4 STEPS TO GET WHAT YOU WANT (THE ART OF ASKING)

THE ART OF ASKING

Pernah nggak merasa kalo orang lain bisa dengan gampang ngedapetin apa yang dia mau? Sementara kita minta agar dapat parkiran aja susah banget?


Ya, itu adalah contoh kecil saja. Banyak lagi contoh-contoh lain yang kadang bikin kita ngerasa super nyess. Sedih banget.

‘Gua nggak minta banyak kok. Gua cuman mau agar crush gua naksir balik. Gua cuman mau naik gaji 10 %. Gua cuman mau kerjaan yang damai.’ Dan segala macam. Tapi nggak banyak kok.

Bener, kita emang nggak minta banyak, tapi itulah SALAH-nya.

Kita dikasih hidup, dikasih waktu dan dikasih pikiran untuk selalu mengembangkan hidup sendiri. Kenapa nggak minta lebih dari apa yang sudah kita miliki?

Kalo kepengen kerjaan yang ngasih gaji 20 juta, ya minta ke dunia ini, minta agar dia ngasih kita kesempatan untuk ketemu dengan kerjaan yang emang bisa ngasih gaji 20 juta.

‘Tapi saya nggak butuh sebanyak itu kok. Saya butuhnya dikit aja.’ Kata kita dalam hati.

Kalo demikian jangan minta apa-apa dan jangan nangis kalo kita nggak dapetin apa-apa. Dan jangan capek-capekin mata juga untuk bacain sisa post ini.

Tidur aja, lebih bermanfaat!

Last warning : Artikel ini akan kerasa kayak bullsh*t penjual obat kuat kalo kamu nggak mencoba untuk percaya. Proceed at your own risk yah! 😀

4 cara untuk ngedapetin apa yang kita inginkan :

 

1. YOU BELIEVE THAT YOU DESERVE WHAT YOU WANT

Kita percaya bahwa kita layak mendapatkannya.

Jadi sebelum mikir kelewat panjang, kamu dan saya mesti percaya bahwa we are worthy of everything kita layak mendapatkan apapun dalam hidup ini. 

Kita, kamu dan saya layak mendapatkan apapun yang kita INGINKAN.

So, yeah!

Saya layak, saya punya hak, saya boleh mendapatkan apapun yang saya inginkan. Kamu juga sama. Kamu berhak, kamu layak, kamu boleh mendapatkan apapun yang kamu inginkan.

You deserve everything that you ever wanted.

Kenapa saya layak mendapatkannya? Kayaknya saya nggak sebaik itu, apa boleh saya dapetin itu? Kayaknya mustahil buat saya buat dapetin itu.

Man! F*ck off!

Setiap kali ada suara yang bikin ragu dan bikin nggak yakin, suruh suara itu untuk menjauh.

‘Jauh-jauh dari gua’

Kenapa mesti suruh keraguan kita menjauh? Karena kita harus jadi perempuan yang egois. Saya harus punya keinginan. Kamu harus punya keinginan. Kenapa?

Karena sebagai perempuan kita punya hati yang lembut dan toleransi yang tinggi. Kedua hal ini adalah hal yang sangat baik.

Tapi, sayangnya dengan menjadi pribadi yang lembut dan bertoleransi tinggi, maka kita seringkali mesti mengalah sama apapun yang ada di dunia ini.

Dan mengalah pada dunia ini artinya kita nggak akan dapetin apa yang kita mau.

Apa mau terus ngalah? Apa mau selalu tertinggal? Apa mau selalu mandangin apa yang kita mau dan ngeliat orang lain yang dapetin semua itu? Mau begitu?

Kalo kamu menggeleng, dan tentu saja saya pasti menggeleng, maka kita mesti yakin bahwa :

SAYA LAYAK MENDAPATKAN APAPUN YANG SAYA INGINKAN
&
KAMU LAYAK MENDAPATKAN APAPUN YANG KAMU INGINKAN

Perihal apakah hal yang kita inginkan itu adalah sesuatu yang positif, atau sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma atau sesuatu yang membuat dilema adalah urusan belakangan.

Nggak perlu mikir sejauh dan sepanjang itu. Yang jelas ‘I deserve everything in this life. Underline that everything.’ – Saya layak dapetin apapun di hidup ini. 

 

2. YOU ASK GOD AND THIS WORLD FOR WHAT YOU WANT

Kita minta hal tersebut pada Tuhan dan dunia ini.

Pernah nggak ada aturan yang bilang kalo kita nggak boleh berdoa panjang-panjang? Pernah nggak kita disuruh doa dikit-dikit aja, jangan minta terlalu banyak?

Pernah nggak Tuhan, Sang Pencipta kita ngomong ‘Duh, kamu minta kebanyakan deh!’?

Yep. Nggak pernah. Karena Tuhan seperti itu orang tua yang kaya raya. Setuju?

Anak-anak yang lahir dari orangtua yang kaya raya akan selalu punya semua hal.

Anak-anak orang kaya akan selalu pake tas cantic ke sekolah, selalu jajannya paling banyak, selalu gonta-ganti gadget dan selalu punya semua hal yang bikin kita super sirik.

Kenapa? Kenapa anak orang kaya selalu bisa punya semua hal yang kita pengen?

Karena orangtuanya kaya raya dan bersedia memanjakan alias membahagiakan mereka dengan cara ‘memberikan apa yang anak-anaknya mau’.

Orangtuanya punya uang dan akses untuk semua benda itu.

Orangtuanya mau membelanjakan uang atau akses tersebut untuk ‘keinginan’ sang anak. Orangtuanya akan lakukan apapun agar ‘anaknya’ mendapatkan apa yang dia mau.

Dan, saya dan kamu adalah anak alam semesta.

Apapun yang kita mau, bisa kita dapatkan. Emak gua Tuhan! Bapak gua Tuhan! Apapun yang gua mau, asalkan gua minta dan usahain, orangtua gua akan kasih.

Se-simple itu.

It’s okay to ask that much!!!

Tapi sedihnya banyak dari kita yang berpikir ‘untuk nggak minta banyak.’

Kamu mungkin akan ketawa dengar pengalaman saya berikut.

Saya bukan orang yang religius, tapi saya percaya pada Yang Maha Kuasa. Saya senantiasa berdoa pada-Nya setiap malam sebelum tidur.

Kebiasaan yang nggak pernah hilang sejak saya berusia 15-an tahun. Paling missed-nya kalo lagi sakit, yang jarang banget terjadi.

Kalkulasinya : usia saya 27 tahun dan sudah 12 tahun saya berdoa setiap malam. Artinya sudah 4.380 malam saya berdoa kepada Tuhan. Dan tau apa yang saya minta?

‘Saya minta agar apapun yang terjadi besok bantu saya melaluinya dengan melakukan hal terbaik yang bisa saya lakukan.’

Ya! Menyedihkan sekali! Orang lain minta rumah, minta mobil, minta suami kaya, minta kerjaan baik, minta kesehatan, minta kurus dan segala macam.

Dan saya selama 4.380 malam hanya berdoa agar bisa melalui hari dengan hal terbaik.

Pernah ada masa saya malah bangga dan berpikir.

‘Gua adalah anak Tuhan yang paling nggak ngerepotin. Gua nggak minta banyak.’

Dan mengingat doa-doa dan pikiran itu saya tertawa terbahak sekarang.

Bodoh sekali kamu! 4.380 doa kamu panjatkan dan nggak sekalipun kamu dengan lantang minta semua hal yang kamu mau.

Saya punya goal, tentu saja. Tapi, goal itu hanya goal sebagai penyemangat agar saya nggak bosan dengan hidup saya.

Nggak lebih dari itu. Bukan aspirasi yang pengen saya kejar dengan keras. No way. Jadi saya nggak pernah berdoa dengan khusyuk meminta agar goal saya menjadi nyata.

Kembali pada Tuhan sebagai orangtua yang kaya raya. Kalo kamu punya kenalan atau saudara yang kaya raya, coba deh perhatiin.

Siapa anak kesayangan di rumah mereka?

Coba perhatikan, karena biasanya di rumah tangga kaya raya selalu ada anak yang jadi pembuat masalah.

Anak yang kerjanya nyusahin orangtuanya, hanya tau bikin onar hingga orangtuanya turun tangan untuk menyelesaikan masalah. Tapi apakah kadar sayang orangtuanya berkurang?

Benar banget! Yang terjadi malah sebaliknya. Semakin nyusahin seorang anak, akan semakin sayang orangtuanya pada dia.

Semakin rewel dan banyak minta, akan semakin sayang orangtuanya. Dan anak yang nggak banyak nyusahin, nggak banyak minta dan nggak rewel justru jadi ‘anak yang biasa’ saja.

Setuju?

This world will provide you everything

Dengan jadi perempuan yang rewel dan banyak maunya dan banyak mintanya, yang ada dunia ini makin sayang sama kita.

Dunia ini makin tertantang. Dunia ini makin kepengen ‘memanjakan’ kita dengan apapun keinginan kita.

Tapi kan bacot doang itu.

Gua udah doa dari jaman batu buat dapat kerjaan bagus juga nggak dapet.

Gua udah sembahyang rutin dan nggak dapetin kenaikan gaji juga.

Gua sudah doa setiap malam dan nggak juga bisa kebeli rumah sendiri.

Ya, sedihnya dan walopun saya malas akui ‘wartadana adalah bacot’. Wartadana adalah wadah dimana saya nge-bacot. Tapi bacot ini adalah bacot yang berkualitas.

Bacot ini adalah bacot yang saya buat dengan keinginan untuk bantuin diri saya dan perempuan-perempuan di luar sana soal uang dan bank.

Bacot di wartadana adalah bacot yang bikin saya ngeluarin uang nggak sedikit buat beli domain dan hosting beserta printilan-printilannya.

Bacot wartadana adalah bacot yang bikin saya nggak tidur sampai tengah malam dan mesti ngorbanin waktu hangout dengan teman-teman saya.

Apa maksudnya?

 

3. YOU HAVE TO SACRIFICE ANYTHING TO GET WHAT YOU WANT

Kita mesti berkorban untuk dapetin apa yang kita mau.

Maksudnya adalah meminta kepada dunia itu nggak cuman modal doa saja. Come on! Masa senaif itu?

Dengan menginginkan sesuatu artinya kita menginginkan dunia ini untuk ngasih kita ‘sesuatu’. Artinya kita menginginkannya hingga bersedia berupaya demi ‘sesuatu’.

Artinya kita mau berjuang, kita mau berkorban, kita rela dipermalukan, kita rela kecapekan, kita rela kesusahan hingga apapun itu kita rela. Asalkan kita dapetin apa yang kita mau.

Jadi doa aja nggak cukup!

1.  Kita percaya kita layak mendapatkan apapun yang kita inginkan
2. Kita meminta kepada Tuhan dan dunia untuk memberikan apa yang kita inginkan
3. KITA BERSEDIA BERKORBAN UNTUK APA YANG KITA INGINKAN

Tentu saja! Kita mesti berkorban, kita mesti sengsara, kita mesti usaha.

Emang ada orang yang kita lihat dengan mudah punya semua hal. Contoh yang paling mudah : perempuan cantik yang nggak kerja dan posting liburan di Instagram terus.

A : Idih, enak banget dia kerjanya jalan-jalan aja. Makin cantik. Kemarin operasi mancungin hidungnya sampai ke Korea loh. Lihat ini postingan IG dia. Sirik gua.

B : Ohya, kok bisa? Emang kerjaannya apa?

A : Jadi simpanan oom-oom.

Hei! Jadi simpanan oom-oom juga butuh perjuangan kaliiii. Jadi simpanan oom-oom juga butuh pengorbanan.

Dan perempuan tadi sudah mengorbankan hampir 100 % dari hak-nya sebagai perempuan.

Dia nggak punya hak minta cinta dan perhatian dari oom tersebut. Dia nggak punya hak untuk keluar secara bebas dengan si oom.

Dia nggak punya hak untuk dapat warisan kalo si oom meninggal. Dan parahnya dia sudah ikhlas mengerti dengan status anak-anak yang dilahirkannya.

Dari luarnya saja kelihatan mudah dan sederhana.

Saya tanya kamu dan diri saya sendiri, kalo sekarang ada oom-oom gendut dan buluan deketin kita, buat dijadiin simpanan sanggup?

Gaji kita di kantor cuman Rp 3 juta doang loh. Ngomong aja di sini sanggup. Kalo sudah benaran lihat oom-nya topless saja, kita nggak akan punya nyali lagi.

Jadi?

Jadi punya keinginan saja nggak cukup. Jadi meminta saja nggak cukup. Jadi kita juga mesti usaha.

Dan ikhlas berusaha, sebab nggak semua usaha ngasih hasil yang setimpal.

BACA JUGA : SMART GOAL UNTUK MASA DEPAN

 

4. KEEP THAT WANT IN YOUR MIND, ALWAYS!

Selalu jaga keinginan tersebut di dalam hati dan pikiran kita.

Karena sebenarnya usaha yang paling besar dan berat adalah usaha untuk tetap menginginkan apa yang kita mau.

Masih ingat 10 tahun yang lalu apa yang kita inginkan? Masih ingat 5 tahun yang lalu apa yang kita inginkan? Atau masih ingat 1 tahun yang lalu apa yang kita inginkan.

Saya sendiri lupa 10 tahun yang lalu saya kepengen apa. 5 tahun yang lalu kepengen apa juga nggak keingat lagi.

Dan ada yang baru setahunan saya mau, juga sudah terlupakan.

Sehingga tidakkah hal ini menyedihkan karena sebenarnya kita bisa dapetin lebih dan karena ngikutin arus, tanpa sadar kita melupakan keinginan kita.

Kalo kita sendiri lupa, apa salah dunia ini kalo dia juga lupa? Ya nggak?

Materi wartadana kali ini nggak melenceng kok, ini adalah cara untuk nyari uang yang kita sebagai perempuan jarang sadari. Saya cuman mengingatkan kita terutama diri sendiri.

Sebaik apapun keinginan kita, kalo kita keburu ngikutin lingkungan, kepengen yang mudah saja dan nggak mau mikir panjang, artinya setengah dari hati kita sudah merelakan keinginan tersebut untuk nggak jadi nyata.

Namanya hidup kalo kita nggak 100 %, hasilnya juga pasti nggak 100 %.

Nah, demi mendapatkan apa yang kita mau, kita juga mesti menyimpan keinginan tersebut erat-erat dalam hidup kita. Biar nanti waktu yang kasih jawaban buat kita.

Pesan sponsor :

4 langkah untuk selalu dapetin apa yang kita mau :

1.  Kita percaya bahwa kita layak mendapatkannya

2. Kita  meminta pada Tuhan dan dunia untuk memberikannya

3. Kita bersedia berkorban untuk mendapatkan hal tersebut

4. Selalu simpan keinginan tersebut di dalam hati dan pikiran kita

Balik ke kita lagi, ke kamu dan saya. Benaran mau apa kagak?

#girlsliftothergirlsup

Pekanbaru, 10 Mei 2018

Listening to Zara Larsson – Lush Life

PS : sekarang kalo saya berdoa, 15 menitan durasinya. full dengan deskripsi akan semua hal yang saya mau.

Tujuannya adalah agar Tuhan bosan sendiri dan langsung ngasih apa yang saya mau. Ketimbang harus dengarin 15 menit doa saya setiap hari selama puluhan tahun ke depan. Haha, #sarcasm 🙂


Charlina

Masih berkarir di bidang perbankan sejak 9 tahun silam. Masih belajar banyak untuk membangun blog tentang uang dan bank yang jujur. Masih berupaya untuk menghargai hidup yang sungguh singkat ini. Dan masih ketawa norak setiap kali gajian :D

Tinggalkan Balasan

4 STEPS…

oleh Charlina waktu membaca : 8 min
0
%d blogger menyukai ini: