5 ALASAN KAMU HARUS BELAJAR KEUANGAN PRIBADI

Kenapa sih harus belajar keuangan pribadi aka personal finance?

Yuk, sebelum kamu daftar kursus mengelola keuangan pribadi, baca dulu 5 alasan kenapa kamu harus belajar soal keuangan pribadi.

1. Terhindar Dari Scam

Alasan pertama untuk belajar personal finance adalah agar kamu memiliki pengetahuan yang memadai untuk bisa say no pada fraud.

Di pertengahan Feb 2022, dengan maraknya isu robo trading, kamu tentunya sudah membaca artikel warga satu desa yang ikut investasi robo trading.

Melihat kasus ini sangatlah mengusik nalar.

Kok bisa ya?

mendeteksi investasi bodong

Mungkin karna sekarang sudah pada heboh robo trading, kita sudah tahu bahwa ada robo trading scam.

Tapi gimana dengan 2 atau 3 tahun yang lalu, saat nggak banyak orang speak up dan perusahaan robo trading punya jualan mentereng dengan cuan ijo-ijo?

Untuk menjawab pertanyaan ini, balik lagi harus kembali pada diri masing-masing.

Seberapa kuat pengetahuan kamu akan dunia keuangan dan proses membuat cuan?

Kalo kamu sendiri sadar bahwa pengetahuanmu belum memadai, maka ada baiknya nggak ikut investasi apapun sebelum kamu paham.

Memang banyak orang berkata : learning by doing.

Hanya saja learning by doing adalah untuk hal-hal yang nggak ngeluarin uang. Kalo untuk hal-hal yang bikin kamu kehabisan uang / merugi, learning by doing nggak berlaku.

Kecuali kamu udah siap kehilangan uang tersebut.

Kembali pada proses belajar.

pengetahuan investasi

Dengan belajar soal keuangan dan industri keuangan, kamu akan sampai pada kesimpulan bahwa investasi bodong bukanlah jalan ninjaku.

Karna investasi bodong ngasih cuan fantastis yang too goo to be true.

Sementara apapun yang terlalu baik untuk jadi nyata, biasanya emang nggak nyata.

2. Buat Keputusan Sendiri

Belajar tentang keuangan pribadi membuat kamu punya pengetahuan yang memadai untuk membuat keputusan sendiri.

Memasuki usia dewasa, kamu akan dihadapi pada segudang proses mengambil keputusan, mulai dari :

  • mau masuk asuransi jiwa apa?
  • perlunya asuransi kesehatan kamar berapa?
  • pengen investasi apa?
  • mampu nggak nyicil biaya jalan-jalan?
  • bla-bla-bla

Semua hal dalam hidup adalah soal pilihan.

membuat keputusan finansial

Dengan pengetahuan yang cukup dan mengerti dirimu sendiri, kamu bisa membuat keputusan terbaik versi kamu.

Percaya deh, menunggu pendapat orang lain sebelum membuat keputusan sangatlah melelahkan.

Terutama saat kamu lagi galau soal portofolio investasi yang udah ijo.

Mau dijual, sayang kalo nanti masih bisa naik. Mau ditahan, lah nanti kalo turun gimana?

galau keuangan pribadi

Hal-hal kayak gini tentunya (tanpa kamu sadari) menyita perhatian dan fokusmu.

Sehingga dengan melengkapi pikiranmu akan pengetahuan investasi yang memadai, no more galau.

Kamu ambil keputusan sendiri dan siap tanggung jawab.

Walopun nantinya tetap nyesal atau ngedumel ish-ish, ya gapapa toh?

Seenggaknya kamu nggak ngabisin waktu galau nungguin saran / pendapat orang lain.

3. Memprioritaskan Dirimu

Alasan ketiga untuk melengkapi dirimu akan pengetahuan yang cukup soal keuangan pribadi adalah agar kamu bisa memprioritaskan dirimu sendiri.

Selalu ingat bahwa semua orang adalah bintang dalam hidupnya sendiri.

Sehingga saat mendengar saran atau meminta pendapat orang lain, pastinya tanpa sadar ada bias pendapat, karna semua orang sudah mengkalkulasi dampak saran tersebut pada dirinya.

memprioritaskan diri

Jadi dibanding ngasih saran 100 % objektif, pasti ada sedikit efek subjektif.

Hal yang sama juga berlaku saat kamu memberikan saran / pendapat. Tentu saja ada kalkulasi apa dampak saranmu terhadap kamu.

Makanya orang selalu ngomong disclaimer ya.

Nah balik ke intinya.

Saat kamu punya pengetahuan yang memadai, kamu bisa selalu memprioritaskan dirimu sendiri.

Jadi dibanding bingung, kamu tahu apa yang kamu mau dan kebetulan mengerti gimana caranya untuk mendapatkan hal tersebut.

Menurut wartadana inilah alasan kenapa semua orang harus belajar keuangan pribadi.

Agar siapapun bisa temukan dirinya dan berjuang untuk dirinya sendiri.

Kalo ngandalin orang lain, tentunya harus ngikutin drama / kepentingan orang lain tersebut.

4. Belajar Disiplin

Belajar mengelola keuangan pribadi identik dengan belajar mendisiplinkan diri sendiri.

No! Nggak terdengar kayak proses disiplin waktu masih sekolah dulu.

Karna balik lagi kamu sudah kenal dirimu sendiri, tahu apa yang kamu mau dan siap untuk berjuang demi hal tersebut.

Disiplin adalah tool-nya. Alat yang membuat kamu selangkah lebih dekat dengan tujuanmu.

disiplin masa kecil

Beda kan dengan saat kecil, dimana disuruh makan sayur tanpa dengar penjelasan memadai selain : bagus untuk tubuhmu. Bocah mana yang doyan?

Bandingin saat kamu dewasa dan totally aware bahwa tubuhmu butuh serat.

Sehingga kamu sendiri yang akan mencari supply serat tersebut.

Disiplin adalah mengerti apa yang kamu butuhkan dan mengerjakannya dengan teratur.

disiplin diri sendiri

Balik lagi ke contoh soal makan sayur.

Di saat kamu tahu bahwa kamu perlu serat, kamu akan mencoba memenuhinya. Nggak mesti lewat sayur. Buah atau suplemen juga membantu.

Di sini wartadana pengen poin bahwa disiplin berarti kamu stick with the end goal.

Jadi kamu fokus pada proses mencapai tujuan akhirnya, bukan pada tool / cara yang kamu pake.

Apapun yang membantu kamu selangkah dengan tujuanmu, yes itulah poin disiplinmu.

Tapi apakah harus saklek? Nggak dong.

Cara kan boleh berganti. Metode boleh update.

Selama kamu tahu apa yang kamu mau, ya sudah! Disiplin terhadap prosesnya.

komitmen keuangan pribadi

Belajar soal keuangan pribadi akan mengajarkan kamu banyak proses dimana kamu harus disiplin.

5. Mengasah Intuisi

Alasan terakhir mengapa harus belajar personal finance adalah untuk mengasah intuisi.

Dari awal kita sudah ngomongin soal membuat keputusan sendiri.

Tapi tentunya keputusan ini nggak lepas dari keputusan benar dan salah. Keputusan yang belum pada tempatnya. Decisions yang kelewat cepat dibuat.

Banyak macamnya.

keputusan keuangan pribadi

Untuk itu, tugas kamu adalah belajar lebih dalam dan membuat lebih banyak keputusan finansial.

Praktik nyata seperti inilah yang akan mengasah intuisi kamu. Membuat kamu punya insting tajam.

Karna saat membuat keputusan nyata, kamu totally aware dengan apa akibatnya kalo salah buat keputusan.

Kekhawatiran membuat kamu sangatlah hati-hati.

Tapi tentu saja, hidup suka membuat lelucon, bukan?

Saat kamu sangatlah hati-hati, ada saja keputusan yang nggak tepat.

Sementara saat kamu udah nggak mau mikir panjang, eh malah keputusan terbaik sepanjang masa.

Proses kayak ginilah yang nanti menghasilkan intuisi. Karna intuisi / feeling itu sangatlah random dan abstrak.

mengasah intuisi

Kamu nggak bisa bilang ke orang lain : by feeling aja. Tapi sering kali, emang itu alasan kamu membuat sebuah keputusan.

Nah, dengan belajar personal finance, kamu punya cukup pengetahuan untuk mengambil keputusan finansial terbaik untukmu. Plus mengasah intuisi kamu.

Percaya deh, insting makin tajam kalo sering kamu asah.

Segini ngomongin 5 alasan untuk belajar mengelola keuangan. Setuju? Atau kepengen nambahin?

Yuk share juga di komen!

Baca Juga :

Apa sih alasan paling tepat untuk belajar keuangan pribadi menurutmu? Yuk share di bawah!

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *