tunai. 

Sisanya dibagi untuk investasi, agar uang kita nggak habis kemakan inflasi. 

Rule of thumb ini nggak wajib diikuti. 

Tips 6 : Kalo belum nyaman berinvestasi, menempatkan 100 % di deposito pun bukan hal yang buruk.

Yang penting kita sadar kalo deposito nggak bikin uang kita  bebas dari gerusan inflasi. 

 

4.

SUKU BUNGA DEPOSITO BANK KONVENSIONAL VS BPR

Pernah mendengar istilah BPR?

SUMBER : OJK.GO.ID

BPR adalah singkatan dari Bank Perkreditan Rakyat.

BPR biasa beroperasi dalam skala kecil di kota kita masing-masing. Kantornya paling 1-2 ruko dan mereka banyak melayani nasabah mikro.

Karena masih dalam skala kecil, sistem operasi mereka pun cenderung sederhana. Kebanyakan nggak punya mesin ATM dan transaksi mesti dilakukan ke kantor BPR.

Cari Sendiri : BPR di Daerah Masing-Masing 

SUMBER : BI.GO.ID

Suku Bunga Deposito BPR

Karena beroperasi dalam skala kecil, suku bunga yang ditawarkan oleh BPR lebih tinggi dari bank konvensional (alias bank yang biasa kita gunakan untuk transaksi).

Selisih bunganya bisa 2 hingga 2,5 %.

Jika suku bunga yang ditawarkan lebih tinggi, kita boleh milih untuk deposito di BPR.

Berikut adalah beberapa poin yang mesti kita pahami sewaktu ingin deposito di BPR :

  • BPR sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK
  • BPR tersebut haruslah sudah mapan (settle) dan punya nama besar di kota kita.
  • BPR tampil layak, sewaktu kita mengunjungi kantornya.

Saya pernah masuk ke BPR yang bahkan nggak punya satpam untuk berjaga di depan kantornya.

Kekurangan Deposito di BPR :

  • Kurang fleksibel karena harus datang ke kantor BPR untuk transaksi. (Tapi sekaligus ngasih kita keuntungan, jadi bisa memantau kantor BPR tersebut)
  • Karena mereka skalanya kecil, kita mesti paham akan gejolak ekonomi di kota kita dan dampaknya pada si BPR ini, khawatir akan risiko BPR tersebut bangkrut.

Suku Bunga Deposito Bank Perkreditan Rakyat berdasarkan penjaminan LPS :

SUMBER : LPS.GO.ID

 

5.

PENEMPATAN DEPOSITO BANK SECARA ONLINE

Kalau dana yang kita miliki belum besar, coba pertimbangkan untuk membuka deposito dengan skema online.

Beberapa bank sudah mengembangkan fitur deposito online, dimana penabung cukup menggunakan layanan mobile untuk membentuk simpanan depositonya.

Dengan minimal deposito di angka Rp 10 juta, kita bisa mendapatkan suku bunga sesuai penjaminan LPS. 

Bunga yang luar biasa jika dibandingkan saat kita datang ke CS dan mau deposito Rp 10 juta doang. 

Tips 7 : Saya sangat merekomendasikan deposito online, karena :

  • suku bunga lebih tinggi
  • bebas ribet, nggak mesti datang ke kantor bank
  • bisa dicairkan kapan saja, tanpa harus ke bank
  • walaupun masuk secara online, kita masih bisa nikmati semua opsi deposito bank

 

6.

SUKU BUNGA DEPOSITO BANK VS PENJAMINAN LPS

Setiap bentuk simpanan di bank Indonesia akan dijamin oleh sebuah lembaga yang bernama LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan)

Cari Tahu : Situs Resmi LPS

Dalam hal menabung, mudah bagi kita sebagai penyimpan untuk tergiur iming-iming bunga tinggi apalagi kalau dana yang kita ditempatkan dalam jumlah besar.

Tapi akan lebih aman jika tingkat suku bunga deposito yang kita ambil nggak melebihi nilai penjaminan LPS.

Hal ini untuk berjaga apabila bank tersebut goyang, nilai pokok simpanan kita masih dijamin oleh LPS.

3 kriteria simpanan yang dijamin oleh LPS :

SUMBER : LPS.GO.ID

Cara klaim simpanan ke LPS :

SUMBER : LPS.GO.ID

Masih ingat kasus bank Century?

sumber : tempo.co

Ini yang kita nggak mau terjadi pada simpanan kita.

Tips 8 : Ingat selalu bahwa uang yang sudah hilang alias dipegang oleh oknum yang salah, bakalan susah balik ke tangan kita sendiri.  

*** 

Semua tips dan saran di atas mestilah kamu pertimbangkan baik-baik.  

Karna apapun yang saya sarankan belum tentu adalah hal terbaik bagi pengaturan keuanganmu. 

Tapi yang jelas, selama kamu paham esensinya apa, maka kamu sudah bisa memutuskan untuk deposito dengan bijak. 

Yeayy! 

Pekanbaru, 22 Juli 2018

Baca Juga :

Link Wartadana :

  • Instagram wartadanablog => sharing perihal perbankan dan kredit dalam format yang lebih sederhana.
  • Twitter wartadanacom => sharing artikel menarik atau video menyenangkan dari internet.
  • Pinterest wartadana => pin banyak quotes finansial.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com

REFERENSI FINANSIAL KAUM MILLENNIALS

Jika kamu adalah pengguna Pocket, connect dengan saya di sini.

Apakah kamu tim yang fokus pada suku bunga deposito bank? Feel free untuk komen di bawah.

Summary
Article Name
SUKU BUNGA DEPOSITO BANK & 6 PERTIMBANGAN LAINNYA
Description
Klik artikel ini untuk tahu 6 pertimbangan lain saat mau deposito, selain suku bunga deposito bank. Pst : CS bank sekalipun nggak akan jelasin 6 poin ini.
Author
Publisher Name
www.wartadana.com
-

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *