FOKUS : INGAT TUJUAN KAMU BEKERJA

Apa Tujuan Bekerja Dalam Hatimu?

Adalah bullshit untuk mampu bangun setiap pagi, tanpa adanya tujuan yang kamu kejar. Sama halnya dengan berangkat kerja setiap pagi tanpa tujuan bekerja.

Ya ampun! Boro-boro mikirin gimana untuk ngelarin kerjaan di depan mata. Mikirin mau nginjakin kaki ke kantor saja sudah bikin kepala berat dan hati sama beratnya.

Saya juga pernah ngerasa demikian. Sering malah.

Bangun pagi – bersiap-siap – kerja – pulang – tidur

Hampir setiap hari dihabisin dengan struktur seperti ini.

Dan semakin saya jalanin, akan semakin berkunang-kunang pandangan saya.

Hitung saja dari 365 hari yang saya dapatin dalam setahun, dikurangi 12 hari cuti bersama, dikurangi 10 hari libur nasional dan dikurangi 56 kali Sabtu dan Minggu (112) hari.

231 hari :

  • dengan rutinitas yang sama,
  • dengan kegiatan yang sama,
  • dengan emosi yang sama dan
  • dengan ketidakpuasan yang sama.

mikirin mau kerja aja udah berat

 

Senior Yang Pensiun

Di kantor, sewaktu melihat banyak senior yang sudah bekerja 20-30 tahun lamanya yang tinggal menunggu masa-masa menjelang pensiun, saya merasakan sapuan iri yang luar biasa.

Mengapa?

Karena dalam waktu 2-3 tahun lagi mereka akan bebas dari rutinitas bekerja.

Sehingga dapat melakukan apa yang dari dulu mereka inginkan dan terutama mereka dapat menikmati hidup.

Kebayang di kepala saya, betapa enaknya bangun pagi dengan uang yang memadai di rekening dan nggak perlu ngelakuin apapun hari ini.

Tapi dipikir kembali, apakah benar demikian?

  • Seorang senior saya yang sudah pensiun kini memulai sebuah bisnis yang membuat dia harus berjuang untuk bisnis tersebut.
  • Seorang senior yang lain sibuk mencari kegiatan untuk mengisi masa pensiunnya yang dimulai sejak usia 55 tahun.
  • Seorang lagi sedang berkutat mencari bisnis untuk penghasilan tambahannya.

Kenyataan tersebut membuat saya sadar, kalo pensiun hanya untuk mencari uang kembali, maka saya  sudah berada di tahap itu dan mengapa harus mempercepatnya?

 

Mengapa Nggak Menikmati Masa Gila Ini?

Mengapa nggak coba enjoy masa-masa capek nyariin uang kayak sekarang?

Kebanyakan dari kita sering ngerasa nggak puas dengan pekerjaan di depan mata.

Sering kali kamu dan saya nggak enjoy hari kerja. Dan ngabisin Senin sampai Jumat hanya untuk nungguin weekend.

Kemudian ngabisin weekend sambilan berharap Senin nggak bakalan datang.

Sehingga lahir pertanyaan baru yang lebih menonjok :

Apa gunanya hidup kalo nggak bisa dinikmati? 

Saya ngaku jujur :

Seringkali iri dan sirik berkejaran dalam hati saya, terutama setelah ngeliatin feed social media.

  • Si A sudah menikah dengan anak pengusaha kaya,
  • Si B sudah dapetin promosi,
  • Si C yang akhirnya mewujudkan mimpinya keluar kota,
  • Si D akhirnya memiliki pacar,
  • Bahkan si E yang akhirnya sudah membeli rumah sendiri.

Sifat nggak mau kalah membuat saya ingin menjadi lebih baik dari tetangga atau teman atau saudara-saudara.

Jadi saat melihat orang lain mencapai sesuatu dalam hidup mereka, hati saya bertanya ‘Saya kapan ya?’

Akhirnya menonton feed social media yang tujuannya buat refreshing justru bikin hati makin kerasa berat.

Orang lain menikmati hidup kok saya nggak?

Padahal saya pun nggak paham : hidup seperti apa yang akan bikin saya ngomong : ‘Hey! I really enjoy my life!’

 

Susahnya Nyari Kerja

Saya keingat pertama kali tamat sekolah dan kepengen kerja.

Bermodalkan teman sekolah dan ngoprek sana sini ke halaman lowongan kerja.

Saya termasuk beruntung, bisa dapetin kerja dengan cepat.

Tapi, mungkin keberuntungan ini malah jadi boomerang, yang bikin saya nggak terlalu menghargai apa yang sudah di depan mata.

Padahal kalo mau dirunut, mencari kerja itu nggak gampang.

Dan perjuangan panjang seorang sarjana untuk mencari pekerjaan yang memberikan upah layak adalah kisah klasik di lingkungan kita bersama.

Banyak orang yang nggak beruntung dan harus ngabisin waktu tahunan untuk dapetin kerjaan yang tepat baginya.

Padahal siapapun nggak akan pernah siap untuk ditempatkan di posisi tanpa penghasilan.

Jadi mana yang akan saya pilih?

Hidup tanpa beban kerjaan juga tanpa penghasilan?

Atau hidup dengan beban kerjaan dan dengan penghasilan rutin?

Jawabannya sih jelas ya.

Toh kalo emang belom enjoy, artinya saya harus nabokin kepala untuk nerima kenyataan bahwa saya harus kerja buat nyari uang.

That’s it!

Sehingga walopun nggak bisa dengan gamblang menjelaskan hidup seperti apa yang akan saya nikmati, seenggaknya saya paham bahwa ‘saya nggak mau hidup tanpa penghasilan’.

 

Fokus : Apa Tujuan Bekerja Dirimu?

Orang itu berbeda-beda. Ada banyak jenisnya.

  • Ada banyak orang yang lahir dari keluarga berkecukupan, yang nggak perlu bekerja untuk uang.
  • Ada banyak juga yang memiliki pasangan yang berkecukupan yang sudah sanggup membiayai mereka tanpa perlu bekerja.
  • Ada juga orang yang nggak materialistis, yang membuat mereka nggak menjadikan uang sebagai fokus utama hidupnya.

Tapi untuk orang-orang seperti kamu dan saya, yang butuh dan suka pada uang sehingga ingin mencetak lebih banyak angka di rekening, maka ini adalah momen untuk mengingat kembali apa tujuan awal kita bekerja mencari uang.

Pernah ngikutin acara multi level marketing (MLM) nggak?

Saya pernah ngikutin acara MLM sehingga saya tahu bahwa setiap pengajar di kelas MLM nggak akan jualin produknya duluan.

Nggak ada omongan tentang barang-barangnya atau apapun itu.

Yang ada malah mereka menjual mimpi kepada kita. Mereka bakal ngajakin kita untuk bermimpi setinggi dan segila mungkin.

Kemudian dengan mimpi-mimpi dalam kepala, barulah mereka mengajak kita untuk gunai produk mereka sebagai jalan pintas menuju mimpi tersebut.

Dan menurut saya, penting untuk masuk kerja setiap pagi dengan pola pikir begini.

Datang setiap pagi ke kantor karena ada mimpi yang kamu dan saya kejar dan ingin wujudkan sebentar lagi.

 

Jadi Apa Tujuan Kamu Bekerja?

Memahami apa yang kita mau adalah langkah awal bekerja.

Poinnya adalah untuk mengerti tujuan kita masing-masing. Untuk apa kita bangun pagi setiap harinya demi mendapatkan gaji di tanggal 25?

Bisa jadi jawabannya seperti berikut :

  • Buat nyekolahin anak
  • Buat kredit mobil
  • Buat beli rumah
  • Buat bahagiain orangtua
  • Buat modal buka usaha sendiri
  • Buat jalan-jalan
  • Buat hidup
  • Dan masih banyak lagi

Apapun jawaban yang kita punya, mesti kita ingat selalu. Karena hidup ini doyan mempermainkan kita.

Dan jika suatu hari kita lupa akan tujuan atau terbawa arus, kita masih punya alasan ‘mengapa melakukan semua ini sedari awal’.

Nggak pernah ada tujuan yang salah. 

Bahkan seremeh apapun yang kita mau, kita nggak butuh persetujuan orang lain.

Yang perlu tahu dan selalu ingat akan tujuan itu adalah kita sendiri.

Contoh ya, misalnya tujuan saya bekerja adalah untuk mengumpulkan uang yang cukup untuk pindah ke sebuah kota di pulau Jawa, yang biaya hidupnya rendah.

Hidup setahun di sana, menghilang dari permukaan dan mencari tahu siapa saya sebenarnya.

Tujuan bekerja yang nggak wajar!

Jika saya jujur pada teman atau rekan kerja, saya akan diberikan obat penurun panas karena disangkanya saya sedang berhalusinasi.

Tapi, jauh di dalam hati saya, tujuan itu adalah realita yang saya kejar.

Nggak semua orang bisa memahami kita dan that’s okay.

 

Mengapa Penting Mengingat Tujuan Bekerja?

Karena otak kamu dan saya adalah otak yang gampang teralihkan.

Sebagai contoh saja. Banyak nggak sih drama di tempat kerja kamu?

Well, kalo di kantor tempat saya kerja, drama is life.

  • Si Z yang bossy walaupun cuman staf biasa.
  • Si F yang doyan pamer.
  • Si K yang nggak mau tanggungjawab terhadap tugasnya.
  • Atauuu si L yang kayak anak TK baru lepas ke taman berman.

Akan selalu ada orang-orang yang bikin kita sebal, bikin kita nggak nyaman, bikin kita pengen resign saja. Duh, nggak kuat!

Kita mungkin akan resign di minggu pertama bekerja kalo nggak mikir masih butuh uang untuk membiayai hidup sendiri.

Bekerja itu tuntutannya pasti berat, banyak orang yang harus di-service.

Memang ada momen membanggakan dan ada juga momen turunnya, tapi saya yakin lebih banyak orang yang lelah akan pekerjaan mereka.

 

Kenapa Lelah?

Bukankah akan lebih menyenangkan berpikir bahwa bekerja itu adalah business.

Apapun yang terjadi, perselisihan atau sakit hati semua itu hanya business.

Pekerjaan itu nggak pernah personal, it’s always business. Jadi, urusan hati baiknya dijauhkan dalam interaksi di kantor.

Dimarahin atasan? Dijelek-jelekin rekan se-tim? Diomelin bagian lain?

Lantas???

Kalo kita bawa ke personal, semuanya akan bikin kita tertekan dan mau melarikan diri dari pekerjaan secepat mungkin.

Iya dong, siapa yang tahan berpikir kalo ‘dia nggak cukup baik, sehingga selalu dimarahin, selalu dijadikan bahan gosip, atau selalu dapat penilaian kinerja yang jelek’?

Tapi kalo kita mikir secara business, ya sudah berarti versi saya yang ini nggak masuk di pasaran, saya tinggal buat versi saya yang lain (yang mungkin bisa masuk ke lingkungan kerja saya).

Fokus : Ingat Alasan Kamu Bekerja

 

Rumit? Nggak!

Saya pernah baca di salah satu post Tyra Banks di instagram atau di salah satu episode ANTM-nya (saya lupa).

‘Ibu saya berkata jika orang tidak menyukai kamu, itu bukan karena kamu yang salah. Itu artinya orang lain tidak menyukai versi kamu yang seperti saat ini.

Dan kamu masih dapat mengembangkan banyak versi dari dirimu agar sesuai dengan objek interaksimu.’

 

See? Everything about job is always business, never personal.

Kaitannya dengan tujuan kita bekerja adalah kalo sudah paham tujuan kita, sudah mengerti bahwa pekerjaan adalah bisnis, akan lebih mudah bagi kita untuk nggak mutar-mutar dengan drama kantor.

Capek nggak sih menghabiskan hari untuk bekerja kemudian berputar-putar dengan drama orang lain, kemudian menyerah dan nggak mau bekerja lagi?

 

Padahal sejak awal tujuan kita datang bekerja bukan hanya untuk bekerja saja.

Tujuan kita bekerja di awal adalah untuk sesuatu yang kita inginkan.

And for something that we NEED or WANT the most, we will not be backed down.

BACA JUGA : 5 KRITERIA CERDAS RESOLUSI TAHUN BARU 

BACA JUGA : 5 FILM TENTANG KEHIDUPAN BEKERJA

Pekanbaru, 04 Maret 2018 13.03

Listening to Sick Boy by Chainsmoker

Jadi sudah ketemu apa tujuan kamu bekerja?

Bermanfaat kan? Ayo di-share ke yang lainnya juga!

Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 10 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *