APA ITU PASIF INCOME? Gimana Cara Mendapatkannya?
Apa Itu Pasif Income?
Pasif income adalah penghasilan yang kamu dapatin tanpa bekerja penuh sepanjang waktu. Artinya kamu nggak harus mendedikasikan 100 % waktumu untuk membuat pendapatan pasif.
Kalopun kamu perlu meluangkan waktu, maka sifatnya adalah dikerjakan sekali atau maintenance secara rutin saja, tanpa memerlukan waktu seharian.

Jadi secara konsep pendapatan pasif sangatlah berbeda dari penghasilan aktif.
Saat ngomongin pendapatan aktif, artinya bicarain pekerjaan atau karir atau profesi yang kita pilih. Kemudian pekerjaan ini dilakoni setiap harinya dengan jadwal yang teratur.
Contoh : penghasilan aktif sebagai karyawan adalah dari aktivitas ngantor setiap Senin-Jumat. Pendapatan aktif pengusaha muncul dari proses buka toko dari pagi sampai sore. Dan sejenisnya.
Sementara konsepnya penghasilan pasif bertolak belakang dari penghasilan aktif.

Normalnya kamu cukup melakukan sesuatu sekali saja untuk mendapatkan penghasilan pasif. Contoh penghasilan pasif : menyewakan property atau menerima kupon obligasi 6 bulan sekali.
Contoh lain : menulis buku sekali di awal dan dapatin royalti rutin (kalo buku cetak ulang). Atau publish video di channel yang viral dan dapatin iklan adsense yang lumayan (kalo subs udah ratusan ribu).
Balik ke penghasilan pasif, kalopun kamu melakukan sesuatu berulang-ulang demi passive income tersebut, kamu hanya perlu lakuin maintenance rutin yang memakan waktu sebentar.
Jadi kamu nggak harus menghabiskan waktu dan effort melebihi penghasilan aktifmu, kecuali kamu lagi di fase memulainya.
Glorifikasi Media Tentang Passive Income
Satu hal yang menarik saat membicarakan penghasilan aktif adalah kecenderungan media untuk meng-glorifikasi penghasilan pasif.
Passive income diibaratkan seperti buah para dewa yang mampu menghapus beban keuangan setiap orang.
Jadi media berlomba-lomba menjual kisah investor sukses yang memiliki deviden ratusan juta per tahun.
Atau iklan aplikasi pencetak uang terbaik di abad ini, yang membuat kamu bisa membuang jauh pekerjaan utama kamu.

Kalo itu yang kamu harapkan saat klik artikel ini, sadly to say hal kayak gitu nggak realistis.
Mungkin ada orang yang penghasilan pasifnya luber-luber, tapi beberapa kalangan yang memang istimewa saja.
Selebihnya, orang-orang biasa kayak kita, harus berusaha keras untuk dapatin hal-hal kecil dalam hidup.
Wartadana pikir penting untuk poin hal ini di awal, jadi kamu punya ekspekstasi realistis saat memikirkan penghasilan pasif.
Penghasilan Sampingan Vs Penghasilan Pasif
Hal lainnya adalah penghasilan sampingan vs penghasilan pasif.
Banyak orang percaya bahwa income sampingannya adalah penghasilan pasif.
Contoh : seseorang kerja di pagi hari, kemudian ngajar les di malam hari. Mudah untuk ngomong bahwa ngajar les mungkin adalah penghasilan pasifnya.
Padahal nih, logikanya kalo ybs masih mengajar les dan harus muncul sesuai jadwal, tentu saja uang yang dia hasilkan bukanlah penghasilan pasif.
Karna ybs harus selalu keluarin effort kan, bedanya kalo kerja ngantor di pagi hari, sementara ngajar les di malam waktu. Yah, beda zona waktu doang, tapi konsepnya tetap bekerja.

Hal yang sama berlaku untuk banyak proses mencari uang, selama kamu masih masih harus menyisihkan waktu dan tenaga sepanjang minggu untuk melakukannya, penghasilan itu bukanlah penghasilan pasif sama sekali.
Justru itu income aktif. Dan kamu bekerja extra keras untuk mendapatkannya.
Gimana Menemukan Ide Penghasilan Pasif?
Gimana sih caranya untuk menemukan ide penghasilan pasif?
Sebelum sampai pada ide pasif income, berikut 3 pertanyaan yang harus kamu jawab terlebih dahulu :
a. Ada berapa sih penghasilan aktif kamu?
Ada berapa sumber penghasilan aktif kamu?
Kalo memungkinkan, jangan bergantung pada satu sumber penghasilan saja.
Selalu penting untuk diversifikasi pendapatan. Karna tujuan diversifikasi adalah mengurangi eksposure terhadap satu risiko.
Dengan punya 2 atau lebih sumber penghasilan, kamu punya leverage. Jadi kalopun terjadi satu masalah atau isu dalam industri tempat kamu bekerja, seenggaknya kamu masih punya cadangan dari penghasilan lainnya.

Dibanding saat kamu hanya punya satu sumber penghasilan, yang pastinya menderita banget saat terjadi perubahan massif.
Contoh, awal-awal covid pastinya memukul setiap orang.
Tapi yang paling terpukul adalah kepala keluarga yang hanya mengandalkan gaji bulanan untuk keperluan keluarga, di saat gaji dari kantor bahkan dipotong 50 %-an.
Kalo sumber penghasilan kamu masih dari gaji saja, mungkin sudah waktunya kamu mulai memikirkan opsi penghasilan tambahan atau pasif income.
b. Apa opsi penghasilan tambahan yang dapat kamu kerjakan?
Mari mulai membahas apa penghasilan tambahan yang memungkinkan untuk kamu.
Mungkin kamu berpikir, bahwa sebenarnya keuangan kamu baik-baik saja. Sehingga kamu nggak harus bekerja keras kayak kuda sampai nggak punya waktu untuk having fun.
Kalo itu posisi kamu =, silahkan! Artinya opsi yang tersedia untuk kamu adalah membuat penghasilan pasif, karna masalah waktu dan effort.

Tapi kalo kamu berdiri pada posisi berbeda. Kamu membutuhkan extra income, maka nggak ada salahnya mulai melihat opsi yang tersedia.
Karna indahnya hidup adalah saat kamu mulai mencari, solusi akan datang menemui kamu (walopun kadang nggak dalam bentuk yang kamu mau).
Yang pasti dengan kondisi kamu membutuhan penghasilan tambahan, maka kamu harus membuat side hustle untuk side income kamu.

Note bahwa saat ngomongin pekerjaan sampingan, kamu ngomongin peluang yang sudah ada dengan standar bayaran yang sudah ada.
Jadi kamu tinggal menawarkan jasa-mu di pasaran. Atau mulai mencari ide penghasilan sampingan.
Baca Juga : Cara Menambah Penghasilan Bulanan
Pastikan penghasilan sampingan nggak mengganggu penghasilan utama.
Walopun keduanya merupakan penghasilan aktif, tetap saja porsi yang kamu dapatin berbeda.
Penghasilan utama sering kali lebih besar dari penghasilan sampingan. Untuk itu, kamu juga harus punya prinsip, bahwa yang sampingan nggak boleh merusak yang utama.

Hal ini sering kejadian loh, saat pegawai kantoran lebih excited pada side projectnya, sehingga membuat performa kerjaan utama menurun.
Padahal pekerjaan utama pula yang memberikan income paling besar.
c. Apa opsi penghasilan pasif yang tersedia?
Apa opsi penghasilan pasif yang tersedia untuk kamu?
Memang nggak semua orang bisa membuat penghasilan pasif, karna sifatnya yang lebih eksklusif. Beda dari pekerjaan sampingan.
Kamu selalu bisa punya banyak sampingan, tapi belum tentu kamu bisa membuat satu pendapatan pasif.

Karna kunci untuk memulai pendapatan pasif ada 2, yaitu :
- skill
- modal
1. Skill / Keahlian
Skill adalah keahlian yang sudah kamu miliki. No bullsh*t, tanpa keahlian kamu nggak punya nilai tawar di pasaran.
Apa yang mau dikerjakan?
Apa yang mau ditawarin, untuk membuat orang percaya banget ke kamu dan bersedia ngasih duit secara rutin ke kamu tanpa perlu effort sama sekali?
2. Modal / Uang
Poin kedua untuk menghasilkan pasif income adalah modal uang. No bullsh*t.
Di jaman gini, uang bikin uang. Alias punya uang tunai membuat kamu dapatin kesempatan untuk membuat uang tunai lainnya.
Wartadana suka poin membuat pasif income bermodalkan uang, karna hasilnya lebih mudah ditebak.
Contoh : sekedar untuk imajinasi, kamu punya 1 milyar saat ini. Maka opsi penghasilan pasif yang paling bebas stress adalah membeli obligasi pemerintah.
Masih beredar kok seri dengan kupon tinggi, seperti FR79 dengan kupon 8,375 % dan jatuh tempo 2039 (masih 17 tahun lagi).

Hitungannya 1 milyar x 7 % (8,375 -10 % pajak) = 70 juta per tahun = 5,8 juta per bulan.
Jatuh tempo di tahun 2039, jadi kamu bisa pastiin selama 17 tahun ke depan dengan memegang obligasi tersebut, kamu tetap dapatin kupon obligasinya.
Aman, dijamin negara. Nggak perlu mikir. Nggak perlu jual beli sana sini. Cukup beli di awal dengan harga pasar, bayar fee dan selanjutnya kamu terima kupon obligasi setiap 6 bulan sekali.
Nice ya!
Alternatif Penghasilan Pasif
Setelah menjawab 3 pertanyaan di atas, mungkin kamu sampai pada kesimpulan bahwa lebih mudah menambah pendapatan dari penghasilan aktif kamu saat ini.
Atau kamu sadar bahwa ternyata ada porsi dari tabungan yang bisa kamu manfaatkan untuk mendapatkan uang tambahan.
Berikut roadmap untuk penghasilan tambahan yang masuk akal :
- Kerja keras untuk dapatin promosi karir agar dapatin kenaikan penghasilan.
- Kerja cerdas menyisihkan waktu untuk side hustle.
- Upgrade skill untuk dapatin pekerjaan di bidang yang bayarannya lebih besar.
- Belajar berinvestasi untuk membangun portofolios investasi yang bisa memberikan tambahan penghasilan bulanan (nggak harus portofolio paper asset, portfolio property juga termasuk).

Lantas bagaimana cara menemukan penghasilan tambahan di luar sana?
Pertanyaan seperti ini nggak punya jawaban pasti. Karna kamu harus tentukan dari 4 opsi di atas, mana sih yang paling memungkinkan untuk kamu?
Setelah itu baru kamu lakukan searching sesuai dengan pertanyaan : pilihan pekerjaan sampingan / skill berharga mahal / gimana cara dapatin promosi?
Kalo kamu tetap pengen punya penghasilan pasif, yuk cari tahu gimana cara mencari ide pasif income.

Ohya, penghasilan aktif memiliki hubungan erat dengan penghasilan pasif.
Dimana disadari atau tidak, saat kamu memiliki penghasilan aktif dalam jumlah memadai, mudah untuk membuat penghasilan pasif kamu ikut bertambah.
Caranya dengan menginvestasikan (untuk mendapatkan penghasilan pasif) sebagian dari penghasilan aktif kamu tersebut.
Jadi semakin banyak uang kamu, semakin besar kupon yang bisa kamu dapatin. Begitu juga sebaliknya.
Sehingga kalo wartadana ambil kesimpulan final, pasif income nggak pasif amat.