10 TIPS PENTING BAGI PENGGUNA KARTU KREDIT PERTAMA KALI

Apakah kamu adalah pengguna kartu kredit pertama kali? Telah menerima kartu kredit perdanamu? Dan nggak mengerti apa yang harus dilakukan selanjutnya?


Kamu berada di laman yang tepat.

Wartadana akan mengulas 10 tips penting bagi pengguna kartu kredit pertama kali. Jadi 10 hal ini harus kita lakukan atau pahami sewaktu menerima kartu kredit pertama kalinya.

Agar selama menjadi penguna kartu kredit kamu bisa menikmati fasilitasnya semaksimal mungkin dengan persentase risiko yang serendah mungkin.

Readyyy?

 

Ganti PIN kartu kredit

Kartu kredit perdana akan dikirimkan langsung ke alamat kita. Sementara PIN akan dikirimkan ke nomor ponsel yang terdaftar.

Setelah menerima kartu kredit tersebut, pastikan bahwa kita langsung menuju ke bank untuk mengganti angka PIN-nya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pembobolan sistem secara internal bank.

Kebayang kan data kita sudah tertera dengan jelas di sistem bank ditambah dengan PIN acak yang diciptakan oleh sistem.

Amit-amit ada petugas bank yang khilaf, maka kartu kredit kita adalah sasaran empuk.

pengguna kartu kredit pertama kali

sumber : memegenerator.net

Sedikit kita bahas fungsi PIN di kartu kredit ya.

Beberapa tahun silam, transaksi kartu kredit di Indonesia masih dilakukan dengan cara gesek tanpa PIN dan tanda tangan di bill-nya.

Setelah itu barulah muncul mekanisme transaksi menggunakan PIN.

Fungsi PIN di kartu kredit sama seperti PIN ATM. Digunakan sebagai bentuk identifikasi identitas kita sebagai pemegang kartu.

Jadi dengan memasukkan angka PIN, transaksi sudah dapat diotorisasi. Nggak perlu tanda tangan di bill lagi.

Serta jauh lebih aman. Karena hanya kita seorang yang mengetahui kode PIN masing-masing.

 

Simpan copy dari kartu kredit

Selalu back up data kartu kredit dalam format yang mudah bagi kita. Bisa berupa :

–  Format digital

Scan ke komputer, scan di ponsel di folder khusus. Atau bisa juga disimpan secara cloud.

–  Format konvensional

Fotokopi bagian depan kartu dan arsip dengan baik. Cantumkan nomor telpon call centre di bawah kartu.

Tujuan kita melakukan hal ini adalah untuk berjaga seandainya kartu hilang atau kececer, akan lebih mudah bagi kita untuk menghubungi call centre dan meminta mereka melakukan blokir.

Balik ke poin pertama mengenai PIN. Di Indonesia, masih banyak banget mesin EDC yang beroperasi tanpa menggunakan PIN.

Jadi dengan modal tanda tangan yang nggak pernah dimintai KTP untuk pengecekan, siapa aja bisa pergi ke toko dan menggesek kartu kredit kita.

Untuk itu, back up data kartu kredit agar sewaktu terjadi hal-hal yang nggak diinginkan, kita bisa menghemat waktu dan menelpon call centre langsung.

Jangan biarin kelamaan, karena menguras kartu kredit sangatlah mudah.

File yang disimpan hanya bagian depan kartu, bagian belakangnya nggak usah disimpan karena di sana ada kode CCV.

CCV merupakan kode pengaman kartu kredit yang nggak boleh diketahui orang lain. Untuk mengerti apa pengertian CCV silahkan klik artikel berikut.

 

Sticker angka CCV di belakang kartu kredit

CCV merupakan kode pengaman kartu kredit berupa 3 digit angka yang tercetak di belakang kartu kredit masing-masing.

Untuk transaksi online, CCV berfungsi sebagai mekanisme otorisasi transaksi.

Jadi dengan mengetik angka CCV sistem akan membaca bahwa pemilik sah kartu kreditlah yang sedang melakukan transaksi.

Bersyukurlah kita saat ini sudah banyak bank yang mengalihkan laman otorisasi tersebut ke halaman dengan on time password.

Sehingga CCV saja nggak cukup. Masih dibutuhkan kode yang dikirimkan ke nomor hp kita masing-masing untuk menyetujui transaksi online.

Tetapi juga masih banyak e-commerce yang langsung memproses hanya dengan angka CCV.

Men-sticker angka CCV untuk berjaga saat transaksi kartu kredit di merchant.

Mikirnya jelek dulu, semisal kasir tempat kita transaksi menggunakan hp utuk memfoto kartu kredit kita.

Hanya dengan dua kali jepret yang bersangkutan sudah punya akses kartu kredit kita, Kalo ditutup, kan nggak segampang itu bagi si oknum untuk berbuat jahat.

Ini opsional, tapi saran saya dilakukan saja. Capek ngurusin drama kartu kredit di-hack pihak ketiga.

 

Mengerti bahwa kartu kredit merupakan kredit

Ingat yah, semudah apapun menggesek kartu plastik ini, mereka tetaplah bersifat kredit.

Dimana segala hal yang bersifat kredit artinya dibayar dahulu oleh pihak ketiga untuk kita bayar selanjutnya. Istilahnya ngutangg.

Bank hanya membayarkan terlebih dahulu. Setelah itu kita wajib membayarkan kepada bank.

Bukan bank dengan sukarela memberi kartu untuk kita pakai tanpa bayar.

 

Mengerti bahwa pemakaian kartu kredit bisa dikenakan bunga

Ingat juga bahwa pemakaian kartu kredit dapat dikenakan bunga apabila :

–   Nggak membayar tagihan secara penuh

–   Nggak membayar tagihan tepat waktu

–   Mengambil skema cicilan kartu kredit

Tapi selama kita menghindari ketiga hal ini, harusnya tagihan kita nggak kena bunga.

 

Mengerti bahwa keterlambatan pembayaran akan dikenakan denda

Ingat bahwa selain dikenakan bunga, setiap tagihan yang terlambat akan dikenakan denda keterlambatan.

Yang menyenangkan dari denda keterlambatan adalah angkanya bulat. Terlambat sehari juga kena sebesar itu. Biasanya Rp 75 rb per keterlambatan.

 

Mengerti bahwa nggak semua promo kartu kredit adalah promo

Ingat yah, semua yang terpampang di layar ponsel adalah trik jualan marketing.

Jadi jangan mudah tergiur dengan promo diskonan pake kartu kredit tanpa memahami syarat dan kondisinya terlebih dahulu.

Dengan kata lain, kalo malas baca promo diabaikan saja. Itu bukan rejeki kita.

Apalagi yang garansi uang kembali. Skip saja!

 

Nggak mengiyakan begitu saja semua tawaran dari tele marketing kartu kredit

Penting banget!

Bagi yang belum punya kartu kredit, mungkin nggak terbiasa dengan telpon tanpa henti dari call centre kartu kredit.

Tapi bagi pengguna kartu kredit aktif, tim tele marketing bekerja layaknya amoeba yang bisa membelah diri.

Kenapa saya bikin kalimat demikian?

Karena saya pernah ditelepon tele marketing kartu kredit yang sama sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Produk yang ditawarkan sama dengan kalimat yang berbeda.

Intinya mereka akan berbelit-belit bertele-tele kemudian meminta kita mengiyakan.

Alert!

Bahaya banget mengiyakan apapun yang disampaikan oleh tele marketing kartu kredit. Apalagi tanpa mengerti syarat dan kondisinya.

Camkan saja di kepala : IYA dari kamu artinya setuju untuk membeli produk mereka, apapun itu. Setuju = membayar tagihan yang langsung dipotong dari limit kartu kredit.

 

Sebisa mungkin jangan membeli asuransi dari kartu kredit

Ya, terlepas dari gimanapun menariknya tawaran mereka, pertimbangkan dahulu matang-matang sebelum bilang iya.

Emang sulit untuk dilakukan karena tele marketing asuransi akan ngomong dengan kecepatan cahaya yang membutakan.

Dan tanpa diberi waktu untuk berpikir, kita dipaksa untuk menjawab IYA di saat yang sama demi dapetin penawaran extravaganza dari mereka.

Dalam momen penuh tekanan, otak kita nggak mikir lagi dan percaya bahwa penawaran tersebut adalah yang terbaik.

Percaya deh, begitu kamu sadar penawarannya nggak akan sebaik itu.

Saran saya hanya satu : kalo kamu merasa penawarannya bagus, minta waktu untuk berpikir kembali. Mereka nggak berhak memaksa kita untuk mengiyakan di waktu yang sama.

 

Simpan data kartu kredit untuk diri sendiri

Jadi apapun risiko yang nantinya timbul karena berbaik hati dan nggak sombong hingga membiarkan orang-orang memiliki akses terhadap kartu kredit, adalah tanggung jawab kita sendiri.

Selalu ingat bahwa mempercayai orang lain adalah hal yang wajar. Dan nggak mempercayai orang lain adalah sama wajarnya.

Akses terhadap uang ataupun kredit nggak bisa kita obral begitu saja kepada orang lain hanya karena mereka keluarga, mereka pasangan, mereka teman dekat atau karena mereka adalah anak kita.

Kita nggak mempercayakan hal tersebut bukan karena kita menempatkan uang lebih tinggi.

Tetapi karena kita mengerti bahwa uang adalah hal yang sifatnya destruktif jika tidak ditangani dengan baik, maka kita perlu membentenginya agar nggak merusak hubungan dengan orang-orang terkasih.

Tapi misalnya kita memiliki orang yang sangat dipercayai dan bersedia membagi akses tersbut, silahkan dijalani. Hak tersebut sepenuhnya milik kita. Walo tidak disarankan demikian.

————–

Demikian 10 tips penting bagi pengguna kartu kredit pertama kali. Dengan melakukan dan mengerti ke-10 hal ini harusnya kita bisa menikmati manfaat maksimal dari fasilitas bank yang satu ini.

Seperti biasa saya berterima kasih kamu telah mengunjungi wartadana hari ini. Silahkan bookmark laman ini untuk dibaca kembali ke depannya, atau save ke pocket agar lebih mudah diakses.

Pekanbaru, 30 Maret 2019

#girlsliftothergirlsup #2019GANTIKONDISIKEUANGAN

Nggak dengerin musik karena cuaca lagi panas bangett


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

10 TIPS…

oleh Charlina waktu membaca : 5 min
0
%d blogger menyukai ini: