10 NASIHAT KEUANGAN TERBAIK ala Wartadana

Nasihat Keuangan Terbaik?

Yes, kali ini wartadana akan share 10 nasihat keuangan terbaik ala wartadana.

Ps : 10 nasihat keuangan ini baru saya pahami menjelang usia 30-an.

Dan kalo bisa, akan saya bilangin ke diri sendiri waktu muda.

Tapi, karna nggak mungkin mutar waktu, maka here it goes!

nasihat keuangan

1. Nabung Dikit Asal Konsisten

Menabung adalah proses menyisihkan sebagian gaji untuk masa depan kamu.

Hanya sebagian saja, sehingga nggak harus nabung semaksimal mungkin – tanpa menikmati hidupmu saat ini.

menabung uang

Tapi mau nabung banyak atau dikit, sebenarnya bukan hal yang perlu didebatin. Karna kalo ternyata kamu mampu, ya simpanlah sebanyak yang kamu mau.

Yang harus kamu pastiin adalah untuk bisa menabung secara rutin aka konsisten. 

Mulai dari nominal sedikit tapi konsisten, jauh lebih baik dari mulai dengan nominal gede yang bolong-bolong.

Karna untuk bisa menabung dalam jangka panjang, kamu perlu membangun kebiasaan / habit.

Tanpa upaya yang rutin, akan sulit membiasakan diri menabung.

2. Jangan Salah Gaul

Salah pergaulan adalah memilih teman bergaul yang nggak se-visi denganmu, atau dengan orang yang kondisinya bertolak belakang dari kamu.

Temanan itu menyenangkan. Karna kamu terlahir untuk menjadi makhluk sosial.

Tapi, jangan temanan dengan orang yang salah.

teman yang salah

Karna saat kamu temanan dengan :

– orang yang pengeluarannya jauh lebih gede dari kamu, besar kemungkinan kamu akan ngikuti gaya hidup mereka. Dan ujung-ujungnya akan bikin kamu melakukan hal-hal yang nggak seharusnya, agar bisa tetap eksis.

– orang dengan nilai hidup yang beda dari kamu. Bukan berarti kamu mesti serius menghadapi hidup. Tapi kamu mesti temukan titik seimbang, antara menikmati hidup sambilan bangun masa depan.

– teman yang nggak ngerti kamu. Mereka tahu kamu punya issue dalam hidupmu, tapi nggak mencoba memahamimu dan maksa kamu untuk hal-hal yang belum waktunya.

peer pressure

Banyak masalah berawal dari peer pressure, tekanan nggak terlihat dalam berteman.

Sehingga kalo temenmu nggak supportive dan nggak bantuin kamu untuk be your best version, kamu tahu apa yang seharusnya kamu lakuin.

3. Catat Pengeluaran

Mencatat pengeluaran rutin bertujuan untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan dengan baik.

Karna sebelum kamu bisa mengatur keuangan, kamu harus tahu dulu gimana sih pola pengeluaranmu.

Cara terbaik untuk membaca pola keuanganmu adalah dengan mencatatnya.

Basic banget. Tapi sekaligus membosankan dan ngerepotin.

Makanya rata-rata orang yang mencatat keuangannya, cuman bertahan satu atau dua bulan lalu stop.

mencatat keuangan pribadi

Ps : kalo kamu nggak tahan mencatat pengeluaran secara rutin, be strict with your budget.

Jadi misalnya di bulan ini sudah nargetin untuk pake uang 1 juta, maka nggak boleh lewat dari 1 juta.

Kalo kamu bisa mengatur dirimu sendiri di level ini, maka kamu nggak butuh proses mencatat keuangan rutin.

4. Selalu Berbagi

Sama kayak menabung, berbagi adalah wajib.

Tapi kamu nggak harus mematok angka sumbangan yang super gede, atau super minimalis.

Ngasih ke orang lain yang membutuhkan sesuai dengan keikhlasan-mu.

Ingat analogi tentang Laut Mati berikut :

Laut Mati dan Laut Galilea sama-sama bermuara dari Sungai Yordan. Tapi mereka punya karakter yang beda.

Laut Mati terletak jauh di bawah permukaan laut, sehingga air yang masuk dari sungai Yordan ke Laut Mati, nggak bisa mengalir keluar.

Hal ini yang bikin laut mati nggak punya arus dan asin banget.

Makanya nggak ada tanaman atau hewan yang bisa hidup di laut mati.

Sementara Laut Galilea mengalirkan air Sungai Yordan ke sungai-sungai kecil yang ada di sekitarnya.

Hal inilah yang membuat Laut Galilea begitu hidup, penuh dengan biota dan hewan laut yang sangat beragam.

Lesson learn-nya : take and give. 

take and give

Laut Mati menerima air sungai tanpa mengalirkannya kembali, dan membuat nggak ada kehidupan di sana.

Sementara Laut Galilea mengalirkan air yang diterimanya dan memberi kehidupan pada biota dan hewan laut di dalamnya.

5. Bangun Fondasi Keuangan

Memang menggiurkan untuk langsung terjun berinvestasi setelah kamu nerima gaji pertamamu. Dan itu bukan hal yang buruk.

Tapi, di saat yang sama sebenarnya berinvestasi bukanlah target sewaktu kamu nerima gaji pertama.

cuan obligasi

Justru harusnya kamu bangun fondasi finansial, seperti :

  1. memastikan kebutuhan kamu tercukupi,
  2. membeli perlindungan asuransi,
  3. menyiapkan dana darurat

Jadi jangan buru-buru melangkah ke tahap selanjutnya, sebelum kamu punya punya fondasi keuangan yang kokoh.

Percaya deh, mending kamu missed kesempatan investasi, daripada kamu harus membangun ulang fondasi keuanganmu di usia yang nggak muda lagi.

Money is always about mindset.

Saat mindset-mu udah set, maka fondasi keuanganmu pun udah kokoh.

Dan fondasi yang kokoh bakal bertahan kena angin apapun.

Baca Juga : 8 Tanda Kamu Sudah Layak Berinvestasi

6. Pilah-Pilih Nasihat

Banyak orang akan ngasih nasihat atau saran finansial.

Yes!

People like to tell that much about money.

bla bla bla

Kamu harusnya gini. Kamu harusnya gitu. Beli ini aja. Akuisisi itu aja. Kok nggak beli yang gedean dikit? Kok nggak mau hemat sih?

And whatsoever!

Tapi seperti sepotong kalimat oleh Arkad, orang terkaya di Babylonia kuno :

Nasihat adalah sesuatu yang diberikan gratis, tapi pastiin kamu hanya ambil nasihat yang emang layak untuk diambil. 

Nggak semua omongan orang harus kamu denger dan jadiin panutan.

7. Stop Kalo Kamu Nggak Paham

Kamu berhak untuk stop atau berhenti atau cancel atau mengubah pikiranmu, terutama saat kamu membuat keputusan keuangan.

Hal ini termasuk keputusan investasi, mutusin membeli sesuatu atau sekedar untuk pinjam-meminjam uang.

Karna saat kamu ngerasa ragu atau nggak ngerti, ada baiknya untuk berhenti sebentar.

bingung

Banyak keputusan besar dalam hidup berawal dari rasa gamang.

Dan dibanding mendiamkan rasa ragu ini, kamu harus cari tahu lebih lanjut.

Why? Kenapa ragu? Apa sih yang harus saya pikirin?

Percaya deh, ragu biasa muncul karna kamu nggak paham.

Sehingga yok caritahu lebih dalam tentang sesuatu, untuk menemukan bahwa :

  • this is good, yok gaspol!
  • ermm, not that good, skip aja deh!

Nantinya semua keputusan yang kamu ambil, akan lebih firm – pasti!

8. Ask The Expert

Untuk semua hal besar dalam hidupmu, selalu tanyain ke orang yang expert.

Mulai dari pembelian rumah-mu yang pertama kali. Atau proses investasi-mu yang nominalnya signifikan.

Kamu nggak harus jadi orang maha tau.

Walopun era Google, akan bikin kamu tertantang untuk membuat keputusan berdasarkan banyak artikel yang kamu temuin.

Tapi please save yourself!

Jangan membuat keputusan besar tanpa nanya ke orang yang ahli.

Nggak pernah salah untuk minta pendapat. Karna orang yang paham, bisa membantu kamu dengan insight yang komprehensif.

tanya ahli

Jadi nggak sekedar saran-saran yang sifatnya kulit-kulit doang, the expert bisa kasih kamu poin penting yang nggak akan kamu sadari.

9. Pastiin Kamu Ngasih Cukup

Pastikan kamu memberi dalam porsi cukup pada orang-orang yang kamu sayangi.

Wajar kalo kamu sayang sama seseorang, dan kepengen give them the world.

Tapi selalu pastiin kamu ngasih secukupnya.

selalu memberi

Perhatian berlebihan itu nggak pernah baik, sama seperti pemberian.

Karna di akhir nanti, kamu punya tanggung jawab paling besar sama dirimu sendiri.

Sehingga kalo kamu memberi terlalu banyak ke orang lain, nantinya malah kebutuhan dan keinginanmu yang dinomorduakan. Dan hal ini nggak baik.

Bukan harus egois dan nggak berbagi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, carilah titik seimbang.

Titik seimbang dalam memberi artinya kamu ngasih secukupnya tanpa bikin kamu susah. Juga kamu memberi dalam porsi yang membantu.

Jadi nggak kikir terhadap orang yang kamu sayangi, tapi juga nggak terlalu dermawan.

Ps : bukan berarti nggak boleh memberi. Tapi pastiin sebelum ngasih, porsi untuk dirimu udah aman terlebih dahulu.

10. Percayalah!

Percayalah masa depanmu akan baik-baik saja, bahkan saat kamu memulai di jalan yang begitu berat.

Percaya deh, one day you will make it through.

Terutama saat hidup ngasih masalah demi masalah, yang bikin kamu ngerasa masa depan itu hitam dan suram.

Wajar kok keter atau takut.

Normal untuk cemas dan kebawa pikiran.

Tapi pastiin kamu tetap percaya bahwa di satu masa, semua masalahmu akan punya solusi.

Semua kekhawatiran yang bikin kamu rasanya depresi aja, akan terasa kecil dan nggak berarti.

Karna balik lagi, hidup selalu ngasih solusi.

Cuman seringnya solusi itu dalam bentuk yang bikin kamu nggak nyaman, sehingga nggak pengen kamu ambil.

But you will make it through!

***

Selesai juga 10 nasihat keuangan yang bakal saya bilang ke diri sendiri (seandainya bisa). Anyway, punya nasihat keuangan lainnya?

Yok di-share, artikel ini bisa jadi 11 nasihat keuangan atau 20 nasihat keuangan, dengan tambahan dari kamu.

Baca Juga :

Link Wartadana :

  • Pinterest wartadana 
  • Jika kamu adalah pengguna Pocket, connect dengan saya di sini.

Terima kasih sudah main ke wartadana.com/

Mana yang paling ngena di antara 10 nasihat keuangan terbaik ala wartadana? Komen dong!

Similar Posts

2 Comments

  1. Setuju bangeut, saya berada di lingkungan yang gaya hidupnya tinggi jadi agak susah buat nabung, tapi bersyukur sekarang penghasilan nambah, dan bisa bangun rumah di pedesaan yang lingkungannya sederhana namun bikin tenang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *