GIMANA CARA MEMULAI INVESTASI REKSADANA (Untuk Pertama Kalinya)
Gimana Cara Memulai Investasi Reksadana ?
Gimana cara memulai investasi reksadana untuk pemula? Terutama untuk kamu yang masih buta soal investasi, yang masih belum ngerti apa itu investasi?
Kali ini wartadana buatin guide untuk kamu yang kepengen mulai investasi reksadana, tapi bingung dari mana. Dan berbeda dari artikel wartadana lainnya tentang reksadana yang share soal ilmu reksadana, artikel ini full of action.
Jadi setelah kamu membaca artikel sampai selesai, walopun kamu masih bingung dan ngawang-ngawang, kamu sudah bisa langsung mulai investasi reksadana.
Yok, scrolling ke bawah.
1. Buka Akun di APERDO
Untuk bisa membeli reksadana pertama kalinya, kamu harus punya akun di Agen Penjual Efek Reksa Dana Online aka APERDO.
Bersyukurnya, di masa kayak gini, ada banyak banget pilihan APERDO seperti Bibit, Ajaib, Pluang, Bareksa dan lainnya.
Wartadana sendiri sangat merekomendasikan Bibit sebagai aplikasi investasi reksadana untuk pemula. Kenapa?
- Bibit sudah bekerjasama dengan e-money seperti Gojek. Jadi sambil kamu dapatin cuan dari reksadana, kadang kamu bisa dapatin jajan tambahan dari cashback Gopay-nya.
- Aplikasi mudah digunakan dan intuitif. Kamu nggak harus bolak balik belajar.
- Bebas fee jual beli reksadana.
- Aplikasinya khusus reksadana, jadi kamu nggak bakal ke-distract oleh investasi lainnya.
Ps : kalo kamu sudah punya akun di agen penjual lainnya, silahkan pake akun tersebut. Catatannya pastiin aplikasi investasi reksadana tersebut user friendly, jadi kamu nggak bolak balik belajar gimana cara pakenya.
Karna waktu untuk belajar soal aplikasi tersebut, akan lebih guna kalo kamu alihkan untuk belajar ilmu reksadananya sekalian.
Ps : kalo belum punya akun Bibit, cari tahu dulu gimana cara daftar Bibit.
2. Buat Budget Investasi
Buatlah budget investasimu, sebelum kamu mulai berinvestasi.
Jadi nggak serta merta terjun, kamu mesti tahu mau investasi nominal berapa, serta kondisi investasinya seperti apa?
Apakah kamu akan top up bulanan seperti menabung reksadana? Atau kamu top up sekali saja dan melihat hasilnya?
Tapi intinya kamu harus punya budget dulu.
Tentukan angka senyaman kamu. Mau investasi 10 % dari nilai asetmu? Atau mau investasi hanya 1 juta untuk coba-coba dahulu. Kamu tentukan di awal terlebih dahulu.
Setelah tahu berapa budgetnya, uang ini kamu masukkan ke media pembayaran yang kamu pilih, bisa berupa tabungan kamu atau akun Gopaymu.
Psst : wartadana saranin pake Gopay aja agar bebas biaya. Kecuali kamu sudah punya tabungan Bank Jago.
3. Bagi Porsi Investasi
Membagi porsi investasi reksadana bertujuan untuk mengatur tingkat risk : reward yang akan kamu terima. Jadi nggak beli satu reksadana saja, kamu membagi porsi investasimu dalam beberapa bagian.
Biar risikonya lebih rendah, sekaligus dapatin cuan lebih baik.
Kalo kamu malas mikir, boleh banget milih satu reksadana dan belinya itu aja.
Tapi menimbang kamu pemula dalam investasi reksadana, lebih bijak kalo kamu membagi investasi tersebut dalam 2 porsi besar yaitu :
- reksadana pasar uang (RDPU) & reksadana saham (RDS).
- reksadana pasar uang & reksadana obligasi (RDPT).
Kenapa nggak beli sekalian 3 reksadana? Karna reksadana obligasi dan saham, merupakan jenis reksadana yang perlu pengetahuan tambahan.
Jadi saat beli reksadana saham / reksadana obligasi, nggak cukup hanya belanja reksadana saja. Kamu harus belajar ilmu dasarnya, belajar soal saham (walopun kulitnya doang) atau belajar tentang obligasi (walopun kulitnya saja).
Sehingga ketimbang mempelajari kedua hal ini sekaligus, lebih baik fokus salah satunya.
Trus gimana pengaturan porsinya? Untuk mempermudah kamu bisa bagi 50 : 50. Biar gak ribet.
4. Pilih Perusahaan Reksadana
Langkah selanjutnya adalah memilih perusahaan reksadana yang akan kamu investasikan.
Dengan menggunakan aplikasi, kamu bisa melakukan screening sebentar saja. Dan wartadana akan bagikan trik mudahnya di sini, yaitu 2 filter untuk memilih perusahaan reksadana :
- nominal investasi rendah dibanding yang tinggi. Kalo bisa reksadana yang nominal pembelian mulai dari Rp 10k lebih baik.
- bisa switching reksadana. Switching reksadana adalah proses pemindahan dari satu tipe reksadana ke reksadana lainnya. Contoh, switching dari reksadana saham ke reksadana pasar uang.
Note 1 : tulisan mulai dari Rp 10k bukan untuk membeli reksadana modal 10k saja. Karna pasti untungnya nggak menarik. Melainkan untuk membagi pembelian kamu dalam beberapa kali beli dengan nominal rendah.
Note 2 : switching reksadana adalah proses memindahkan reksadana dari perusahaan asset management (MI) yang sama. Tujuan switching adalah hemat waktu, jadi nggak perlu jual reksadana – lalu beli reksadana lagi.
Dengan switching kamu bisa pindahkan reksadana sahammu langsung ke reksadana pasar uang dalam waktu yang lebih singkat.
Pastiin perusahaan MI yang kamu pilih punya reksadana pasar uang + reksadana saham / reksadana obligasi yang bisa saling switching.
Ps : pas daftar Bibit, jangan lupa pake kode referral Bibit 2021 : Charlina untuk dapatin bonus join Rp 25k.
5. Cara Memulai Investasi Reksadana
Untuk memulai investasi reksadana pertama kalinya, kamu harus membeli reksadana.
Action utama yang bikin kamu mengklik artikel ini.
Jadi setelah kamu set akun dan segala macam, kamu sudah siap untuk melakukannya.
Sebelum bahas lebih jauh, ada 2 cara untuk melakukan pembelian reksadana yaitu lump sum & auto invest.
a. Lump Sum
Pembelian reksadana dengan metode lump sum adalah membeli reksadana sekaligus sesuai dengan budgetmu.
Jadi saat kamu berencana beli reksadana sebesar 1 juta, maka kamu langsung transaksi 1 juta. Nggak perlu dibagi beberapa kali, langsung checkout.
Metode pembelian lump sum bagus digunakan untuk membeli reksadana pasar uang. Karna RDPU (Reksadana Pasar Uang) sifatnya kayak nabung, nggak akan rugi.
Jadi semakin awal kamu menabung, akan semakin baik hasilnya.
b. Auto Invest
Pembelian reksadana dengan metode auto invest adalah metode mencicil. Jadi secara otomatis kamu sudah menyetel untuk membeli reksadana dengan tempo per bulan atau per minggu atau per hari.
Berbeda dengan pembelian lump sum yang langsung borong, auto invest membuat kamu membagi pembelian dalam beberapa kali beli.
Ini dia alasan kenapa kamu mencari reksadana yang pembeliannya mulai dari Rp 10k, agar kamu bisa bagi budgetmu dalam pembelian yang kecil.
– Investasi Reksadana
Saat sampai di bagian ini, kamu sudah bisa menjawab :
- Mau investasi nominal berapa ?
- Milih reksadana dari perusahaan MI yang mana?
- Reksadana apa yang kamu ambil ? RDPU-nya apa? RDS-nya apa? RDPT-nya apa?
Tuliskan di bawah ini :
Ingat rule di atas, bahwa untuk reksadana pasar uang baiknya kamu beli secara lumpsum atau langsung beli sekaligus. Sementara reksadana saham / reksadana obligasi baiknya kamu beli dengan metode cicilan.
Maka langsung lakukan pembelian RDPU secepat mungkin, sesuai budget 50 % di atas. Sementara untuk RDS / RDPT, budget 50 % kamu bagiin 30 hari. Hal ini dengan tujuan mencicil reksadana secara harian.
Yess, trust me!
Wartadana udah lakuin hal ini dan pede banget dengan hasilnya. Karna pembelian harian ngasih kamu eksposur harian terhadap pasar saham yang berubah harian. Jadi nilai rata-rata kamu lebih cakep.
Dan pembelian harian merupakan alasan wartadana saranin kamu untuk pake Gopay, jadi bisa autodebet harian otomatis.
6. Memantau Cuan
Memantau keuntungan reksadana sangatlah mudah dilakukan, terutama saat kamu investasi reksadana secara online menggunakan aplikasi.
Tujuan memantau keuntungan adalah untuk menentukan kapan kamu akan jualan reksadana tersebut. Plus untuk melihat saat terjadi kerugian.
Dan karna kamu masih pemula, tentu saja memutuskan jual beli reksadana bukanlah perkara mudah.
Nggak mungkin cap cip cup untuk jualan reksadana, come on!
Tapi sebelum ngomongin untung cari reksadana, kamu harus paham bahwa reksadanamu mungkin saja merugi.
Yes, sesuai dengan namanya : investasi bisa rugi dan bisa untung.
Dan saat reksadana yang kamu beli merugi, jangan panik. Karna kan reksadana saham / reksadana obligasi saja yang merugi, sementara reksadana pasar uang-nya masih untung.
Balik ke topik menjual reksadana. Kapan sih mau jualan reksadana?
Sebagai aturan dasarnya, kalo sudah dapat cuan 10 %-an dari reksadana saham / cuan 3-5 % di reksadana obligasi, kamu sudah boleh jual reksadana tersebut.
Dan setelah kamu jualan, akan selalu ada kemungkinan harganya naik lagi. Jadi di sinilah kamu belajar merasa cukup dan belajar menikmati cuan investasimu.
Ps : orang akan bilang jangan ngeliatin hasil investasi reksadana setiap hari. Tapi wartadana pernah jadi newbie dan tahu gimana rasanya mengecek aplikasi reksadana setiap malam sebelum tidur.
Jadi, lakuin apa yang kamu mau lakuin. Kamu punya privilege untuk itu, karna masih newbie.
7. Menjual Reksadana
Setelah memantau cuan, hal yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah menjual reksadana saat kamu merasa cukup.
Ingat bahwa reksadana saham / reksadana obligasi bisa naik turun sesuai kondisi pasar.
Jadi sebelum kamu menjual reksadana, kamu belum mengunci keuntungan kamu.
Contoh : di aplikasi hari ini untungmu 10 %. Tapi bisa jadi besok kondisi pasar turun dan keuntunganmu menjadi 8 % saja.
Hal ginian wajar banget.
Sehingga saat kamu untuk ketemu dengan % cuan yang oke, jangan ragu untuk menjual reksadana tersebut, agar kamu bisa menikmati keuntungannya.
Karna balik lagi -> untung / rugi yang terlihat di aplikasi sifatnya ngambang (floating) dan bisa berbalik arah kapan saja.
Setelah cuannya masuk rekening, barulah cuan tersebut real.
Pertanyaan lain yang muncul setelah kamu merealisasikan keuntungan adalah kapan belanja lagi?
Dengan mencicil harian dalam nominal kecil, kamu bisa langsung membelikan reksadana dari hasil penjualan tersebut. Kalo uangnya sudah cair dan kamu nggak sabar, ya belanja saja.
Yang penting jangan beli sekaligus, melainkan kamu cicil harian.
Jadi kalo kamu belum ngerti banget siklusnya reksadana saham / reksadana obligasi, ya lakukan saja pembelian dengan cara mencicil.
8. Mengatasi Kerugian Reksadana
Di poin ini wartadana akan ngomongin soal kerugian reksadana.
Kalo untungnya sudah sesuai dengan keinginanmu, tinggal dijual aja. Tapi kalo merugi, gimana dong?
Ada 3 hal yang bisa kamu lakuin saat reksadana saham / reksadana obligasi kamu merugi :
a. Wait n See
Lihat dan tunggu saja.
Hal ini kamu lakukan saat kamu sudah nggak punya budget untuk beli reksadana.
Jadi tunggu saja sampai kondisi ekonomi membaik dan harga reksadanamu berbalik untung. Tapi sesuai namanya, wait. Kamu nggak tahu harus nunggu sampai kapan.
b. Averaging Down
Membeli lagi di harga bawah. Tujuan kamu membeli reksadana saat posisinya minus adalah mendapatkan harga bawah, jadi harga rata-ratamu lebih rendah.
Hal ini bisa lakuin kalo kamu masih punya budget untuk investasi reksadana.
Keuntungannya adalah saat ekonomi berbalik, harga rata-ratamu kan sudah turun. Jadi lebih cepat kembali hijau, dibanding saat kamu diamin saja.
c. Cut Loss
Makan rugi tersebut. Dengan melakukan hal ini, kamu merealisasikan kerugianmu.
Jadi rugi yang ngambang tersebut menjadi nyata.
Pokok investasimu pun berkurang sebesar kerugian tersebut. Hal ini kamu lakukan saat udah muak banget dengan kerugian dan nggak punya modal untuk avg down.
Wartadana nggak saranin kamu untuk cut loss reksadana, karna ceritanya kamu masih pemula. Sehingga apa yang kamu buru-buruin?
Selain itu, dengan pembelian harian, wartadana percaya kamu akan dapatin harga rata-rata yang lebih cakep. Sehingga mudah mengejar kerugian tersebut.
9. Menabung Reksadana
Menabung reksadana kamu lakukan saat kamu punya budget investasi bulanan.
Jadi dari budget tersebut, kamu mutusin untuk investasi reksadana dalam tempo lebih panjang.
Untuk proses menabung reksadana, saran wartadana masih sama.
- Budget reksadana kamu bagi 2 menjadi 50 % RDPU dan 50 % reksadana saham / reksadana obligasi.
- Beli reksadana pasar uang lump sum di awal bulan.
- Beli reksadana saham / reksadana obligasi dengan cara cicilan per hari.
Cicilan harian kamu lakukan agar kamu dapatin harga rata-rata dari pergerakan market harian.
Kalo kamu ragu dengan saran wartadana, coba deh dengan nominal yang menurutmu nggak menyakitkan.
Contoh 300k per bulan = 10k / hari. Dibanding beli 300k sekaligus.
Lakukan mencicil reksadana selama 3 bulan dan wartadana percaya kamu akan surprise dengan hasilnya.
Ps : kalo belum punya akun Bibit, cari tahu dulu gimana cara daftar Bibit dan jangan lupa pake kode referral Bibit 2021 : Charlina untuk dapatin bonus join Rp 25k.
Selesai sudah membahas gimana cara memulai investasi reksadana yang bisa langsung kamu lakukan hari ini juga.
Ps : artikel ini merupakan short cut-nya. Agar kamu bisa action sekaligus belajar.
Hanya saja karna sebagai short cut, wartadana nggak share basic reksadana di sini. Sehingga kamu harus cari tahu lagi mengenai dasar reksadana.
Dan kamu tetap harus belajar, terutama belajar soal reksadana saham dan reksadana obligasi. Jadi jangan lupa baca seri investasi reksadana wartadana berikut :






