MEMILIH ASURANSI JIWA – 3 PERTIMBANGAN DI AWAL

‘Sudah punya asuransi kesehatan belum? Ayo, cepetan diakuisisi satu polis, mumpung kamu masih muda loh’.


Demikian kata teman-teman kita yang telah banting stir jadi agen asuransi.

Kita sebagai subjek jualan mereka langsung ‘HMMMN?!’

MEMILIH ASURANSI JIWA

sumber : memeshappen.com

Saya paham betapa nggak fair pandangan orang terhadap agen asuransi, menganggap mereka kayak nyamuk yang menghisap darah tanpa fungsi apapun.

Padahal kalo mengerti, urgensi untuk beli asuransi itu akan memuncak.

Karena yang perusahaan asuransi jual adalah jasa untuk melindungi diri kita sendiri.

Kita semua tahu kok, kalo company hanya punya satu tujuan, yaitu untuk bikin laba.
Tapi siapa yang nggak mau kalo dalam proses mereka dapat laba kita dapat manfaat?

 

Kebanyakan kita nggak sadar akan hal ini dan lari ketakutan setiap kali teman yang berprofesi sebagai agen menelepon. ‘Diprospek lagi saya.’

Coba deh dengarkan mereka. Lebih lumayan lagi kalo sekalian dapet traktiran makan dari mereka.

Buang jauh-jauh kalimat ancaman-ancaman mereka, atau fakta-fakta penyakit yang mereka sajikan, karena itu bikin sebel.

Tapi, dengerin gimana dengan uang kecil kita beli perlindungan yang memadai buat diri kita sendiri.

Karena manfaatnya buat diri kita sendiri loh… 😀

MEMILIH ASURANSI JIWA - 3 PERTIMBANGAN DI AWAL

 

MEMILIH ASURANSI JIWA

Ada 3 pertimbangan awal yang patut kita ukur dengan baik, sebelum memutuskan untuk mengakuisisi sebuah polis asuransi.

Simak baik-baik ya, karena jika membeli asuransi jiwa dengan tepat kita akan dapat perlindungan maksimal selama hidup loh….

 

1. MERK ASURANSI

Merk asuransi adalah nama perusahaan.

Kebanyakan asuransi yang lagi naik daun di pasaran Indonesia adalah asuransi dari luar negeri yang perusahannya sudah ratusan tahun.

Jarang ada perusahaan asuransi Indonesia yang bisa eksis di pasaran dalam jangka waktu lama.

Untuk mengetahui apa saja merk asuransi yang tersedia, berikut ada list dari OJK tentang daftar perusahaan asuransi jiwa yang ada di Indonesia.

COBA CEK : OJK – Daftar Perusahaan Asuransi Jiwa

 

Beberapa orang cenderung fanatik terhadap satu jenis merk asuransi. Padahal setiap merk asuransi punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Saya sendiri nggak bisa mereferensikan satu merk kepada kamu, karena membeli asuransi ini bukan kegiatan yang absolut.

Banyak faktor dalam memilih asuransi yang menyebabkan opini orang nggak lagi penting.

Semuanya harus kita sesuaikan dengan kebutuhan sendiri.

Saya hanya bisa menyarankan untuk mencari :

–  agen asuransi yang kompeten,

–  agen yang kamu kenal dengan baik,

–  agen yang kamu tahu punya kelapangan dada untuk nolong kamu

–  agen yang kamu tahu sudah ada di industri asuransi untuk waktu yang lama

–  agen yang emang nyari duit dari asuransi.

Karena orang begini akan jaga nasabahnya dengan baik, jadi kalo kita butuh bantuan mereka akan turun tangan secara langsung.

 

Penting juga untuk mengenalkan siapapun ahli waris yang kamu pilih kepada agen asuransi kamu. 

Jangan pernah masuk asuransi karna ditawarin teman atau keluarga tanpa paham apa yang kita beli, kecuali uang di rekening emang sudah banyak banget.

Apalagi masuk asuransi jiwa ke teman yang setahun di asuransi ini dan tahun depan di asuransi berbeda.

Kalo nanti kita butuh bantuan klaim, siapa yang bisa bantu?

 

2. BUDGET UNTUK MEMBELI ASURANSI JIWA

Budget merupakan aspek paling penting.

Ingat untuk selalu menyisihkan terlebih dahulu, bukan menggunakan apa yang tersisa.

Konsep mengatur keuangan adalah menyisihkan terlebih dahulu untuk beberapa pos penting dan menggunakan apa yang tersisa.

 

Berbeda dengan cara kita yang biasanya menggunakan dahulu dan apa yang tersisa baru ditabung.

Dengan merencanakan di awal, walopun pasti nggak 100 %, pasti sering bolong, kita sudah melatih diri sendiri untuk lebih disiplin soal uang,

Rencana itu nggak bakalan 100 % terwujud deh, kadang 50 % saja yang sesuai rencana sudah merupakan prestasi besar.

MEMILIH ASURANSI JIWA

sumber : memegenerator.net

Terserah mau dibilang bacot apa kagak, saya percaya budgeting itu BERARTI mempersiapkan diri kita untuk uang besar.

Maksudnya adalah jika saat ini kita dikasih gaji UMR, namun dapat dikelola dengan baik ; maka akan lebih besar potensi untuk menghasilkan uang 2 kali lipat. 

Saya bisa berargumen ‘bahwa dunia ini melihat kita menghargai dan menggunakan uang dengan baik, jadi mereka mempercayakan kita untuk memegang lebih’.

Tapi saya tahu jawaban kayak gitu bakalan bikin emosi yang baca. Walopun benar banget. Semakin kaya seseorang, akan semakin hati-hati loh mereka menggunakan uangnya.

Hanya orang yang nggak ngerti capeknya nyari uang yang bersikap ceroboh terkait uang mereka. Tetapi jawaban kayak gitu nggak bikin kita puas bukan?

MEMILIH ASURANSI JIWA

Jadi saya mau garis bawahi bahwa uang itu nggak pernah soal banyak atau sedikit.

Uang itu perkara seberapa bijak kita menggunakannya.

Kalo nggak bijak, uang banyak terasa dikit.

Kalo bijak, uang dikit terasa cukup.

Dan cukup adalah kondisi yang penting.

Jadi berapa budget yang mau kita cadangkan untuk membeli asuransi?

Berapa uang yang kita relakan untuk nggak kembali lagi, demi membeli perlindungan untuk diri kita sendiri?

 

Kerja asuransi TIDAK SAMA DENGAN Kerja investasi

Saya juga mau memberi tahu bahwa membeli asuransi itu nggak bisa hanya membayar selama 10 tahun dan berharap di-cover sampai usia tua.

Rasanya terlalu naïf dan tanpa hitungan yang jelas.

Wajarnya beli asuransi itu mesti bayar seumur hidup, karena ada biaya asuransinya.

Jadi sewaktu membeli asuransi, banyak agen yang akan membesarkan porsi investasi dengan iming-iming setelah tahun keberapa uangnya bisa diambil.

Teman-teman, itu konsep investasi. Kalo mau asuransi ya artinya rela rugi sampai habis.

Karena asuransi itu uang kecil beli uang besar. Artinya kita beli perlindungan supaya bisa hidup bebas tanpa batas.

 

Sekedar sharing ya, karena saya dari keluarga besar dan anak pertama di rumah, dan kebetulan saya orangnya emang pencemas dan suka mikir, maka saya pernah mencemaskan kalo saya tiba-tiba kehabisan waktu di dunia ini, keluarga saya gimana?

Duh, kepikiran dan khawatir.

Setiap kali sakit dikit udah mikir kebanyakan, kayak sakitnya luar biasa banget deh.

Gimana kalo ternyata ini tanda-tanda penyakit mengerikan? Gimana kalo ini penyakit ini ternyata ganas dan segala macam?

MEMILIH ASURANSI JIWA

sumber : quickmeme.com

Habis googling malah makin pusing, bukannya lega.

Capek banget deh dengan drama yang ada di dalam kepala saya. Tapi gimana lagi bawaan orok sudah begitu.

Akhirnya kecapekan mikir saya memutuskan untuk beli asuransi sebagai perlindungan.

Plus ada urgensi karena umur saya juga bertambah setiap tahunnya.

Setelah beli asuransi, saya jadi nggak cemasan lagi. Bodoh deh.

Kalo gua mati juga nggak mati sia-sia. Karena emak gua dapetin uang pertanggungan yang lumayan. 

Jadi kerasa banget bebasnya, plong gimana gitu.

 

3. COVER ASURANSI JIWA 

Mau asuransi buat apa? Buat kesehatan? Buat uang pertanggungan? Buat critical illness? Buat apa?

 

A. Uang Pertanggungan

Uang pertanggungan adalah uang yang akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada penerima manfaat sewaktu kita meninggal.

Sehingga banyak orang kaya rela bayar premi besar untuk membeli uang pertanggungan yang besar.

Uang pertanggungan (UP) akan cair kepada ahli waris yang kita tunjuk sewaktu awal membeli polis.

Ada asuransi yang bahkan bisa mencairkan UP tersebut jika kita meninggal dengan cara bunuh diri.

 

Konsep UP seperti ini biasa dimanfaatkan oleh seorang kepala keluarga.

Sewaktu kita menikah dengan seorang laki-laki dan menjadi ibu rumah tangga, artinya suami sebagai satu-satunya sumber pemasukan di rumah.

Membeli UP berarti membeli perlindungan jika suami meninggal. Karena UP akan dicairkan dan dapat digunakan untuk menalangi kebutuhan rumah.

UP yang cair bisa didepositokan sehingga bunga deposito dapat dijadikan sebagai biaya hidup.

Atau uangnya dapat diatur dan dipakai bertahap, hingga mendapatkan sumber penghasilan lainnya.

 

Besaran UP tergantung kebutuhan kita

Idealnya emang begitu. Tapi misalnya dana terbatas, nggak masalah membeli yang nilai UP yang lebih kecil.

Ada beberapa asuransi yang menawarkan UP hingga usia tertentu saja, misalnya minimal 55 tahun. Jadi kalo mau nilai UP lebih besar, maka masa asuransinya dikurangi.

Tetapi ada juga asuransi yang nggak mematok masa asuransi, sehingga untuk menambah angka UP kita mesti menambah premi asuransi.

Biasanya orang super kaya yang memiliki anak perempuan suka membeli UP dalam jumlah besar untuk diwariskan bagi anak perempuannya.

Jadi, nanti kalo mereka tiada, anak perempuannya mendapatkan uang dan dari bunga UP itu saja mereka bisa hidup layak seumur hidup.

Yang menyenangkan terkait UP adalah sejauh ini nggak ada aturan mengenai pembayaran pajak Uang Pertanggungan.

Jadi UP yang diterima nggak dipotong pajak lagi. Karena diawal pembelian asuransi kan sudah dipotong pajak pertambahan nilai.

Kalo kamu single dan nggak punya kewajiban finansial ke keluarga, membeli UP dalam jumlah kecil pun sudah ideal.

Konsep asuransi itu adalah kayak lagi beli nasi di rumah makan Padang.

UP adalah nasinya yang artinya kalo mau beli nasi padang mesti beli nasi. Sama kayak beli asuransi yang mesti beli UP sebagai dasarnya.

Rider (alias perlindungan tambahan) dianalogikan sebagai lauk-pauknya.

Beli nasi diikuti dengan lauk pauk yang kita inginkan. Jadi rider yang kita beli juga sesuai dengan keinginan kita.

Rider di asuransi terdiri atas penyakit kritis, cacat, hospital dan banyak lagi.

Prinsipnya kalo mau rider banyak, harga asuransinya lebih mahal.

 

B. Hospital Care

Layanan rumah sakit.

Perlu dicatat kalo asuransi itu jarang banget membiayai rawat jalan, kecuali asuransi corporate yang kerjasama dengan perusahaan besar untuk melindungi karyawannya.

Jadi saat membeli asuransi yang ada hospital care-nya, kita mesti sadar kalo kita membeli perlindungan rawat inap.

Rawat jalan itu adalah berobat ke dokter, nggak nginap di rumah sakit, dikasih obat dan pulang ke rumah. Penyakit yang lebih ringan.

Rawat inap itu adalah berobat ke rumah sakit, nginap di rumah sakit hingga sembuh. Penyakit yang cukup berat.

 

BPJS = Alternatif Rawat Jalan Terjangkau 

Saya percaya kita semua sudah punya BPJS Kesehatan. Dan saya percaya layanan BPJS kesehatan kita sudah cukup mumpuni.

Saya sendiri kalo sakit dan butuh rawat jalan pasti memanfaatkan faskes dari BPJS, atau kalo mau simple beli obat yang tinggal ditelan dan bawa tidur saja.

Terlepas dari ‘Dokter BPJS masih muda.’ Dokter BPJS nggak professional’ dan segala macam, saya percaya layanan yang mereka berikan cukup untuk mengcover kita.

Kita bisa perawatan gigi, cabut gigi hingga buat kacamata dari budget BPJS.

Secara nggak langsung saya mau bilang kalo untuk sakit yang nggak terlalu parah, masih bisa kita obati dengan berbagai cara yang terjangkau.

 

Hospital Care untuk Rawat Inap

Yang jadi masalah kan adalah sewaktu sakit berat hingga mesti masuk rumah sakit.

Kamar saja seharga ratusan ribu per malam, belum ditambah harga obat, belum ditambah biaya kunjungan dokter dan segala macam.

Saya sendiri menyarankan, kalo dari kantor nggak dapat fasilitas asuransi kesehatan yang memadai, lebih baik berinvestasi sedikit di hospital care dari asuransi jiwa.

Tapi jika asuransi kesehatan dari kantor sudah memadai dan mengcover biaya rawat inap, mending nggak usah beli hospital care.

Karena yang namanya masuk rumah sakit, kalo asuransi kesehatan kantor kebanyakan udah sistem cashless, tinggal gesek pake kartu, jadi ya lebih fleksibel sekaligus membantu.

Beberapa asuransi nggak bisa double claim. Selain itu juga biaya asuransi yang hospital care lebih mahal dari rider-rider lainnya.

Jadi pikir dan pahami matang-matang sebelum teken.

 

C. Critical Illness

Sakit kritis. Ini adalah rider yang lebih sering dijual kepada perempuan.

Penyakit kritis yang dimaksud adalah sakit berat kayak kanker, jantung dan sejenisnya. Biasa agen punya penjelasan detil soal jenis penyakit yang mereka cover.

Jadi jangan ragu untuk tanya sebanyak mungkin ke agen yang jualan. Itu tugas mereka.

Kalo kita memutuskan untuk membeli polis kepada mereka artinya akan menjadi uang masuk buat mereka.

Jadi wajar banget untuk cerewetin agen asuransi, dengan semua kekhawatiran kita.

 

Lama hidup pria vs wanita

Cerita punya cerita kalo cowok sakit biasanya yang berat-berat dan langsung lewat. Sehingga sering banget kita dengar si A kecapekan olahraga, kena jantung dan langsung meninggal.

Bukan cerita baru lagi.

Sementara kalo cewek kena sakit berat biasanya masih bisa hidup hingga bertahun-tahun.

Benar nggak? Kanker payudara? Kanker serviks? Semuanya bertahap dari stadium 1 hingga stadium 4. (no offense ya!)

Jadi kalo dari hasil survei, usia hidup perempuan itu bisa sampai 70-an, sementara usia hidup lelaki hanya 60-an.

Ini hanya statistik yang diadopsi pihak asuransi ke dalam produk mereka.

Coba deh perhatikan kalo dapet jatah asuransi kesehatan dari kantor, biaya asuransi cewek lebih mahal dari biaya asuransi cowok.

Pertimbangannya peluang cewek klaim asuransi lebih besar dari cowok.

 

Diagnosa Awal

Tujuan membeli rider penyakit kritis adalah agar saat kita terdeteksi di awal menderita salah satu penyakit kritis, maka kita akan punya uang untuk membiayai pengobatannya.

Contoh si A kena kanker stadium I. Jika lebih cepat diketahui dan telah mendapat diagnosis dari dokter, asuransi dapat membayar 50 % dari nilai critical illness yang dia beli.

Jika A membeli Rp 200 juta, maka asuransi dapat mencairkan Rp 100 juta secara cash kepadanya.

Uang inilah yang akan digunakan untuk berobat.

Terlepas bakalan sembuh atau nggak, si A punya kesempatan untuk memperjuangkan hidupnya.

Penyakit yang diobati lebih dini di awal punya kemungkinan sembuh lebih besar daripada yang diobati di akhir.

Selama kita punya uang yang memadai, kita bisa berupaya untuk mempertahankan hidup. Dan menurut saya itulah pentingnya membeli rider ini.

Bukan karena kita berpikir pesimis bakalan mati oleh penyakit. No way.

Karena apapun yang ada di dalam tubuh nggak mampu kita prediksi? Dan jika ada uang lebih untuk membeli perlindungan semacam ini, kenapa nggak?

 

D. Cacat Tetap Total

Sewaktu seseorang terkena kecelakaan dan nggak bisa bekerja lagi, gimana cara dia ngelanjutin hidup?

Asuransi memiliki sebuah rider yang meng-cover kondisi ini. Cacat tetap total.

Biasa dibeli oleh bapak-bapak yang kerjanya rada-rada berisiko.

Dan emang penting. Karna begitu kena risiko ketimbang anak istri yang susah, baik kasih asuransi yang tanggung.

Bukan berarti perempuan nggak perlu beli. Harga rider ini biasanya nggak tinggi banget. Kalo ada sisa budget boleh diambil.

Diskusi terus sama agen-nya. Diskusi sampai suara habis.

 

E. Rider-rider lainnya

Banyak banget rider di polis asuransi. Tanyain detil sama agen-nya. Jangan teken sebelum kita paham apa yang kita beli.

Biarin orang bilang rewel, cerewet dan pelit.

Siapa peduli opini orang? Yang jelas kita terlindungi dengan tepat.

Kita bias nambahin rider-rider tambahan yang sesuai dengan kebutuhan. Ingat ya, rider adalah perlindungan tambahan.

Tips beli asuransi :

–  Agen terpercaya

–  Rider yang sesuai kebutuhan dan keinginan

–  Budget yang sesuai dengan keuangan kita

–  Bayar sepanjang mungkin

What? Ya, saya tahu, kita kepengen beli asuransi yang bayarnya cuman 5 tahun, tetapi bisa melindungi sampai 30 tahun ke depan.

Come on girls!

Nggak ada kondisi indah menarik seperti itu, kecuali kita beli dengan angka gede. Jadi uangnya sebagian besar ditempatkan sebagai investasi.

Karena asuransi selalu membagi ke porsi investasi agar ada cadangan untuk mengcover kondisi masa depan.

Sewaktu membeli asuransi yang maksimal, biasanya porsi investasi akan menjadi kecil. Sehingga jika investasi kecil, uangnya juga nggak akan banyak.

Jadi kalo kita nggak bayar polisnya dalam waktu 3 tahun saja, bisa jadi uang investasinya nggak cukup buat nutupin biaya asuransi.

Dan jika terjadi hal demikian, maka polis asuransi kita lapse, yang artinya gugur. Jadi sia-sia manfaatnya.

Dan kalo masuk asuransi baru lagi, hitungannya dengan usia kamu saat itu yang pastinya sudah nambah tua dan biaya asuransinya makin mahal.

 

Bayar sepanjang mungkin

Saya pribadi nggak percaya dengan asuransi yang cumah bayar 10 tahun dan sejenisnya. Nggak begitu konsepnya.

Karena kita bayarnya terbatas dan kita berharap uang terbatas itu bisa cover kita hingga seumur hidup?

Jujur deh, kalo dapat ilustrasi dari agen, sekeren apapun agennya mulai muncul bintang-bintang di tahun keberapa? (Coba cari agen asuransi yang kamu kenal dan mintain ilustrasi!)

Kebayang kan sewaktu bintang muncul dan kita nggak nyetor uang lagi, yang terjadi adalah asuransi yang sudah dibayar lapse (gugur). Sia-sia deh sudah bayar 10 tahunan kemarin.

Selain itu rider-rider yang dibeli kita juga mesti di-upgrade. Hal ini berlaku untuk rumah sakit.

Biasa kan ada grade-nya kelas A, B, dan seterusnya.

Hari ini kelas B untuk kamar harga Rp 500 ribu yang masih masuk kategori VIP.

5 tahun lagi Rp 500 ribu bisa jadi bukan kelas VIP lagi, tapi kelas 1.

Kalo mau tetap dapat VIP ya kita mesti upgrade. Sebel sih, mikirin uang keluar lagi dan lagi.

Tapi kalo mau dibandingin dengan perlindungan yang mereka kasih, saya pribadi ngerasa worth it.

Kalo saya punya rejeki lebih pasti saya upgrade terus.

Karena investasi terbesar kita dalam hidup adalah investasi pada diri sendiri. 

Terakhir saya mau sampaikan kalo uang itu butuh uang. Jadi, buat nyari uang kita mesti keluar uang.

Nggak bisa selamanya mau nerima tanpa keluar.

Yang penting adalah kita atur agar masuk dengan bijak dan keluar dengan bijak juga.

Sehingga semua uang yang keluar mesti ngasih manfaat yang maksimal, baik jangka pendek atau jangka panjang.

Pekanbaru, 25 Mei 2018

PS : #girlsliftothergirlsup

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *