GIMANA CARA MENGATUR TABUNGAN PRIBADI – Simpannya Dimana?

Gimana cara mudah untuk mengatur tabungan pribadi?

Untuk kamu yang masih bingung gimana cara mengatur tabungan pribadi, agar lebih terstruktur dan nggak campur aduk, yuk baca sampai kelar.

Habis dari sini, kamu akan ngerti :

  • jenis tabungan yang harus kamu sisihkan,
  • berapa angka uang tunai yang harus tersedia?
  • apakah mungkin kamu kelebihan uang tunai?

Yuk, scroll ke bawah.

1. Tabungan Pribadi

Tabungan pribadi adalah uang yang kamu simpan untuk keperluan personal.

Terserah fungsinya untuk apa, yang jelas kamu berniat menyimpan uangmu untuk sesuatu di masa depan.

Tabungan identik dengan keinginan. Padahal nggak harus untuk keinginan saja.

Kadang kamu juga harus menabung untuk kebutuhan, atau untuk bersiap saja dalam menghadapi masa depan.

Selain itu, walopun ngomongin tabungan personal, kamu tetap bisa aplikasikan konsep tabungan pada keuangan keluarga.

2. Jenis Tabungan Personal

Dalam mengatur keuangan pribadi, memisahkan tabungan adalah keharusan.

Karna tanpa memisahkan uang kamu, mudah membiarkannya tercampur dan nggak bisa kamu fungsikan secara maksimal.

Contoh : kamu cuman niat menabung 1 juta per bulan, tanpa mau mikir panjang. It’s okay kok. Punya niat menabung saja sudah selangkah lebih maju.

Tapi coba bayangin deh, seandainya satu hari nanti kamu mengalami masalah kecil yang membuatmu harus menarik tabungan tersebut.

Apa perasaanmu saat melihat saldo tabunganmu berkurang?

Besar kemungkinan kecewa, merasakan capeknya menabung tanpa melihat hasilnya. Capek menabung, kok keluarnya snap, sebentar saja?

Padahal perasaan kayak gini bisa kamu hindari, saat kamu mengkotak-kotakkan uangmu.

Kamu sadar ada beberapa Rupiah yang emang pasti keluar, dan kamu siap kehilangan uang itu. Jadi nggak bakala bingung atau dongkol sendiri.

Di bawah, wartadana ngomongin 5 jenis tabungan personal dalam mengelola keuangan pribadi :

a. Operasional Pribadi

Tabungan operasional pribadi adalah uang yang kamu simpan untuk keperluan operasional hidupmu.

Jadi di dalam tabungan ini, terdapat biaya hidup yang rencananya akan kamu gunain dalam satu bulan ke depan, ataupun sesuai dengan siklus penghasilan kamu.

Jumlahnya berdasarkan berapa biaya hidup kamu per bulan.

Dan uang ini disimpan dalam tabungan operasional untuk membantu kamu memastikan bahwa kamu punya uang yang cukup untuk bertahan hidup sampai akhir bulan.

Sehingga penting banget untuk menjaga 2 hal berikut :

  • memastikan kamu punya penghasilan untuk me-refill tabungan operasional setiap bulannya,
  • make sure bahwa kamu menghabiskan sesuai dengan jumlah yang ada di tabungan operasional ini, nggak boleh lebih.

Cara mudah untuk mengaplikasikan konsep tabungan operasional adalah memiliki rekening tabungan yang menampung seluruh biaya hidupmu. Gini doang.

Kamu bisa cari tahu lebih di rekening operasional pribadi.

b. Rainy Day Fund

Rainy day fund adalah dana darurat jangka pendek dalam nominal kecil yang mengcover hal-hal kayak ban bocor, bola lampu rusak ataupun biaya berobat (seandainya kamu nggak punya asuransi kesehatan).

Normalnya nilai rainy day fund bervariasi, bisa dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta.

Dan angkanya nggak signifikan, karna fungsinya juga untuk mengcover hal-hal kecil.

Untuk menentukan berapa angka dana darurat jangka pendek yang harus kamu sisihkan, tentunya harus customized sesuai dengan kondisi kamu. Atau pake saja feeling-mu.

Selanjutnya pastiin bahwa uang ini likuid, bisa kamu akses kapan saja.

Menyimpannya dalam bentuk cash pun boleh saja (walopun wartadana lebih suka menyimpan uang di rekening Bank).

c. Emergency Fund

Emergency fund adalah dana darurat jangka panjang dalam nominal signifikan yang bertujuan untuk mengcover saat kamu kehilangan penghasilan.

Normalnya menyisihkan dana darurat jangka panjang sebesar 6 kali biaya hidup kamu. Tapi kamu bisa sesuaikan dengan kondisi kamu.

Contoh : kamu harus bertanggungjawab untuk keluargamu yang lain, sehingga lebih nyaman menyimpan 12 kali biaya hidup sebagai emergency fund-mu.

Atau sebaliknya, orangtuamu masih produktif dan mapan secara finansial, sehingga emergency fund sebesar 3 kali sudah cukup.

Sesuai dengan fungsinya yang mengcover hal-hal dadakan, dana darurat boleh kamu simpan dalam bentuk deposito bulanan (artinya tenor 1 bulan), atau Reksadana Pasar Uang / Reksadana Pendapatan Tetap.

Apapun formatnya pastiin mencairkan uang ini nggak butuh waktu lama, sehingga kamu nggak kewalahan saat membutuhkannya.

Misalnya kamu nggak mau ribet, menyimpannya dalam tabungan yang bunganya besar pun masih boleh : seperti Seabank / TMRW / Bank Jago.

d. Tabungan Keinginan / Kebutuhan

Tabungan keinginan adalah uang yang kamu simpan untuk apapun keinginanmu.

Atau bisa jadi tabungan kebutuhan adalah uang yang kamu simpan untuk keperluan besar di masa depan.

Contoh tabungan keinginan / kebutuhan adalah budget nikah, DP rumah, atau rencana travelling.

Mengumpulkan tabungan keinginan / kebutuhan adalah hal yang paling menyenangkan, karna biasanya berdasarkan motivasi besar bahwa kamu yang akan menikmati hasil tabungan tersebut.

Kamu bisa buat tabungan keinginan / kebutuhan sesuai dengan kondisi kamu. Kalo pun nggak punya tabungan keinginan / kebutuhan, sah saja.

Cara paling gampang untuk mengumpulkan tabungan kebutuhan / keinginan adalah dengan membuat tabungan berjangka, sesuai dengan periode kamu mengumpulkan uang tersebut.

Contoh : kepikiran pengen ganti laptop ke tipe gaming dengan budget 18 juta.

Maka sesuaikan dengan kemampuanmu, apakah bisa mengumpulkan 1 juta sebulan selama 18 bulan? Atau kamu bisa mengumpulkan 3 juta/bln, sehingga hanya perlu menabung 6 bulan?

Sisanya, tinggal buka tabungan berjangka dengan setoran 3 juta selama 6 bulan.

Setelah 6 bulan kelar, uang cair ke rekeningmu dan kamu bisa checkout laptop dengan tenang, tanpa berhutang.

Yes, i know. Bacanya mudah, tapi nggak mudah kan. Bener. Pastinya sulit menabung.

Tapi dengan pola pikir kayak gini, kamu nggak delusional. Dibanding orang yang pengennya beli sesuatu tapi nggak punya rencana sama sekali.

e. Investasi

Investasi adalah tabungan masa depan dengan time horizon yang lebih panjang.

Kamu bisa berinvestasi untuk dana pensiun, membangun usaha atau sekedar modal travelling keliling dunia.

Apapun itu, rencana menggunakan uang ini adalah beberapa tahun kemudian. Sehingga kamu bisa membuat uangmu bekerja untuk mencapai tujuan masa depan tersebut.

Idealnya investasi menjadi solusi.

Tapi dalam beberapa minggu terakhir, wartadana menjumpai banyak orang yang baru memulai perjalanan investasinya.

Satu hal yang mirip di antara orang-orang tersebut adalah betapa butanya mereka. Taunya cuman mau investasi dan mengutip potongan ilmu di internet, entah itu video youtube atau iklan aplikasi.

Jadinya dengan potongan ilmu yang nggak komplit, mereka terjun tanpa mengerti apa yang sedang mereka lakukan.

Sehingga walopun wartadana ingin agar kamu memiliki investasi yang sehat, yang nantinya membantu kamu di masa depan, wartadana tetap minta kamu untuk bijak dalam melangkah.

Sebelum kamu pede, jangan lakuin investasi, terutama yang nggak kamu mengerti. Lebih baik kehilangan momen daripada kehilangan uang.

Sementara untuk kamu yang mampu berinvestasi, silahkan lanjut. Investasi adalah solusi.

3. Apakah Kamu Cash Rich?

Apakah kamu memiliki porsi tunai dalam jumlah besar aka cash rich?

Yuk, mari kenali kondisi dimana seseorang adalah cash rich.

Artinya, ybs punya banyak uang tunai yang diletakkan di deposito atau kadang di tabungannya doang.

Menjadi pribadi yang cash rich tentunya menyenangkan. Kamu super likuid, uangmu mudah diakses dan nggak perlu mengkhawatirkan apapun soal investasi.

Tapi di satu sisi, menjadi orang yang cash rich atau kelebihan uang tunai, membuat kamu melewatkan kesempatan untuk memaksimalkan uang yang kamu punya.

Wartadana nggak mendorong kamu untuk membuat keputusan investasi, hanya karna kamu ingin mendapatkan hasil yang maksimal.

Hanya saja, wartadana mau kamu sadar bahwa memiliki uang tunai terlalu banyak juga merupakan sisi negatif dalam hidup seseorang.

Karna nilai uang tunai sangat mudah mengerucut. Sayang saja kalo uang tunaimu saat ini akan menurun nilainya di masa depan.

Berapa Uang Tunai Yang Harus Kamu Miliki?

Berapa sih jumlah uang tunai yang idealnya kamu miliki, agar nggak kelebihan cash?

Logikanya, uang tunai kamu harusnya mengcover 4 hal berikut.

  • tabungan operasional (wajib cash)
  • rainy day fund (harus tunai)
  • emergency fund (boleh kamu simpan dalam bentuk RDPU agar return lebih maksimal),
  • tabungan keinginan / kebutuhan sesuai rencana waktunya

Selebihnya, sisa uang kamu boleh diinvestasikan untuk mendapatkan return yang menarik. Dan mempercepat kamu mencapai impianmu.

Tapi tetap sesuaikan dengan profil kamu, deal?

Link Wartadana :

Punya pendapat tentang proses mengatur tabungan pribadi di atas? Yuk, share pendapatmu di sini.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *