KONSEP MONEY DIALS – APA ITU MONEY DIALS?

Apa itu konsep money dials?

Konsep money dials adalah sebuah cara berpikir yang dipopulerkan oleh Ramit Sethi dalam bukunya I Will Teach You to Be Rich.

Wartadana pernah membaca buku (walopun belum kelar setelah 2 tahunan) dam menyimpulkan bahwa konsep money dials layak untuk kita bahas lebih lanjut.

Jadi, yuk!

1. Konsep Money Dials?

Apa itu money dials?

Konsep money dials adalah istilah lain untuk menyebutkan cara menghabiskan uang yang paling kamu suka.

Sederhananya gini, kamu akan selalu punya pengeluaran yang sifatnya kebutuhan aka basic banget untuk mastiin hidupmu berjalan dengan baik.

Selain itu ada juga pengeluaran yang sifatnya keinginan, antara untuk meningkatkan kualitas hidupmu atau sekedar emang suka aja.

Money dials membahas apa yang kamu suka. Apa yang bikin kamu ngerasa worth it banget deh, ngeluarin uang tersebut?

Dan the best part is no judgement.

Serius. Kamu boleh punya obsesi atau apapun tentang kemana uangmu akan kamu keluarin. Nggak masalah sama sekali.

Justru lebih baik bagi seseorang untuk tahu apa sih pengeluaran yang paling dia suka, agar bisa fokus ke sana dan mengabaikan hal lain.

2. 10 Money Dials

Dalam buku atau link artikel tentang money dials, Ramit Sethi menyebut ada 10 tipe pengeluaran seseorang.

Yuk bahas satu per satuya.

a. Kenyamanan

Kenyamanan aka convenience.

Ada beberapa orang yang rela membayarkan uang berapapun demi kenyamanannya. Contoh : dibanding mengambil sendiri kopermu saat di bandara, kamu membayar porter untuk mengambilkannya.

Hal-hal kayak gini menjadi lebih menarik dibahas dengan adanya startup masa kini.

  • Malas belanja ke pasar? Gomart saja.
  • Nggak pengen makan keluar pas hujan, Gofood saja.

Apapun yang memberikan kamu kenyamanan, dimana kamu keluarin uang untuk membuat orang lain melakukannya untuk kamu.

Bahkan nih, laundry baju bisa dimasukin dalam kategori ini.

Pertanyaannya sih : apakah kamu termasuk orang yang pengeluarannya mayoritas untuk membeli kenyamanan?

b. Travelling

Money dials di urutan kedua adalah travelling atau jalan-jalan.

Satu fenomena yang menarik dalam beberapa tahun terakhir adalah kesadaran banyak orang untuk menjadikan travelling sebagai cara untuk menikmati hidup.

Jadi nggak nunggu sampai kamu kaya raya, barulah keliling dunia.

Melainkan kamu ambil trip satu per satu, setahun sekali atau setahun dua kali.

Dan wartadana yakin ada beberapa kenalan atau sodaramu yang melakukannya dengan konsisten.

Pokoknya tiap tahun sudah bikin itin mau kemana dan mereka akan hunting tiket setiap kali ada promo.

Pre-covid, travelling sangatlah esensial. Sampai ada yang ngomong : uangku habis buat jalan-jalan doang.

Hanya saja setelah covid mungkin nggak banyak orang fokus pada wisata.

c. Kesehatan / Olahraga

Money dials selanjutnya adalah kesehatan / olahraga.

Cara untuk mengidentifikasi apakah money dials-mu merupakan kesehatan adalah dengan melihat gimana cara kamu menjaga kesehatan.

Apakah kamu rutin checkup dan punya sekeranjang vitamin untuk dimakan? Atau kamu masuk jadi anggota MLM dan belanja produk suplemen segambreng?

Bisa jadi kamu into fitness, dimana kamu bayarin iuran tahunan yang nominalnya nggak sedikit, untuk dapatin kesempatan training otot setiap harinya.

Plus bayarin PT yang bisa merancang menu dietmu sekalian.

Mungkin kamu punya segudang peralatan olahraga di rumah, hingga mesin treadmill.

Apapun itu, mudah untuk mengidentifikasi apakah money dials-mu adalah kesehatan atau bukan.

Karna barang-barang yang kamu beli sifatnya kelihatan, bukan jasa yang nggak terlihat sama sekali.

d. Pengalaman

Pengalaman adalah money dials keempat yang menarik untuk dibahas.

Bagi beberapa orang, pengalaman adalah hal yang berarti dan mereka nggak masalah mengeluarkan uang untuk mencoba sesuatu at least once in their lifetime.

Wartadana ingat momen konser-nya Coldplay yang selalu bikin siapapun di sosial media kesetanan untuk posting. (ps : wartadana belum pernah masuk ke konsernya Coldplay).

Beberapa orang rela ke Tokyo atau Bangkok, demi mengejar konser Coldplay.

Hal-hal kayak gini adalah pengalaman, yang hanya bisa kamu nikmati sekali tapi teringat seumur hidup.

Bagi beberapa orang yang pragmatis, mungkin sayang mengeluarkan uang untuk hal-hal yang menguap begitu saja. Tapi, pengalaman nggak bisa dibeli dengan uang.

Perasaan dan kepuasannya yang bikin orang candu dan pengen melakukannya lagi dan lagi.

Perhatiin deh, pengalaman bisa termasuk aktivitas olahraga ekstrim / kulineran ekstrim / bahkan hingga konser world class.

e. Kebebasan

Kebebasan adalah money dials kelima yang pastinya diinginkan semua orang.

Freedom sering diartikan sebagai kondisi kamu bebas tanpa beban.

Padahal yang tepat adalah kamu punya beban, ada kewajiban, selalu ada masalah, tapi solusi dan cara menyelesaikan apapun nggak tergantung pada uangmu.

Jadi ketika hpmu rusak, kamu bisa langsung beli gantinya tanpa mikir panjang. Mayoritas orang akan mengganti sparepart ponsel karna alasan biaya.

Tapi dengan kebebasan, kamu mengganti sparepart / mengganti hp karna kamu emang pengen melakukannya, bukan karna itu opsi termurah.

Freedom. Kamu bisa pilih yang mana saja, sesukamu. Bukan karna uangmu terbatas. Simply karna kamu maunya demikian.

f. Relationship

Relationship adalah money dials keenam yang akan kita bahas.

Membahas hubungan identik dengan keluarga, padahal bisa saja hubungan pertemanan atau kekerabatan yang nggak bisa kamu hilangkan.

Atau romantic relationship.

Wartadana pernah jumpai pasangan muda yang pacaran LDR dan akhirnya harus mencari solusi untuk jumpa di kota lain pas travelling dan hal-hal semacam ini.

Membicarakan relationship tentunya balik ke kamu.

Apakah ada satu kondisi yang mengharuskan kamu ngabisin uang untuk menjaga relationship tersebut?

Kalo iya, mungkin money dials-mu ada di relationship.

g. Berbagi

Berbagi adalah salah satu money dials yang menarik untuk dibahas.

Terutama di saat situs pengumpulan dana lagi tumbuh subur-suburnya.

Seiring dengan kesadaran masyarakat dan emang ada channel-nya, proses menyumbang / berbagi pada orang yang membutuhkan menjadi lebih mudah.

Tentunya nggak harus nunggu kamu jadi kaya raya, untuk menyumbang pada orang lain.

Walopun, memang mayoritas orang berpikir bahwa mereka harus amanin porsi dirinya, porsi masa depannya, barulah berbagi ke orang lain yang membutuhkan.

Kalo kamu termasuk orang yang sensitif dan mengerti bahwa apapun yang kamu berikan, berarti bagi orang lain, mungkin money dials-mu ada di poin berbagi / charity.

Wartadana pernah baca kisah seorang guru agama di Sumatera Selatan (CMIIW) yang hidupnya biasa banget tapi mendedikasikan gajinya untuk biaya merawat anak terlantar. Ini nih contoh nyatanya.

h. Kemewahan

Kemewahan adalah hal yang mudah banget kamu nikmati saat uangmu unlimited.

Karna kemewahan identik dengan hal-hal yang dibeli pada uang dalam jumlah besar.

Ada orang yang doyan pake barang branded, sebagian doyan gonta ganti gadget mahal, atau ada juga yang hobinya koleksi mobil sport.

Hal-hal kayak gini adalah contoh shiny orang yang money dials-nya adalah kemewahan.

Tapi, ada juga kok hal-hal yang sifatnya emang mahal, walopun uangnya nggak besar.

Contoh : dibanding beli sapu + pengki biasa, kamu checkout sapu + pengki import harga ratusan ribu. Hal-hal yang secara uang nggak besar, tapi mahal dibandingkan produk sejenis.

i. Status Sosial

Membicarakan status sosial juga menarik.

Karna status sosial itu sifatnya komunal. Jadi seseorang mencoba memposisikan dirinya ada di level tertentu.

Contoh : dengan ikut donasi dalam nominal besar, nama seseorang bisa tercantum di papan daftar donatur.

Dalam konteksnya mungkin berbagi alias charity. Tapi motif orang tersebut yang dinilai.

Saat motif seseorang mengeluarkan uang adalah untuk membuat orang lain kagum atau melihatnya satu level, maka mungkin money dials orang tersebut adalah status sosial.

j. Self Improvement

Pengembangan diri adalah saat kamu keluarin uang dengan niat untuk mengupgrade dirimu sendiri.

Jadi bisa untuk ikut seminar atau kursus online.

Wartadana termasuk tipe yang nggak masalah ngeluarin uang untuk belajar hal baru. Karna ada harganya dong untuk mengcopy pengetahuan dari orang lain.

Sehingga kalo kamu termasuk orang yang mau nyisihin uang untuk beli buku atau kursus atau ikutin zoom atau seminar, mungkin money dials-mu ada di self improvement.

3. Apa Money Dials-Mu?

Apa money dials-mu?

Wartadana membayangkan apa ya kira-kira money dials kamu yang sedang membaca artikel ini.

Share dong, kalo nggak keberatan.

Link Wartadana :

So, gimana dengan kamu? Apa sih money dials-mu?

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *