Asuransi Kesehatan vs Dana Darurat, Mana Lebih Urgent?
Mana lebih urgent : asuransi kesehatan atau dana darurat?
Pertanyaan tricky yang sering muncul, kalo belum punya dana darurat ataupun asuransi kesehatan, bagusnya mulai dari mana?
Secara fungsi, baik dana darurat maupun asuransi kesehatan memiliki peran penting sebagai jaring pengaman dalam hidup.
Namun, tentu saja butuh extra effort untuk menyisihkan kedua hal ini sekaligus.

Apalagi sehabis pandemi, dimana kebutuhan dan keinginan mulai berkejaran. Aktifitas yang kembali normal, tentunya membawa kita kembali pada kebiasaan semula.
Sehingga perlu perencanaan keuangan secara cermat, untuk memenuhi kebutuhan + keinginan , serta mastiin apa yang harus kamu sisihkan terlebih dahulu : antara dana darurat atau asuransi kesehatan.
Yuk, keep scrolling ya!
1. Asuransi Kesehatan
Asuransi kesehatan adalah produk keuangan yang mengcover saat terjadi risiko dengan kesehatan kamu.
Mayoritas asuransi kesehatan yang kamu beli di luaran, sifatnya mengcover rawat inap.
Rawat inap adalah saat pasien harus menginap di kamar rumah kasih, paling tidak 1 malam. Sementara rawat jalan adalah saat pasien mengunjungi dokter untuk diagnosa dan pulang ke rumah untuk pemulihan.
Jadi dalam konteks asuransi kesehatan, mayoritas asuransi membayarkan uang saat nasabahnya harus menjalani tindakan medis yang menginap di rumah sakit.
Kecuali kamu menggunakan asuransi kesehatan dari plan perusahaan, yang masih mengcover rawat jalan dalam nominal lebih kecil.
a. Fungsi Asuransi Kesehatan
Apa fungsi asuransi kesehatan?
Secara umum, asuransi kesehatan berperan untuk mengcover biaya saat nasabah harus menjalani tindakan besar di rumah sakit.
Seperti halnya operasi atau tindakan medis lainnya yang mengharuskan pasien untuk menginap.

Dalam kondisi seperti ini, tentu biaya yang keluar tidaklah sedikit.
Sehingga asuransi kesehatan berfungsi untuk membayarkan / mengalihkan biaya rumah sakit tersebut dari nasabahnya.
b. Memilih Asuransi Kesehatan
Sesuai dengan fungsinya yang penting, memilih asuransi kesehatan tentunya nggak sembarang comot.
Karna saat membeli asuransi kesehatan, tentunya kita ingin agar asuransi tersebut reliable aka dapat digunakan saat terjadi risiko.
Untuk memastikan hal ini, ada baiknya melakukan riset pada beberapa perusahaan asuransi kesehatan serta pastiin bahwa kamu memahami kedua hal berikut :
- Premi yang dibayarkan vs manfaatnya,
- Premi bulanan vs cashflow keuangan kamu,
Jangan lewatin seri asuransi kesehatan ini.
c. Alternatif Asuransi Kesehatan
Salah satu pertimbangan dalam membeli polis asuransi kesehatan adalah premi bulanan.
Dalam banyak kasus, premi bulanan asuransi kesehatan terbilang lebih mahal.
Sehingga saat kamu belum memiliki budget ekstra untuk membeli asuransi kesehatan, ada alternatif lainnya berupa BPJS Kesehatan.
Jadi pastiin bahwa dirimu sudah terdaftar di BPJS Kesehatan dan pastiin juga untuk membayar preminya rutin.
Ps : pemerintah sudah mengeluarkan aturan dimana orang yang mau jual beli tanah / rumah wajib menggunakan kartu BPJS Kesehatan.
2. Dana Darurat
Dana darurat adalah tabungan cadangan yang kamu sisihkan untuk berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu secara mendadak atau saat kamu kehilangan penghasilan.

Wartadana menggunakan pendekatan dana darurat sebagai berikut :
a. Dana Darurat Jangka Pendek
Dana darurat jangka pendek aka rainy day fund adalah dana darurat yang kamu sisihkan untuk berjaga-jaga saat terjadi kondisi mendadak yang urgent.
Contohnya : mendadak sakit, kecelakaan atau kendaraan mogok.
Normalnya dana darurat jangka pendek disisihkan sekitar 1 sampai 10 juta.
Angkanya yang nggak besar adalah sesuai dengan fungsinya, untuk mengcover kebutuhan dadakan dalam nominal kecil.
b. Dana Darurat Jangka Panjang
Dana darurat jangka panjang aka emergency fund adalah dana darurat yang kamu sisihkan untuk berjaga saat kehilangan penghasilan atau mengalami masalah kesehatan.
Karna fungsinya yang lebih berat, jumlah dana darurat jangka panjang juga lebih besar.
Rata-rata berkisar 3-6 bulan dari biaya hidup bulanan.
Asumsinya adalah dengan memiliki uang sebesar 3-6 kali dari biaya hidup, kalo terjadi sesuatu yang mengganggu penghasilan, kamu masih bertahan hidup sembari menunggu peluang baru.
3. Asuransi Kesehatan vs Dana Darurat
Manakah yang lebih urgent, membeli asuransi kesehatan atau menyisihkan dana darurat?
Untuk menjawab urgensinya, yuk kita bandingkan fungsi kedua hal ini.
a. Dana Darurat Jangka Pendek vs Asuransi Kesehatan
Dana darurat jangka pendek aka rainy day fund berfungsi di saat kamu mengalami kondisi dadakan yang membutuhkan dana dalam nominal kecil.
Contoh saat kamu mengalami flu, sehingga perlu budget ekstra untuk membeli buah dan suplemen.
Atau saat kamu mengalami insiden tak diinginkan yang menyebabkan keluarnya uang.

Dalam konteks, tentu saja nggak bisa membandingkan dana darurat dengan asuransi kesehatan. Karna fungsinya beda.
Tapi jika melihat dari sisi praktis, saat kamu mengalami flu dan perlu rawat jalan, pastinya dana darurat jangka pendek lebih berguna dari asuransi kesehatan.
Sama halnya saat kamu mengalami kondisi urgent apapun, yang tentunya membutuhkan dana cash dibanding plan asuransi kesehatan.
b. Dana Darurat Jangka Panjang vs Asuransi Kesehatan
Mana lebih penting, dana darurat jangka panjang atau asuransi kesehatan?
Dana darurat jangka panjang bertugas mengcover saat kamu kehilangan penghasilan atau mengalami kondisi medis yang membuat kamu tidak bisa bekerja.

Dalam konteks, saat seseorang kehilangan penghasilan, tentunya dana darurat jangka panjang lebih bermanfaat.
Sementara saat seseorang mengalami masalah kesehatan, tentunya asuransi kesehatan lebih bermanfaat.
Sehingga sulit memilih, sebelum memahami kondisi masing-masing.
c. Seperti Apa Kondisi Kamu?
Pertanyaan paling tepat untuk ditanyakan saat musingin mau ngumpulin dana darurat dulu atau bayar premi asuransi kesehatan dulu adalah seperti apa kondisi kesehatan kamu?

a. Apakah kondisi fisik sehat?
Saat kamu dalam kondisi fisik yang sehat, tanpa keluhan kesehatan yang mengganggu, maka asuransi kesehatan dapat dinomorduakan dari dana darurat.
Walopun kalimat ini bertentangan dari omongan sales asuransi, tapi secara praktis, tentunya cash lebih bermanfaat.
Sehingga kamu bisa fokus menyisihkan dana darurat terlebih dahulu. Setelah budget tersedia, barulah upgrade asuransi kesehatan.
Karna balik ke poin di atas, BPJS Kesehatan masih dapat dijadikan alternatif.
b. Apakah ada masalah dengan kesehatan?
Saat kamu memiliki masalah kesehatan, maka asuransi kesehatan haruslah menjadi prioritas.
Hal ini karna biaya kesehatan nggak murah, sehingga memiliki jaring pengaman berupa asuransi kesehatan sangatlah menenangkan pikiran.
Wartadana nggak mengecilkan fungsi dana darurat maupun asuransi kesehatan.
Karna kedua hal ini berfungsi untuk saling melengkapi.

Tapi dengan pendekatan logis dan praktis, saat kamu bingung memilih mana duluan antara dana darurat atau asuransi kesehatan, maka kenali dulu kondisi kesehatan masing-masing.
Lanjut baca di seri dana darurat wartadana berikut :
- Dana Darurat 101
- Fungsi Emergency Fund – 5 Alasan Kamu Wajib Punya Dana Darurat
- Cara Menghitung Dana Darurat
- Kalkulator Dana Darurat
- Angka Dana Darurat Ideal
- Dana Darurat Berapa Kali Gaji?
- Cara Mengumpulkan Dana Darurat
- Cara Menyimpan Dana Darurat
- Dana Darurat vs Asuransi Kesehatan (artikel ini)
- Asuransi Jiwa vs Dana Darurat
- Dana Darurat vs Menabung
- Dana Darurat vs Investasi
- Pinjaman Dana Darurat
- Kapan Boleh Pake Dana Darurat?
- FAQ Pentingnya Dana Darurat