CARA MEMBUAT KARTU KREDIT (Realistis + Update 2022)
Gimana Cara Membuat Kartu Kredit Pertama Kalinya?
Wartadana akan share cara membuat kartu kredit secara umum dan 3 tips untuk mendapatkan credit card pertama kalinya.

Setelah kamu punya kartu kredit pertama + menjaga pembayarannya tetap lancar, credit card kedua-ketiga dan selanjutnya bisa mengalir kayak air.
Untuk kamu yang masih nggak ngeh, berikut beberapa artikel yang bisa kamu baca :
- Anatomi Gambar Kartu Kredit
- 10 Jenis Biaya Credit Card
- Cara Menggunakan Credit Card
- 10 Tips Untuk Kamu Yang Baru Punya Kartu Kredit
1. Cara Membuat Kartu Kredit
Cara membuat kartu kredit yang ada di bawah menerangkan prosedur pengajuan kartu kredit dan apa yang harus kamu lakukan di setiap tahap.
Prosedurnya nggak wajib sama, karna balik lagi ke SOP Bank.
Tapi secara umum, 4 alur pengajuan credit card di bawah berlaku di Bank manapun. Sehingga pastiin kamu baca tips wartadana yang ada di bagian-bagian tertentu.

a. Isi Aplikasi Online / Offline
Tahap pertama untuk mengajukan kartu kredit adalah mengisi aplikasi pengajuan, baik offline atau online.
Kalo offline, artinya kamu ketemu dengan marketing Bank dan mengisi form dengan tulisan tangan kamu. Selain itu, kamu juga melampirkan data yang dibutuhkan untuk membuat kartu kredit.
Sementara untuk aplikasi online / e form apply credit card, kamu cukup buka laman web-nya dan input data yang diminta.

Sepintas terdengar mudah, karna input data emang mudah.
Yang tricky di bagian ini adalah mastiin data yang kamu input, sesuai dengan syarat oleh Bank.
Contoh : Bank mensyaratkan ada dokumen slip gaji, tapi kamu nggak lampirin. Atau syaratnya gaji di atas 8 juta, tapi slip gaji kamu di bawah itu.
Tips :
- kalo kamu ajuin lewat marketing, minta mereka bantu setting agar pengajuan kamu sukses.
- pastiin kamu isi lengkap dan valid.
b. Attach Data Pribadi
Melampirkan data pribadi adalah proses untuk verifikasi datamu.
Data yang diminta untuk apply credit card berupa :
- Fotokopi KTP,
- Fotokopi NPWP (kalo ada),
- Slip Gaji / Surat Keterangan Berpenghasilan (asli / karbon),
- Rekening Bank (kalo profesimu bukan karyawan),
- Ijin Usaha (profesi wiraswasta).
Usahakan agar data yang kamu lampirkan, sesuai dengan isian aplikasi credit card.
Contoh : kamu tulis gaji 10 juta, tapi slip gaji terlampir hanya 8 juta.
Inkonsisten kayak gini hasilnya credit card ditolak.
c. Telepon Verifikasi
Telepon verifikasi adalah tahap pengecekan data oleh Bank. Biasanya dilakukan 2 sampai 3 kali telepon oleh verifikator kartu kredit.
Selain itu ada beberapa kondisi dimana, analis kartu kreditnya secara langsung menelpon kamu untuk memastikan beberapa hal.
Nggak hanya menelpon kamu, Bank juga akan menelepon nomor kantor, saudara nggak serumah atau keluarga lain yang serumah.

Tips :
- foto aplikasi pengajuan kartu kredit kamu, agar saat ditelpon kamu menjawab sesuai dengan isian aplikasimu.
- kasih tau ke orang yang nomor HP-nya kamu letakkan di aplikasi, agar mereka jawab sesuai dengan permintaan kamu.
d. Keputusan Kartu Kredit
Keputusan credit card adalah approval / penolakan.
Proses ini bisa memakan waktu seminggu sampai beberapa minggu, tergantung seberapa comply data kamu. Dan gimana proses dari Bank tersebut.
Comply artinya memenuhi checklist awal seperti :
- mengikuti program tertentu,
- melampirkan data yang sesuai,
- mengangkat telpon (penting banget),
- ada dananya untuk tabungan / deposito,
- ngikutin tips dan trik dari si marketing credit card.

Kalo di-approve, kamu akan terima SMS selamat bahwa pengajuan kamu telah disetujui.
Selanjutnya tinggal menunggu kartu dikirim ke alamat kamu, beserta dengan PIN yang dikirim ke email.
Sementara kalo ditolak, tinggal move on dan cari Bank lainnya.
2. Tips Agar Pengajuan Approve
Setelah ngomongin gimana cara bikin kartu kredit, yuk wartadana share 3 tips agar pengajuan kamu approve.
Ps : sesuai judulnya 3 tips di bawah masih realistis dan bisa kamu gunakan di 2022.
a. Punya Saldo Tabungan
Tips pertama agar pengajuan kamu approve adalah punya saldo tabungan di Bank tersebut.
Wartadana ngerti, nggak semua orang punya sejumlah uang untuk diletakin begitu saja di tabungan Bank.
Tapi kalo kamu ngebet punya kartu kredit untuk pertama kalinya, hal ini adalah cara paling gampang.

Nggak usah letakin uang untuk waktu panjang.
Kamu cukup datang ke Bank dan minta informasi gimana cara pengajuan kartu kredit yang bundle dengan tabungan.
Artinya ada program apa di Bank? Apakah harus buka deposito sejumlah berapa? Atau cukup buka tabungan sejumlah berapa?
Marketing Bank bisa menjelaskan ke kamu berapa angkanya dan setelah itu biarin mereka yang fight ke kantornya.
b. Marketing Ngejar Target
Tips kedua agar kartu kredit kamu disetujui adalah mencari marketing yang lagi ngejar target.
Kamu bisa menemukannya saat sales-nya sangat antusias dan bersedia membantu kamu untuk menemukan jalan tikus pengajuan kartu kredit, maka marketing itu lagi ngejar target.

Wartadana ngerti juga, bahwa nggak setiap waktu kamu akan ketemu dengan marketing gigih seperti ini. Sehingga bakalan take time dan bisa jadi nggak ketemu.
Tapi kalo kamu ketemu dengan pribadi kayak gini, percaya deh, pengajuan kartu kreditmu sudah 80 % goal.
Karna mereka yang lagi ngejar target gila-gilaan, artinya juga dikejar oleh kantor Bank tersebut. Yang kesimpulan akhirnya adalah Bank tersebut emang lagi buka keran kartu kreditnya.
Win-win. Mereka butuh nasabah new credit card, kamu butuh kartu kredit.
c. Hit Dari Bank Payroll
Tips ketiga untuk mempermulus aplikasi kamu adalah mengajukan kartu kredit di Bank payroll kantor.
Logika untuk ngajuin credit card di Bank payroll adalah karna penghasilan kamu sudah pasti masuk ke Bank tersebut.

Mereka bisa langsung verifikasi, nggak perlu takut kamu bikin slip gaji dan mencantumkan angka gaji ketinggian yang nggak masuk akal. Karna uang gajimu kan sudah berkali-kali masuk ke rekening.
Selain itu, Bank biasanya memberikan program spesial bundling credit card / KTA untuk nasabah payroll mereka.
Jadi mumpung gaji kamu udah masuk ke sana, tentunya mereka dengan gampang bisa memblokir sejumlah uang atau mendebet rekening untuk pembayaran tagihan.
Sehingga risikonya rendah, so why not?

Asumsi wartadana kamu bisa gunain tips ini, saat kamu masih berstatus sebagai karyawan.
Sementara untuk kamu yang nggak karyawan dan nggak punya rekening payroll, maka silahkan pake tips 1 & 2.
3. Jaga Kolektabilitas
Hal yang paling penting setelah kamu belajar gimana cara daftar kartu kredit adalah mastiin kamu menjaga pembayaran tagihan kamu.
OJK (Otoritas Jasa Keuangan) punya sistem yang namanya SLIK OJK.

Fungsi SLIK OJK adalah menyimpan data kredit semua Debitur di Indonesia. Jadi data pembayaran kamu akan tercatat di OJK selama-lamanya.
Sehingga saat kamu nggak bayar tepat waktu, akan ada jejaknya.
Jejak keterlambatan / ketepatan kamu membayar tagihan dinamakan kolektabilitas.

Makanya wartadana ingatin untuk menjaga agar kamu bayar tepat waktu, yang artinya untuk menjaga kolektabilitas dirimu sendiri.
Deal?
Segini ngomongin cara membuat kartu kredit.
Untuk kamu yang profesinya sebagai sales credit card, feel free untuk drop nomor contact dan lokasi kamu di kolom komentar. Who knows, bakalan ada pembaca yang bisa pengajuan credit card melalui kamu. (wink-wink)