KEUNTUNGAN DEPOSITO + KEKURANGAN DEPOSITO (Bahas Komplit!)

Apa Saja Keuntungan Deposito Bank Bagi Nasabah?

Yok cari tahu apa saja keuntungan deposito bagi kamu sebagai nasabah, termasuk kekurangan deposito.

Ps : produk keuangan pasti punya sisi positif dan negatif masing-masing.

Tugas kamu sebagai nasabah bukan nyari produk perbankan sempurna tanpa cacat, tapi mencari solusi terbaik.

solusi keuangan terbaik

Jadi kamu perlu mengerti gimana konsep produk Bank dan mencocokkannya dengan kondisi keuanganmu.

Agar produk perbankan apapun yang kamu pilih, bermanfaat bagi kehidupan finansialmu.

Yok cari tahu apa kelebihan dan kekurangan deposito.

1. Pengertian Deposito

Deposito adalah produk simpanan Bank yang mengikat nasabah untuk menyimpan uang dalam periode tertentu, dengan bunga yang lebih tinggi.

konsep deposito Bank

Jadi kalo kamu depositokan uangmu, kamu akan memilih tenor atau jangka waktu deposito.

Selama tenor deposito berlangsung, kamu nggak bisa menarik uang tersebut. Karna deposito sifatnya sudah mengikat sejumlah uangmu selama waktu tertentu.

Beda banget dengan tabungan Bank yang masih bisa kamu tarik kapan saja atau kamu tambahin saldonya sesuka hatimu.

Ps : kalo kamu masih awam dengan deposito, silahkan baca dulu :

  1. Mengenal Deposito
  2. Suku Bunga Acuan
  3. Rate Deposito Bank
  4. 6 Pertimbangan Membuka Depo

2. Keuntungan Deposito

Apa saja keuntungan yang kamu dapatin saat buka deposito Bank?

a. Bunga Simpanan Tinggi

Deposito adalah produk simpanan Bank yang mau ngasih bunga lebih tinggi dari jenis simpanan lainnya.

Jadi dengan mendepositokan uangmu, kamu dapatin bunga lebih dibanding saat kamu simpan dalam bentuk saldo tabungan.

bunga deposito Bank

Hal ini bermanfaat saat kamu punya saldo tabungan sampai ratusan juta yang mengendap begitu saja di rekening tabungan.

Jadi agar tabungan tersebut bisa nyari uang sendiri, kamu bisa depositokan.

Catatan : bunga deposito dihitung % p.a alias per tahun.

b. Dijamin LPS

Deposito Bank yang kamu miliki dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan.

Syarat agar tabungan dijamin oleh LPS adalah :

  • suku bunga di bawah rate LPS,
  • jumlah di bawah 2 milyar

Selama deposito memenuhi syarat tersebut, maka depo kamu mendapatkan penjaminan oleh LPS.

Fungsi penjaminan LPS adalah agar saat Bank dilikuidasi, uangmu nggak hilang, melainkan dibayarkan oleh LPS.

c. Aman Jangka Pendek

Deposito adalah media untuk mengamankan uangmu dalam jangka waktu pendek.

Hal ini karna deposito adalah bentuk simpanan, yang nggak akan berkurang nilai nominalnya.

Mungkin ada argumen bahwa menyimpan uang di RDPU juga nggak berkurang, tapi kamu perlu tahu bahwa RDPU punya risiko gagal bayar.

Beda halnya dengan deposito yang hampir bebas risiko. Terutama karna deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sehingga saat kamu membutuhkan media simpanan yang aman jangka pendek, deposito termasuk salah satunya.

d. Pokok Nggak Berkurang

Mendepositokan uang membuat kamu nggak bisa mengakses uang tersebut kapan saja.

Hal ini yang bikin pokok depositomu aman dan tabunganmu nggak akan berkurang.

Saat kamu susah nabung alias sering bocor, membuat deposito adalah solusi terbaik untuk mengurangi akses terhadap uang tunaimu.

Selain itu, rekening deposito juga nggak kena biaya (paling materai 10k kalo ada). Sehingga uang kamu nggak akan berkurang karna biaya.

e. Mudah Open Account

Keuntungan lain dari deposito Bank adalah proses pembukaan deposito yang mudah.

Cara buka deposito :

  1. offline, kamu datang ke kantor Bank dan minta CS membukakan depositomu.
  2. online, tinggal buka aplikasi perbankan yang kamu pake dan open account.

Membuka depo lebih mudah dibanding kalo kamu membeli obligasi / reksadana yang perlu pendaftaran SID.

Selain itu, buka deposito juga tanpa syarat tambahan.

f. Bisa Ngatur Waktu

Dengan mendepositokan uangmu, kamu diberi opsi tenor oleh Bank.

Jadi bebas mau deposito 1 bulan atau 3 bulan. Bahkan kamu bisa deposito 1 tahun.

Adanya opsi tenor bikin kamu bisa mencocokkan kapan uang tersebut perlu kamu gunakan dengan jatuh tempo depositomu.

Sehingga kalo kalkulasimu tepat, kamu bisa mencairkan deposito sesuai dengan kebutuhanmu.

3. Kekurangan Deposito

Apa saja kekurangan deposito yang membuat kamu mungkin nggak cocok untuk buka deposito?

a. Nggak Likuid

Deposito yang kamu buka harus berjalan sesuai dengan tenor deposito.

Sehingga saat kamu mendadak butuh uang, tentu saja kamu nggak bisa tarik langsung.

Jika di pertengahan jalan kamu pengen nambah uang, juga nggak bisa.

Karna deposito harus berjalan sesuai dengan komitmen di awal, termasuk jangka waktu dan pokok depositonya.

Jadi sangat nggak likuid.

b. Pajak Bunga Tinggi

Pajak bunga deposito adalah sebesar 20 % dari jumlah bunga deposito yang kamu terima.

Angka 20 % ini tentu cukup tinggi.

Ilustrasinya, kalo dapatin bunga 1 juta -> maka bunga net yang kamu terima adalah 800 ribu (1 juta – 200 ribu)

Bunga depo yang diiklankan oleh Bank sifatnya gross, alias belum potong pajak 20 %.

Jadi kalo kamu mau hitung angka netnya, bunga deposito harus kamu kurangi 20 % pajak.

c. Tergerus Inflasi

Menyimpan deposito merupakan opsi yang baik untuk jangka pendek.

Tapi dalam jangka panjang, bunga deposito cenderung nggak bisa mengalahkan laju inflasi.

Apalagi dalam beberapa tahun terakhir saat trend bunga deposito menurun.

Contoh saat ini : bunga LPS Sep 21 -> 4 %. Prediksi inflasi 2021 -> 3,8 %.

Akhirnya kamu cuman cuan 0,2 % (itupun kalo dapat depo dengan bunga LPS).

d. Fixed Rate

Kekurangan deposito lainnya adalah rate bunga yang sifatnya tetap.

Jadi kalo kamu buka deposito per Sep 21 dengan bunga 3 % selama 12 bulan, maka apapun yang terjadi depo tersebut akan dapat bunga 3 %.

Hal ini menguntungkan kalo tren bunga cenderung turun. Karna kamu sudah ikat deposito dengan bunga lebih tinggi.

Sementara hal ini bisa jadi merugikan kalo tren bunga naik. Jadi kamu nggak bisa menikmati kenaikan bunga tersebut, karna udah kekunci di bunga rendah.

e. Kena Penalty

Beberapa Bank secara saklek nggak memperkenankan deposito cair sebelum jatuh tempo.

Sementara Bank lainnya memperbolehkan cair deposito lebih awal / break deposito dengan catatan kena penalty / bunga berjalan nggak dibayarkan.

Kalopun kamu mendadak butuh uang, kamu tetap bisa mengakses depositomu.

Tapi dengan catatan kena penalty dan jumlah pokok depositomu berkurang.

4. Rencana Keuangan

Rencana keuangan yang kita bahas di sini adalah mencocokkan deposito dengan rencana finansialmu.

Jadi dibanding pukul rata bahwa uangmu harus 100 % deposito atau bagi-bagi (tapi nggak tahu gimana porsinya), yok cari tahu apa alternatif yang ada.

a. Dana Darurat

Dana darurat adalah uang yang kamu sisihkan untuk berjaga apabila terjadi hal urgent.

Dalam artikel menyisihkan dana darurat ini, ada 2 jenis dana darurat yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Khusus untuk dana darurat jangka pendek, lebih baik jangan didepositokan. Agar saat urgent dan butuh pake, kamu bisa langsung mengakses uang tersebut.

Tau sendiri kalo deposito nggak bisa kamu tarik kapan saja.

Alternatif untuk menyimpan dana darurat jangka pendek dengan aman dan dapatin bunga lumayan adalah simpan di rekening terpisah.

Contoh : simpan di tabungan City of TMRW UOB yang ngasih bunga 4 % per tahun (bahkan lebih tinggi dari bunga depo Bank).

b. Simpanan Jangka Pendek

Simpanan jangka pendek adalah tabungan yang mungkin kamu pake dalam tempo di bawah 1 tahun, tergantung pada rencana keuanganmu.

Contoh : tabungan untuk pasang behel (rencananya 2 bulan lagi), simpanan untuk upgrade gadget (6 bulan lagi / nunggu launching). Atau untuk dana darurat jangka panjang.

Tabungan ini sifatnya sudah kamu cadangkan untuk suatu keperluan / berjaga-jaga dan sudah ada time frame / gambaran kapan akan dipake.

Untuk tabungan seperti ini kamu bisa depositokan uang tersebut. Triknya adalah deposito sebulan dengan opsi perpanjangan pokok dan bunga otomatis.

buka deposito bulanan

Jadi setiap bulannya, bunga deposito kamu akan dimasukin ke pokok deposito. Agar bunga deposito kamu di bulan berikutnya lebih tinggi.

Ini yang dinamakan compounding effect aka bunga berbunga.

Alternatif lain kalo kamu nyari return yang lebih gede dari deposito adalah Reksadana Pasar Uang.

Ini khusus untuk kamu yang sudah paham mekanisme reksadana. Kalo belum, mending depo aja, biar bebas ribet.

Baca Juga : RDPU vs Deposito Bank

c. Tabungan Jangka Menengah

Simpanan jangka menengah adalah tabungan yang mungkin kamu gunakan dalam waktu 1-3 tahun mendatang.

Contohnya : tabungan pendidikan atau simpanan untuk nikah, atau modal usaha.

tabungan jangka menengah

Simpanan jangka menengah lumayan tricky, karna di satu sisi pengen dapat return cakep tapi di sisi lain harus pastiin risikonya nggak menggerus pokok simpanan.

Untuk mengatur simpanan jangka menengah, kamu bisa bagi ke deposito atau instrumen investasi lainnya.

Saran : kombo deposito dengan reksadana atau deposito dengan obligasi. 

Untuk porsi dan pengaturannya yuk baca Mengatur Porsi Tabungan

d. Investasi Jangka Panjang

Untuk segala sesuatu yang sifatnya jangka panjang, mindset kamu akan berubah dari nyimpan menjadi investasi.

Karna walopun menyimpan uang lebih aman, dalam jangka panjang uangmu akan habis tergerus inflasi.

Jadi tabungan jangka panjang adalah investasi jangka panjang.

Investasi jangka panjang kamu tujukan untuk rencana keuangan yang sifatnya lebih dari 5 tahun ke depan.

Yes, walopun susah memprediksi umur atau kondisi jangka panjang, nggak ada salahnya untuk punya mimpi yang time frame-nya panjang.

Contoh investasi jangka panjang :

  1. modal membangun bisnis,
  2. Ibadah Haji / Umroh,
  3. rencana kuliah anak,
  4. dana pensiun.

Untuk investasi jangka panjang, pastiin agar uangmu mendapatkan return yang masuk akal.

Sehingga mendepositokan uangmu untuk investasi jangka panjang bukanlah opsi terbaik.

Berikut ada beberapa opsi investasi yang bisa kamu pilih :

  1. Reksadana
  2. Saham
  3. Obligasi
  4. Emas
  5. Peer to Peer
  6. Properti

Finally, selesai juga membahas apa aja kekurangan dan keuntungan deposito Bank. Plus juga gimana mencocokkan deposito Bank dengan rencana keuanganmu.

Ps : yuk baca artikel lainnya dari seri Deposito Bank berikut :

  1. Mengenal Deposito Bank
  2. Suku Bunga Acuan Deposito 
  3. Mengenal Deposito Bank
  4. Cara Menghitung Bunga Deposito
  5. 6 Pertimbangan Membuka Deposito
  6. Kekurangan dan Keuntungan Deposito (this article)
  7. Cara Buka Deposito?
  8. Deposito vs Obligasi Ritel
  9. Deposito vs Reksadana Pasar Uang

Baca Juga :

Link Wartadana :

Gimana pendapatmu tentang kekurangan dan keuntungan deposito? Komen yok!

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *