Yuk Belajar Membangun 8 Kebiasaan Finansial Ini Di Tahun 2022

Dibanding Resolusi Tahun Baru, Yuk Belajar Membangun Kebiasaan Finansial

Seiring dengan momen tahun baru 2022 yang masih fresh, yuk mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat.

Jadi dibanding fokus bikin goal besar atau resolusi yang wah, kamu bisa belajar mengadopsi beberapa kebiasaan di bawah, untuk kamu terapkan dalam keseharianmu.

Namanya saja kebiasaan, tentu bukan sesuatu yang dilakukan saat kamu senggang, atau kapan kamu ingat saja.

Kebiasaan menjadi hal-hal yang kamu lakukan secara otomatis, karna sudah mendarah daging bersama dirimu.

Sehingga dengan belajar membangun kebiasaan finansial yang sehat, kamu mengadopsinya dalam keseharian untuk memastikan kehidupan finansial kamu menjadi lebih lancar.

Nggak sabar mencoba ide ini?

Berikut 8 kebiasaan finansial yang bisa kamu mulai dari hari ini juga :

1. Memprioritaskan Tabungan

Kebiasaan finansial yang wajib kamu terapkan adalah mulai memprioritaskan tabunganmu.

Jadi setelah menerima gaji / penghasilan, hal pertama yang kamu lakukan adalah menabung.

Ingat bahwa dalam menabung, nominal kecil bukanlah masalah, yang terpenting adalah konsistensi.

Apalagi saat kita ngomongin kebiasaan, yang pastinya harus mampu dilakukan setiap bulan. Bukan beberapa bulan sekali saja.

Kembali soal tabungan, selalu pastiin bahwa kamu menyisihkan tabungan sebelum membayar atau menarik gajimu.

Mau kamu akui sebagai dana darurat, tabungan doang, atau cita-cita lainnya, terserah. Yang penting adalah mulai menabung rutin dan tabungan bertambah setiap bulannya.

2. Hidup Sesuai Budget

Kebiasaan finansial kedua yang perlu kamu bangun adalah hidup sesuai budget.

Sehingga di sini wartadana mau luruskan bahwa walopun konsep budget keuangan terdengar ribet, kamu sebenarnya sudah punya budgetmu sendiri.

Budget adalah anggaran keuangan pribadi kamu.

Yang tentunya, kamu sudah tahu berapa uang yang kamu pakai untuk bayar sana-sini atau berapa uang yang kamu tarik tunai untuk simpan di dompet.

Jadi, tugasmu saat ini adalah pastiin setelah kamu mengurangi porsi tabunganmu, uang yang tersisa adalah budget yang boleh kamu gunakan.

Sehingga nggak boleh menyentuh tabungan sama sekali.

Kalopun nggak cukup, maka carilah alternatif.

Mengurangi biaya, cari uang tambahan, lembur, apapun itu. Pokoknya tabungan jangan disentuh dan hidup sesuai budget yang ada.

3. Nggak Berhutang

Mengurangi hutang / nggak berhutang adalah kebiasaan finansial ketiga yang harus kamu inisiasi dalam hidupmu.

Apalagi di era ini, dimana paylater dan pinjol berkamuflase menjadi solusi padahal bukan.

Wartadana bukan penggemar paylater atau pinjol. Nggak sama sekali.

Karna ada beda antara saat kamu memiliki uang dan menggunakan paylater / pinjol untuk menikmati promo yang menarik, vs saat kamu transaksi menggunakan uang yang belum kamu miliki.

Atau saat kamu dapatin tawaran convert tagihan ke cicilan, di saat sebenarnya kamu sudah niat bayarin full.

Terdengar membantu, tapi membantu siapa?

  • Membantu kamu yang akan menjadi pengutang?
  • Membantu perusahaan untuk dapatin omset?

Batasannya tipis banget. Dan sering bikin kepeleset.

Sehingga dibanding terpeleset, mending nggak jadiin paylater / pinjol / cicilan online sebagai kebiasaan hidupmu.

4. Mempercepat Pelunasan Hutang

Di poin 3, kita bicarakan kebiasaan untuk nggak berhutang. Lantas gimana kalo posisimu sudah berhutang?

Maka kebiasaan keempat yang perlu kamu bangun adalah mempercepat pelunasan hutang.

Jangan tunda pembayaran hutang. Jangan kepikiran untuk skip bayar sekali saja. Atau untuk meminta perpanjangan waktu, agar cicilan kamu menjadi lebih rendah.

Bahkan kalo memungkinkan anggarkan budget ekstra dari biaya hidupmu untuk mencicil hutang agar lebih cepat lunas.

Karna selama hutang tersebut masih ada, maka hidupmu nggak akan full menjadi milikmu.

Ibaratnya kamu masih bekerja untuk orang lain, bukan untuk kamu sendiri.

5. Membayar Tagihan Tepat Waktu

Membayar tagihan tepat waktu adalah kebiasaan finansial lainnya yang perlu kamu bangun.

Pastiin kamu membayar tepat waktu agar nggak kena denda. Ataupun membayar tepat waktu agar manfaat yang kamu dapatin nggak berkurang.

Selalu tandai tanggal di kalendermu untuk memastikan bahwa kamu nggak melewatkan pembayaran tagihan yang penting.

Atau kalo memungkinkan, gunakan Bank yang bisa mengakomodir pembayaran autodebet, contohnya Bank Jago.

Jadi kamu tinggal setel tanggal dan kemana pembayaranmu, kemudian memastikan uangnya tersedia. Selanjutnya Bank yang akan menjalankan transaksi itu secara otomatis.

Tapi apapun metode yang kamu pilih, ingat bahwa tagihan adalah kewajiban, sehingga membayar tagihan tepat waktu menunjukkan betapa bertanggungjawabnya kamu sebagai seorang pribadi.

6. Hidupmu Agendamu

Pastikan bahwa hidupmu adalah agendamu.

Mulailah mengurangi konsumsi artikel atau newsletter dari perusahaan, karna apapun yang mereka tulis, ujung-ujungnya akan menjadi momen promosi produk mereka.

Sehingga di awal mungkin kamu berpikir masuk akal ya, tapi eh kok ujung-ujungnya dagangan mereka pula yang nongol?

Terutama jika memungkinkan, kurangi juga melihat sosial media perusahaan, yang berisi promosi saja.

Semakin banyak kamu berikan kesempatan pada perusahaan untuk masuk dalam hidupmu dan mempengaruhi kamu, maka semakin besar kemungkinan kamu untuk menggunakan produk / layanan mereka.

Padahal mungkin belum waktunya untuk kamu, atau bukanlah produk / jasa yang kamu butuhkan sama sekali.

Sehingga dibanding mengikuti agenda orang lain atau agenda perusahaan, pastiin hidupmu hanya ngikutin agenda kamu seorang.

7. review Keuangan Pribadi

Review keuangan pribadi terdengar ribet seperti poin budget, padahal juga nggak ribet sama sekali.

Intinya adalah kamu lakukan evaluasi / penilaian terhadap proses menjalani kebiasaan finansial yang kamu adopsi.

Apakah on track atau tertinggal? Apakah kebiasaan ini cocok untuk kamu atau ternyata malah nyusahin kamu?

Contoh : kamu mutusin untuk membangun kebiasaan finansial : memprioritaskan tabungan.

Maka setelah 6 bulan menjalaninya, tentu kamu harus mengecek ulang.

  • Apakah benar kamu sudah on track dalam proses memprioritaskan tabunganmu?
  • Atau ada momen dimana kamu ternyata nggak sanggup dan bolong sebulan?

Apapun itu pastiin kamu belajar dari sana dan optimis untuk menerapkan kebiasaan finansial tersebut untuk beberapa bulan ke depan.

Saat ketemu dengan kebiasaan finansial yang bikin kamu capek sendiri, coret saja dan ganti dengan yang lainnya.

Yang penting proses membangun kebiasaan harus menyenangkan untuk kamu, agar bisa bertahan lama.

8. Mempelajari Keuangan Pribadi

Personal finance atau keuangan pribadi adalah bagian dari diri kamu. Nggak bisa dipisahkan.

Emang beberapa bagian dari populasi, memutuskan menutup mata dan menjalani hidup apa adanya.

Nggak mau tahu deh, dijalani saja, tanpa belajar.

Tapi wartadana nggak pernah menyarankan hal ini kepada kamu, yang sudah habisin beberapa menit waktumu, untuk membaca sampai sejauh ini.

Gimanapun membosankan atau kurang menarik, mempelajari keuangan pribadi membuat kamu memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Karna dengan belajar, kamu akan punya fondasi keuangan yang kuat.

Sehingga kamu bisa menghindari investasi bodong dan menemukan metode mengelola keuangan terbaik untukmu.

Apalagi di luaran sana tersedia begitu banyak sumber yang bisa kamu konsumsi secara gratisan.

Kalopun mau yang lebih terstruktur, kamu bisa beli buku / kursus dengan biaya sekali saja, tapi menambah wawasan hingga seumur hidup.

Kebiasaan Finansial Yang Mana?

Kamu nggak harus mengambil 8 ide ini dan menerapkannya sebagai kebiasaan finansialmu.

Kamu boleh mulai dari satu kebiasaan terlebih dahulu, agar lebih mudah untuk tetap konsisten.

Dan boleh saja untuk mengabaikan artikel ini, karna kamu punya ide lain tentang cara mengatur keuangan pribadimu.

Apapun itu, pastiin tahun 2022 menjadi tahun yang the best ever untuk keuangan pribadimu. Cheers ya!

Baca Juga :

Link Wartadana :

Punya ide lain terkait membangun kebiasaan finansial? Yuk di-share juga!

Similar Posts

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *