CARA MUDAH MENGHITUNG BIAYA ASURANSI RUMAH TINGGAL

Sebagai orang Indonesia asli, banyak dari kita yang nggak familiar dengan asuransi.


Yang terpikir begitu mendengar kata asuransi adalah buat apa membayar uang untuk risiko yang kita nggak tahu bakalan terjadi atau nggak? (apalagi premi asuransinya hangus semua)

Padahal sejatinya asuransi adalah produk yang bertujuan untuk membantu menanggung kerugian saat terjadi risiko.

Jadi, yang diharapkan bukanlah uang akan kembali atau bertambah. Melainkan ketika risiko terjadi, kita nggak perlu menanggung beban risiko tersebut seorang diri.

MENGHITUNG BIAYA ASURANSI RUMAH TINGGAL

sumber : moneysmart.id

Jadi, kenapa kita nggak mau?

Perihal premi hangus. Jika dibandingkan antara terjadinya risiko kerugian sehingga premi tersebut dapat diklaim versus tidak terjadi risiko dan premi hangus, manakah yang akan kita pilih?

Di momen kali ini, wartadana akan mengupas perihal asuransi rumah tinggal, hingga cara menghitung biaya asuransi rumah tinggal. Jadi jangan lewatkan artikel ini ya 🙂

 

Asuransi itu apa?

Berdasarkan Undang Undang No. 2 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian (yang dapat diakses di sini ), asuransi adalah :

MENGHITUNG BIAYA ASURANSI RUMAH TINGGAL

sumber : OJK.go.id

Dalam bahasa sehari-hari, asuransi merupakan perlindungan yang diberikan untuk objek asuransi apabila terjadi risiko yang menyangkut objek tersebut.

Makanya kita sering mendengar mengenai asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan hingga asuransi properti.

Perlindungan terhadap objek asuransi diberikan oleh perusahaan asuransi.

Sehingga untuk mendapatkan perlindungan tersebut, kita mesti memberikan kompensasi berupa sejumlah uang yang disebut sebagai premi asuransi.

 

Mengenal Asuransi Rumah Tinggal

Asuransi rumah tinggal masuk dalam jenis asuransi properti, sehingga 2 cakupan perlindungan yang diberikan adalah :

a. FLEXAS (Fire | Lightning | Explotion | Aircraft | Smoke)

Saat membeli asuransi properti dasar, kita membeli tipe asuransi FLEXAS, walopun kita tahunya jenis asuransi yang dibeli adalah asuransi kebakaran.

Di FLEXAS, perlindungan nggak terbatas pada kebakaran saja, tetapi dipaketkan untuk risiko sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesawat dan asap (yang timbul dari kebakaran di rumah sebelah).

b. PAR (Property All Risk)

Sesuai dengan namanya, cakupan PAR lebih besar karena melindungi semua risiko yang mungkin terjadi pada properti. Contohnya :

– badai, siklon, topan, angin ribut dan banjir

– gempa bumi, letusan gunung api dan tsunami

– kerusuhan, pemogokan, perbuatan jahat

– huru hara

– dan lainnya

Beda kedua jenis asuransi ini ada di premi dan perlindungan. Dengan tambahan perlindungan, otomatis nilai premi ikut bertambah.

Makanya sebelum membeli polis asuransi, pemilik properti wajib memahami karakteristik rumahnya.

Apakah berada di daerah yang dekat dengan lapangan terbang, atau daerah yang rawan banjir, atau daerah yang mungkin terpapar risiko lainnya?

Tujuannya adalah agar kita bisa melindungi rumah tinggal kita dari risiko tersebut.

Jadi misalnya di daerah rawan banjir, kita dapat membeli pertanggungan ekstra untuk kondisi banjir.

Kenapa harus beli asuransi rumah tinggal?

Saat membeli rumah dengan fasilitas KPR bank, asuransi rumah tinggal sudah dibelikan oleh petugas bank. Sehingga dalam tahap ini kita tinggal menerima bersihnya saja.

Kita tahunya properti sudah diasuransikan, tanpa tahu jenis asuransinya atau berapa nilai pertanggungannya.

Setelah KPR lunas, bank nggak lagi memperpanjang asuransi tersebut. Sehingga kembali ke kita, ingin membeli asuransi untuk rumah tinggal kita atau nggak?

Suatu kali saya terlibat diskusi dengan marketing perusahaan asuransi, terkait asuransi properti. Dari hasil diskusi ini, saya simpulkan bahwa asuransi rumah tinggal itu wajib. Kenapa?

1.  Premi asuransi rumah tinggal itu rendah, sehingga nggak akan memberatkan pengaturan keuangan kita.

2. Perlindungan rumah tinggal itu penting, karena nilai pertanggungannya itu mengcover apabila terjadi risiko, kerugian itu ditanggung oleh perusahaan asuransi.

3. Karena kondisi hunian di Indonesia cenderung berbentuk komplek perumahan, bayangkan saja betapa dekatnya kita dengan tetangga-tetangga kita. Dan siapa yang bisa menjamin seumur hidup kita selalu dapat tetangga yang berhati-hati?

4. Kalo kita jeli, banyak perusahaan asuransi memberikan bonus perlindungan. Misalnya tambahan akomodasi sementara (saat terjadi risiko), atau tambahan gangguan usaha (apabila menjalankan usaha di properti tersebut).

 

Tarif Asuransi Rumah Tinggal

Biaya asuransi atau premi asuransi telah diatur besarannya oleh Otoritas Jasa Kuangan (OJK). Pengaturan ini membuat besaran premi yang kita bayarkan berbeda-beda, tergantung :

Lokasi properti

Luasnya wilayah Indonesia menyebabkan perbedaan kondisi antara satu daerah dengan daerah lain.

Untuk beberapa daerah dimana risiko bencana alam lebih besar, premi asuransinya juga lebih besar.

Kelas konstruksi bangunan

– Kelas konstruksi 1 -> bangunan permanen (beton)

– Kelas konstruksi 2 -> bangunan permanen dengan < 20 % komponen non permanen

– Kelas konstruksi 3 -> di luar dari kelas 1 & 2

Peruntukan bangunan (Okupansi)

Apakah bangunan digunakan untuk rumah tinggal murni? Atau ada ruko yang digunakan sebagai rumah tinggal merangkap lokasi usaha? Atau bangunan apartemen yang digunakan sebagai rumah tinggal.

Beda jenis bangunan, beda peruntukan bangunan, beda pula premi asuransinya.

CEK DI SINI : SE OJK MENGENAI TARIF ASURANSI

 

Menghitung Biaya Asuransi Rumah Tinggal

Rumus dasar untuk menghitung premi asuransi adalah :

Premi = [ Uang Pertanggungan x Rate ] + Biaya

1. Uang Pertanggungan

Uang Pertanggungan adalah nilai yang ingin kita asuransikan. Tapi nilai ini nggak sembarangan muncul.

Berbicara tentang rumah tinggal, kita tahunya rumah tinggal itu dalam satuan unit. Jadi saat membeli rumah tinggal, kita membayar harga untuk  satu unit rumah tinggal.

Dalam konsep asuransi, nilai pembelian itu nggak bisa digunakan sebagai angka uang pertanggungan.

Karena di nilai pembelian ada komponen tanah (dimana bangunan berdiri) yang nggak punya risiko yang dapat dilindungi oleh asuransi.

Jadi, untuk menghitung angka uang pertanggungan, pihak asuransi menghitung nilai bangunan.

Komponen nilai bangunan adalah luas bangunan dan kelas bangunan (rumah biasa/rumah mewah).

2. Rate (Premi)

Angka premi kembali pada tarif yang dibebankan oleh pihak asuransi, berdasarkan ketentuan OJK.

Supaya lebih gampang, tanyakan langsung ke agen asuransinya berapa tarif yang mereka bebankan.

3. Biaya-biaya

Biaya-biaya tambahan ini adalah biaya administrasi dan biaya materai.

 

Simulasi Perhitungan Premi :

A membeli polis asuransi FLEXAS dengan nilai bangunan Rp 200.000.000,- dengan tarif premi 0,0294 % dan biaya polis sebesar Rp 30.000,-

Maka nilai premi yang harus dibayarkan oleh A per tahun adalah :

[ Rp 200.000.000 x 0,0294 % ] + Rp 30.000
Rp 88.800,-

 

Angka Rp 88.800 adalah premi asuransi tahunan yang wajib dibayarkan oleh A untuk perlindungan FLEXAS.

Jika ingin tambahan lain, maka A akan menambah preminya sesuai dengan tarif yang berlaku.

 

Memilih Perusahaan Asuransi Rumah Tinggal

Karena banyaknya perusahaan yang menawarkan asuransi rumah tinggal, pasti akan membingungkan bagi kita untuk memilih yang mana satu.

Nah berikut adalah tips untuk membantu dalam memilih perusahaan asuransi rumah tinggal :

1. Pilih perusahaan asuransi yang memiliki kantor di daerah tempat tinggal kita.

2. Pilih yang petugasnya kita nilai mau membantu.

3. Pilih perusahaan asuransi yang memang sudah memiliki track record baik, yang sudah umum kita dengar namanya.

4. Jangan sungkan untuk bertanya pada marketing asuransinya jika ada yang membuat kita merasa bingung.

MENGHITUNG BIAYA ASURANSI RUMAH TINGGAL

sumber : www.newhorizonsmktg.com

 

Tips Tambahan Asuransi Rumah Tinggal

1. Sewaktu membeli asuransi properti, beli juga pertanggungan untuk isi rumah.

Angka untuk isi rumah disesuaikan dengan nilai dari peralatan yang ada di rumah, semisal peralatan elektronik, furnitur dan barang-barang lainnya.

Dengan membeli tambahan isi rumah, artinya melindungi apabila ada risiko kemalingan (perbuatan jahat) maka isi rumah yang dimaling dapat diklaim ke asuransi.

2. Dalam asuransi dikenal istilah OR (Own Risk) atau risiko sendiri atau deductible.

Maksud risiko sendiri adalah angka kerugian yang kita tanggung apabila terjadi risiko.

Pastikan untuk paham angka OR di polis kita, agar kita tahu berapa kerugian yang akan kita tanggung saat terjadi risiko.

Tujuan adanya nilai OR ini adalah sebagai mekanisme agar kita juga ikut menjaga aset yang kita miliki karena jika terjadi kerugian, kita juga ikut menanggungnya walopun dalam persentase kecil.

3. Untuk klaim asuransi, dibutuhkan dokumen (tergantung perusahaan asuransi) umum sebagai berikut :

– formulir klaim

– kronologis kejadian

– foto

– detil kerugian beserta spesifikasi item yang rusak

– laporan polisi (klaim kehilangan atau kebakaran total)

– penawaran dan kwitansi perbaikan / penggantian (termasuk dengan spesifikasi dari barang pengganti)

– dokumen tambahan lainnya

4. Polis yang dibeli jangan disimpan di laci, melainkan dibaca juga.

Cari tahu apa yang dikecualikan, karena biasanya agen nggak akan menjelaskan dengan terperinci. Apalagi kalo kita membeli asuransi rumah tinggal yang preminya kecil,

Jadi, sambilan dibaca dan dilihat pengecualian umum hingga pengecualian khususnya.

5. Apabila saat klaim tidak dicapai kesepakatan, dapat dilakukan investigasi oleh pihak ketiga (adjuster asuransi).

Dan jika dengan cara ini masih juga belum dicapai kesepakatan, nasabah dapat mengadukan hal ini melalui BADAN MEDIASI ASURANSI INDONESIA.

================

Demikian share kali ini perihal asuransi rumah tinggal. Kalo ada yang ingin didiskusikan, jangan sungkan untuk komen di bawah.

Dan kalo setuju bahwa artikel ini bermanfaat, bantu share artikel ini kepada teman-teman kita. Jangan lupa subscribe untuk selalu dapetin artikel terbaru dari wartadana.

Terima kasih telah berkunjung ke wartadana hari ini.

Pekanbaru, 29 September 2018

PS : #girlsliftothergirlsup


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

CARA MU…

oleh Charlina waktu membaca : 5 min
0
%d blogger menyukai ini: