PASIF INCOME, Penghasilan Pasif Yang Ternyata Nggak Pasif Amat!
Kepengen punya penghasilan pasif?
Well, ini adalah momen di mana wartadana harusnya jualan, bahwa dengan baca artikel ini kamu akan dapat insight penghasilan pasif terbaik di era ini.
Tapi, wartadana mau realistis dulu.
Banyak hal yang dijual media sebagai penghasilan pasif, padahal bukan pasif income.
Selain itu, keinginan untuk menambah penghasilan atau memiliki penghasilan pasif, menjadi alasan terbesar kenapa seseorang bisa ikut investasi bodong.

Yes, yok bicarain hal ini dengan realistis.
1. Apa Sih Pasif Income?
Apa itu pasif income?
Pasif income adalah penghasilan yang sifatnya pasif, dimana setelah kamu lakukan sesuatu di awal kamu akan menerima penghasilan rutin.
Contoh : saat channel youtube kamu sudah viral, setiap video yang kamu buat bisa memberikan penghasilan adsense secara rutin.

Tapi, ada satu hal lagi yang perlu kamu pahami soal pasif income.
Bukan sekedar konsep mengerjakan sekali saja. Kamu juga diharuskan untuk maintenance rutin hasil kerjamu.
Balik ke channel youtube, dengan algoritme youtube yang haus konten, tentunya kamu harus tetap memompa konten baru.
Karna creator yang nggak konsisten menelurkan video, akan tenggelam dibanding kreator yang konsisten publish video baru.

Jadi bertolak belakang dari ide bahwa pasif income adalah uang yang kamu dapatin terus menerus tanpa perlu bekerja, ternyata kamu tetap harus memberikan effort pada penghasilan pasif yang mau kamu bangun.
2. Effort vs Effort
Effort adalah upaya yang kamu tuangkan untuk menciptakan penghasilan pasif tersebut.
Apakah mudah?
Well, siapapun yang bilang ke kamu bahwa memiliki pasif income semudah jualan NFT sebesar 1,5 milyar, maka kamu tinggalin ybs dan blokir dari kontak HP-mu.
Sebagai manusia biasa, kita cuman punya resisten terhadap kegilaan dalam level rendah.

Balik ke effort, untuk memulai sesuatu kamu akan ketemu yang namanya proses awal hingga proses menjaga agar kamu tetap berada dalam momentum.
Wartadana nggak bilang mustahil, tapi memilih percaya akan suatu hal dan terus melakukannya walopun hasilnya belum kelihatan akan membutuhkan tekad luar biasa.
Belum termasuk sumber daya, terutama waktu yang harus kamu sisihkan. Dan mungkin sedikit uang untuk biaya ini atau itu.

Wartadana belum ngomongin populasi manusia DIY di republik Indonesia, yang percaya bahwa dengan melihat sebuah hasil, mereka bisa mengcopy prosesnya.
Tentunya memulai apapun, terutama penghasilan pasif membutuhkan effort luar biasa :
- menemukan ide pasif income,
- belajar metode untuk mengeksekusi,
- katalog kemampuan vs modal kamu,
- planning gimana cara memulai dan memaintenance-nya,
- eksekusi keempat hal di atas.
Kalo baca di layar HP memang terdengar simple, tapi kalo sesederhana ini kenapa nggak semua orang punya pasif income yang luber-luber?
3. Tambang Ide
Sebelum memulai apapun, kamu harus punya secercah ide.
Tentunya ide memiliki penghasilan pasif, yang ngasih kamu uang bulanan rutin adalah ide yang super menarik.
Dan pastinya menurut semua orang adalah ide yang bisa dieksekusi.
Tapi apakah benar demikian?

Memiliki ide nggak menjamin bahwa ide kamu akan sukses di pasaran. Kembali pada contoh channel youtube.
Berapa kali kamu sampai ke channel youtube dengan subsciber di bawah 1.000, yang sudah post videonya sejak 3 tahun yang lalu?
Apakah ide saja valid? Atau semangat pasif income-mu bisa mengalahkan semua rintangan?
Trus gimana dengan orang yang belum punya ide sama sekali? Gimana dong menambang ide pasif income yang benar-benar menghasilkan uang?
4. Halu vs Mau Mudah
Antara orang yang halu, yang percaya bahwa apapun yang dia kerjakan akan berhasil, vs orang yang maunya melakukan hal mudah saja, akan ada orang yang realistis yang tahu bahwa proses membuat pasif income membutuhkan waktu dan upaya.
Nggak ada yang mudah. Terutama saat ngomongin uang.
Dan orang yang mutusin untuk mau punya penghasilan pasif, tentunya bukan orang yang halu.

Note bahwa wartadana poin kata halu, tentang orang yang berpikir bahwa mengcopy hasil orang akan menunjukkan proses di balik kesuksesan tersebut.
Balik ke contoh channel youtube.
Kamu akan temukan channel dengan konten copycat, dari orang-orang yang kepengen punya channel youtube besar dengan penghasilan adsense yang besar.
Tapi halu kan? Tanpa upaya menciptakan video original. Bahkan kadang mengupload copy video dari channel resmi. Come on!

Orang-orang gini masuk dalam kategori halu dan mau mudahnya doang.
Maunya punya hasil tapi nggak melakukan sesuatu untuk upgrade dirinya agar mampu membuat konten yang mencerminkan originalitasnya.
Just saying ya!
5. Nggak Mau Belajar
Salah satu alasan kenapa lebih mudah mengcopy ide orang lain atau mengeksekusi dengan cara yang salah, adalah saat orang tersebut nggak mau belajar.
Hal yang sama juga akan menimpa orang-orang dengan banyak uang, yang malas belajar investasi.
Dengan malas belajar, mereka nggak sempat upgrade diri.
Tanpa upgrade diri, mereka berharap uangnya memberikan pasif income dengan % yang menarik. Come on!

Well, bisa kok.
Saat punya uang dan pengen uangmu bekerja, maka kamu serahkan pada pihak ketiga yang bisa mengelolanya dengan baik.
Sounds fun bukan?
Kemudian muncul covid, lalu skandal finansial bertubi-tubi, kemudian artikel tebar fear oleh media tentang investasi bodong sampai kasus bunuh diri investor yang uangnya habis oleh binary option.
Masih pede letakin uang pada pihak ketiga?
6. Apakah Pasif Income Mustahil?
Apakah mustahil untuk menciptakan pasif income di tahun 2022 ini?
Well, nggak dong!
Semuanya mungkin! Kamu bisa mulai menciptakan penghasilan pasif dan memetik buahnya secara konsisten.
Tapi sebelum bisa memetik buah, tentunya kamu harus memilih benih, wadah tanam dan menanam benih tersebut, bukan?

Hal yang sama berlaku dengan pasif income yang akan kamu bangun.
Nggak mungkin, kucuk-kucuk nyari informasi pasif income di internet dan berharap hasilnya sangatlah menguntungkan untuk kamu.
Come on!
Informasi kayak gitu nggak dikasih gratisan di era begini. Bahkan dengan menggali sampai page 10 dari hasil google search, belum tentu akan kamu temukan.
Jadi gimana dong? Mau mulai dari mana?
7. Apakah Pasif Income Cocok Untuk Kamu?
Wartadana sampai pada penutup artikel ini. Melanjutkan pertanyaan sebelumnya, mau mulai mencari ide penghasilan pasif darimana?
Sebelum panjang nanya ke sana, tanyain dulu pertanyaan di bawah.
Apakah pasif income cocok untuk kamu?

Nggak semua orang harus punya penghasilan pasif, terutama saat income aktifnya sudah memadai.
Selain itu, kadang kamu nggak bisa membuat penghasilan pasif karna waktunya nggak cukup.
Kan di atas sudah disebutin bahwa untuk memulainya kamu harus menambang ide hingga belajar mengeksekusi ide tersebut.
Percaya deh, kedua hal ini butuh waktu. Butuh tenaga kamu. Plus semangat kamu.
Apakah benar kamu sanggup?

Tanyain hal kayak gini sebelum kamu memulainya. Dan ini bukan karna wartadana pengen jadi ball breaker kamu.
Melainkan karna wartadana melihat banyak orang yang punya ide dan mengeksekusi ide dengan cara yang salah. Akhirnya waktu ybs habis, plus uang tabungannya yang dipake sebagai modal untuk memulai perjalanan pasif income-nya.
Wartadana juga liat orang yang ngomongin ide yang sama bertahun-tahun, dan nggak pernah mengeksekusi apapun. Setiap kali ada usaha baru buka, ybs akan terkenang saat dia punya ide yang sama.

Well, pastiin dulu apakah pasif income adalah sesuatu yang mau kejar? Kalo ternyata penghasilan pasif bukan untukmu, ya gak masalah juga.
Kan bisa fokus pada proses upgrade diri untuk naikin penghasilan aktif kamu.
Sementara untuk kamu yang pede bahwa kamu siap untuk bikin pasif income, yuk devour beberapa artikel pasif income wartadana berikut :
- Gimana Cara Mencari Ide Pasif Income?