FOKUS : INGAT TUJUAN KAMU BEKERJA

Apa tujuan kita bekerja?

Bangun pagi – bersiap-siap – kerja – pulang – tidur

Hampir semua golongan semut pekerja di negeri ini hidup dengan struktur seperti ini, termasuk kita.

Hitung dari 365 hari yang kita dapatkan dalam setahun, dikurangi 12 hari cuti bersama, dikurangi 10 hari libur nasional dan dikurangi 56 kali sabtu dan minggu (112) hari.

231 hari dengan rutinitas yang sama, dengan kegiatan yang sama, dengan emosi yang sama dan dengan ketidakpuasan yang sama.

Di kantor, sewaktu melihat banyak senior yang sudah bekerja 20-30 tahun lamanya yang tinggal menunggu masa-masa menjelang pensiun, saya merasakan sapuan iri yang luar biasa.

Mengapa?

Karena dalam waktu 2-3 tahun lagi mereka akan bebas dari rutinitas bekerja.

Sehingga dapat melakukan apa yang dari dulu mereka inginkan dan terutama mereka dapat menikmati hidup.

Tapi dipikir kembali, apakah benar demikian?

Salah seorang senior saya yang sudah pensiun kini memulai sebuah bisnis yang membuat dia berjuang untuk bisnis tersebut.

Seorang senior yang lain sibuk mencari kegiatan untuk mengisi masa pensiunnya yang dimulai sejak usia 55 tahun.

Kenyataan tersebut membuat saya sadar, pensiun bukanlah masa yang harus ditunggu.

Karena jika pensiun hanya untuk mencari uang kembali, maka kita sudah berada di tahap itu dan mengapa harus mempercepatnya?

 

Mengapa nggak menikmati masa-masa gila mencari uang ini?  

Kebanyakan dari kita nggak merasa puas dengan pekerjaan di depan mata?

Karena sering sekali kita nggak menikmati hari kerja dan menghabiskan senin hingga jumat hanya untuk menunggu datangnya sabtu-minggu.

Kemudian menghabiskan minggu hanya untuk berharap senin tidak datang.

BACA JUGA : 5 FILM TENTANG KEHIDUPAN BEKERJA

Apa gunanya hidup kalo nggak bisa menikmatinya? Tanya logika yang egois dalam pikiran kita.

Seringkali iri dan sirik berkejaran dalam hati, setiap kali melihat feed social media.

Si A sudah menikah dengan anak pengusaha kaya, si B sudah mendapatkan promosi.

Si C akhirnya mewujudkan mimpinya keluar kota, si D akhirnya memiliki pacar, bahkan si E yang akhirnya sudah membeli rumah sendiri.

Sifat nggak mau kalah membuat kita ingin menjadi lebih baik dari tetangga atau teman atau saudara-saudara kita.

Jadi saat melihat orang lain mencapai sesuatu dalam hidup mereka, hati kita bertanya ‘Saya kapan ya?’

Akhirnya menonton feed social media membuat hati terasa berat, walopun tujuan awalnya adalah untuk mencari hiburan.

Orang lain menikmati hidup kok saya nggak?

Emang hidup seperti apa yang bikin kita akan ngomong : ‘Hey! I really enjoy my life!’

https://www.youtube.com/watch?v=OLlrn3_G1ZQ

Video di atas adalah salah satu video documentary di tahun 2011, saat Amerika memulai bangkit dari krisis ekonomi yang datang di tahun 2008.

Dan kisah di atas, kisah perjuangan panjang seorang sarjana untuk mencari pekerjaan yang memberikan upah layak adalah kisah klasik di lingkungan kita.

Siapapun nggak akan pernah siap untuk ditempatkan di posisi tanpa penghasilan.

Jadi mana yang akan kita pilih?

Hidup tanpa beban kerjaan juga tanpa penghasilan? Atau hidup dengan beban kerjaan dan dengan penghasilan rutin?

Sehingga walopun nggak bisa dengan gamblang menjelaskan hidup seperti apa yang kita akan nikmati, seenggaknya kita paham bahwa ‘kita nggak mau hidup tanpa penghasilan’.

 

Fokus : Apa tujuan kita bekerja sejak awal?

Orang itu berbeda-beda.

Ada banyak orang yang lahir dari keluarga berkecukupan, yang nggak perlu bekerja untuk uang.

Ada banyak juga yang memiliki pasangan yang berkecukupan yang sudah sanggup membiayai mereka tanpa perlu bekerja.

Ada juga orang yang nggak materialistis, yang membuat mereka nggak menjadikan uang sebagai fokus utama hidupnya.

BACA JUGA : 5 KRITERIA CERDAS RESOLUSI TAHUN BARU 

Tapi untuk orang-orang seperti kita, yang butuh dan suka pada uang sehingga ingin mencetak lebih banyak angka di rekening, maka  ini adalah momen untuk mengingat kembali apa tujuan awal kita bekerja mencari uang.

Pernah mengikuti acara multi level marketing (MLM) ?

Setiap pengajar di kelas MLM nggak akan menjual produk terlebih dahulu, melainkan menjual mimpi kepada kita.

Mereka akan mengajak kita bermimpi tinggi, bermimpi gila.

Kemudian dengan mimpi-mimpi dalam kepala, barulah mereka mengajak kita untuk menggunakan produk mereka sebagai jalan pintas menuju mimpi tersebut.

Fokus : Ingat Tujuan Kamu Bekerja

 

Jadi apa tujuan kamu bekerja?

Memahami apa yang kita mau adalah langkah awal dari seluruh proses bekerja.

Poinnya adalah untuk mengerti tujuan kita masing-masing. Untuk apa kita bangun pagi setiap harinya demi mendapatkan gaji di tanggal 25? Untuk apa?

Bisa jadi jawabannya seperti berikut :

– Buat nyekolahin anak

– Buat kredit mobil

– Buat beli rumah

– Buat bahagiain orangtua

– Buat modal buka usaha sendiri

– Buat jalan-jalan

– Buat hidup

– Dan masih banyak lagi

Apapun jawaban yang kita punya, mesti kita ingat selalu. Karena hidup ini doyan mempermainkan kita.

Fokus - Apa Tujuan Bekerja

 

Dan jika suatu hari kita lupa akan tujuan atau terbawa arus, kita masih punya alasan ‘mengapa melakukan semua ini sedari awal’.

Nggak pernah ada tujuan yang salah. 

Bahkan seremeh apapun yang kita mau, kita nggak butuh persetujuan orang lain. Yang perlu tahu dan selalu ingat akan tujuan itu adalah kita sendiri.

Contoh ya, misalnya tujuan saya bekerja adalah untuk mengumpulkan uang yang cukup untuk pindah ke sebuah kota di pulau Jawa, yang biaya hidupnya rendah.

Hidup setahun di sana, menghilang dari permukaan dan mencari tahu siapa saya sebenarnya.

Tujuan bekerja yang nggak wajar! Jika saya jujur pada teman atau rekan kerja, saya akan diberikan obat penurun panas karena disangkanya saya sedang berhalusinasi.

Tapi, jauh di dalam hati saya, tujuan itu adalah realita yang saya kejar. Nggak semua orang bisa memahami kita dan that’s okay.

 

Mengapa tujuan bekerja itu penting untuk selalu diingat?

Banyak drama nggak sih di tempat kerja kita?

Si Z yang bossy walaupun cuman staf biasa, si F yang doyan pamer, si K yang nggak mau tanggungjawab terhadap tugasnya

Atauuu si L yang kayak anak TK baru lepas ke taman berman.

Akan selalu ada orang-orang yang bikin kita sebal, bikin kita nggak nyaman, bikin kita pengen resign saja. Duh, nggak kuat!

Kita mungkin akan resign di minggu pertama bekerja kalo nggak mikir masih butuh uang untuk membiayai hidup sendiri.

Bekerja itu tuntutannya pasti berat, banyak orang yang harus di-service.

Memang ada momen membanggakan dan ada juga momen turunnya, tapi saya yakin lebih banyak orang yang lelah akan pekerjaan mereka.

 

Tapi kenapa merasa lelah dengan pekerjaan?

Bukankah akan lebih menyenangkan berpikir bahwa bekerja itu adalah business.

Apapun yang terjadi, perselisihan atau sakit hati semua itu hanya business.

Pekerjaan itu nggak pernah personal, it’s always business. Jadi, urusan hati baiknya dijauhkan dalam interaksi di kantor.

Dimarahin atasan? Dijelek-jelekin rekan se-tim? Diomelin bagian lain?

Lantas???

Kalo kita bawa ke personal, semuanya akan bikin kita tertekan dan mau melarikan diri dari pekerjaan secepat mungkin.

Iya dong, siapa yang tahan berpikir kalo ‘dia nggak cukup baik, sehingga selalu dimarahin, selalu dijadikan bahan gosip, atau selalu dapat penilaian kinerja yang jelek’?

Tapi kalo kita mikir secara business, ya sudah berarti versi saya yang ini nggak masuk di pasaran, saya tinggal buat versi saya yang lain (yang mungkin bisa masuk ke lingkungan kerja saya).

Fokus : Ingat Alasan Kamu Bekerja

 

Rumit? Nggak!

Pernah nonton show-nya American Next’s Top Model?

Saya pernah baca di salah satu post Tyra Banks di instagram atau di salah satu episode ANTM-nya (saya lupa).

‘Ibu saya berkata jika orang tidak menyukai kamu, itu bukan karena kamu yang salah. Itu artinya orang lain tidak menyukai versi kamu yang seperti saat ini.

Dan kamu masih dapat mengembangkan banyak versi dari dirimu agar sesuai dengan objek interaksimu.’

 

See? Everything about job is always business, never personal.

Kaitannya dengan tujuan kita bekerja adalah kalo sudah paham tujuan kita, sudah mengerti bahwa pekerjaan adalah bisnis, akan lebih mudah bagi kita untuk nggak mutar-mutar dengan drama kantor.

Capek nggak sih menghabiskan hari untuk bekerja kemudian berputar-putar dengan drama orang lain, kemudian menyerah dan nggak mau bekerja lagi?

FOKUS - APA TUJUAN KAMU BEKERJA

Padahal sejak awal tujuan kita datang bekerja bukan hanya untuk bekerja saja.

Tujuan kita bekerja di awal adalah untuk sesuatu yang kita inginkan.

And for something that we NEED or WANT the most, we will not be backed down.

 

Jadi girls, sudah ketemu apa tujuan kamu bekerja?

#girlsliftothergirlsup

Pekanbaru, 04 Maret 2018 13.03

Listening to Sick Boy by Chainsmoker

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *